Selamat datang di kisah cinta rakyat jelata. Yang di tulis di pinggir kota. Tidak perlu mengkhayalkan yang serba wah. Karena ini hanya tulisan receh dari seorang rakyat jelata. Silahkan di baca dan nikmati! Barangkali nasib kita sama.
Alya Rahmawati (18 tahun) gadis manis, baik hati, dan rajin menabung. Demi cita-citanya yang mulia, dia bekerja sebagai petugas tiket di bus kota milik pemerintah kota Semarang.
Pertemuannya dengan seorang laki-laki bernama Gusti Agung Prasetyo (29 tahun) yaitu laki-laki mapan, salah satu Direktur utama di PT. Asia Maju Abadi membuat gadis itu ragu. Haruskah dia membuka kisah cinta baru atau bertahan terbelenggu dengan kisah masa lalunya bersama Mas Rudi (21 tahun) yang entah tiada ujung dan kejelasannya.
Akan aku buktikan kalau cintaku tidak pernah salah. Aku akan tetap menunggu~Alya Rahmawati
Jika ucapan adalah doa, maka setiap hari aku akan berucap, bahwa kamu adalah jodohku~Gusti Agung Prasetyo
Biarkan aku egois untuk memilikimu. Karena hanya aku yang berhak untuk itu~Rudi Setiawan
Bagaimana kisah mereka bergulir, jatuh bangun Alya mengejar cita-citanya, konflik internal didalam lingkungan kerja, dan perjuangan Gusti mendapatkan cinta Alya.
Mampukah Alya lepas dari belenggu kisah masa lalunya bersama mas Rudi???
.
.
.
.
❤️❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifa Mukherjee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20: Skandal
"Bos ga pinjem mobil lagi hari ini?"
"Enggak, Alya ga mau di jemput."
"Lagian kenapa sih bos ga jujur aja kalau bos adalah direktur utama yang kekayaannya tidak akan habis tujuh turunan. Barangkali kalau dia tahu, dia langsung bertekuk lutut sama bos."
"Heh kamu pikir dia cewek matre. Dia bahkan tidak pernah bertanya apa pekerjaan saya. Lagi pula saya tidak pernah berniat berbohong atau menutup-nutupi. Seandainya dia bertanya saya pasti jujur. Tapi ketika ingin jujur, entah mengapa saya merasa takut, takut kalau dia malah menjauh."
"Sampai kapan bos?"
"Sampai saat saya yakin kalau dia benar-benar sudah bahagia." Ucapnya dengan nada mengharu biru.
"Hemfth...cinta memang tiada ujung penderitaannya. Ckckckck." Jamalga menggeleng-gelengkan kepalanya. Merasa terharu dengan kisah cinta bosnya.
"Eh...Kamu berani mengejek saya!"
"Hehe...ini terharu bos! Bagaimana bisa anda pikir saya mengejek?ya walaupun sedikit sih. Dalam hati."
"Memang kamu pikir saya tidak tahu, itu kan quote milik Cu Pat Kai. Berani kamu ya, mau minta di potong gajinya berapa persen hah?"
"Ampun bang jago!!!" Hahaha kalau tidak sedang di kantor. Mungkin Jamalga benar-benar berjoget 'Ampun bang jago' ala-ala Tik tok gitu.
...***...
Hari sudah semakin gelap. Karena harus menunggu bis nya yang rusak. Sekarang Alya jadi angkatan urutan terakhir. Jam tujuh lebih lima belas menit, armada bis baru masuk pool Terminal Mangkang. Sepi dan gelap. Hanya dari sudut kantor operasional yang terlihat terang. Ada beberapa driver yang belum pulang, mungkin melepas penat sejenak untuk sekedar ngopi dan mengobrol.
"Terimakasih ya Pak, saya pulang dulu." Pamit Alya pada sang driver killer.
"Iya hati-hati!"
Lega rasanya, setelah adegan di traktir makan sate lontong. Alya memberanikan diri untuk sekedar beramah tamah. Menanyakan sesuatu hal yang jawabannya sudah dia ketahui dari cerita teman-temannya. Sampai detik ini ternyata Pak Sumarmo juga tidak begitu menakutkan. Mungkin karena sering mendengar cerita-cerita dari temannya, otaknya jadi tersugesti untuk merasa takut.
Selesai menyetorkan uang di ruang kasir, Alya berpamitan pulang. Dia berjalan kaki cukup jauh, keluar dari Terminal Mangkang yang terlihat sepi dan remang-remang. Menunggu di jemput ayahnya, dia berdiri di pinggir jalan tepat di seberang Terminal Mangkang. Seperti saat dia menunggu di jemput Gusti.
