NovelToon NovelToon
Balada DENDAM Dan CINTA

Balada DENDAM Dan CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / CEO / Angst / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:665.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: arsyazzahra

Mohon maaf typo masih bertebaran di mana-mana 🙏


Mengandung adegan dewasa, kekerasan, bawang. Siapkan tisu sebelum baca cerita ini.

Berniat membalaskan dendamnya atas kematian sang kekasih, justru membuat ia terjebak dalam belenggu cinta.

●●

Darren Jeremy Wilson, pria berusia 29 tahun. Ia memiliki dendam pada seorang wanita bernama Calista, karena di duga wanita itu telah menyelenyapkan nyawa Breana sang kekasih yang dua minggu kemudian hendak ia nikahi.

Demi menebus perasaan bersalahnya, Calista terpaksa menyetujui untuk menikah dengan Darren. Meski ia tau ada niat terselubung dari balik pernikahan itu.

●●
Fb: Ara

Baca juga karya Author yang lain.
1. Cinta segitiga
2. Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
3. Do You Love Me?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arsyazzahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 - Mimpi Buruk

"Tidak!!”

"Bukan aku.”

"Aku tidak melakukan apapun.”

Calista terus meracau dalam tidurnya, terkadang ia akan menghentak-hentakkan kakinya. Terlihat keringat dingin membanjiri dahinya. Wanita itu terus berbicara sambil memberontak.

"Tidakkkkkkk!!” teriaknya, hingga ia terbangun dalam kondisi duduk. Nafasnya terlihat naik turun wajahnya pucat.

"Calista?” panggil Mona dan Aeron, mereka masuk ke dalam kamar putrinya karena mendengar teriakan Calista.

Mereka mendekati Calista, Mona duduk di pinggir ranjang Calista.

"Ibu.”

"Ibu di sini nak, ada apa kenapa kau teriak-teriak?" tanya Mona dengan cemas.

"Ya katakan sayang ada apa?” timpal Aeron yang tak kalah khawatirnya.

"Ayah, Ibu aku baik-baik saja. Hanya bermimpi buruk,” tutur Calista setelah ia berhasil menenangkan dirinya. Ia sama sekali tidak ingin membuat kedua orang tuanya khawatir.

Mona mengelus rambut Calista.” Maka berdo'alah nak sebelum tidur."

"Iya Ibu... Mungkin karena aku lupa."

"Ya sudah Ayah dan Ibu kembali ke kamar ya,” pamit Mona

Calista mengangguk sambil tersenyum, berusaha menutupi kegelisahan dan ketakutan yang ia rasa.

Sepeninggal Ayah dan Ibunya, Calista kembali membaringkan dirinya. Ia berusaha memejamkan matanya bayangan mimpi buruk itu kembali terlintas di kepalanya.

🌹🌹🌹

Usai sarapan bersama Ayah dan Ibunya, Calista kembali masuk ke kamarnya. Ia mengganti pakaiannya lalu mengambil tas miliknya.

Bunyi ketukan sandal dari tangga membuat Mona mengalihkan pandangannya, keningnya mengkerut mendapati putri tunggalnya sudah berpakaian rapi.

"Ibu apakah Ayah sudah berangkat ke kantor?" tanya Calista menghampiri Ibunya.

Mona meletakkan kembali secangkir tehnya. "Sudah."

"Kau mau kemana sayang? Rapi sekali,” sambungnya.

Calista tersenyum tipis. “Hari ini temanku mengajak bertemu, kami rindu untuk berbelanja bersama. Ibu bolehkah aku pergi,” pinta Calista dengan wajah memelas.

Ada guratan rasa khawatir di hati Mona mengingat tentang riwayat yang menimpa putrinya. Namun melihat wajah sendu putrinya ia tidak tega jika ia harus mengurungnya terus di rumah.

"Berapa lama sayang?" tanya Mona.

"Hanya sebentar, jika urusannya sudah selesai aku akan pulang.."

Mona mengangguk. "Baiklah pergilah. Tapi ingat kau harus-harus berhati-hati berkendara."

Calista menggeleng, "No Ibu. Aku akan pergi menggunakan taksi. Aku sudah memesan taksi ku rasa sudah sampai di depan. Ibu jangan khawatir."

"Baiklah, hati-hati ya..."

🌹🌹

"Bagaimana mungkin aku bertemu dengan temanku. Aku bahkan tidak tau setelah kejadian hal itu apakah masih ada yang sudi menjadi temanku,” gumam Calista, menatap lalu lintas jalanan yang cukup padat dari dalam taksi miliknya.

Menghela nafasnya Calista menyandarkan badannya ke kursi, mengenyahkan segala pikiran buruknya. Hingga ia merasakan taksi yang ia tumpangi berhenti.

"Nona, kita sudah sampai di tujuan," seru sopir taksi.

