bagaimana jika seorang wanita mendapat kesempatan untuk berada dekat dengan seorang taipan berwajah tampan? mengasuh seorang CEO tampan yang pikirannya kembali ke masa anak umur 8 tahun? punya kepribadian aneh? dan kadang wajah tampan itu bertranformasi menjadi imut dan selalu meluluhlan hati seorang karin..... sampai sampai bisa menembus jiwa kejombloan karin, lalu bagaimana jika pria itu kembali ke pemikiran dewasanya? bagaimana kehidupan duo sejoli itu nantinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak_na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OBSESI ATAU RASA? (2)
Karin pov
Aku membaca sebuah tabloid yang terletak di ruang kerja Devan. Well ini memang bukan untuk yang pertama kalinya aku mengunjungi gedung waw ini. Namun rasanya sedikit berbeda karena kau di ajak langsung oleh pemiliknya.
Jadi artikel yang kubaca kali ini adalah tentang ‘Obsesi araukah Cinta? Kenali pasanganmu!’ begitulah judul yang kubaca. Berdiam diri di kantor Devan dengan pria itu yang sangat sibuk akan pekerjaannya, membuatku bosan setengah mati alhasil aku menemukan sebuah hal yang menarik.
Tabloid ini biasanya memuat tentang ramalan cinta, sedikit yang kutahu tentang isinya karena menurutku semuanya bullshit. namun karena tidak ada yang mau dikerjakan disini-kerena Devan memaksaku kemari. Membuatku mengobrak-abrik majalahnya yang tersedia di atas meja.
Bagiku isinya cukup menarik, mengenai sebuah obsesi pada suatu objek. Dan mungkin saja aku akan menemukan beberapa petunjuk untuk mengobati Devan nanti!
Nah mari kita lihat opsi pertama...
“ciri-ciri obsesi... pertama, sering terpikir tentang pasangan hingga sulit konsentrasi...” bisikku. Jika dipikir pikir lagi.. aku jadi teringat beberapa menit yang lalu, ketika Devan tidak mulai bekerja dan hanya menghela nafas berkali-kali. Aku yang tidak tahu mengapa, mungkin ada maslah serius di perusahaannya dan ketika ku tanya ada apa, jawabannya cukup aneh,
“aku tidak bisa konsentrasi karena gadisku ada di sini, tapi jika aku meninggalkanmu di rumah, rasanya jadi akan kosong disini” yap dia mengucapkan itu sambil meletakkan tangannya di atas dada.
“eh, tidak mungkikah? Haha... ha..” tunggu mungkinkah?! Batinku. Pembahasan ini cukup menarik dan membuatku memperbaiki duduk yang awalnya santai menjadi tegak dan serius.
Haha... mungkin saja jika opsi pertama itu hanya kebetulan kan? Tanyaku pada diriku sendiri. Sembari menepis pemikiranku yang ada kemungkinan Devan hanya terobsesi padaku saja, serta membuatku merinding, aku mencoba melanjutkan membaca opsi kedua.
“berusaha keras agar bisa bertemu atau berdua dengan pasangan sehingga tak segan menguntit, melanggar privacy dan posesif”
Glek
Aku menelan ludah susah payah, be...benar, Devan juga melakukan berbagai hal ekstrem untuk bisa cepat pulang dan bertemu denganku. Baik, mari di ingat-ingat lagi... dulu dia pernah bekerja 2 hari nonstop karena pekerjaannya menumpuk setelah libur selama 5 bulan... itu adalah kegilaan dari Devan Antonio yang kutahu. Hanya karena ingin bertemu denganku dan tidak ingin berlama lama di kantor dia memaksakan diri seperti orang kesetanan. Tidak...bukan hanya itu kejadiannya, bahkan 3 hari yang lalu.... pak fet memberi tahuku baru baru ini. Di saat Devan hendak keluar kota dan seharusnya menetap selama 1 minggu di sana untuk mengurus kantor cabangnya yang bermasalah. Dia pulang 2 hari kemudian, parahnya lagi, pria itu pulang dengan pakaian kotor dan basah kuyup, aku yang awalnya panik menanyakan bagaimana itu terjadi, dia hanya menjawab...
“tidak apa-apa Karin aku hanya terjatuh di genangan air di jalan tadi, karena aku merindukanmu, aku jadi tidak sempat menukar baju” alasan yang aneh. Namun ketika pak fet memberi tahuku kejadian sebenarnya...
“ekhem, nona, bukan hanya terjatuh yang terjadi, seharusnya tuan devan menetap selama 1 minggu di sana namun karena ada ‘alasan mendadak’ dan tentunya nona tahu itu, pekerjaan satu minggu terselesaikan 2 hari. Saya sangat mengharapkan belas kasih nona untuk memberi pengertian pada tuan Devan agar mempertimbangkan kelangsungan hidup karyawannya” walaupun pak fet mengatakan itu dengan wajah datarnya, aku bisa melihat tragedi itu dengan jelas dimata pak fet, sepertinya Devan menyiksa karyawannya dengan cara kerja rodi 2 hari itu.
Dan masalah mengenai melanggar privasi dan menguntit dan posesif... hah ini benar lagi, sifat devan yang selalu suka menguntitku ketika di rumah walaupun hanya kutinggal sebentar, kemudian...melanggar privasi.... dia bahkan memeriksa produk ****** ***** yang kupakai hingga saat ini!!!! Itu memalukan, bahkan pria itu melihat isi lemariku dengan tatapan mesum. Dan,,, satu lagi! Posesif!