Klunting!
[sudah pulang?]
[nunggu di jemput Bapak]
Kenapa lama-lama dia sudah seperti pacarku. Perhatian sekali. Ahhhh....
Klunting!
[Kamu sih keras kepala ga mau aku antar😤]
[😁😁😁]
Tiba-tiba ada yang memanggil namanya. Seorang laki-laki naik sepeda motor terlihat menghampiri Alya.
"Alya, kog belum pulang?"
"Eh mas Cahyo, ini aku nunggu di jemput Bapak."
"Oh...hla sudah sampai mana Bapak kamu?"
"Tadi sih ngabari udah sampai Kaliwungu paling sebentar lagi sampe. Mas Cahyo baru pulang?"
"Iya ini mau sekalian cari makan di warung Lamongan depan. Kamu mau sekalian ikut? Mau sekalian beli minum gitu dari pada di sini sendirian." Tawarnya.
"Enggak mas makasih, sudah janjian sama Bapak nunggu di sini, nanti kalau pindah malah kasihan Bapak nyarinya bingung."
"Oh ya udah aku temenin sampe Bapak kamu datang. Kasihan di sini sendirian nanti di kira kamu mangkal kan repot. Hahahaha..."
"Oh dasar ya, di kira aku wanita apaan. Lagi pula aku kan pakai baju utuh ga kekurangan bahan. Hanya laki-laki berotak mesum yang sampai berfikir begitu."
"Jangan salah siapa tahu ada om-om mata keranjang yang melihat terus tertarik sama kamu. Kan bahaya ini sudah malam sepi lagi."
Mereka terus berceloteh sesekali di selingi tawa karena mas Cahyo terus saja berbicara hal yang absurd membuat Alya tidak bisa menahan tawa. Sebenarnya mas Cahyo hanya tidak tega jika meninggalkan Alya sendirian. Tidak ada maksud apa-apa. Sampai akhirnya Bapak Alya datang dan mengucapkan terimakasih karena sudah mau menemani Alya. Mas Cahyo pun ikut pergi menuju warung Lamongan langganannya makan.
Tanpa mereka sadari ada orang yang memperhatikan mereka dari kejauhan. Bahkan layaknya paparazi orang itu mengambil beberapa foto saat mereka berdua terlihat bahagia tertawa bersama. Dan mengirim foto tersebut kesalah satu teman Alya. Yang tak lain adalah Laela, pacar mas Cahyo.
Diseberang sana raut wajah cantik berubah memerah menahan amarahnya. Akhir-akhir ini dia sudah menaruh curiga, kalau pacarnya itu pasti punya selingkuhan. Mengingat sekarang sikapnya sudah berubah, mereka bahkan sering bertengkar. Karena beberapa kali dia menemukan pesan chat mesra di ponsel mas Cahyo. Tapi mas Cahyo terus mengelak, dengan mengatakan itu hanya nomer nyasar.
Ternyata benar kalian berdua ada main di belakang ku. Awas kamu Alya! Anak bau kencur berani sekali mengganggu hubunganku!!!
...***...
Merebahkan tubuhnya di atas kasur. Setelah membersihkan diri dan makan malam. Alya merasa hari ini sangat melelahkan. Memejamkan matanya dia agak kaget karena sebuah panggilan Vidio call masuk. Malas untuk sekedar bangun, dia hanya merubah posisi tidurnya menjadi tengkurap. Di gesernya tombol hijau di layar ponselnya. Seketika wajah tampan nan rupawan itu memenuhi layar ponselnya.
"Hai Al, belum tidur?"
"Baru saja mau merem. Om Vidio call jadi agak kaget."
"Oh...maaf mengganggu, sepertinya kamu sangat lelah."
"Ga papa, ada apa om?" Tanya Alya dengan sedikit menguap. Rambut panjangnya bahkan terlihat terurai agak berantakan. Tapi justru tetap terlihat cantik di mata Gusti.
"Hemfth...ga papa cuma pengen lihat kamu."
"Ck, apaan sih om ngomongnya udah kayak kita pacaran aja."
"Hahaha...serius Al, sehari ga ketemu kamu rasanya kayak hanyut di sungai Gangga."
"Bucin banget sih om, ingat umur sudah tua juga!"
"Hahaha...memang kenapa dengan umurku? Aku masih muda ya Al, dua puluh sembilan tahun. Catat! Kamu saja yang masih childis menganggap aku tua."
"Tua tetap saja tua Om, wajah boleh menipu tapi kalau umur kan tidak bisa bohong, memang Om sudah tua."
