" Hei Leha, turun gak ? " Ibunya Juleha berkacak pinggang di bawah pohon mangga.
" Bentaran ! Nanggung "
Masih dengan santai nangkring diatas pohon mangga.
Bagaimana kisah perjalanan rumah tangga antara Juleha dan Zainal dan pasangan lainnya yang menikah karena minta dijodohkan ? ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. Juleha dan Zainal ( Part . 20 )
Scoopy Zainal dan Juleha sudah memasuki halaman rumah, tampak seorang pria gagah dengan kulit yang kecoklatan berdiri di depan pintu rumah dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dada, sebagian badannya disandarkan ditepi pintu rumah.
" Bang Abdul "
Juleha melompat dari atas jok Scoopy milik Zainal, berlari menyongsong pria yang berdiri tegak melihat ke arah keduanya.
" Dek jangan melompat, nanti kamu ja-tuh "
Terlambat Zai, Juleha sudah sampai di depan pintu.
" Kapan sampai bang ? "
Juleha menggoyang goyangkan lengan tangan Abangnya.
" Dua jam yang lalu, gak jadilah Abang kasih THR, kamu sudah punya suami, tuh buktinya kamu pulang shopping "
Abdullah menunjuk kantong belanjaan yang dibawa Zainal
" Beda dong, dari Abang dengan bang Zai, pokoknya Leha minta jatah Leha "
" Kamu tidak berubah, masih suka manjat pohon ? "
Abdullah mengusap kepala Juleha.
" Enggak, udah ada yang dipanjat selain pohon mangga "
Sela Zainal menahan tawanya.
Juleha malu, masa' iya, bang Zai ngomong gitu di depan Abdullah, Abangnya, buru buru Juleha berlari ke dalam.
Iya, abangnya Juleha pekerja sebagai salah satu pegawai pada jasa pengiriman ekpor dan impor barang keluar negeri, jadi ketika Zainal dan Juleha menikah, Abdullah tidak bisa pulang karena belum waktunya.
" Kau sangat tidak sabaran menunggu aku pulang, Zai "
Abdullah meninju lengan adik iparnya sebelum menyambut uluran tangan Zainal.
" Mengejarkan sebelum puasa, bang, Dul "
Zainal bingung mau memanggil Abdul apa, secara mereka satu sekolahan dari SD sampai SMU.
" Mengejarkan sebelum bulan puasa atau kau sudah tidak tahan "
Abdul kembali meninju pelan lengan Zainal.
" Dua duanya "
Zainal terkekeh.
" Walaupun kita seumuran, kau harus memanggil aku Abang, karena aku Abang iparmu "
Abdul tersenyum lucu.
" Siap Abang ipar "
Zainal meletakkan telapak tangannya seperti orang yang sedang melakukan hormat seperti para tentara dengan posisi siap.
Keduanya tergelak bersama.
" Masuklah, kau pasti capek pulang dari nemani Leha shopping, aku mau ke tempat Mahmud dulu "
Pamit Abdul melangkah ke luar, vespa lama milik Bapaknya sudah standby di depan.
...*******...
" Dek, jangan lupa nanti pakai lingerie yang dibeli tadi, Abang tarawih dulu, kalau boleh, seperti malam pertama kita ya dek "
Pesan Zainal sebelum berangkat ke mesjid.
" Seperti malam pertama ? Maksudnya ? "
Juleha ikut berbisik karena sudah terlihat bang Abdul sedang menunggu Zainal di depan pintu.
" Diterangi dengan cahaya lilin dek, biar semakin romantis dan "
Zainal mengedipkan matanya genit.
Patutlah Zainal buru buru minta dinikahkan, pada dasarnya memang Zainal itu hadeuh....
Tampilannya saja yang terlihat kalem, padahal aslinya ? Hanya Juleha yang tahu.
" Udah tuh, ntar disambung lagi, jangan kelihatan bener pengantin barunya "
Teriakan bang Abdul dari depan pintu membuat Zainal bergegas.
Setelah membukakan pintu untuk Bapak dan ibunya, Juleha gegas ke kamar untuk bersiap siap dieksekusi oleh Zainal, eh.
Juleha sudah menunggu di dalam kamar seperti yang dipesankan oleh Zainal sebelum berangkat tadi.
Memakai lingerie berwarna merah, bohlam lampu sudah dipadamkan berganti dengan cahaya redup dari lilin yang Juleha letakkan di atas meja, tidak lupa pula Juleha memakai plash collogne, wanginya seger kaya' anak SMP.
Hadeuh Jul Jul, bang Zai kan jadi seperti bebini gadis remaja, kalau aromanya seger gitu, gak sekalian pakai minyak telon, atau pawangi untuk bayi Jul, yang Zwitstul itu atau my bayi aja, biar bang Zai merasa bobo dengan balita.
Juleha menunggu sampai terkantuk kantuk, jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Juleha standby sudah hampir satu jam, tapi bang Zai belum juga nongol.
Dandanan Juleha sudah basi, aroma plash collogne juga sudah menguap entah kemana, seiring dengan Juleha yang juga ikut menguap karena sudah mengantuk.
Menarik selimut hingga sebatas dada, membaca Do'a, tidur.
Bang Zai kemana ya ? Gak ingat apa kalau Juleha sudah menunggu untuk melanjutkan proyek investasi jangka panjang, jangan jangan ini ulahnya Abdul dan Rojali.
...******...
...🌿🌿🌿🌿🌿...
..
maraton bacanya
Mira bete lagi nih, Thor ada dendam ya sama mira👻
👍🏼👏🏼🙏🏼☕
haduh porsinya pas Pasan bang jali👻
emang somplak mereka
hore Mahmud otw nikah juga Ama Lusi 👻🌹
rezeki nomplok si Abdul nikah nga modal 👻
awas ada yang kebakar leha👻
bang Zai ada yang kepanasan 👻