NovelToon NovelToon
Bukan Istri Pengganti

Bukan Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Anak Genius
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Nana Kusumaningrum

Bagaimana jadinya jika kamu harus menikah dengan musuh kamu, itu yang di rasakan Haziqa Elvarreta Shanum atau kerap di sapa Hazi.

Seorang Dokter umum di salah satu rumah sakit di Jakarta ,anak kedua dari pasangan Kiyia Luqman dan Nyai Khodija.
Hazi harus menikah menggantikan sang kakak, apakah Kehidupan Hazi, akan baik- baik saja setelah menikah, tunggu updatenya hanya di novel ini yaa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Istri Pengganti 17

Saat jam makan siang, Hazi ke kantin dengan Lyora sedangkan Aminah sedang bertugas di bangsal, menggantikan temannya.

" Lesu amat bu?" tanya Lyora yang baru saja menghampiri Hazi.

" aku bingung banget sumpah...." rengek Hazi pada Lyora .

"kenapa lagi sihh?" tanya Lyora yang kemudian duduk di kursi samping Hazi.

" Sekarang semua orang udah tau,kalau aku udah nikah" jawab Hazi.

" Yah... terus, kan emang beneran udah nikah, apa yang loe pusingin?" tanya Lyora.

" Aku takut ,kalau mereka tau aku nikah sama Dokter Arras " bisik Hazi pada sahabatnya tersebut.

" kenapa mesti takut sih.... loe kan juga enggak ngelakuin ke salahan, loe takut kalau loe di cap sebagai perebut kekasih sahabat loe? udah sih zi, cuek aja tohh... emang gue sama Kak Arras enggak bisa bersatu, kalian juga menikah juga karena loe gantiin kakak loe yang kabur kan? cuek aja kenapa sih? loe tuh terlalu dengerin apa komentar orang " sahut Lyora yang cukup geram dengan Hazi.

Baru ingin mengeluarkan suara mulut Hazi sudah di sumpal makanan oleh suaminya, Arras sedari tadi mendengarkan percakapan kedua sahabat itu bersama dengan sang adik yang berada di samping Arras.

" Makan, jangan ngoceh mulu" ucap Arras dengan santainya duduk di samping Hazi.

" Kak Lyoraaa.... aku kangen banget" sapa Atthaya yang menyapa Lyora.

Atthaya memeluk Lyora, seakan Lyora adalah kakaknya, walau Lyora sudah menganggap Atthaya adik sendiri .

" Padahal baru seminggu yang lalu kita ketemu, kamu apa kabar ?" tanya Atthaya.

Sedangkan Hazi tampak cuek, saat Atthaya tidak menyapanya, ia fokus menghabiskan makanan yang ada di mulutnya.

" Hehehehe kangen aja,baik tapi sekarang aku kesepian Kak, apalagi ayah sama bunda dinas, terus Kak Arras udah enggak tinggal di rumah lagi " jawab Atthaya sedikit sinis dan melirik ke arah Hazi dengan tatapan tidak suka.

" kenapa enggak nginep di apartemen Kak Arras? kan malah ada temannya Kak Hazi " balas Lyora .

Hazi benar - benar sedang tidak ingin meladeni drama dari adik iparnya, apalagi setelah kejadian waktu abinya meninggal waktu itu, hubungannya dengan adik ipar dan mertuanya kurang baik.

" Enggak boleh, paling dilarang sama istrinya" jawab Sinis Atthaya.

Hazi membelalakan matanya, memincingkan matanya menatap sinis ke arah Atthaya, " pintar banget ngomongnya, aku aja pindah baru terus sejak kapan aku ngelarang dia main" gumam Hazi.

" Jangan Fitnah kakak baru balik kemarin selasa, ayah sama bunda juga baru pergi tadi pagi, istri kakak juga enggak ngelarang kamu buat ke apartemen, enggak usah bikin drama" jawab Arras dengan datar yang membela istrinya di depan sang adik yang dengan terang- teranga menjelekan sang istri di depan orang lain.

Hazi sedikit menahan tawa ketika mendengar pembelaan suaminya yang membuat adik iparnya itu sedikit malu di depan Lyora karena telah menjelekkan dirinya .

