NovelToon NovelToon
7 Life Crystals Book I

7 Life Crystals Book I

Status: tamat
Genre:Teen / Action / Fantasi / Petualangan / Chicklit / Tamat
Popularitas:104.6k
Nilai: 4.6
Nama Author: Koibumi Alana

Demi perdamaian Crymane, terbentuklah sebuah tradisi mencari Tujuh Kristal Kehidupan beserta pengendalinya, dan yang mengadakannya ialah adidaya Crymane, Kerajaan Woerlt.

Yula Athhra, putri bungsu Kerajaan Hearthose yang berusia 12 tahun, terpilih menjadi rekan pertama Putri Kerajaan Woert, Lacus Wallt, untuk menemukan ketujuh kristal kehidupan tersebut.

Bagaimana perjalanan Yula dalam mengumpulkan ketujuh kristal kehidupan tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Koibumi Alana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20 : Mengenai 'kesendirian'

Esha tak beranjak dari pohon rindang di sekitar sungai aliran ke arah rumah penduduk desa Durasec. Setelah dari duel yang mengecewakannya, ia ingin sendirian, kembali memendam amarah di tempat yang tak ada siapapun menghampiri. Hingga perasaannya mulai tenang, dan ia bisa mengeluarkan ekspresi datar tanpa rasa kecewa dan sedih sekali pun di depan orang lain.

Melihat aliran air memberikan kesan ketenangan seakan segala penatnya dibawa oleh aliran air. Ia tersenyum kecut mengingat semua pertengkaran yang dilakukannya dengan Seiger. Harusnya ia tetap tenang—ia telah menetapkan hal tersebut—namun tetap saja terbawa suasana.

“Ternyata benar, kamu akan ada di tempat yang sangat sepi!”

Esha kaget setengah mati dengan suara tepat di belakang telinganya. Berbisik dengan suara berat dan cepat, membuat bulu kuduknya merinding. Ia akan menyangka akan mendengar suara dari penunggu pohon, tapi ternyata....

“Kau!” kesal Esha. “Dari mana kau tahu aku di sini?” Ia tak percaya dengan kehadiran wajah ceria yang tak asing lagi baginya. Dan juga senyuman nakal gadis itu.

Gadis itu tertawa lepas. “Tak kusangka kamu akan terperanjat seperti anak perempuan! Eh, aku bicara seakan bukan anak perempuan saja! Haha....” Yula malah tertawa sendiri. “Kalau aku tak bersuara dan hanya meniupkan angin ke telingamu, mungkin kamu akan berteriak histeris!” candanya sambil membayangkannya.

“Itu tak mungkin!” bantah Esha kesal, sangat.

“Mungkin saja~.”

“Tidak akan!”

Yula kembali tersenyum lebar. Ia sangat suka mengerjai orang lain, apalagi kalau sudah sampai mulai marah, berarti ia berhasil melakukannya.

“Jangan mengalihkan pembicaraan! Jawab pertanyaanku. Kenapa kau bisa tahu aku ada di sini?” heran Esha, ia masih kesal, keningnya berkerut.

“Kamu kecewa, ya, yang menemukanmu bukan seseorang yang kamu tunggu tapi ternyata aku?” tanya Yula dengan tatapan sedikit centil.

“Aku bahkan tak berharap dapat ditemukan!” bantahnya tegas.

“Kenapa?”

“Itu bukan urusanmu! Jawab saja pertanyaanku!”

“Sendirian itu tak menyenangkan, lho! Tak bisa bermain dengan banyak orang, tak bisa tertawa atau pun tersenyum~.” Yula kembali mengalihkan pertanyaan Esha.

“Aku tak butuh hal semacam itu.”

“Kita tak bisa hidup sendirian, lho! Kamu pasti pernah belajar ilmu perkembangan manusia, bukan? Kalau saja ibu dan ayah tak bertemu, mereka tak akan memiliki keturunan! Berarti mereka saling membutuhkan satu sama lain. Dengan begitu kita hadir di dunia ini,” Yula menjelaskan dengan sok dewasa dan tahu segala hal.