Aku tidak bisa menyangkal ini... dia, devan antonio terlalu posesif padaku, ini terjadi tidak lama sebelumnya. Ketika aku datang ke kantor bersamanya. Aku cukup terkejut ketika dia meggiringku masuk melalui pintu darurat perusahaan yang bahkan tidak ada orang sama sekali di sana. Awalnya aku berpikir jika Devan malu membawa gadis biasa sepertiku dan berjalan sejajar dengannya. Namun pikiranku tentang itu semua sirna seketika saat dia mengatakan ini.
“ini semua karena Karin tidak memakai baju pilihanku, kita harus melewati tangga darurat ini sekarang.... aku tidak mau karinku yang cantik dilihat oleh laki-laki lain” hah... begitulah jadinya, aku yang berpikir negatif tentang Devan, berubah menjadi senang dengan perkataannya itu... namun sekarang kenapa aku menjadi takut? Setelah membaca tabloid ini pikiranku mengenai devan yang hanya terobsesi denganku bertambah kuat.. asal tahu saja baju pilihannya membuatku seperti orang-orangan salju lagi.. dan aku benar-benar tidak mau memakai pakaian terkutuk seperti itu lagi!
“haha.. i... ini masih belum mungkin” ujarku, dan rasa penasaranku bertambah. Dan aku pun melanjutkan membacanya opsi ke tiga.
“sulit menerima penolakan dari orang yang di sukai...” opsi ini juga!!!!!
Jika kuingat kembali, minggu kemarin..... Devan mengataka ini padaku...
“karin....aku ingin kamu mencium pipiku lagi! Di bagian bibir juga tidak apa apa!” dia benar benar tidak waras! Aku yang berakhir menolak permintaan absurd itu membuat Devan bertingkah tidak mau menerima penolakan dariku. Alhasil... pria itu memelukku kemanapun aku pergi. Ini semua memang salahku, tidak seharusnya aku memberikan kecupan pada pipinya waktu mau turun dari mobil untuk menyelamatkan pak hen kemarin-kemarin. Hah seharusnya aku membiarkan pak hen dimarahi Devan saja waktu itu..... memang penyesalan selalu datang di akhir....
Devan yang memelukku seharian penuh, menempelkan dirinya adaku bak prangko pada surat. Dia... memelukku dari belakang dan tidak membiarkanku lepas sedikit pun, 1 jam... 2 jam.... 3 jam.... aku yang sudah tidak tahan dengan sikapnya itu berakhir mengenaskan karena malu. Aku mengecup pipinya sekilas. Tapi Devan yang tidak puas meminta lebih. Dan aku berakhir mencium bibirnya.
Dan itu hanya sekilas!!
“okey... calm down karin.... masih ada 2 opsi lagi yang tidak terbukti kebenarannya... i.. iyakan?”
Tanganku yang gemetar mencoba menguatkan diri untuk membaca 2 opsi terakhir...
“suka dengan bayangan orang yang disukai bukan dia apa adanya dan mengejar orang yang di sukai karena membuatnya lega/ lebih tenng”
Tunggu bayangan? Hmmm apa mungkin kejadiannya seperti ini? Waktu itu ketika aku berjalan jalan dengan Devan di taman rumahnya yang lebih luas dari istana negara-hanya bercanda-. Waktu itu mataharinya cukup terik, dan cukup panas. Lalu Devan mengatakan ini padaku....
“bayanganmu sangat cantik Karin! Aku menyukainya!”
Ah... sekarang aku harus menyiap kan hati untuk mengakui jika Devan hanya terobsesi padaku. Nyatanya pria itu hanya menyukai bayanganku. Dan opsi yang terakhir pun... tidak bisa di sangkal. Dia akan jauh lebih lega dan tenang hanya jika berada di sisiku.
“dan Karin... apa yang akan terjadi pada hidupmu sekarang?” aku menghela nafas sebanyak mungkin. Mengingat jika obsesi itu di terangkan disini adalah penyakit kejiwaan. Beberapa berita televisi juga memaparkan bagaimana seorang kekasih membunuh pacarnya sendiri karena terlalu terobsesi ingin hidup semati. Atau beberapa kasus baru-baru ini, mengenai cinta seorang pria di tolak nyawa seorang wanita dan kekasihnya harus pupus di tengah perjalanan kehidupan.
Apakah aku akan berakhir tragis seperti itu? Apa ada kemungkinan bagiku untuk melanjutkan kehidupan?
Cklek.
Aku mendengar suara pintu terbuka, mungkinkah itu Devan? Aku meletakkan kembali tabloid yang kubaca tadi di atas meja, merapikannya, jika Devan tahu apa yang kubaca mungkin saja dia akan marah. Dan ketika semuanya sudah membaik. Aku mengalihkan pandanganku pada pintu itu.
“Karin?”
“dokter Jhon! Sudah lama tidak bertemu”
***
Ini dari author... supaya gk ada yang salah paham... biar karin aja yang salah paham😁😁😁
“ Orang yang terobsesi juga cenderung jatuh cinta dengan “bayangan si objek cinta” yang ia buat di benaknya sendiri. Bukan jatuh cinta dengan diri si kekasih sesungguhnya. Sehingga, jika suatu hari si objek cinta berperilaku beda dengan bayangan, maka ia bisa sangat kecewa. Sementara, cinta yang sehat menerima pasangan apa adanya, mengizinkan pasangan menjadi diri sendiri, sambil merajut kisah berdua.”
hrsnya diceritakan jg gmn Karin diselamatkan, ungkapan cinta Devan, permintaan ma'af Karin, gmn bucinnya Devan..
lha ini tiba2 sdh punya anak usia 5 th..😢😥
ternyata tokohnya semya menyukai Karin kecuali Arthur..
akhirnya Jerry mampus jg, pasti de. Jhon atau suruhannya yg membunuhnya..
kasihan Devan, dia sdh berusaha berubah malah Karinnya salah paham & akhirnya pergi drnya..
yg sabar ya Devan..