NovelToon NovelToon
Pesona Cinta Amartha

Pesona Cinta Amartha

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:573.4k
Nilai: 5
Nama Author: Reina aka dian

Amartha Dina seorang gadis introvert yang bertemu dengan Kenan Pradipta lewat dunia maya. Amartha yang hidupnya dikekang oleh sang ayah pun harus menelan pahitnya patah hati, pria yang dicintainya tiba-tiba hilang bagaikan ditelan bumi. Suatu ketika, dia bertemu sosok dokter sableng bernama Satya Ganendra, sosok yang memberi warna baru dihidupnya. Akankah Amartha akan bersatu dengan Kenan dan meraih restu sang ayah? ataukah Satya yang akan menjadi penghuni terakhir di hati sang gadis? who knows?

Novel ini pure genre teen komedi, sedang tahap revisi cerita di beberapa episode, 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reina aka dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ternyata Dia?

Hari ini sungguh keajaiban luar biasa.

Karena Si Moti (sebutan untuk motor butut milik Amartha) lancar Jaya membelah jalanan. Cihuy, ingin Amartha mengepalkan tangan seraya berteriak, Yess!

Dengan bangga Amartha masuk ke dalam lingkungan Sekolah seraya menyapa pak Kasim dengan senyum yang indah merekah. Seakan hari ini adalah hari kemenangan baginya terlepas dari hukuman hormat Bendera.

"Pagi, Pak Kasim," Amartha menjereng giginya yang rapi.

"Pagi juga Neng, widih tumben ini berangkat pagi? nggak mogok lagi tuh motor?" tanya pak Kasim.

"Alhamdulillah lagi nurut, saya masuk kelas dulu ya, Pak?" Amartha pamit menuju kelasnya.

Amartha yang ngomongnya irit bak duit akhir bulan, hari ini pun riang gembira berjalan menuju kelasnya, dududuududuudu.

Setelah beberapa saat, sampailah ia di depan kelasnya. Amartha dengan rambut sepunggung yang dikucir kuda itu masuk ke dalam kelas. Mendudukkan dirinya di kursi dan menyimpan tasnya di laci meja. Amartha memilih bangku paling depan yang posisinya di tengah- tengah ruangan. Menurutnya ini adalah posisi yang strategis untuk melihat papan tulis.

"Ciiyeeee, Amartha nggak pake acara hormat bendera?" goda Sinta yang sedang duduk di samping Amartha seraya memainkan alis kirinya.

"Biasa aja kali, hahaha," sahut Amartha.

"Wah, berarti nggak ngapelin pak Bagas, dong? kan lumayan tuh pagi- pagi dapet vitamin buat kesehatan mata, hahahaha," timpal sinta sambil tertawa.

"Bukannya yang naksir pak Bagas itu kamu ya, Sin?" Amartha tak mau kalah.

"Lumayan lah buat cuci mata kan, Ta?"

"Tumben ah, bisa dateng pagi? nggak ngadat lagi tuh, si Moti?" lanjut Sinta

"Mungkin dia kasian sama majikannya ini yang selalu dihukum perkara dateng telat ke sekolah," Amartha tertawa renyah.

Bel sekolah pun berbunyi. Tanda kegiatan belajar mengajar akan segera dimulai.

Amartha mencoba fokus dengan pelajaran Sosiologi yang diajarkan oleh Pak Dirman. Amartha memilih jurusan IPS karena dia sadar diri dengan otaknya yang lemot kalau harus menghafal rumus- rumus fisika dan kimia yang bisa membuat kepala nyut- nyutan.

Prinsipnya hidup tidak perlu dibikin ribet.

Bisa jadi tua sebelum waktunya.

Masalah Si Moti, Amartha tidak punya nyali untuk bertanya kepada sang papa.

Bel Jam istirahat pertama pun menggema ke seantero lingkungan sekolah. Amartha memilih duduk di salah satu tempat duduk yang ada di depan kelas.

"Kamu nggak ke kantin?" tanya Sinta.

"Nggak, kamu ajah, aku lagi males desek- desekan,"

"Ya udah aku temenin kamu disini," Sinta mendudukkan dirinya disamping Amartha.

"Ada yang lagi kamu pikirin, Ta?" lanjut Sinta.

