NovelToon NovelToon
Cinta Di Atas Logika

Cinta Di Atas Logika

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:289
Nilai: 5
Nama Author: najmun_huda

yovada, seorang anak remaja yang memilik obsesi pada pengetahuan. ia tidak peduli dengan apapun, selama itu menambah pengetahuannya maka akan ia lakukan. ia di kenal debagai seseorang yang gila dengan ilmu dan tidak mau menjalin sebuah hubungan karena ia tahu bahwa hubungan tanpa memahami pasangan adalah sebuah penyiksaan. ia yakin bahwa tiada yang memahami perasaannya hingha ia bertemu seseorang yang membuatnya merasa nyaman dan aman. sebuah rasa yang membuatnya bingung dengan jalannya. sebuah lembaran baru yang ia buka demi cerita baru dalam hidupnya. apa yang terjadi selanjutnya dan apa semua akan berakhi karena ego atau malah luluh karena sebuah rasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najmun_huda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CP: 19 Logika yang waras atau cinta yang buta

Pagi hari, Yovada terbangun dengan kepala yang pusing, bukan karena kurang tidur namun dikarenakan dirinya yang terus memikirkan kejadian tadi dengan terus-menerus. Dirinya bangkit dari tempat tidurnya dan kemudian ia duduk sebentar dan melihat sekitarnya. Ia merasa ada yang berbeda dengan dirinya sekarang seperti ada hal yang mengganjal di dalam dirinya. Ia masih meratapi dirinya yang rasanya semakin lebih buruk dari kemarin. Rasanya ia mau berbaring seharian penuh namun dirinya tahu bahwa itu bukan hal yang bagus untuk dirinya. Ia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi untuk mandi dan kemudian menyegarkan dirinya.

Di dalam kamar mandi, tubuh Yovada di hujani air dari shower yang mengaliri air dingin. Dirinya hanya melamun dan membiarkan dirinya untuk di basahi oleh aliran air itu. Di saat selesai mandi, dirinya melihat ke cermin dan melihat wajahnya dengan tatapan aneh seakan ia sendiri tidak dapat mengenali pantulan bayangan dirinya sendiri. Ia seperti melihat iblis dari pantulan itu namun ia seperti tidak terkejut dengan hal itu.

Ia mulai memakai baju, merapikan tempat tidur lalu pergi ke bawah dan membuka kulkasnya yang di isi roti dan kemudian ia makan. Ia mengambil roti lalu memakannya yang di klaim rasanya seperti rasa Vanila. Ia memakannya dan ia cukup terkejut dengan apa yang ia rasakan, rasa Vanila yang ia makan seakan ada di setiap bagian roti. Yovada yang merasakan itu cukup puas dengan apa yang ia beli dari toko roti. Namun itu masih tidak cukup untuk rasa menyesalnya menghilang. Ia merasa seperti aneh dan juga rasa bersalah itu masih menyimpan di dalam hatinya.

Ia mulai berangkat ke sekolah dengan motornya dan kemudian ia memacu mesinnya dan melaju dengan kencang ke arah sekolahnya. Sesampainya ia di sekolah, ia memarkirkan motornya di parkiran dan segera bergegas menuju ke kelas. Di dalam kelas, ia langsung di datangi oleh teman-temannya dan mereka langsung bertanya kepada Yovada apa yang terjadi. Yovada yang melihat mereka mengkhawatirkannya langsung tersenyum namun ia tidak banyak menjawab pertanyaan mereka. Ketika ia di kelilingi teman-temannya, ia langsung melirik ke arah Mahfuz yang sedang berbicara dengan Sera yang mana ia adalah pacarnya Mahfuz. Mahfuz yang di sana seperti tergila-gila dengan kecantikan dan juga keramahan Sera. Yovada yang melihat itu langsung menemuinya. Ia berdiri dan kemudian ia berjalan dengan pelan ke arah Mahfuz yang sedang berbicara dengan Sera. Ia kemudian menepuk pundak Mahfuz dan kemudian ia berbicara pelan kepadanya dengan suara yang datar namun seperti ia punya masalah yang penting kepadanya. Ia menatapnya dengan bingung dan juga penasaran. Tiba-tiba ia berbicara dengan suara yang aneh dan juga seperti ada ancaman kepadanya. “istirahat, tempat literasi, temui aku. Aku ada yang ingin di bahas denganmu.” Ucap Yovada kepadanya.

