NovelToon NovelToon
Getir

Getir

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Siapa sangka malam pertamanya di lewatkan sendirian. Suaminya menghilang. Pria yang seharusnya menjadi miliknya saat itu justru ditemukan sedang bercumbu dengan wanita lain.

Ternyata menikahinya adalah sebuah alasan bagi pria itu untuk tetap menjadi ahli waris pertama. Hanen juga tetap bersama kekasihnya, meski sudah menikah. Tidak ada cinta di hati pria itu untuknya.

Kegetiran hatinya karena sikap suaminya, membuatnya melakukan hal gila. Yaitu sebuah skandal. Skandal percintaan dengan adik iparnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjauh

Gara tersenyum samar. Kata-kataku yang mengingatkan akan hubungan kakak dan adik ipar membuatnya tersenyum remeh. Aku tidak suka itu. Ini bukan pertanda baik.

"Apa yang kamu bicarakan, Zia? Kenapa baru sekarang kamu mengingatkan aku soal hubungan kita kali ini? Kenapa bukan malam itu?" cecar Gara.

Bibirku membeku tidak bisa menjawab. Malam itu aku lupa segalanya. Bahkan siapa Gara dan aku. Aku lupa diri hingga sesuatu yang terlarang itu telah terjadi.

"Kenapa diam? Kamu tidak bisa menjawab?" tanya Gara tahu bahwa itu adalah pertanyaan sulit bagiku.

"Aku memang tidak bisa menjawab, Ga. Aku salah," kataku tegas sambil berusaha menatap kedua bola matanya.

"Kamu memang salah, Zi. Salah besar." Gara mengatakan itu dengan mata lurus menatapku. Matanya menyiratkan sesuatu yang aneh. Ku tundukkan kepala. Memejamkan mata sebentar dan beranjak berdiri setelah meminum air. Menyingkirkan piring dari meja untuk segera pergi dari sana.

Mereka tidak tahu bahwa ada seseorang di balik pintu kamar yang sudah mendengarkan mereka. Tidak jadi masuk ke dalam ruang makan karena percakapan barusan. Ada apa dengan mereka? tanya orang itu di dalam hati. Perdebatan barusan membuatnya berpikir banyak. Salah besar. Itu yang paling jelas di dengar olehnya. Zia dan Gara penuh teka-teki dan rahasia.

......................

Dengan sangat terpaksa aku berangkat ke kantor bersama Hanen. Pria ini tidak menjawab iya. Namun juga tidak memaksaku keluar dari mobilnya saat aku duduk tanpa permisi di kursi sebelahnya. Dia membiarkanku. Mungkin Han tidak lagi bisa membuatku pergi dengan ke-bebalanku.

Ponsel Hanen berdering. Kulirik dia mengintip ke arah layar ponsel dan tersenyum. Ku hela napas dan membuang muka ke arah lain. Senyum Hanen yang dulu untukku _maksudku berpura-pura tersenyum untukku_ sekarang semakin jelas memang bukan untukku saat bibirnya menyebut nama seseorang dengan manis.

"Pagi, Kayla."

Nama itu. Senyum Hanen yang pernah memabukkanku sesungguhnya milik wanita itu. Milik Kayla. Ku rasakan sedikit sesak di dada. Mungkin aku di anggap bodoh, karena masih bertahan dengan pernikahan yang jelas-jelas tidak membahagiakan ini. Pernikahan yang sebenarnya palsu.

"Aku sudah sarapan pagi. Ya. Jangan khawatir. Oke...." Han meletakkan ponselnya di cekungan mobil di antara tempat duduk kita. Pria ini terlihat biasa saja berbincang dengan wanita lain saat diriku di sebelahnya. Sungguh miris. Aku saja yang istrinya tidak bisa mengobrol dengan leluasa, justru wanita lain bisa melakukannya.

Apa yang aku cari sekarang dari pernikahan pura-pura ini? Kebahagiaan? Sensasi menjadi istri orang kaya dan tampan? Tanpa sadar kepalaku menggeleng. Entahlah. Mungkin hanya balas budi pada kedua orangtua yang sudah membesarkanku. Aku yang tidak tahu siapa yang sudah melahirkanku sebenarnya, memang pantasnya menerima semua takdir seperti ini dengan lapang dada.

