NovelToon NovelToon
Traitors And Revenge

Traitors And Revenge

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:623
Nilai: 5
Nama Author: moonsun_09

kiano nama nya, orang-orang seakan melihat seorang pangeran kejam dan dingin pada dirinya dan sifat nya tidak jauh melenceng dari tanggapan mereka.

ia hidup dengan banyaknya penghianat sisinya, membuat kepribadiannya berubah, apalagi masa lalu kelam yang ia rasakan.

semua yang ia lakukan selalu salah Dimata orang lain, orang bilang dendam yang kau simpan itu tidak ada gunanya, Dengan balas dendam apa akan membuat kau lega?, pertanyaan dari orang yang tidak pernah berada di sisi korban.

mereka hanya bisa berkata luka orang lain tidak ada apa-apanya dengan luka mereka, seakan mereka tau yang ia rasakan.

#bromance
#kejam
#dendam
#benci
#family
#luka
#penghianat
#no romance

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moonsun_09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Satu like dan coment sangat berarti bagi author, jangan jadi pembaca gaib,baca iya, like dan coment nya engga

Happy reading!

______________________________________

"Lo udah mendingan bro?"tanya Alka sambil membantu meminum air yang dia berikan.

"Hmm"gumam Alvin sambil menatap sekitar seperti sedang mencari seseorang.

"Bang Ano mana?"tanya Alvin,ia berharap remaja itu ada disini menemani nya.

"Ngapain Lo nanyain Abang gue"ujar Alka memandang julit Alvin,ia mendudukkan tubuhnya pada kursi disamping beankar Alvin.

'abang gue juga ya lol!'batin Alvin memandang kesal Alka,ia hanya bisa membantin saat ini karena rahangnya masih cukup sakit jika dipaksa mengeluarkan suara.

Seakan tau apa yang difikirkan alvin,tapi alka tidak peduli,toh mereka bisa bagi dua juga.

"Vin Lo tu gak siapa yang bawa Lo kerumah sakit?"tanya alka sambil memandang serius Alvin.

Alvin yang melihat raut wajah serius alka pun ikut memasang wajah seriusnya juga.

"Siapa?"tanya Alvin dengan suara serak dan lirih.

"Lo gak tau ya,gue fikir tau njir"balas Alka menatap polos Alvin tanpa rasa bersalah.

Alvin yang mendengar itu ingin rasanya ia menjambak, menampar dan menggantung teman tololnya ini.

Tapi ia tak bisa melakukannya saat ini dengan kondisi sekarang, ingatkan ia nanti untuk melaksanakan.

"Soalnya gue nggak tau,gue dikurung bjirr"ucap alka kembali,raut wajahnya tampak kesal mengingat itu.

'kok gue bisa temenan Ama orang tolol bin goblok ya'batin Alvin tertekan, entah apa salahnya dimasa lalu hingga ia diberi teman seperti Alvin.

"Sadar diri itu penting bro,kita sehati sejiwa,gue tolol Lo juga tolol"ucap Alka seakan tau apa yang ada dipikiran Alvin.

"Gue sabar gue disayang bang Ano"balas Alvin malas,ia sudah tak tahan ingin mengeluarkan kekesalannya.

Tapi apa boleh buat,ia hanya bisa mengatakan itu untuk saat ini,yang lain besok-besok.

"Gue juga ya!kita tanya aja sama dia,siapa diantara kita yang paling disayang"balas Alka kesal,ia akan menantang saudara monyet satu ini.

Alvin memandang Alka seakan tertarik dengan tantangan tersebut,ia mengangguk kepalanya dengan pelan.

Tanpa mereka berdua sadari, kiano sudah sedari tadi mendengar bacotan batin mereka,ia hanya diam sambil bersandar di pintu masuk ruangan.

"Permisi tuan"celetuk seorang suster yang sedang berdiri dibelakang kiano.

Kiano segera menyingkir membiarkan suster itu masuk, lalu ia juga melangkahkan kakinya menuju sofa yanga da disana.

"Adeknya diperiksa dulu ya"ucap suster itu dengan senyuman manisnya.

Lalu suster tersebut mengeluarkan suntikan yang entah cairan apa isinya lalu berjalan mendekati Alvin.

Alvin yang melihat itu seketika melotot dan memundurkan tubuhnya perlahan Agar tidak sakit.

suster sialan memang, katanya cuma diperiksa tapi ini bawa suntik segala,udah tau ia takut dengan denda tajam itu.