Yovada yang melihat itu langsung terdiam dan mengangguk kepadanya. Yovada berjalan pergi ke arah mejanya dan membiarkan Mahfuz yang kembali manja dengan Sera di sana. Sera yang terlihat Yovada seperti itu langsung tersenyum kecil namun terlihat sedikit aneh seperti ada maksud lain dari apa yang ia tunjukkan itu. Mahfuz yang melihat itu langsung kebingungan dan kemudian ia bertanya dengan apa yang ia liat itu. Ia berkata kepadanya dengan nada penasaran. “sayang, kamu kenapa melihat Yovada dengan seperti itu? Apa kamu ada maslah dengannya?” Ucapnya dengan penasaran kepada Sena yang ada di sana.

Sena yang mendengar itu langsung terdiam dan kemudian ia menggelengkan kepalanya. Rambutnya yang halus dan juga harum pun bergoyang ketika ia menggelengkan kepalanya dengan pelan. Mayanya menatap mata Mahfuz dengan penuh kepercayaan dan juga penuh kasih sayang. Mahfuz yang melihat itu langsung terdiam dan tercengang karena kecantikannya yang tidak bisa di bandingkan dengan kebanyakan gadis yang ia temukan di sana. Mahfuz yang melihat itu tanpa sadar meraih tangan Sera yang ada di atas meja. Sera yang melihat itu langsung terkejut namun ia berusaha tetap santai ketika Mahfuz mulai menggenggam tangannya dengan erat. Di saat itu, mahfuz dan juga Sera merasa seperti ada kehangatan yang belum pernah mereka rasakan. Sesaat semuanya terasa hening dan semua menghilang kecuali mereka. Mereka menikmatinya namun sekian detik kemudian seseorang pria lewat di sebelah mereka sambil berbicara dengan keras. “Woooo... BUCIN MULU KALIAN. KEK KAGAK ADA TEMPAT LAIN SAJA KALAU MAU BERDUAAN.” Ucapnya dengan kencang seperti sudah muak dengan apa yang ia liat setiap harinya.

Ketika istirahat, Yovada menunggu mahfuz di tempat literasi, tempatnya terbuka dengan meja yang terbuat dari kerangka besi ringan dengan tempat duduk yang berbentuk segi enam sama dengan bentuk mejanya. Mahfuz pun terlihat datang dan menghampiri Yovada yang sedang menunggunya. Mahfuz pun duduk dan kemudian ia berbicara dengan Yovada dengan senyum dan juga sedikit tawa. “halo Yovada, maaf menungguku agak lama. Aku harus menunggu Sera untuk memesan makanannya dan kemudian meminta izinnya untuk bertemu denganmu. Jadi apa yang ingin kamu bicarakan denganku?” Ucapnya menatap Yovada dengan penasaran dan juga sedikit kebingungan di wajahnya.

“baiklah, aku mulai saja. Aku ingin bertanya kepadamu. Apa menurutmu sebuah cinta itu sepadan dengan mengabaikan logika yang membuat kita tetap waras?” Ucapnya kepada Mahfuz dengan tatapan penuh pertanyaan dan juga penasaran dengan jawabannya. Matanya menuju kepada Mahfuz seakan menunggu jawaban yang dapat membuatnya puas dengan apa yang ia pertanyakan.

Mahfuz terdiam sebentar dan kemudian ia mulia berpikir dengan serius namun ada sedikit keraguan di dalam tatapannya namun ia tidak memikirkan lebih lanjut. Ia lebih memilih melontarkan jawaban yang ia miliki. “tentu, sepadan dengan apa yang akan kamu dapatkan setelahnya jika kamu bersamanya. Jika aku melihat wanita seperti Sera yang sangat memperhatikanku dan juga sangat memedulikanku, mungkin akan sepadan dengan itu. Namun kamu tidak perlu membuang semua logikamu bukan? Kamu bisa menyisakannya ruang untuk logika itu.” Ucapnya dengan penuh senyuman seperti ia sangat yakin dengan apa yang ia sampaikan akan membuat Yovada puas dengan jawabannya.

