NovelToon NovelToon
Mr. Haphephobia

Mr. Haphephobia

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Contest / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama / Cinta Murni
Popularitas:487.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sella.Sung

Lusia, seorang gadis pekerja keras yang manghabiskan seluruh waktunya hanya untuk bekerja demi keluarga kecilnya. Bagi orang sepertinya yang belum pernah menikmati indahnya memiliki kekasih, pergi berkencan adalah hal mewah yang harus ia relakan. Tak jarang perasaan iri mengusiknya setiap kali melihat sepasang kekasih saling berbagi kasih duduk mesra di Cafe tempatnya bekerja.

“Akankah ada pria yang akan menggenggam tanganku suatu saat nanti?”.

Berbanding terbalik dengan Rayn, seorang pelukis dengan nama pena Lotus. Rayn menderita Haphephobia akibat trauma kecelakaan yang pernah dialaminya. Ketakutan dan kecemasannya akan sentuhan orang lain memaksanya untuk hidup sendiri dan tidak pernah membiarkan orang lain menyentuhnya.

“Mustahil bagi seseorang untuk hidup sendiri tanpa kontak fisik dengan orang lain seumur hidupnya, tapi itulah hidup yang harus aku jalani.”

Bagaimana jadinya jika mereka bertemu dan harus tinggal satu rumah?


NOTE :
✅ Update setiap Minggu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sella.Sung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 - Kesepakatan

Rayn memulai paginya dengan berolahraga jogging, ia menikmati sejuknya udara pagi yang disuguhkan keindahan hutan pinus disepanjang jalan. Tidak sampai jauh tiba-tiba ia melihat sebuah kendaraan bermotor berjalan kearahnya. Rayn menghentikan larinya, menatap motor yang sudah semakin dekat dengan dirinya. Semakin dekat terlihat dengan jelas kendaraan itu dikendarai oleh seorang gadis yang tak asing baginya.

“Morning… " sapa Lusia setelah menghentikan kendaraannya dalam jarak 2 meter dari Rayn.

Rayn hanya diam dan tampak heran dengan kedatangan gadis itu. Ia hanya menatap tanpa kata, seolah dirinya tidak ingin banyak tanya dan berharap Lusia sadar dengan sendirinya untuk menjelaskan alasannya datang kemari pagi-pagi.

“Sepertinya kau sedang jogging, kau mau aku menemanimu? Aku merasakan udara segar yang luar biasa selama memasuki kawasan ini” ucap Lusia mencoba memulai percakapan diantara mereka.

“Jadi kau sungguh menerimanya?” tanya Rayn akhirnya membuka suara karena mendengar ocehan yang bukan ia ingin dengar dari Lusia.

Lusia langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat. “Oh tentu, apa kau ingin aku meresmikannya dengan memperkenalkan diri?” tanya Lusia dengan mengulurkan tangannya, namun Rayn mengabaikan uluran tangan Lusia.

“Kau masih tidak ingin menyambutku? Baiklah, toh bagaimanapun juga yang kutahu aku bekerja dengan Mickey, karena dia yang membayarku. Anggap saja tugasku adalah merawat bayi yang saaaangaatttt besar” ledek Lusia tersenyum lebar dengan menarik kembali tangannya. Kemudian ia kembali menjalankan kendaraannya pergi meninggalkan Rayn menuju Villa lebih dulu.

“Apa yang ada dalam pikiran gadis itu dengan menerimanya?” tanya Rayn dalam hati dengan menatap Lusia yang sudah semakin jauh meninggalkannya.

Rayn masih tidak habis fikir jika Mickey benar-benar telah membawa gadis itu masuk dalam kehidupannya. Rayn sesungguhnya sudah tahu kesepakatan Mickey dan Lusia melalui pesan yang dikirimkan Mickey semalam. Namun saat itu Rayn hanya menganggapnya angin lalu.

‘Aku dan Lusia sudah menyepakatinya, dia akan memulainya besok. Aku harap dia benar-benar datang dan kontrak akan dibuat setalah 2 hari dia mencoba. Jangan terlalu kejam padanya, aku mohon padamu’ - pesan Mickey.