"Perkara si Moti, aku bilang sama papa, aku naik angkot ajah atau ngojek gitu biar nggak terus - terusan telat, tiap hari diomelin Pak Hardi, kalau pun nggak boleh ngojek, minimal beli motor baru gitu loh, Sin," jelas Amartha yang kemudian membuang nafasnya kasar.

"Terus? Papa kamu mau beliin?"

"Kalo ngojeknya sih nggak boleh, tapi kalau beli motor katanya nanti dipikir lagi," Amartha menghela nafas panjang

"Yang sabar ya, papa kamu pasti berusaha yang terbaik buat kamu," ucap Sinta menenangkan.

Amartha sebenarnya tidak ingin membebani orangtuanya dengan meminta sesuatu barang yang mahal harganya. Tapi, berat baginya untuk mengejar ketertinggalan pelajaran dengan otak pas- pasannya ini.

Tak sengaja mata Amartha menangkap beberapa orang lelaki yang sedang bercengkrama dengan Pak Arif guru matematika. Terlihat dari gaya pakaiannya yang Bebas Rapi itu kemungkinan mereka anak kuliahan. Matanya menatap dengan intens satu sosok lelaki berkemeja biru dongker.

Rasanya seperti familiar.

" Woy? bengong aja!" sentak Sinta sembari melambaikan tangan di depan wajah Amartha.

" Eh, eh, enggak kok!" Amartha gugup.

"Masuk yuk, udah bunyi tuh bel sekolah," Sinta menarik lengan Amartha seraya bangkit dari duduknya.

Ketika akan melangkah, tiba- tiba mata Amartha dan sosok lelaki itu bertemu satu garis lurus. Lelaki itu mengulas senyumnya. Membuat Amartha kehilangan fokusnya.

Jedug!

Amartha menabrak pintu kelas.

"Awww!" pekik Amartha sambil mengusap- usap keningnya dengan ujung rambut panjangnya.

"Kenapa itu pintu segala ditabrak?" tanya sinta heran.

"Nggak tau, itu kenapa pintu nongol disitu?" jawab Amartha yang sedari tadi masih mengusap keningnya.

"Ya emang pintu ngejogrognya disituuuu dodol! gemes deh lama- lama!" ucap Sinta sewot.

"Benjol nggak tuh?" lanjut Sinta.

"Nggak kayaknya, Sin,"

"Ya udah yuk masuk," Sinta menggandeng tangan Amartha.

Amartha menuju tempat duduknya bersamaan dengan getaran benda di dalam saku. Ponsel Amartha bergetar. Selama proses belajar mengajar memang semua murid harus menggunakan mode senyap atau getar pada ponsel mereka.

Diraihnya ponsel dari dalam saku rok abu-abunya.

💌 Hai, itu kening nggak kenapa- napa?

Berkerut lagi kening Amartha kali ini bukan karena kening yang kejedot pintu.

Namun, karena sebuah pesan dari nomor yang tak dikenalnya. Karena penasaran dengan si empunya nomor itu Amartha pun membalas.

💌Ini siapa? kok kamu tanya kening aku?

Amartha mengetuk- ngetukkan jari tangannya di meja. Menunggu balasan dari orang yang diseberang sana.

Ponsel Amartha kembali bergetar. Dia langsung membuka pesan itu.

💌 😁

Melihat balasan yang hanya emot gigi dijereng itu Amartha lantas mendengus kesal.

Gadis itu menepuk tangan sinta. Sinta yang sedang memainkan ponselnya otomatis menengok ke arah sahabatnya itu.

"Kenapa?" tanya Sinta.

"Aku ke toilet bentar ya," jawab Amartha. Kemudian ia bangkit dari duduknya, berjalan menuju toilet.

Tak perlu waktu lama Amartha sampai di toilet sekolah. Kemudian menyelesaikan ritualnya disana. Ketika akan keluar dari tempat sakral itu, dia menabrak seseorang.

"Awwwh!" pekik Amartha.

"Kamu nggak apa- apa?" tanya orang itu.

Jika didengar dari suaranya sih seperti seorang lelaki. Amartha lalu mendongakkan wajahnya. Melihat siapa yang ditabraknya tadi.

Hmmm wangi.