Alka yang mengerti dengan tatapan yang dilayangkan oleh Alvin pada suster itupun tersenyum penuh makna.

"Dok suntik mati aja dok, ngeselin soalnya,nih pake racun yang saya bawa"ujar Alka dengan watadosnya.

Alvin seketika melotot garang memandang Alka yang memberikan sebuah kotak kecil yang entah racun beneran atau tidak kepada suster itu,ia tidak tau.

'lo anjing,babi, monyet,Dugong, kampret,dancok,anak setan!'batin Alvin mengeluarkan semua temannya yang ada dikebun binatang.

"Mwehehehe..."tawa jahat Alka mengudara, remaja itu mengusap-usap tangannya memandang jahil Alvin.

Alvin yang melihat itu mengalihkan pandangannya pada kiano yang sedang duduk sambil menonton drama picisan yang mereka buat tanpa beban.

"Abangg~"rengek Alvin sambil mengarahkan kedua tangan nya seakan minta digendong.

Dengan keberanian sempurna yang entah ia dapat darimana,Alvin berani merengek seperti itu, padahal ia sedikit tau kalau kiano tidak menyukai rengekan, walaupun ia tahu dari penilaian sendiri sih.

Kiano yang melihat itu berjalan dan duduk di brankar Alvin dan mengangkat tubuh kecil itu kepangkuan nya.

Alvin yang mendapatkan perlakuan itu tentu saja kaget, padahal ia tidak terlalu berharap,tapi jika sudah terjadi apa boleh buat nikmati saja.

Kiano menatap suster tersebut mengisyaratkan untuk segera melakukan tugasnya.

Dengan segera suster itu menyuntikan cairan tersebut pada tangan yang tidak diinfus, entah apa gunakan.

Kiano mengusap rambut hitam Alvin dengan lembut, sementara Alvin yang diperlukan seperti itu merasa hatinya berbunga-bunga seperti orang yang mendapat hadiah istimewa.

Alka yang melihat itu sedikit merasakan panas dihatinya, sepertinya kiano memang lebih menyayangi Alvin ketimbang dia.

Sepertinya remaja itu lupa, padahal baru beberapa jam yang lalu,ia dielus-elus lembut seperti itu oleh kiano ketika menangisi Alvin yang belum sadar, dasar pikun padahal Masih muda.

"Saya permisi tuan muda"ujar suster tersebut lalu pergi meninggalkan ruangan yang ditempati Alvin.

Alka menduduki dirinya disamping kiano yang sedang memangku Alvin,ia memandangi gerak- gerik kiano seperti kamera pengintai.

Kiano yang menyadari itu menghentikan elusan nya pada Alvin dan menoleh memandang Alka yang masih betah melihat nya dengan tatapan polos seperti tidak mengerti apa-apa.

Kiano menaikan sebelah alisnya mengisyaratkan 'kenapa'.

Alvin yang merasakan elusan disambutnya berhenti pun mengangkat kepalanya, memandang wajah tampan kiano lalu melihat pada Alka.

Alvin tersenyum penuh makna,ia akan membalas perbuatan cecuguk satu ini sekarang,ia akan balas dendam.

"Bang...pusing"lirih Alvin memandang melas kiano lalu mendusel- duselkan kepalanya pada dada bidang kiano.

Kiano yang melihat itu kembali mengusap lembut kepala Alvin, walaupun wajahnya tetap dingin dan datar tapi terlihat secuil kehangatan disana.

Alka yang melihat itu seketika melotot tak terima,ia tau bocah sialan satu itu ingin memanas-manasi nya.

"Bang~jangan tinggalin gue sendiri ya~"ujar Alvin setengah merengek ia menggoyangkan badannya seperti anak kecil.

"Heh curut,Lo kira gue iri hah!"kesal Alka memandang garang Alvin, tapi walaupun begitu ucapan tak selaras dengan mata Alka.

Lihat,mata remaja itu kini sudah sedikit berkaca-kaca dengan bibir yang terlihat sedikit melengkung kebawah.

Alvin yang melihat itu ingin sekali menertawakan lalu ia video kan sebagai kenang-kenangan, tapi itu tidak akan terjadi.

Kiano yang melihat tingkah dua bocah itu, hanya memandang malas mereka, sepertinya tinggal mereka tidak ada habisnya.

"Bang"panggil Alvin pelan, ingat kan kalau rahangnya masih sakit.

"Hm"balas kiano singkat,ia memang malas dua orang yang kini sudah memandang nya serius seperti orang yang akan mau perang.