Rayn kembali ke Villa, dilihatnya Lusia duduk didepan pintu menunggunya. Jujur Lusia sudah mangetahui sandi Villa Rayn dari Mickey, namun ia tidak ingin menggunakannya sebelum benar-benar mendapatkan kesepakatan dengan Rayn langsung. Rayn hanya melewatinya lalu menekan sandi mambuka pintu.

“Masuklah.” Ajak Rayn setelah membuka pintu.

Lusia bergegas bangkit dan mengikuti Rayn masuk. Rayn mempersilahkan Lusia untuk duduk, ia ingin berbicara langsung tentang semua situasinya saat ini.

"Apa artinya dia menerimaku ?" tanya Lusia dalam hati.

Mereka berdua duduk disofa berhadapan. Rayn meraih ponselnya lalu melakukan panggilan dengan mengaktifkan loudspeaker. Ia meletakkan ponsel dimeja dengan sengaja agar Lusia juga mendengar percakapan mereka.

Lusia merasakan jika jantungnya kini sangat memahami kekhawatirannya dengan berdeguk kencang. Bertanya dalam hati apakah pria didepannya ini akan tetap menolak kehadirannya. Lusia semakin tegang setelah mendengar suara pria diseberang telepon menjawab panggillan Rayn.

“Kau menghubungiku pagi-pagi begini apakah itu artinya dia benar-benar datang?” tanya pria dengan suara yang sangat tidak asing dengan nama kontak Perisai Mickey.

"Meskipun kotrak belum dibuat tetapi aku akan tetap membuatnya tidak bisa diihindari. Kalian berdua benar-benar mengejutkanku” ucap Rayn dengan tersenyum sinis.

“Aku yang akan mengurus semua dengannya, semua hal yang harus dia lakukan dan apa yang tidak boleh dia lakukan. Jangan khawatir, kau cukup tidak menentang ini” jawab Mickey penuh percaya diri.

“Tapi sepertinya ada sesuatu yang salah, bagaimana bisa dia bekerja untukmu ketika gaji yang kau bayarkan untuknya dengan uangku. Aaa..., satu hal lagi, katakan padanya jika dia harus berhati-hati karena yang ia rawat bukan hanya seorang bayi besar” Tegas Rayn dalam panggilan dengan menatap tajam kearah Lusia. Lusia membelalak kaget jika Rayn akan menyinggung hal itu dengan Mickey.

“Ba… ba… bayi besar? Apa maksudmu dengan Bayi Besar?“ Mickey tidak mengerti dengan perkataan Rayn, bahkan dia tidak mengetahui jika Lusia ada disana dan sedang mendengar panggilan itu.

“Tunggu, apa baru saja artinya kau menerimanya bekerja denganmu?” tanya Mickey.

“Selesaikan urusanmu dengannya dan minta dia untuk tidak menggangguku hari ini.” Tegas Rayn mengakhiri panggilannya kemudian beranjak berdiri untuk meninggalkan Lusia.

“Apa dia benar-benar kesal hanya dengan ledekanku ?” gerutu Lusia lirih dalam hati.

Rayn menghentikan langkah kakinya menoleh kearah Lusia. Hal itu sontak membuatnya panik dan langsung menunduk. Padahal dirinya hanya bergumam dalam hati tapi seolah Ryan mendengarnya.

“Ah…, itu” ucap Lusia gugup.

“Kau tidak dengar apa yang baru saja kukatakan kepada Mickey? Tidak ada yang bisa kau lakukan hari ini” ucap Rayn menunjuk kearah pintu. Memberi kode kepada Lusia untuk meninggalkan Villa.

“Oh, kau benar. Kau tidak ingin diganggu hari ini. Baiklah, aku akan pergi sekarang. Sampai bertemu besok” ucap Lusia dengan bergegas keluar.

Belum sampai dipintu Lusia sudah kembali lagi. “Maaf, aku lupa helmku” ucapnya perlahan dengan senyum polos meraih helm yang tadinya diletakkan disamping kursi.

“Aku beneran pamit sekarang” lanjut Lusia pergi meninggalkan Rayn. Rayn hanya menghela nafas melihat kelakuan Lusia.