"Kamu ... Amartha?" tanya orang itu lagi.

"Iya, kamu Kenan, kan?" Amartha balik bertanya.

"Wah kamu masih inget namaku, kenapa SMSku nggak dibalas?" tanya Kenan dan menyunggingkan senyum manisnya.

"Hah, SMS?" Amartha balik bertanya.

"Iya ... SMS, nomorku yang belakangnya 79," Jawab Kenan santai.

"Oh, itu ternyata kamu? buat apa dibalas? cuma emot kayak gitu kok," Jawab Amartha dengan ketus.

Kenan mengerutkan keningnya heran mendengar jawaban gadis yang dihadapannya ini.

"Kita belum kenalan secara langsung, aku Kenan Pradipta, dulu aku juga sekolah disini," Kenan mengulurkan tangannya.

"Aku Amartha Dina, aku mau masuk ke kelas,"

Amartha menjabat tangan Kenan sekilas.

Ternyata dia pengirim SMS tadi dan SMS yang semalam juga? Tapi, dari mana dia bisa dapat nomor ponselku?

Amartha berjalan menuju kelasnya, meninggalkan lelaki berkemeja biru dongker yang mengalihkan dunianya sejenak.

Kenan menatap punggung Amartha yang kian menjauh dari pandangannya.

Makin bikin penasaran.

Kenan lalu berjalan menuju parkiran motor dimana teman- temannya sedang berkumpul.

"Dari mana aja, Ken?" tanya Kevin.

"Dari toilet," jawab Kenan sedangkan Refan dan Dani hanya mengangguk mengerti.

"Mau langsung ke rumah kamu, Dan?"

"Cus markicuss," jawab Dani ala ngondek. Membuat sejurus pukulan dari sahabat-sahabatnya mendarat enak di bahunya dan gelak tawa tak terelakkan dari mereka.

...------------...

Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen beserta hati dan bunga buat author yang lemah lembut ini ya.......

mekso...wkwkkwwk.

lope lope dari sindang ayey ?!!!

❤❤❤❤❤

1
Supriatun Khoirunnisa
Luar biasa
Nurhalimah Ritonga
vidio poron
Nurhalimah Ritonga
sex suwal
fifid dwi ariani
trus berkarya
fifid dwi ariani
trus Sukses
fifid dwi ariani
trus sabar
Farni Damin
dri asisten turun pangkat jd kuli bangunan ya Lan😁😁😁
Farni Damin
astagaaa.. disamain sma ayam vir😁😁😁
Yuyun
pengen tak getok rasanya Ivanka... gatel banget sih jd cewe.. aduh pelakor pengen tak ulek aja nih
༄༅⃟𝐐QueenCy
aq lanjut dl kk..
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: oke terimakasih yaaa
total 1 replies
Santi Nalia
kasian kenan dia yg sdh berusaha dri mulai si amartha SMA sampe sdh selesai bahkan si kenan sdh nunjukin keseriusanny tp sayang jodoh dia sm amartha cuma 2 hari padahal si kenan nggak salah2 banget cuma dia kurang tegas aja...
dia juga berbuat begitu bukan kemauanny tp gara2 si sinta...tp ending ny sangat menyedihkan unk babang kenan...yg sabar ya kenan...
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: begitulah kdg kenyataan nggk ssuai dg ekspektasi
total 1 replies
Dyah Hermawaty
bagus ini novel sdh bc smpe tamat
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: mksih ya😀
total 1 replies
VALLETTA
hai thor salam kenal.Jangan lupa mampir.AKU MERINDUKANMU.mari saling mendukung😉
Tiara Ameliaramadhani
Q sih nebaknya richo Thor
Tiara Ameliaramadhani
dasar bibit pebinor nih si saraff
Tiara Ameliaramadhani
foto kenan nikah sama Sinta apa y thor
Tiara Ameliaramadhani
thor mnding satya sama vira aja
Tiara Ameliaramadhani
klo Q pling bnci dikekang,negara aja udah merdeka knpa kita msti msih mau dijajah oleh kluarga sndri lgi,
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: tah etaaaa bener
total 1 replies
Tanjung Jung
happy reading
Tanjung Jung
apa privasi ya nyebutin nama sebuah kota,hanya diberi inisial saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!