NovelToon NovelToon
Ibu, Izinkan Aku Bahagia

Ibu, Izinkan Aku Bahagia

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Duniahiburan / Tamat
Popularitas:210.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sutihat Basti Wibowo

Kisah penuh haru Ananda Shaka seorang bocah laki-laki yang memendam kerinduan mendalam pada sang ayah yang telah lama meninggalkan rumah dengan dalih bekerja. Beberapa tahun kemudian ayahnya kembali namun, kenyataan pahit lain harus ia terima, saat sang ayah menceraikan ibunya, Mariam, hanya melalui sepucuk surat. Hingga membuat penderitaan batin yang dialaminya menjadi berkali lipat lebih menyakitkan.

Sebuah kerinduan yang nyaris tak berujung bagi Shaka, karena sang ayah tidak menghendaki pertemuan dengannya. Kendati demikian, dalam waktu bersamaan seorang laki-laki bernama Denny, yang juga merupakan sahabat dari ayahnya selalu datang memberikan perhatian pada Shaka. Hingga suatu hari Denny menyatakan perasaannya pada Mariam, sang ibunda.

Namun, Mariam tidak begitu saja menerima Denny menjadi bagian dari hidupnya. Hal itu membuat harapan Shaka yang menginginkan Denny menjadi ayah sambungnya, kembali patah.

Akankah Mariam mewujudkan mimpi dan harapan Shaka?
Ikui terus kisahnya, ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutihat Basti Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3. Naik Sepeda Motor Paman Denny

Hari kian bergulir, mengembalikan semangat hidup Mariam yang sempat tercabik-cabik dalam kehampaan setelah dijatuhi talak oleh Santana. Meski rasa sakitnya menelusuk ke dalam daging hingga merasuk ke dalam jiwa. Setidaknya Mariam merasa lega karena telah ada keputusan dari Santana mengenai status pernikahannya.

Kini Mariam hanya fokus kepada Shaka, putra yang begitu ia cintai. Harapan-harapan baik pun selalu terurai di setiap doa yang Mariam panjatkan. Bagai detak nadi yang selalu membersamai di setiap hembusan napasnya. Setiap hari Mariam selalu berusaha mejadi ibu yang lebih tangguh lagi dari sebelumnya, untuk Shaka.

Siang yang membakar punggung Mariam, kala ia harus menjajakan barang dagangannya, tak membuatnya menyerah atau mengeluh. Dari lubuk hati yang paling dalam, Mariam bertekad untuk mendidik Shaka sebaik-baiknya. Agar kelak putranya itu mampu merasakan kehidupan yang lebih baik.

Dari kejauhan Denny, memperhatikan Mariam yang sedang berkeliling menjajakan dagangannya sambil mnggendong putranya, Shaka. Tak tega rasa hati Denny, melihat wanita yang sedari dulu ia cintai itu harus menjalani hidup yang demikian sulitnya.

"Mbak Mariam, dagangannya masih ada?" teriak seorang warga bertanya dari jarak yang lumayan jauh.

"Masih banyak, Bu!" jawab Mariam seraya berhenti dan menurunkan Shaka dari gendongannya.

Orang itu pun berjalan mendekat menghampiri Mariam. Mariam menunjukkan dagangannya dengan napas yang sedikit ngos-ngosan karena lelah berjalan.

"Silakan, Bu ... dipilih-pilih saja," ucap Mariam, mempersilakan orang yang ingin membeli dagangannya itu dengan ramah.

"Saya borong semua saja Mbak Mariam" ucapnya.

"Wah yang benar, Bu? Alhamdulillh, terima kasih banyak ya, Bu."

Mariam sangat senang akhirnya dagangannya laku, dan ia bisa segera pulang. Mariam tersenyum pada Shaka, lalu kembali menggendongnya dan melangkahkan kakinya menuju arah pulang. Setelah jarak mariam sudah lumayan jauh dari tempatnya tadi, Denny tersenyum dan mengucapkan terimakasih pada orang yang membeli dagangan Mariam, yang ternyata adalah seorang suruhan Denny.

Kemudian Denny meminta tolong untuk membagikan saja pada siapa pun yang menginginkan apa yang dibelinya dari Mariam.

***

"Bu, Shaka ingin buah jeruk," cetus Shaka menuturkan inginnya.

"Baik sayang! Mari kita pergi membeli jeruk."

Shaka pun terlihat begitu senang dan sangat antusias. Kepolosan anaknya itu mengobarkan semangat hidup Mariam, lagi. Sambil bercengkerama Mariam, dan Shaka, pergi menuju sebuah lapak yang menjual berbagai buah-buahan.