"Berani ya mengejek, aku sumpahin kamu beneran jatuh cinta sama aku. Sampai kamu benar-benar ga bisa move on. Baru tau rasa kamu!"
"Halah sudah kebal aku Om yang begituan. Bayangkan, hampir tiga tahun aku di gantung. Dan bodohnya aku ga bisa move on." Nada bicaranya sudah melow tidak usah menunggu lama. Setelah ini pasti dia menangis.
"Itu karena kamu yang keras kepala tidak mau membuka hati. Andaikan kamu mau, aku yakin banyak cowok yang akan mati-matian mendapatkan cinta mu Al. Termasuk aku, dalam hati."
"Aku ga bisa Om, aku mau menjalani hubungan yang hanya berakhir menyakiti. Aku cinta mati sama mas Rudi. Huaaaaa...." Tangis Alya pecah, bahkan sekarang dia terlihat terisak-isak menelungkup kan wajahnya di bantal.
"Heh...cup cup cup ! Udah ga usah nangis, gitu aja nangis. Maaf aku ga ada niat bikin kamu sedih." Mengkhawatirkan Alya, dia berusaha menghibur sebisa mungkin. "Besok kalau kamu libur kerja, mau tidak kita jalan-jalan?"
Mendengar kata jalan-jalan Alya terlihat mengangkat wajahnya. Dihapusnya air mata yang sudah membasahi pipinya. Dia mengambil tisu dan dengan polosnya dia mengusap ingus yang sudah traveling kemana-mana itu tanpa merasa malu.
Sruuuuttttttt.....ah...
"Jalan-jalan kemana?" Semenjak kerja Alya sadar sudah lama tidak jalan-jalan.
"Idih Al, jorok banget kamu."
"Biarin aja kan sama Om, ngapain malu. Kalau sama mas Rudi baru aku malu. Mau ngajak aku kemana?" tanyanya lagi.
"Mas Rudi lagi, mas Rudi lagi. Kamu delete aja deh namanya. Menyebalkan sekali."
"Ga bisa pokoknya mas Rudi forever buat aku. Buruan mau ngajak kemana? Sebelum aku berubah pikiran. Jarang-jarang aku mau diajak jalan." Ucapnya sombong.
"Kamu mau kemana? Bali, Singapore, India, atau Korea?" Tanya Gusti serius.
"Hahaha jauh amat Om. Kalau beneran bisa aku mau dong di antar ke Korea. Barangkali bisa menemukan mas Rudi ku. Hahahaha..."
Alya menganggap omongan Gusti hanya sebuah candaan semata.
"Aku serius hlo, kalau kamu mau besok juga kita bisa berangkat. Tapi kalau kamu mau ke Korea hanya untuk mencari mas Rudi mu, sori aku ga rela." Lagi-lagi dia terlihat cemburu.
"Ahhh...sudahlah aku ngantuk mau tidur saja. Bicara sama Om itu ga ada faedahnya buat aku. Mending tidur saja bisa mimpi indah."
"Heh dasar bocah, seenaknya bilang unfaedah, bukannya terimakasih sudah aku perhatikan."
"Hoammm....aku ngantuk. Bye om!"
Tut..Tut..Tut...sambungan terputus.
Lagian siapa juga yang minta di perhatikan~Alya
Selamat tidur Al, mimpi yang indah~Gusti
Mereka pun terlelap dalam mimpi masing-masing. Melepas lelah dan berharap besok pagi kebahagian menghampiri keduanya.
Have a nice dream😘😘😘
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
❤️❤️❤️
...Like dan komen...
...suwun🙏...
Otore kayak e tetangga satu kecamatan..
Krn di bab atas Ada tempat namanya Tlogosari...
Nuruti ego mulu tuch bocah..
Gedeg juga
OH Tuhan, otak itu apkh fungsinya?????
Tolol
Jangan Berlindung Dari kata anak berbakti klo km sendiri g mo Berjuang... Lemah
Gusti jg msh mau2nya di gituin
Kyk ga Ada cewex lain saja, Berjuang sudah tp klo sepihak yo bego namanya
Berjuang itu mesti 2 belah pihak klo Cmn sepihak yo ajur jum..
Bkn tdk mgk Dia akan gitu kelak..
Ya meski sdh ketebak klo gusti yg Sama alya, Cmn klo head to head rudi VS alya, kmd alya milih rudi ya jatuhnya oon...
Beberapa tahun g ngasih kbr, trs di mna letak tanggung jawabnya? Cowox kyk gini Pantesnya buang ke laut...