"Aku salut kamu bisa merasa tidak tertekan dengan pernikahan yang tidak di kehendaki olehmu ..." Han menoleh sebentar padaku. Aku meracau.

"Apa yang sedang kamu tanyakan?"

"Tidak adakah sedikit rasa peduli padaku?"

"Aku tidak perlu mengasihanimu. Kamu cukup beruntung sudah mendapat perhatian dari orangtuaku."

"Harusnya aku keluar dari rumah itu jika kamu tidak menginginkannya. Kenapa perlu bersusah payah mengurungku?"

"Jangan banyak bertanya."

Pasti ada alasan khusus yang membuat Hanen memaksakan diri tidak melepasku. Aku ingin tahu apa itu. Aku akan coba mencari. Namun ... aku harus bisa membuat Gara menjauh. Soal malam itu cukuplah sudah.

"Lebih baik Gara tidak lagi menjadi partnerku," ucapku.

"Kamu menilai adikku tidak mampu?" tanya Han.

"Tidak ada keluarga Laksana yang lemah soal pekerjaan."

"Lalu kenapa kamu ingin Gara tidak lagi menjadi partnermu? Ada apa dengannya?"

"Aku rasa dia cukup pintar daripada sekedar menjadi partnerku. Sudah saatnya dia menjadi seseorang dengan level yang lebih tinggi. Jabatan yang sesungguhnya."

"Itu pasti. Tentu saja Gara akan menjadi wakil manajer."

......................

Ku lihat meja Gara masih kosong. Pria itu tidak datang ke kantor pagi ini. Mungkin dia enggan ke kantor. Bukankah bekerja di sini bukan keinginannya. Dia hanya mencoba menuruti keinginan orangtuanya.

Ternyata dugaanku salah. Pria itu sudah datang. Saat aku meletakkan mantelku di kursi, dia muncul dari pantry. Di tangannya membawa segelas kopi espresso. Aku langsung menundukkan kepala seraya menghadap ke komputer.

Merasa sangat bersalah dengan pria ini. Memperlakukannya tidak pantas, lalu menjauh dengan sikap yang tidak baik. Namun apa lagi yang harus aku lakukan? Malam itu begitu membuatku tertekan. Hingga mampu melakukannya tanpa berpikir panjang.

Tek! Gara meletakkan gelas di atas meja sedikit lebih keras. Sepertinya sengaja. Aku hanya menoleh pada gelasnya. Mataku tidak ingin melihat ke arah matanya.

Memey muncul dengan hawa bahagia.

"Ada hal menggembirakan, Mey?" tanyaku.

"Ya." Bibirnya melukis senyum. "Halo. Pagi, Gara," sapa Memey ke Gara. Pria itu tersenyum tipis menerima sapaan.

"Adikmu sudah sembuh?"

"Benar. Panasnya sudah turun."

"Maaf aku tidak menjenguk saat itu." Ku sadari aku melewatkan itu.

"Dia sudah sembuh. Tidak perlu di jenguk," ujar Memey mengerlingkan mata.

"Zia dan Gara di panggil pak Han," Gege yang sepertinya dari ruangan Hanen memberitahu.

"Ada apa?" tanyaku.

"Aku kurang tahu. Pembicaraan pribadi mungkin. Datang saja kesana segera jika ingin tahu." Gege menunjuk ruangan Hanen. Aku menghela napas. Gara tanpa beban beranjak berdiri dan melangkahkan kaki. Aku mengikutinya dari belakang.

Setelah sampai di depan pintu ruangan Han, tangan Gara mengetuk pintu.

"Masuk." Terdengar suara Han mempersilakam masuk. Gara membukakan pintu. Namun mengherankan karena dia sendiri tidak segera masuk ke dalam ruangan. Aku yang sejak tadi berusaha tidak mempedulikannya, kini harus melihatnya. Gara menatapku.

"Masuklah dulu," ucap Gara pelan.