Belum juga sampai disana, Denny mencegah langkah mereka, ia membawa satu kantong besar buah-buahan. Ada buah jeruk, apel, kelengkeng dan juga mangga. Langkah Mariam, dan Shaka langsung terhenti karena Denny, kala itu.

"Shaka!" Panggil Denny yang seketika mematikan mesin sepeda motornya.

"Paman Denny ..." ucap Shaka yang melepaskan gandengan tangannya pada Mariam. Lalu, ia berlari menghamburkan diri pada pelukan Denny.

Denny menyambut bocah laki-laki itu dengan dekapan hangatnya, lalu memberikan kantong berisi buah-buahan yang ia bawa. Namun, karena lumayan berat bagi Shaka, ia tak bisa membawanya. Akhirnya, Denny menyerahkannya pada Mariam.

"Mari naik!" ajak Denny pada Mariam.

Namun, mariam menolaknya karena merasa tidak enak. Belum lagi Mariam terngiang cemoohan tetangga yang akan mengolok dirinya nanti.

"Terima kasih, Mas Denny. Tidak usah repot-repot, saya jadi tidak enak!" ucap Mariam dengan nada canggung.

"Tapi Bu, Shaka ingin naik sepeda motor bersama Paman Denny!" rajuk Shaka.

Mariam tak bisa berbuat banyak, pikirannya sudah campur aduk sekarang. Antara memilih diantar Denny, dan digunjing tetangganya nanti, atau tetap berjalan kaki dan harus melihat Shaka menangis. Namun, dengan bijak Denny memberi solusi.

"Begini saja Mbak, tidak apa-apa Shaka, biar saya yang antar kalau Mbak Mariam tidak keberatan. Mbak Mariam silakan tetap berjalan kaki saja."

Setelah menimbang-nimbang, Mariam akhirnya menyetujui usualan Denny tersebut. Dengan begitu semuanya merasa senang.

"Dadaaa Ibu...." ucap Shaka dengan polos ketika Denny mulai melajukan sepeda motornya.

Mariam tersenyum sembari melambaikan tangannya. Meski hati kecil Mariam, ingin sekali ikut bersama Denny, dan Shaka karena kakinya merasa lelah. Namun, lagi-lagi ia terbayang akan gunjingan para tetangga yang selalu saja mencampuri urusannya.

15 menit kemudian Denny, dan Shaka telah sampai dirumah Mariam. Tentu saja tidak dengan Mariam, yang menempuh perjalanan dengan berjalan kaki.

***

Seorang ibu selalu mengesampingkan egonya, melupakan kesakitannya dan menampakkan senyum pada anaknya, seolah semuanya baik-baik saja. Meski segenap hati dan perasaannya tengah luluh lantak mengatur bagaimana agar orang yang ia cintai tetap merasa nyaman.

Hal itulah yang saat ini sedang Mariam lakukan. Demi Shaka, demi buah hati yang padanya tertutur segala harap.

Mariam menarik napas lega saat bilik rumahnya mulai terlihat dari ujung pandangannya. Dengan gesit Mariam mempercepat langakah kakinya agar cepat sampai. Rasanya ingin sekali Mariam, meluruskan pinggang dan kaki yang sudah letih dan terasa pegal.

"Ibu cepat sini, Bu," sambut Shaka seraya meraih tangan dan menuntun Mariam.

"Iya, Sayang ... sabarlah sebentar! " ucap Mariam.

Denny hanya menyimpulkan senyuman melihat tingkah bocah kecil yang ada di hadapannya itu.

"Ibu, duduk di sini dekat Paman Denny!" titah Shaka membawa ibunya itu kedekat Denny.

"Shaka ... tunggu Nak, jangan begitu!" sergah Mariam.

Seperti tak memperdulikan kata-kata ibunya, Shaka tetap memaksa Mariam, untuk mengikuti kemauannya. Wajah Mariam memerah kala itu, ia merasa malu dan tidak enak pada Denny.

"Shaka tidak boleh begitu sayang! kasihan tuh wajah ibumu jadi merah," ledek Denny.

"Dasar! Dua orang pria ini membuatku malu saja!" gerutu Mariam.

Sebenarnya Denny senang dengan apa yang Shaka lakukan saat itu. Tapi, Denny buru-buru sadar dan mengerti posisi Mariam. Pastilah dirinya menjadi sasaran empuk bagi tetangga yang doyan menggunjingnya. Tidak melakukan apa-apa saja jadi cemoohan. Apa lagi kalau sampai Mariam tidak menjaga jarak dengan Denny.

"Mas Denny, mau teh? Biar saya buatkan," tanya mariam menawarkan pada Denny.

"Boleh, Mbak ... kalau tidak merepotkan" jawab Denny.