“Aku tak memiliki hal itu dari awal.”

“Apa?”

“Orang tua.”

Yula tertegun untuk waktu yang agak lama hingga akhirnya keluar kata menyesal telah bicara menyimpang jauh. “Maaf.” Ia melupakan fakta yang telah ia ketahui sejak awal, merasa bersalah tak berpikir dahulu sebelum mengungkapkan semua isi kepalanya.

“Apa kamu sering datang ke sini?” tanya Yula hati-hati setelah terdiam sesaat. Ia ingin mencairkan suasana dan karena teringat tujuannya menemui Esha.

Esha diam, tak menjawab. Yula kembali dengan kebiasaanya, memajukan bibir.

“Aku... berkata jujur, lho. Tentang sendirian. Dulu, saat masih kecil aku sangat pendiam dan takut untuk bicara. Aku takut salah mengeluarkan kata-kata. Aku tak diizinkan keluar dari istana, padahal aku ingin bermain dengan anak-anak seusiaku di luar sana.

“Begitu bertemu Kak Lacus, eh, maksudku Putri Lacus, aku seakan diberi energi. Aku jadi berani untuk keluar istana dan bermain dengan anak-anak di desa hingga sore. Saat pulang, itulah pertama kalinya aku dimarahi oleh ayahanda dan kak Shin. Tetapi, itulah pertama kalinya aku sangat senang, bahwa aku bisa melakukan suatu hal yang selama ini kuinginkan. Dan akhirnya aku diperbolehkan bersekolah di sekolah biasa dan memiliki banyak teman.”

Yula menceritakan masa kecilnya dulu sebelum masuk sekolah dasar. Ia bernostalgia sebentar, mengingat kenangan menyenangkan yang membuatnya rindu bermain dengan teman-temannya di Hearthose. Ia tersadar karena bicara sesuka hatinya tanpa mengetahui keadaan Esha.

“Ah, maaf, apa aku terlalu banyak bicara?”

“Cerita yang bagus. Tapi tak ada yang cocok denganku.” Esha melempar batu kecil ke sungai. Ia masih menjawab dengan nada datar, tapi dari suaranya sedikit bersimpati dengan cerita Yula.

“Ada apa dengan ayah dan ibumu?” tanya Yula penasaran. Ia terlanjut mengeluarkan pertanyaan yang tak seharusnya didengar oleh Esha.

“Bukan urusanmu,” jawab Esha datar.

Lagi-lagi...! Yula menarik napas panjang dan mengeluarkannya dengan tenang. Mengendalikan emosinya. Itu memang salahnya, ia menyadari pertanyaan bodohnya. Namun ia harus bisa membuat Esha bicara dengannya. “Baiklah. Jika aku menceritakan kenapa aku ada di sini, apa kamu mau menceritakan tentang dirimu?”

Kerut di dahi Esha berkerut. “Untuk apa?”

“Karena kita akan menjadi rekan! Kita akan berjelajah mengelilingi dunia bersama Kak Lacus!”

Esha menatap Yula tak percaya. Bahkan menurutnya itu omong kosong belaka.

Yula kembali menjelaskan. “Kak Lacus telah memutuskan bahwa kamu yang akan ikut bersama kami. Tunggu, jangan potong pembicaraanku. Oke?” Yula menyuruh Esha tak berkomentar saat ia akan menggerakkan bibir untuk bicara, hal itu membuat Esha kesal.

“Kak Lacus memiliki kekuatan untuk mengenali para pengendali batu kristal yang kita cari dan juga di mana batu-batu kristal itu berada. Dan ia, saat kalian bertemu tadi malam, batu kristal miliknya telah memberi petunjuk akan tentang dirimu. Karena itulah, aku menemuimu malam itu juga.