" ckkk... kok kakak jadi beliin dia sih "ucap Attahya sambil menujuk dengan tidak sopan ke arah Hazi yang membuat Arras semakin tidak suka dengan perbuatan sang adik.

" brakkk"

Arras menggebrak meja, Hazi dapat melihat jika suaminya kini sedang emosi, Hazi segera mencekal pergelangan tangan Arras.

Arras menatap Hazi, Hazi memberikan isyarat dengan sorotan matanya untuk segera duduk, Arras menuruti perintah Hazi dan kembali duduk yang membuat Hazi bernafas lega.

" ikut kakak, sekarang ke ruangan kakak" ujar Arras menatap sang adik dan pergi begitu saja meninggalkan Hazi, Lyora dan juga Atthaya.

" Kak.... ini gimana kak? Kak Arras jarang banget kayak gini" rengek Atthaya pada Lyora seakan meminta solusi.

" ini semua gara- gara loe " imbuh Attahya menujuk ke arah Hazi.

" Dek.... udah dek, nanti kamu makin di marahin Kakak kamu, kamu temuin baik- baik dan minta maaf ya..." pinta Lyora.

Entah mengapa Atthaya begitu nurut dengan Lyora, Atthaya pun pamit untuk ke ruangan Arras, " kalau gitu aku ke ruang Kak Arras dulu ya.. kak" pamit Atthaya kemudian pergi.

" Mampus, banyak orang " gumam Hazi saat melihat ke arah sekitar dan semua orang yang di kantin menatap ke arah mejanya.

" Loe kenapa diam aja sih? " tanya Lyora.

" aku males ladenin dia, kamu tau sendiri mana banyak orang lagi, pasti mereka denger semuanya tadi " jawab Hazi.

Lyora juga baru sadar, ia pun melihat ke arah sekitar dan benar saja ternyata kantin penuh dengan perawat dan juga para pekerja yang sedang makan siang.

"Wahhh siap- siap viral sihh ini Zi" gumam Lyora yang menakuti Hazi.

" ihhh kamu jangan nakutin aku dong, aku lagi males banget nihhh jadi bahan ngomongan orang " jawab Hazi.

Tidak lama telfon Hazi berdering, panggilan dari adiknya, Hazi segera mengangkatnya.

" Halo Assalamualaikum mbak" suara panik itu membuat perasaan Hazi tidak enak.

" Waalaikumsalam dek, kenapa? kok kamu kayak panik gitu ?" sahut Hazi yang berusaha terdengar tidak panik.

" Mbak Hazi, bisa pulang sekarang gak mbak? umi mbak" suara tangis sang adik pecah saat menyebutkan kata umi.

" umi kenapa dek?" tanya Hazi yang kini kepanikannya tidak bisa di tutupi lagi, yang membuat Lyora kini pindah ke samping Hazi.

" kenapa?" tanya Lyora, Hazi menggelengkan kepalanya, karena ia juga belom tau pasti.

" Dek ngomong dong, kenapa kamu malah nangis? umi kenapa?" tanya Hazi yang sudah tidak bisa menkontrol emosinya.

" u- u- mii udah enggak ada mbak" jawab Hanzzalah.

" Kamu ngomong apa sih dek, enggak usah bercanda dech" ujar Hazi yang masih Daniel.

" Halo Assalamualaikum Ning, ini saya kang anang, maaf Ning, saya lancang mengambil ponsel Gus Han, tapi yang di katakan Gus Han, memang apa adanya Ning, ini kami masih di rumah sakit " ucap Kang anang yang menemani Han.

 " Innaliilahi " gumam Hazi, tubuhnya melemas hingga akhirnya ponselnya terjatuh.

" Zi, kenapa?" tanya Lyora panik.

Dari belakang Xylan berlari ketika melihat Lyora menggucangkan tubuh Hazi, " Ada apa Lyora?" tanya Xylan menghampiri Hazi dan Lyora.

" enggak tau dok" jawab Lyora kemudian mengambil ponsel Hazi yang terjatuh.

Lyora kemudian berbicara dengan orang di sebrang, setelah mengetahui informasinya segera menutup dan memeluk Hazi.

Saat di peluk Lyora tangis Hazi pecah dan begitu kencang, " umiii"gumam Hazi di sela tangisnya.