Mariam yang salah tingkah langsung bergegas tanpa membalas lagi apa yang Denny katakan. Sementara, debar hati Denny kian tak karuan. Karena selama ini paling-paling Denny hanya datang untuk menanyakan kabar atau memberikan sesuatu untuk Shaka, lalu pergi lagi.

Tapi kali ini Denny memberanikan diri untuk duduk lebih lama bersama Shaka, dan Mariam. Walau tak luput dari mata dan telinga tetangga yang curi-curi kesempatan untuk mengintip. Ada yang pura-pura menyapu halaman sambil clingak-clinguk, ada pula yang pura-pura meminta garam atau gula ke rumah Mariam.

"Ibu, lihat ini!" ucap Shaka menunjukan 2 bungkus makanan yang sempat dibeli Denny, di jalan menuju pulang tadi.

"Itu apa, Sayang?" tanya Mariam yang sibuk membuatkan teh untuk Denny.

"Kata paman Denny ini untuk kita makan berdua, Bu."

Mariam semakin merasa tidak enak karena sudah banyak merepotkan Denny.

"Silakan diminum, Mas, tehnya ..." kata Mariam saat menyuguhkan minuman itu.

"Terima kasih banyak, Mariam ... eh maksud saya, Mbak Mariam!" jawab Denny gugup.

Mariam tersenyum dan menjaga jaraknya.

Bersambung....

1
Aisyah Putri Angel
jgn2 Dicky jiwanya juga terluka
Perempuan Terindah: iya, selamat membaca, ya. ❤
total 1 replies
Aisyah Putri Angel
baru mulai baca udah nyesek di hati
Perempuan Terindah: terima kasih singgahnya, Akak. 🍒
total 1 replies
Suyatno Galih
perasaan di cerita ini yg melakukan perjalanan pake kendaraan cm Denny deh, bahkan Arifin yg kt nya kaya n lagi sakit pun cm nyekel tanpa motor ato mobil, ini menceritakan thn brp yg Thor?
Perempuan Terindah: Tahun-tahun silam. Sudah membaca dengan seksama, Kak? Kalau belum, silakan dibaca lagi. Terima kasih sudah kenan singgah di cerita sederhana saya.

Salam. 🙏🏻
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Denny aku padamu...Aku suka lelaki yg tegas seperti mu,Bukan kayak Santana,yg mau2 aja di ancam sama Asih dan selingkuhannya,ogeb..
Perempuan Terindah: Ahsiaaaap. ⚘
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Kanapa harus sampai bertahun2 utk hidup berpura-pura Ogeb,Talak aja dari awal kalo udah tau di fitnah,Makanya jadi lelaki itu yg tegas,Di ancam gitu aja udah takut,ciih ege..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Apapun alesan Santana meninggalkan Marian dan anaknya,Dan apapun usaha yg Santana lakukan sekarang utk memoerbaiki keadaan,Aku tetap aja gak respeck dan ttp ilfil dgn Santana...
Perempuan Terindah: Terlanjur kesel ye, Kak.
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Karena kelembutan hatinya lah dia Dibodohi dan di mampaatkan,Jadi lelaki itu harusnya bersikap TEGAS jangan jadi lelaki LEMBEK, Sekarang apa tujuannya utk berterus terang ke Mariam,? Mariam juga sudah menikah dan Bahagia dgn orang lain,Semuanya juga sudah terjadi,mau apa lagi coba..😏😏
Perempuan Terindah: Marahin aja dia, Kak.
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Aku sampai cerita bab Santana aku skip aja,Bikin darting bacanya..🙄🙄
Perempuan Terindah: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
🙄🙄🙄🙄 Sekarang aja nangis2 kemaren2 apa kabar..
Perempuan Terindah: huum itu.
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah,Maryam juga berhak bahagia,Semoga kebahagiaan selalu mengiringi perjalanan keluarga dan rumah tangga kalian..🤲🤲
Perempuan Terindah: Alhamdulillah, ya, Kak. ⚘
total 1 replies
Ariyani Ariyani
penasaran nih apakah Denny dn Mariam udah unboking belum ya🙏🤭
Perempuan Terindah: Xixixixi🤭🤭
total 1 replies
Azizah Orizadasanova
bapak2nya pada pengangguran ya..
Perempuan Terindah: 🤣🤣🤣🤣🤣

Baca saja, Kak. jawabannya ada di bab-bab selanjutnya
total 1 replies
Happyy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Happyy
💖💖💖💖
Happyy
😥😥😥
Happyy
😯😯😯
Happyy
😘😘😘😘
Happyy
👍🏻👍🏻👍🏻
Happyy
👊🏼👊🏼
Happyy
😔😔😔💪🏼💪🏼💪🏼
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!