“Maaf soal duel tadi, semua memang rekayasaku. Walau sebenarnya apa yang aku dan Kak Lacus rencanakan dengan harapan hasil duel sangatlah tipis. Kami berharap kamu ikut dan memenangkan duel. Tapi memang hasil duel semuanya aku yang menentukan tanpa arahan Kak Lacus. Aku membuat semuanya seri agar aku tak melawan Nemuz. Bukan karena aku sombong, hanya saja, seharusnya duel tak diusulkan. Tapi sudah terlanjur.

“Jujur dari awal aku ingin mengakhiri duel saat kamu dan Seiger tak bertarung hingga salah satu dari kalian akan pingsan. Itu pemandangan yang tidak kusukai. Aku memang suka bertarung, tapi tidak untuk menghabisi nyawa orang lain, itu sangat kejam! Aku tak pernah memiliki niat seperti itu, sampai kapan pun.”

Sebanyak apa pun yang diucapkan Yula, Esha tetap diam. Yula merasa tak berguna. Akh, lagi-lagi aku bicara sesuka hatiku! Gimana sih cara membuat anak ini ngomong!

“Untuk duel, bagaimana pun aku juga berterima kasih.”

“Iya?”

“Kalau tidak, mungkin kami akan bertarung hingga sore, bahkan malam, atau bahkan hingga matahari kembali terbit. Karena kami pernah melakukannya,” ujar Esha dengan nada datar.

“Kalian… sangat akur,” komentar Yula spontan.

Esha mendengus, “Dari mana?”

“Kata orang, perkelahian dua laki-laki membuat mereka lebih akrab. Apa itu salah?”

“Sangat.”

“Duh, salah ya? Padahal teman-teman aku begitu,” gumam Yula tak mengerti.

Esha tak menjawab, Yula tak melanjutkan kalimatnya. Mereka kembali terdiam untuk beberapa saat.

“Hei, kamu berminat tidak menemani Putri Woerlt mengumpulkan Batu Kristal Kehidupan?” tanya Yula mulai serius.

“Aku tak peduli dengan mengumpulkan kristal atau mengendalikannya––”

“Apa?” Yula mengerngitkan dahi.

“Tapi aku ingin pergi dengan kalian. Dengan begitu aku bisa mencari di mana asalku berada. Karena tempatku lahir tak begitu banyak orang mengetahuinya. Tempat yang telah terlupakan sejak aku lahir. Itu kata paman.”

“Paman?” Yula berpikir siapa yang disebut paman. “Raja Durasec?”

Esha mengangguk.

“Kupikir kamu memanggilnya ayahanda. Karena ia ayah angkatmu.”

“Tapi dia bukan orangtua yang membawaku ke dunia.”

Yula tersenyum. Kali ini ia tulus. Ia balik bersimpati dengan keadaan Esha.

“Jadi, kamu ingin berkeliling dunia mencari batu kristal sekalian mencari daerah asalmu, bukan? Menurutku itu alasan yang bagus! Tak hanya Kak Lacus, aku pasti akan mendukung juga!” ujar Yula, ia menepuk pundak Esha dan memberikan jempolnya pertanda setuju.

Esha langsung menepis tangan Yula dari pundaknya, melangkah melewati Yula. “Huh, jangan senang dulu!”

“Eh? Kenapa?” Yula tak habis pikir. Ia pikir Esha sudah tertarik dengan pembicaraannya.

Esha membalikkan badannya. “Apa hanya itu saja alasanmu datang ke sini?” tanya Esha mengingatkan. Ia menatap tajam pada Yula. Matanya berputar, lalu membalas tatapan Esha. Ternyata pembicaraannya berhasil, entah bagaimana.

“Ah, iya. Kamu dipanggil Raja untuk menghadapnya.”

1
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
kasian esha
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangatt semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
ko we jadi sedih
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat Semangat Semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat thor semangat
Vivi
Semangat thor semangat
Nayla Syberia
namanya lacus tapi aku baca nya berkali-kali salah malah Lucas 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!