“Apa dia benar-benar menerimaku begitu saja? Jika semudah itu kenapa dia tidak langsung setuju dari kemarin-kemarin” gerutu Lusia berdiri diluar depan pintu dengan mendekap helmnya.

Tidak ingin terlalu memikirkannya, ia pun akhirnya pergi dengan mengendarai motornya. Rayn hanya menatap kepergian Lusia dari balkon lantai dua.

***

Di rumah kost, Lusia duduk disofa dengan wajah pucat. Dihadapanya Reisa berdiri berkacak pinggang dengan tatapan tajam kearah Lusia.

“Katakan padaku apa yang terjadi sampai kau harus berhenti di Toko Bunga?” tanyanya lantang kepada Lusia.

Lusia hanya tertunduk, ia tidak tahu harus memulainya dari mana. “Itu… aku…” ucapnya terputus-putus tidak jelas.

“Aku senang jika kau berhenti, karena dengan begitu kau tidak akan terlalu lelah karena terus berkerja, tapi tanpa mengatakan apapun denganku, itu menyakitiku.” Reisa merasa terkhianati sebagai sahabatnya karena tidak tahu apa-apa.

“Reisa…” rengek Lusia melentangkan kedua tangannya memberi isyarat ingin dipeluk oleh sahabatnya itu.

Reisa langsung menghampiri memeluk Lusia. “Lusia…, jadi benar-benar telah terjadi sesuatu? katakan, katakan padaku ada apa? Apa ini ada hubungannya dengan masalah keluargamu ?” tanya Resia memeluk Lusia melupakan amarahnya.

“Karena aku memiliki perkerjaan baru.” Ucapan Lusia sontak membuat Reisa melepaskan pelukkannya, ia menatap Lusia bingung.

"Pekerjaan baru?" tanya Reisa.

“Aku berkerja dengan Si Pria Horor itu“ ucapnya dengan kembali merengek memeluk Reisa.

“Apa kau sudah gila ?” tanya Reisa.

Perlahan Lusia menjelaskan semua kepada sahabatnya itu penuh dengan perasaan mengiba. Seperti yang sudah ia duga, Reisa menentang keputusannya dan terus menasehatinya. Reisa berulang kali meminta Lusia untuk hati-hati dan tidak gegebah dalam mengambil keputusan. Tiada hentinya Resia berjalan modar-mandir didepan Lusia dengan terus berkicau tanpa henti.

Banyak hal yang seharusnya dipertimbangkan Lusia sebelum memutuskannya. Salah satunya kendaraan yang harus dia gunakan ketika pulang dimalam hari dari bekerja di Cafe. Reisa tidak mengizinkannya mengendarai skuter mininya sepanjang melewati kawasan hutan pinus yang gelap.

“Kawasan itu ternyata tidak semengerikan sebelumnya, saat itu karena aku yang terlalu berfikir parno. Jangan khawatir” tegas Lusia meyakinkan Reisa.

“Bagaimana aku tidak khawatir? Bagaimana jika aku ambil mobil dengan menyicil?” Reisa mencoba mencari jalan keluar untuk Lusia.

“Apa kau sudah gila…!!” ucap Lusia.

Reisa tetap bersikeras untuk kredit mobil agar bisa digunakan Lusia pulang pergi. Pikirnya, setidaknya akan lebih aman daripada menggunakan motor. Reisa yang akan menjamin membayar semua biayanya dan ia tidak akan membebankan tagihan kepada Lusia.

Tidak hanya Reisa, Lusia juga bersikeras menolak dan ia akan tetap akan menggunakan motor kesayangannya. Malam itu menjadi perdebatan keduanya, tidak ada yang mau mengalah. Perdebatan yang selalu didasari oleh kepedulian satu sama lain. Reisa tidak pernah perhitungan terhadap Lusia, begitu juga sebaliknya dengan Lusia.

Bagi Reisa, Lusia adalah satu-satunya sahabat terbaik yang ia miliki semenjak mereka bertemu di Sekolah Elit terbaik dengan beasiswa. Meskipun perjalanan karir dan percintaan Lusia tidak semulus Reisa, mereka tetap selalu mendukung satu-sama lain.