Calista tersenyum tipis di balik masker yang ia kenakan di wajahnya, membuka tas miliknya lalu mengeluarkan beberapa lembar uang miliknya, lalu memberikannya pada sopir itu.

"Nona ini terlalu banyak,” ujar sopir taksi yang sudah berusia paruh baya, melihat wajahnya Calista jadi mengingat seorang tukang kebun di rumahnya.

Calista menggeleng, "Anggap saja ini rejeki untuk bapak, terimakasih sudah mengantar saya sampai tujuan."

Calista keluar dari taksi, setelah membujuk sopir untuk menerima uangnya.

'Kau wanita yang baik Nona, hatimu sangat mulia. Semoga hidupmu selalu di kelilingi kebaikan,' gumam sopir itu.

Calista menghentikan langkah di depan papan nama pemakaman. Ia membaca sekilas untuk memastikan jika ia tidak salah tempat.

Kemudian ia kembali melangkahkan kakinya masuk, mata dan kakinya bergerak mencari sesuatu. Hingga ekor matanya berhenti pada salah satu pemakaman baru.

Ia melangkahkan kakinya mendekati makam itu nissan itu tertuliskan nama BREANA. Tampak di sana masih banyak taburan bunga yang baru, sepertinya ada seseorang yang setiap hari mengunjungi makamnya. Membaca namanya, membuat Calista kembali merasakan perasaan bersalah. Ia tidak menduga jika wanita itu akan berakhir di sini.

Calista mendudukan dirinya di sebelah makam Breana, membuka maskernya, dengan tangan gemetar ia mengulurkan tangannya untuk membelai nissan Breana.

"Maaf.” Dengan bibir bergetar Calista mengucapkan nama itu.

"Aku harus apa Bre agar aku bisa menebus perasaan bersalahku. Kita tidak saling mengenal satu sama lain sebelumnya, tapi aku merasa sangat tersiksa dengan perasaan bersalahku ini. Haruskah aku mengikuti jejakmu meninggalkan dunia ini, agar kau mau memaafkanku," ucap Calista perlahan air matanya mulai mengalir dari sudut kedua matanya.

Calista menggeleng, "Tidak Bre, aku masih mempunyai kedua orang tua. Bagaimana aku bisa meninggalkan mereka. Aku harus apa Bre. Tolong beritahu aku?” Calista mengusap kedua matanya yang basah, wanita itu kembali menunduk memegang dadanya yang tampak sesak.

Terdengar suara sepasang kaki mendekat, "Siapa kamu?!" Suara bariton terdengar tajam dan menusuk menyusup masuk ke dalam indra pendengaran Calista.

Seketika Calista mendongakkan wajahnya, tatapan keduanya bertemu.

"Kau?” tunjuk Darren seketika rahangnya mengeras melihat Calista berada di sana.

🌹🌹🌹

Novel ini masih tahap revisi typo ya. Bagi yang baca karena statusnya udah tamat. Mohon tetap tinggalkan jejak likenya ya. Thank you.

1
Nicky Nick
endingnya nyesek bgt thor😭😭😭air mata keluar trs hbs tissu sebgks😒... ada ga' ya cinta sejati kyk darren-calista
Nicky Nick
ayoo naik naik ke puncak gunung.. turun ke lembah goal daah😆
Nicky Nick
jona gentle
Nicky Nick
angela sakit jiwa
Nicky Nick
ok thor siap2 mo kondangan nih..
Nicky Nick
dita dita pingin liat aja apa pingiiiiinn... 😄
Nicky Nick
duuh jd slh thor..kirain dita dijodohin ma jonathan.. trnyata jona dijodohin ma an temen bpknya.. jgn2 jodoh jona perempuan yg ditabrak itu..
Nicky Nick
jona kok sama dita sih thor.. ga' sama leno aja
Nicky Nick
sama leno dit moga berjodoh😊
Nicky Nick
smoga calista & bayinya baik2 saja.. dam smoga author berbaik hati menyalatkn mereka😒
Nicky Nick
sedih trs thor.. bikin bahagia dong mereka
Nicky Nick
tissu tissu😭😭
Nicky Nick
huhuuu mewek aq thorr... nyesek bgt😭
Nicky Nick
nasib calista ada ditgnmu thor😢
Nicky Nick
hmmm leno... jodohin ma dita aja thor babang pembinor
Nicky Nick
please thor biarkan darren - calista bahagia selamanya
Nicky Nick
darren cari tau pnyakit istrimu sblm trlmbat..
Nicky Nick
bu meysa jgn pengaruhi daren trs ya.. lama2 daren cinta mati looh ma calista
Nicky Nick
daren lama2 bucin looh
Shifa Burhan
lihat koment2 wanita jadi miris ya

saat ada pelakor mereka akan koment, menghujat, memaki, melaknat, pokok koment mereka semua pedas
tapi
saat ada pebinor mereka adem2 aja

miris
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!