Seorang ilmuan jenius yang meninggal di usia muda akibat kelelahan, karena memiliki tubuh yang lemah. Tidak disangka jiwanya merasuk pada seorang pria desa yang hidup sebagai petani miskin.
Orang tua baru saja mati dan dia mendapatkan jatah tanah warisan paling sedikit?
Dikenal orang yang pasif karena tidak pernah melawan?
Namun dia tidak mengeluh, dengan melihat tubuhnya yang kuat dan sehat saja dia sudah sangat bersyukur.
[ Selamat! Kamu telah terikat pada sistem Sugar Daddy ]
"Ha?!"
Dengan sistem yang aneh ini, Lin Chen mendadak menjadi Sugar Daddy zaman kuno.
"Suami, carilah istri lagi... Kami tidak kuat, huhuhu..." Istri pertama mengumpulkan keberanian nya dan menyuarakan suara hati para istri.
***
Kembali lagi di cerita author RAS(BY/AR)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
"T-tuan, jangan marah. Perempuan itu memang pernah hampir di lecehkan, namun dia masih perawan kok. Jika kamu tidak menginginkan nya karena reputasi nya, dua perempuan di sampingnya tidak kalah cantik kan?"
"Aku pembawa sial, aku sudah lima kali bertunangan dan semua calon suamiku meninggal tepat sebelum hari pernikahan"
"Aku pernah membunuh orang dan baru bebas dari penjara beberapa hari lalu, kamu mau membeli ku?" Wajah perempuan itu berbicara tampang datar dan suara dingin.
Semua orang tidak menyangka dan laki-laki itu semakin marah. "Kembalikan uang ku! Aku tidak jadi membeli!"
"Tuan, tuan... Jangan percaya omong kosong mereka, mereka berkata kebohongan agar tidak di beli. Mereka bertiga hanya berbohong!" Raung pedagang budak itu tidak terima.
Tiga perempuan keparat! Pikirnya, sebelum-sebelum nya ketiga perempuan ini memang sangat tidak penurut. Namun karena wajah mereka yang cantik, dia tidak tega melukai nya dan tetap menahan nya karena berpikir jika tubuh mereka lecet maka harga nya bisa turun.
Namun sudah di beri paru malah minta hati, mereka membuat nya rugi.
Ketiga budak yang paling di bangga-bangga kan bak Dewi turun dari langit itu sepertinya tidak ingin mengabulkan keinginan si pedagang budak.
"Tuan, namaku Chi Yao. Aku mantan pelayan dari nona kaya di Ibukota, jika mengira aku berbohong, kamu tanyakan saja ke orang di sana. Kasus seorang pelayan yang di nodai oleh--"
"Cukup!!"
Pedagang budak itu membentak marah, dia segera mengembalikan kantong uang milik pria itu lalu menarik Chi Yao dan kedua wanita itu.
Ctas!!
Ctas!!
Ctas!!
Masing-masing menerima cambukan yang hampir merobek kulit, "kalian tunggu saja, aku akan membuat perhitungan lagi dengan kalian!"
Ketiganya di masukan ke dalam kurungan yang ada di dalam kereta, pedagang budak itu lalu mengunci kurungan dan menutup nya. Lalu dia berbalik ke area publik sambil memasang senyum ramah.
"Aduh, sepertinya aku juga di tipu. Tapi tenang saja, selain mereka bertiga masih ada budak-budak yang jauh lebih unggul!"
Di belakang kerumunan, Lin Chen masih berdiri berdampingan dengan An Roro.
"Perempuan bernama Chi Yao itu?"
"Benar suami, dia adalah teman sesama pelayan, dia sangat baik kepada ku. Namun kami harus menerima nasib sial itu, kami berdua hampir di lecehkan..."
An Roro tergagap entah ingin bicara apa, dia berpikir jelas tidak realistis jika meminta suaminya menyelamatkan Chi Yao secara cuma-cuma. Itu hanya akan membuat suaminya rugi, hingga akhirnya sebuah pikiran berani terlintas di benaknya.
"S-suami... Meskipun mereka bilang Chi Yao itu najis, tapi sebenarnya Chi Yao tidak najis. Mereka hanya membuka sedikit pakaian nya dan tidak melakukan apapun, aku melihatnya dengan kepala mataku sendiri. Chi Yao masih perawan..."
"Baiklah, tenangkan dirimu" Lin Chen membawa An Roro ke dalam pelukan nya, dia mengusap punggung nya sambil membisikkan kalimat menenangkan.
"T-tidak suami... Aku mohon, kamu beli Chi Yao dan kamu bisa menjadikan nya istri kedua atau selir!"