" Sabar Zi.... ada gue... gue ada di samping loe " ujar Lyora menenangkan sahabatnya.

Beberapa saat suara Hazi tidak terdengar lagi, Lyora memastikan kondisi sahabatnya yang kini di dalam dekapannya.

Dan benar saja dugaan Lyora kini Hazi tidak sadarkan diri, " Dokter Xylan, boleh tolong bantu angkat gak? Hazi pingsan" ucap Lyora pada Xylan.

" waduh, takut di marahin Arras, saya panggil Arras dulu yaaa... "jawab Xylan.

Namun Lyora segera mencegahnya, " Dok,ini urrgent pasti Dokter Arras maklumin, tapi Kok bisa Dokter Xylan tau?" tanya Lyora.

" dari Arras, terus ini gimana ? bukannya dia enggak mau di sentuh selain bukan mahram ?" sahut Xylan.

" Namanya juga urgent dok, kalau urgent mah gapapa, buktinya dia juga masih nangani pasien cowok, dia juga pasti tau kok, udah angkat aja dok" sahut Lyora.

" Kalau saya kena amuk sama mantan kamu, kamu tanggung jawab yaaa" jawab Xylan.

" Iya udah ini, cepet dok" balas Lyora.

Xylan kemudian mengangkat Hazi menuju ke Ugd, sedangkan Lyora berusaha untuk menelfon Arras dan memberi tahu berita duka tersebut.

Sedangkan di ruangan Arras, kini sedang memarahi adiknya yang masih saja, tidak mau mengakui kesalahannya.

"Mereka udah buat malu keluarga kita kak, kenapa sih kakak masih bela dia ?" ucap Attahya dengan penuh emosi.

" CUKUP " teriak Arras.

" Kamu tau gak? istri kakak juga korban, Hazi enggak tau apa- apa, dia juga enggak mau semua terjadi, apa kamu tau, betapa sedihnya dia ketika dia di paksa nikah sama orang yang sama sekali enggak dia mau dan setelah itu abinya meninggal, kamu bayangin kalau kamu di posisi dia, Yang salah bukan Hazi tapi Mila " ucap Arras.

" Tapi dia adiknya kak, kakaknya udah bawa kabur uang kakak satu miliar dan saat nikah kemarin juga kenapa kakak kasih mahar banyak" balas Atthaya.

Saat ingin membalas ucapan sang adik, suara ketukan begitu keras dari luar, terdengar dan membuat Arras dan Atthaya menoleh.

" tok...

tok...

Arras mengusap wajahnya kasar dan mengatur nafasnya , " Masuk " pinta Arras.

Seorang suster masuk ke dalam ruangan Arras dengan perasaan tidak enak, karena ia juga baru mengetahui beberapa fakta tentang sahabatnya, yah... suster tersebut adalah Aminah.

" Maaf dok, ganggu waktunya" ujar Aminah.

" Gapapa, ada apa?" sahut Arras.

" emm i- itu dok saya mau kasih tau, kalau.. Dokter Hazi pingsan di kantin dan sekarang di bawa ke ugd sama Dokter Xylan"

1
pilay
Hazi namanya sama dgn tetangga aku
Rahmi
Double up Thor
Aning Melindasari
aaa aku selalu nunggu up an nyaa thor😍😍
Aning Melindasari
aku nunggu bab berikutt nyaa thorr, ceritanya seruuu paraaahhh😍
Nana Ningrum: terima kasih kak🙏 di tunggu yaa kak bab berikutnya 😄👍
total 1 replies
Elly Maryani
lanjut Thor .
Nana Ningrum
bagus
Elly Maryani
yg kamu bilang nyebelin itu jodoh kamu arras
allana
thorr kalau ada waktu luang mampir dongg
Nana Ningrum: okey kak 😍 semangat terus💪
total 1 replies
allana
semangat thorr💪
Elly Maryani
sama2 nyebelin nanti JD bucin😅😅
allana: bener banget biasanya gitu🤭
total 1 replies
Rian Moontero
mampiiirr😍semangat up tiap hari ya thooorr🤣👍👍
Nana Ningrum: terima kasih sudah mampir kak 🙏 di tunggu update selanjutnya yaa kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!