Reisa kali ini dengan berat hati melepas dan menghormati Lusia untuk memilih keputusannya sendiri. Reisa tahu jika ini juga keputusan yang berat bagi Lusia, namun ia percaya jika Lusia pasti memikirkannya dengan baik dan bisa menjaga diri. Reisa meminta Lusia untuk menunda pindah ke Villa Rayn selama 2 hari. Ia butuh waktu bersama sebelum mereka akan menjadi jarang bertemu nanti.

“Aku hanya meminta 2 harimu untuk bersamaku. Tidak boleh bekarta tidak jika kau ingin mendapatkan izin dariku !” perintah Reisa dengan memeluk Lusia.

“Baiklah…” ucap Lusia menepuk bahu Reisa yang memelukknya.

 

*** To Be Continued***

 

Hallo para pembaca setia Rayn & Lusia 👋😃

✅ Silahkan klik FAVORITE untuk terus update BAB selanjutnya yah..

❤ Berikan Like kalian hanya dengan klik Like pada symbol Love, GRATIS 😍

📝Lengkapi kehaluan Author dengan KOMENTAR kalian di setiap BAB nya ya…. ( saran dari kalian juga bisa menjadi inspirasi cerita Author)

🎀 PLEASE BERIKAN VOTE pada karya ini agar semakin di Up Up Up dan Up lagi oleh platform.

Terima Kasih atas semua dukungannya 🙆

1
Maulida
lanjut kak
Hazmin Min
menarik...
fysia gunawan
suka alur dna gaya penulisannya. typonya hampir tidak ada
Rara Kusumadewi
Kelvin apa rayn ya yg Diam diam cinta sama lusia
Rara Kusumadewi
MC cowoknya malah tak keluar" nih gimana...malah Kelvin yg muncul terus...huuft
fysia gunawan
saya sudah sempat uninstall app ini, karena tidak menemukan cerita yg benar2 pas dgn selera saya. tapi karena satu buku ini saya masih penasaran dan akhirnya install lagi.
hebatnya bahkan setelah saya tinggal sekian lama saya masih ingat cerita dan tokoh2nya

salut buat author, penuturannya pasti betul2 dipikirkan dan ditulis dalam mood yg baik dan stabil jadilah literasi yg baik. jadi buat para readers jangan suka desak2 author utk rajin update, krna hasil karya yg baik tidak dibuat tergesa-gesa
Ashley: Terima kasih banyak kak atas dukungannya.

Saya pun juga sempat hiatus sangat lama bahkan hampir satu tahun karena real life saya. Namun, kini saya akan menyisihkan waktu, meskipun hanya 1 hari waktu libur yang saya miliki dalam seminggu untuk menulis.

Saya adalah Newbie dalam bidang ini yang berawal dari hobi. Bahkan, pada dasarnya saya sungguh tidak memiliki basic kemampuan menulis. Namun, saya ingin dan akan belajar menulis dengan baik.
total 1 replies
Vie viet Ks
selalu menunggu
Vie viet Ks
kirim vote biar semangat kak ....😍
skz_0428
akhirnya update juga setelah sekian purnama
💐Lusi81
awal cerita yg menarik 🙂
𝐙⃝🦜Md. Wulan ᵇᵃˢᵉ༄⃞⃟⚡
visualnya Dady tang aku suka😘
Vie viet Ks
akhirnyaaa kau kembali thor .... sampai hampir lupa ceritanya
Elvi Na
bagus
Isnaini Neny
thor tlong ceritanya di sambung dong,,, sdh smpe slesai lebaran tpi ceritanya blm update juga... ???
Yupita Berti
cerita nya bagus
Arvino Syafier Maulana
ini up nya tiga bulan sekali yaa thor padahal cerita nya bagus...
Moms Wirda
mungkin orang yg membunuh ibu nya Rayn mengira kalau Rayn adalah micky dan berniat membunuh nya
Isnaini Neny
rayn blm mydari klo dia skrng sdh smbuh,kasian micky...😥 akhirnya author update juga,,, ternyata nggu thn baru dulu ya?
Ella Fatur Rohman
selamat tahun baru thor aku Ampe kangen nunggu kelanjutan ini Rayn jangan terlalu keras sama Mickey kasian moga authornya up lg🤗
Isnaini Neny
sdh mau thn baru tpi blm ada kelanjutan nih... 😞
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!