Padahal ia yakin ada pertanyaan yang tidak penting yang akan mereka tanyakan padanya.

"Abang lebih sayang siapa? Alvin atau Alka?"tanya Alvin memandang kiano penuh penasaran begitu juga Alka.

"Iya, Abang pilih siapa,misalkan nanti bumi hancur siapa yang bakal Abang selamatkan duluan?"ujar Alka memandang kiano berbinar.

Kiano yang mendengar pertanyaan yang menurut nya tidak penting untuk dijawab, memandang dingin duo bocah kematian nya.

Kiano tidak menjawab ia malah meletakkan Alvin kembali ketempat tidur,lalu berjalan ingin meninggalkan ruang rawat tersebut.

Tapi tiba-tiba Alka malah bergelayutan dikaki kanannya, membuat langkah nya terhenti.

Sepertinya kiano harus menyetok banyak kesabaran untuk menghadapi dua orang ini.

"Hehehe... pertanyaan lain aja deh bang"ucap Alka cengengesan.

"Beneran yang ini deh"ujar Alka kembali mencoba meyakinkan kiano.

"Berdiri"titah kiano memandang datar Alka.

"Iya,ini berdiri"balas Alka memandang kiano cemberut.

"Siapa yang selamatin Alvin kemaren tuh bang"tanya Alka penasaran, soalnya ia hanya dipaksa lalu dikurung disebuah apartemen,Tidak tau saja ia Jika apartemen itu milik Kiano.

Kiano hanya acuh,mana mungkin ia mau menjawab pertanyaan tersebut,lebih baik diam dan hanya ia yang tau.

Mengingat itu ia jadi teringat dengan nasib sepupu nya itu,ia lupa untuk menyuruh sang sepupu untuk memakan bagian tubuhnya sendiri yang ia potong waktu itu.

Belum lagi kiano juga melupakan siksaan direndam di air mendidih dengan api menyala dibawahnya, padahal ia sudah memikirkannya jauh-jauh hari.

Tapi biarlah, kalau sapupu nya mati langsung ,bisa gagal setengah rencana yang ia buat.

Dan sekarang sang sepupu yang setengah sekarat itu sudah dikirim kemansion deovantara,dan entah seperti apa reaksi mereka, terutama si gadis ular itu.

"Bangg"panggil Alka membuyarkan lamunan Kiano,ia memandang Alka dengan alis terangkat satu.

"Hehehe..gak ada,Lo ngelamun soalnya bang"balas Alka nyengir.

"Siapa bang yang bawa Alpin kesini?"tanya Alka kembali.

Kiano tak merespon,ia langsung pergi begitu saja meninggalkan Alka yang memandangnya kesal.

               🥀🥀🥀

Didekat pohon seorang remaja merebahkan tubuhnya didekat sebuah danau sambil memandang bintang yang bersinar terang menemaninya.

Remaja itu adalah Kiano setelah dari rumah sakit ia tidak pulang mansion tapi singgah ke sebuah danau.

"jebakan yang gue tabur kayanya dia makan"gumam kiano dengan terkekeh sinis, lalu perlahan berubah menjadi seringaian mengerikan.

"Dan Lo masuk perangkap 024"gumam nya kembali dengan tatapan penuh rencana licik.

"Satu masalah selesai,dan masih ada yang lebih besar menunggu ternyata" gumam kiano terkekeh ringan.

"Kepercayaan itu mahal dan yang berkhianat lebih baik mati "gumam kiano kembali tapi nadanya terdengar sangat menusuk.

See you 👋

1
Niwang Horee
lanjut kak
Niwang Horee
lanjut lagi, kak. jangan lama lagi pliss 🙏🙏
Niwang Horee
kak, ayo lanjut lagi. udah lama gak lanjut
Niwang Horee
lanjut kak, semangat semangat 🔥🔥
Niwang Horee
lanjut lanjut. SEMANGAT KAK🔥🔥🔥
Niwang Horee
semangat kak
Niwang Horee
lanjut lanjut semangat 💪
Niwang Horee
semangat kak. lanjut lagi yok!!
salsabillaaa 0506_
lanjut kaka cantikk semangattt terus yaa😍💪
Niwang Horee
lanjut kakk, semangat terus 💪💪💪💪
Niwang Horee
lanjut terus, kak. semangat 💪💪
salsabillaaa 0506_
kaka semangat terus ya 💪🏻🙂‍↕️
Niwang Horee
kak, jangan suka ngilang ya sekarang 🙏🙏 semangat...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!