happy reading ☺️
Cerita ini menceritakan tentang seorang gadis yang bernama Nadira Winta gadis yang baru saja lulus dari SMAnya. Nadira dan teman-temannya pun merayakan hari kelulusan nya dengan berlibur. Tak di sangka waktu perjalanan pulang mereka kendaraan yang mereka tumpangi rusak, akhirnya Mereka memutuskan kan untuk mencari bantuan tapi nihil tidak ada seorang pun yang lewat di jalan sepi itu. Kevin yang merupakan kakak Nadira Winata mengingat bahwa di dekat situ ada rumah tuannya tanpa ragu-ragu Kevin pun memberikan Kunci rumah itu Dengan syarat jangan memasuki kamar tuan saya jelas Kevin pada Bu ladi guru Nadira.
Tapi Nadira yang terlena akan keindahan ruangan itu Mulai melangkah kan kakinya masuk ke kamar itu akibat kecerobohan nya Nadira malah terjebak dengan pria pemilik ruangan itu.
Akankah Nadira bisa terlepas dari jebakan pria itu?
Dan siapa sebenarnya pria itu.
Buat yang penasaran baca langsung ya cerita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devii💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjalanan keluar kota
Happy reading
Indra masuk ke dalam mobil dipantaunya kondisi di belakang mobil menggunakan spion tengah raut wajahnya masih terlihat marah. pandangannya lurus ke depan lalu menginjak pedal gas belahan.
Sesekali ia membanting setir membuat Intan khawatir
"Pa, biar mama yang nyetir"
Indra seolah tuli tidak membalas perkataan istrinya
Bukannya dia sudah mati, tapi kenapa dia muncul lagi? ini nggak bisa dibiarkan gumamnya mulai mengemudi seperti biasa.membuat penghuni mobil menghela nafas lega.
Intan melirik putrinya masih menangis sampai cegukan lalu membujuknya tidak tega.
"Sayang udah jangan nangis lagi besok kan bisa ketemu lagi! "
"Nggak ada, sekali lagi Papa lihat kamu ketemu dia Papa tarik semua fasilitas yang papa kasih sama kamu" potong Indra dingin.
"Salah mereka apa? sampai papa seperti ini?" bentak Angle
"Kamu nggak perlu tahu ini demi kebaikan keluarga kita"
Kamu nggak tahu sayang mereka itu bukan orang baik-baik gumam Indra frustasi.
"Papa egois, aku tidak mau bicara dengan papa" tangisnya tersedu.
Gilang hanya bisa mendengar dan menyimak setiap pembicaraan mereka, karena dia memang tidak tahu apa yang terjadi karena sudah terlalu lama di luar negeri.
"Mengapa papanya Angel bicara seperti itu pada kakak?bukannya ini pertama kalinya kita bertemu mereka?"
"Jangan banyak tanya habiskan saja makanan mu"
"Tapi kan ... "
"Nadira" bentak Kevin lalu meletakkan sendok nya
"Dengar kakak suatu saat kamu akan mengetahuinya"
membuat Nadira mengangguk mengerti
Alex memaki dalam hati lagi-lagi otaknya dipusingkan dengan permasalahan kantor. mau tidak mau dia harus keluar kota untuk menanganinya, satu minggu bukanlah waktu yang singkat untuknya di mana dia beberapa hari lalu baru saja menikah.
Bukan bulan madu seperti ini yang diharapkan Alex dipenuhi dengan pekerjaan.
Alex menghampiri istrinya yang tak tahu berapa lama istrinya itu terlelap, diciumnya kening istrinya itu lalu menarik selimut menyelimuti dirinya dan istrinya.
Sayang maafkan aku batin Alex lalu menarik Rossa ke dalam pelukannya.
Di pagi hari yang cerah Bibi sumi telah menyiapkan semua perlengkapan keberangkatan Alex dengan sempurna.
Alex telah duduk di meja makan sambil mengotak-atik telepon genggam miliknya.
"Bi Sumi? " panggilnya
"Iya tuan? "
"Panggil istri saya makan saya takut terlambat"
Beberapa menit kemudian Rossa turun hanya menggunakan piyama tipis memperlihatkan tubuh seksinya Alex melihatnya lalu memalingkan wajahnya.
"Oh udah berani ya menggodaku? lihat saja pulang dari luar kota aku akan memakan mu" kekeh nya
Rossa menaikkan alisnya " Maksud sayang apa? "tak mengerti
"Perusahaan di luar kota sedang bermasalah, aku harus ke sana bentar kok hanya seminggu" sambil mengunyah makanannya
"Satu minggu kamu bilang bentar"wajah Rossa berubah
pias
"Maafkan aku sayang, aku janji setelah pulang dari sana kita akan bulan madu ke luar negeri atau terserah ke mana mau mu"
senyum Rossa terbit "janji ya, awas kalau bohong aku ngambek"
Alex berdehem mengiyakan.
"Tapi kamu juga harus siap malam pertama kita jika aku kembali nanti "
Byur..
Uhukk- uhukk
Rossa menyemburkan makanan di mulutnya dan tersendak wajahnya merah padam.
"Kenapa sayang? Alex langsung memberikan air minum.
Rossa langsung meneguknya tanpa henti
"Pelan-pelan sayang nanti tersendak lagi"
Rossa menggelengkan kepalanya seolah berkata tidak akan
Alex melirik jam tangannya "maaf sayang aku harus pergi sekarang" mulai beranjak dari duduknya.
Alex langsung memeluk istrinya dan membelai wajah istrinya lembut tak lupa ia mengecup kening istrinya.
"Sayang aku pergi" ucapnya berlenggang pergi
Rossa hanya tersenyum pahit melihat kepergian suaminya itu Ada rasa bersalah terbesit di benaknya
Tanpa iya sadari tiba-tiba buliran bening mulai jatuh dari kelopak matanya.
di tunggu up selanjutnya