Aku menghela napas. Pria ini melakukan hal tidak berguna. Meskipun sebenarnya aku yang lebih dulu melakukan hal yang tidak berguna padanya. Tanpa melihatnya dan berucap terima kasih, ku langkahkan kakiku masuk dan duduk di sofa. Gara mengikuti.

"Kalian sudah datang." Han yang tadi berada di balik meja kerjanya berdiri dan ikut duduk di sofa menerima kedatangan mereka berdua.

"Kakak akan membicarakan apa?" tanya Gara terdengar enggan.

"Sudah lewat masa promosi produk yang baru itu. Kamu bisa di anggap sukses. Jadi aku rasa kamu mulai bisa mengerti secara garis besar apa saja tugas di dalam divisi kita." Han menyilangkan kaki yang membuatnya memang terlihat begitu berwibawa. Jika sikap buruknya hilang, dia sempurna.

"Mungkin. Namun sebenarnya aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya bergerak mengikuti Kak Zia dari belakang. Aku hanya ekor," ujar Gara. Hanen diam. Sepertinya Gara tidak menerima jika dia di ikutkan serta dalam kesuksesan promosi waktu itu.

"Bagaimana menurutmu, Zia? Apakah dia sudah bisa lepas dari bimbinganmu?" tanya Han yang kini melihat ke arahku.

"Sudah," jawabku. Ku sadari keterkejutan Gara mendengar kalimatku. Bola mata pria itu melirik sebentar ke arahku.

"Bagaimana Ga? Sudah saatnya kamu menjadi wakil manajer bukan? Kamu tidak perlu lagi menjadi partner Zia dan melakukan promosi."

"Wakil manajer? Tugasku sama seperti sebelumnya?"

"Tidak. Itu level lebih tinggi dari pekerjaan Zia bukan? Meskipun jika saat darurat bisa menjadi partner Zia, tapi tidak sepenuhnya. Zia yang akan melaporkan semua kegiatannya padamu. Dia akan mendapat partner baru."

"Partner baru? Siapa?" tanya Gara menunjukkan rasa ingin tahunya. Han melihat adiknya sejenak sebelum menjawab. Mungkin dia keheranan dengan Gara yang terlihat antusias. Sikap baru yang di tunjukkan adiknya

"Aku belum memilihnya, tapi aku akan meminta pihak personalia menyeleksi beberapa calon." Han mengabaikan keanehan Gara. Dia melanjutkan kembali berbincang soal Gara yang tidak lagi menjadi partnerku.

1
Riya Datau
akhirnya yg d tggu² gara dan zia tamat setelah aku gak buka² cek klo udh lanjut makasih athor aku tuh fans banget gara zia dr bab pertama jodohnya nyasar k kakaknya dlu
Yuyun suseni
😍😍
Yuyun suseni
selalu suka karangan kak Lisa.. 😍
pawon ngebul
kakak othor terimakasih banyak garazia uda tamat maaf bru bs ksih comen abis iling dr jkarta heeee
TM
ibu dan anak itu memang team yg hebat. bisa memecahkan masalah percintaan keluarga
TM
gara itu nemplok kyk perangko klo soal Zia. aku baca lagi...
TM
greatttt!
TM
aaarghh Garaaa Zia akhirnya brjodoh😄
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
dak dik duk....
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
woww wowww ternyata...
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Beruntung mama mertua Zia memahami posisi Zia saat ini
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Zia memasang tembok kokoh untuk menutupi hatinya yang rapuh. Selalu menolak segala perlakuan Gara... agar hatinya tidak goyah.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Gara selalu menjadi garda terdepan yang melindungi Zia...
Ossy Rukni
Saya baru marathon baca setelah tamat
.
setelah sekian lamaaaaaa🥹
Anonim
makasi kak lady atas cerita kerennya🙏
LisA: Terima kasih sudah baca meski barusan ditamatin😁
total 1 replies
Anonim
akhirnya setelah sekian tahun, gara zia menikah. gak sia2 nunggu sang penulis hiatus😍
LisA: Terima kasih sudah setia menunggu🙏
total 1 replies
Anonim
so sawit gara🤭
Anonim
ini dah ditunggu dari lama kak lady😍
Suci Lestari
/Good//Good/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!