NovelToon NovelToon
Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erna Surliandari

Dijodohkan dari sebelum lahir, dan bertemu tunangan ketika masih di bangku SMA. Aishwa Ulfiana putri, harus menikah dengan Halim Arya Pratama yang memiliki usia 10tahun lebih tua darinya.

Ais seorang gadis yang bersifat urakan, sering bertengkar dan bahkan begitu senang ikut tawuran bersama para lelaki sahabatnya.

Sedangkan Halim sendiri, seorang pria dingin yang selalu berpembawaan tenang. Ia mau tak mau menuruti permintaan Sang Papi.

Bagaimana jika mereka bersatu? Akankah kehangatan Ais dapat mencairkan sang pria salju?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mentari dan batu es.

"Ini, calon Istri Lim? Masih kecil?" tanya Halim.

"Masih SMA, tapi sebentar lagi lulus. Hanya tinggal dua atau tiga bulan lagi." jawab Tuan Tama.

"Baiklah. Asal Papi bahagia, dan kita segera pulang." ucap Lim, dengan nada datar.

"Hah, apa? Baiklah? Baiklah, bagaimana maksudnya, dia menerima pernikahan ini tanpa protes sama sekali?" racau Ais dalam hati.

Ia begitu heran dengan sikap yang di berikan Lim pada keputusan sang Papi. Tanpa senyum, namun tak sama sekali menyangkal. Ia hanya diam dan meng'iyakan, tanpa tahu isi di dalam hatinya.

Lim dibantu Mama Linda membereskan semua barang. Ais hanya bisa diam, karena masih gamang dengan semua yang Ia temukan hari ini. Mendadak, tanpa pemberitahuan.

Mama Linda dibantu Pak Wil, membawa Tuan Tama dengan kursi rodanya. Sedangkan Lim, membawa beberapa perlengkapan menyusul mereka dibelakang.

"Ais, ayo pulang. Kenapa kamu melamun begitu?" ajak Lim, membuyarkan lamunan Ais.

"Eh, iya.." ucap Ais, lalu berlari menyusul Lim keluar dari ruangan.

"Kak Lim, tunggu."

"Ya, kenapa?" tanya Lim, tanpa menoleh.

"Ais mau ngomong, tunggu dulu." pinta Ais, tergopoh gopoh mengejar langkah kaki Lim yang nyaris Dua kali lipat darinya.

"Tunggu...." akhirnya Ais meraih tangan Lim dan berhenti.

" Ada apa?" tatap Lim dengan tajam pada calon istrinya itu.

"Kenapa Kakak ngga nolak di jodohin sama Ais?"

"Kenapa harus nolak?"

"Emang Kakak ngga punya pacar?" tanya Ais.

"Engga."

"Masa ganteng begini jomblo?" lirih Ais.

"Kenapa, heran? Yang penting saya ngga kelainan." jawab Lim.

"Tapi, emang Kakak ngga punya cewek idaman?"

"Engga..." jawab Lim lagi.  

Ais hanya mendengkus kesal. Lim benar-benar dingin dan sulit di ajak bicara. Padahal, Ais ingin mengadakan sebuah rundingan padanya.

Liam kembali melangkah. Ia meninggalkan Ais yang masih diam dibelakang. Wajahnya benar-benar tenang, begitu fokus dengan tatapannya ke depan.

"Lim, mana Ais?" tanya Mama Linda.

"Itu.." tunjuk Lim dengan bibirnya.

Ais tampak berjalan begitu pelan, dengan menggenggam tali tas sandangnya.

"Ais, ayo cepet." panggil sang Mama.

"Mau kemana lagi?" tanya Ais.

"Pulang ke rumah Papi. Nanti, kamu akan tinggal disana setelah menikah dengan Lim." jawab Tuan Tama.

Mama Linda pun hanya mengangguk. Ia pun meminta Ais masuk ke dalam mobil Lim, agar mereka pulang berdua.

"Nanti mabok gimana?"

"Engga... Minta Kak Lim buka atap mobilnya, biar ngga mabuk." bujuk Mama Linda pada sang putri.

Lim membukakan pintu mobilnya ketika Ais datang. Tampak menunjukkan perhatian pada gadis kecilnya, meski yang di tuju belum mengerti arti yang Ia lakukan.

"Ngga usah sok kasih perhatian. Ais tahu, Kakak juga terpaksa mau nikah sama Ais."

"Kenapa harus terpaksa? Saya hanya memenuhi keinginan Papi. Itu saja." jawab Lim.

"Itu namanya terpaksa, Kak." sergah Ais yang mulai kesal.

"Mau terpaksa pun, saya akan tetap menikahi kamu." ucap Lim, dengan menyetir, namun menatap wajah Ais yang cemberut padanya.

Sepanjang jalan, mereka kembali diam. Ais hanya bersedekap sembari mengerucutkan bibirnya. Lim pun diam, karena memang jarang bicara. Berdebat pun, hanya karena Ais yang memancingnya.

***

"Biarkan saja mereka berdua, Lin. Anggap saja, sebagai jalan mereka mengakrabkan diri. Mereka, belum pernah bertemu sama sekali, bukan?"

Ucap Tuan Tama, ketika Mama Ayu beberapa kali menoleh kebelakang.

"Iya, Kak. Mereka, memang butuh pendekatan meski sebentar. Hanya saja, saya ragu jika Lim bisa menerima Ais yang wataknya seperti itu." jawab Mama Linda.

"Satu begitu ceria, dan tak bisa diam. Yang satu, terlalu dingin dan hanya bicara seperlunya. Mereka, akan saling melengkapi, nanti." balasnya, antusias.

1
juwita
mampir
Bunda Fariz
Luar biasa
febby fadila
ngapain diam klw harus ditindas trus...
febby fadila
bapak tuan gimna ini thor
febby fadila
jangan judes2 lim
febby fadila
mantap yg satu bar2 yg satu kutub es
febby fadila
kayakx seru ni
3sna
baru bc sampe sini,visualny gk ada apa dihapus thor
3sna
lha td bapak skrng tuan
3sna
karakter lim gk dingin cm irit ngomongnya kykya jg ramah
Jesi Ka
Luar biasa
shanshiree
Kecewa
shanshiree
aku temukan karyamu kak Erna,
sharvik
wau tmbah pnsaran . .visual ais y mn dong thor??
L A
Biasa
L A
omongan org tak kan buat kita kaya....
biar je...
Qaisaa Nazarudin
Kenapa manggilnya kakak suami sih,gak enak aja dengernya,kalo kakak ya kakak aja,kalo mas ya mas aja...kenapa mesti ada kata suami nya di belakang..
Qaisaa Nazarudin
Padahal Ais udah gede,gak perlu di ajar juga,Harusnya dia udah tau,Bisa baca juga kan,gak bodoh2 amat..🤦🤦
Al^Grizzly🐨: aduh..kalau yg namanya nakal...akan terbawa terus mbak...apalagi ada DNA bapaknya yg mantan preman kampung....dia tidak akan terubah sifatnya jika tdak ada yg merubahnya...
total 1 replies
Noer Hidayah
hah sampe disini aja thor...kirain asa bulan madu selanjutnya😄😄
Noer Hidayah
dugaan q benar ayu oplas mirip Al krn ayu sbnrnya suka ama lim
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!