Lin Chen tertegun dengan ucapan istrinya, apakah istrinya ini begitu berhati lapang sehingga menyerahkan suaminya dengan perempuan lain-- dengan begitu mudah.
"S-suami... Chi Yao itu sama seperti ku namun dia lebih tidak beruntung. Sedari kecil dia hidup jadi budak, dia tidak tahu siapa keluarga nya. Jika dia diselamatkan pun, kita tidak tahu dia akan kemana."
"Suami, aku mohon, terimalah dia... K-kami akan melayani mu bersama-sama, akan berbakti kepadamu"
"Baiklah-baiklah, kamu berhenti bicara." Lin Chen menarik wajah An Roro ke dadanya. Dia sebenarnya tidak ingin istrinya melihat wajah memerah dirinya, entah kenapa setelah mendengar An Roro mengatakan akan melayani nya secara bersama-sama.
Dia jadi terpikirkan berbagai hal nyeleneh, dia berdehem pelan menetralkan emosi yang sempat tidak terkendali.
"Suami, kamu setuju?"
"Baiklah, karena istriku begitu ingin menolong nya, maka tolong saja. Dia sudah tidak memiliki keluarga bukan? Akan sangat kasihan jika setelah di bebaskan dia harus hidup sebagai tunawisma."
An Roro mengangguk setuju dengan ekspresi serius juga bersyukur. Dia berpikir suaminya memang baik hati!
"Ekhem... Namun, apakah kalian benar-benar saling mengenal?"
An Roro mengangguk yakin. "Tentu saja! Kami sering tidur dan bergadang bersama, aku sangat mengenal nya!"
"Baiklah, kalau begitu siapa namanya"
"Chi Yao"
"Berapa umurnya?"
"Mm... Aku pikir dia seumuran dengan ku, hanya saja aku lebih muda 10 bulan darinya." An Roro berpikir sebentar. "18 tahun!" Dia berucap dengan yakin.
Lin Chen tersenyum. "Baiklah, kita akan menolong nya"
Entah An Roro sadar atau tidak, Lin Chen menggunakan alasan itu sebenarnya untuk mengetahui umur Chi Yao. Sebelum benar-benar menerima, dia tentu harus mengetahui umur asli Chi Yao.
Setelah mengetahui umur nya dan ternyata masih pas untuk di jadikan target Sugar Baby. Lin Chen akhirnya benar-benar menyetujui nya.
"Tapi suami... Apakah uang yang kamu miliki... Cukup?" Tanya An Roro dengan ragu-ragu dan juga sedikit cemas.
Lin Chen tersenyum misterius. "Dengarkan apa yang aku katakan... "
Setelah beberapa saat, pengunjung mulai pergi, setelah fakta bahwa tiga gadis cantik budak itu tidak bereputasi bersih. Dan tidak ada lagi budak yang menarik, mereka kehilangan kepercayaan dan selere untuk tetap tinggal.
Wajah pedagang budak itu benar-benar muram, tidak ada budak yang terjual, dia benar-benar kesal. Dia menggenggam cambuk nya erat dan bersiap melampiaskan amarah pada tiga perempuan bodoh yang telah menghancurkan bisnis nya.
Namun sebelum dia benar-benar pergi, suara Lin Chen memanggil nya.
"Tuan, apakah sudah tutup? Aku terlambat mengambil uang ke rumah, ternyata sudah tutup ya... Sayang sekali."
Pedagang budak itu menyimpan cambuk nya, lalu melihat kedatangan Lin Chen dan seorang perempuan cantik di sampingnya.
"Tutup? Tidak kok, tidak. Aku hanya ingin istirahat, tapi melihat kamu begitu kecewa, aku bisa melayani mu." Pedagang budak itu tersenyum ramah.
"Budak seperti apa yang kamu inginkan?"
"Aku ingin gadis cantik yang sebelumnya kamu tunjukkan!" ucap Lin Chen terlihat seperti pemuda polos yang bersemangat.
"Tapi, apakah mereka sudah terjual?"
"Belum, belum! Kamu beruntung sekali saudara..." Namun belum sempat pedagang budak itu menuntun Lin Chen untuk melihat nya, suara nyaring perempuan sudah terdengar.
"Kak, apakah kamu bodoh?! Aku sudah mengatakan nya jika perempuan yang kamu inginkan, mereka bertiga memiliki reputasi yang sangat buruk!" An Roro membentak begitu keras membuat pedagang budak itu tercengang.
Wajah pedagang budak itu seketika menegang.
"Adik, mungkin perempuan itu terlalu takut. Jadi berkata seperti itu," Lin Chen berkata-kata ragu-ragu.
"Kak, kamu ini bodoh sekali ya! Orang lain saja tidak mau, masa kamu mau?!"