Yovada yang mendengar itu hanya terdiam sebentar dan kemudian melirik ke arah lain. Ia memikirkan sesuatu yang menurutnya cukup untuk menolak jawaban Mahfuz karena jawabannya seperti tidak cocok dengan dirinya. “maaf, namun bagaimana bisa menyisakan logika untuk berdampingan dengan cinta? Pada akhirnya cinta akan mengambil alih segalanya dan tidak memberi ruang untuk logika dan selamanya kamu akan di butakan dengan sesuatu yang tidak nyata.” Ucapnya dengan penuh perhitungan dan juga penuh keyakinan. Ia sadar bahwa ia pernah di butakan oleh kalimat cinta tanpa bukti yang membuatnya tersiksa dan ia tidak bisa pergi dari siksaan itu hingga ia dewasa dan pergi dari tepat itu.

“aku tahu, namun kamu bisa menghilangkan cinta dan memulai logikamu di saat kamu butuhkan. Simpel bukan? Cinta itu sesuatu yang di butuhkan, cinta kadang tidak perlu harus menjadi pacar atau pasangan. Ia bisa saja sebuah bentuk kepercayaan, kasih sayang, maupun kepedulian seseorang padamu. Itu juga cinta kok.” Ucapnya dengan tenang namun juga penuh ketegasan di setiap katanya kepada Yovada.

Yovada yang mendengar itu langsung terdiam. Ia berpikir sebentar namun pikirannya buntu seperti tidak dapat menemukan kebenaran yang ia inginkan. Di saat ia ingin menyerah dan menerima pemikirannya, ia tersadar akan satu hal. “jika kamu bisa memisahkan antara logika dan juga cinta kenapa kamu tidak bisa melihat kondisi saat kamu berdua karena lokasi yang sangat tidak layak untuk berduaan. Jika kamu bisa memisahkan, harusnya kamu paham di mana tempat cita itu berada dan kamu dapat tahu batasan antara cinta dan juga posisimu sekarang yang masih menjadi pelajar dan berada di lingkungan sekolah. Itukah yang kamu sebut dengan menggunakan logika di saat yang tepat itu?” ucapnya dengan penuh pertanyaan kepadanya, dengan nada yang seperti menekan Mahfuz agar ia bisa berpikir rasional dengannya agar ia tidak bermain-main dengannya dalam pembicaraan ini.

Mahfuz yang mendengar itu langsung terdiam dan kemudian ia langsung berpikir serius dengan apa yang di sampaikan Yovada. “jika begitu, maka aku termasuk seseorang yang berusa untuk menyeimbangkan kedua hal itu. Jika aku belum bisa sepenuhnya untuk menyeimbangkannya maka aku minta maaf atas kesalahanku. Namun ada hal yang kamu lupakan. Apa kamu tidak terpercaya itu dengan cinta seakan dirimu sendiri tidak pernah merasakan cinta itu sendiri dalam dirimu. Aku bisa pastikan dirimu masih memiliki cinta dalam dirimu.” Ucap Mahfuz kepadanya dengan tatapan penuh keyakinan mengarah ke Yovada.

“ya, aku yakin aku tidak memiliki kecintaan itu sendiri. Apa yang kamu harapkan dari sebuah harapan yang kamu balut dengan kalimat cinta dan juga kasih sayang? Apakah kamu bisa membuktikan bahwa hal itu akan bertahan dan adabi dalam dirimu? Apa kamu bisa yakinkan dalam dirimu bahwa kamu akan bahagia dengan kalimat cinta yang di lontarkan tanpa pembuktian. Apa kamu yakin dengan cinta yang ia berikan? Seberapa dalam kamu mengenalnya hingga kamu berani mempercayainya dengan kalimat cinta yang dia berikan?” Ucapnya dengan penuh ketegasan seperti ada sebuah amarah yang ingin keluar dari dirinya. Sesuatu yang tidak bisa ia terima dalam dirinya dengan begitu mudah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!