NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Pewaris Ranch

Terjerat Cinta Sang Pewaris Ranch

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Showbiz
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: velvetsky

Ellara Dawson adalah gadis desa yang bekerja sebagai perawat kuda di Blackwood Ranch, peternakan kuda terbesar dan paling bergengsi di negara bagian itu. Hidupnya sederhana hingga kedatangan Noah Blackwood, pewaris tunggal kerajaan ranch bernilai miliaran dolar.

Noah sudah memiliki kekasih resmi, Bianca Laurent, seorang sosialita cantik yang dipersiapkan menjadi nyonya Blackwood. Namun takdir terus mempertemukan Noah dan Ellara. Dari jalur berkuda di hutan pinus, danau pribadi ranch, hingga malam-malam panjang di arena latihan kuda, keduanya perlahan menjadi semakin dekat.

Ketika cinta mulai tumbuh, Ellara sadar satu hal dia hanyalah pekerja biasa. Sedangkan Noah adalah pria yang sudah menjadi milik wanita lain.

Di balik kisah cinta mereka, tersimpan rahasia keluarga Blackwood yang bisa menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon velvetsky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Noah Membuat Keputusan Gila

Malam itu Noah tidak tidur. Lampu ruang kerjanya masih menyala hingga lewat tengah malam, menjadi satu-satunya cahaya yang masih hidup di mansion Blackwood yang telah tenggelam dalam keheningan. Dari jendela besar di belakang mejanya, hamparan Blackwood Ranch terlihat samar diterpa cahaya bulan. Arena utama kosong. Kandang-kandang sunyi. Bahkan suara jangkrik terdengar lebih jelas daripada biasanya.

Di atas meja kerjanya, berkas-berkas Autumn Equestrian Cup berserakan tanpa aturan. Grafik penjualan tiket, laporan sponsor, proposal kerja sama, data performa para pesaing, laporan kesehatan Star. Dan yang paling membuatnya terdiam—catatan latihan selama tiga tahun terakhir.

Noah membuka halaman demi halaman. Waktu tempuh Star, jumlah kemenangan, persentase keberhasilan lompatan. Semua angka itu selama bertahun-tahun menjadi kebanggaan Blackwood Ranch. Namun sejak beberapa bulan terakhir, grafik itu perlahan menurun. Star semakin sulit dikendalikan. Ia menolak pelatih baru. Menolak bekerja sama. Bahkan beberapa kali hampir mencederai penunggang profesional.

Secara logika, keputusan yang paling masuk akal adalah mempensiunkannya. Tetapi Noah tahu itu mustahil. Bukan hanya karena Star adalah kuda terbaik yang pernah dimiliki Blackwood Ranch. Melainkan karena Autumn Equestrian Cup tinggal beberapa bulan lagi. Dan semua angka yang terpampang di depannya menunjukkan hal yang sama.

Blackwood Ranch membutuhkan Star. Dan Star...membutuhkan Ellara.

Noah memejamkan mata. Ia menyandarkan tubuh ke kursinya sambil mengusap pelipis yang mulai terasa berat. Kalimat ayahnya kembali terngiang, jelas dan dingin. Jangan pernah berpikir membawanya ke kompetisi. Secara logika, Edward benar Ellara bukan atlet. Tidak pernah mengikuti kompetisi. Tidak pernah menjalani latihan profesional. Tidak pernah tampil di depan ribuan penonton yang siap menghakimi setiap kesalahan. Dan Autumn Equestrian Cup bukan pertandingan kecil. Itu panggung nasional, tempat para pewaris keluarga besar mempertaruhkan nama mereka. Tempat para investor memutuskan ke mana uang mereka akan mengalir. Tempat media mencari drama. Tempat satu kesalahan kecil bisa menghancurkan reputasi yang dibangun selama puluhan tahun.

Noah mengerti semua itu. Ia dibesarkan di dunia tersebut. Ia tahu bagaimana orang-orang akan tertawa jika seorang gadis biasa yang bahkan tidak punya latar belakang berkuda tiba-tiba muncul sebagai penunggang Star. Mereka akan menyebutnya gila.

Putus asa. Atau lebih buruk—menganggap Noah menghancurkan warisan keluarganya sendiri.

Namun...Noah tidak bisa mengabaikan apa yang ia lihat dengan matanya sendiri. Ia masih mengingat hari ketika Star menjatuhkannya. Kuda itu mengamuk. Tak seorang pun mampu mendekat. Para pelatih menyerah. Dokter hewan pun menjaga jarak. Lalu Ellara datang. Tanpa cambuk. Tanpa teknik khusus. Tanpa rasa takut. Dan Star yang selama ini menolak semua orang...menundukkan kepalanya di hadapan gadis itu.

Noah membuka matanya perlahan. Ia menatap foto Star yang berdiri di rak meja. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia sadar ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan data. Bukan soal kemampuan. Bukan soal pengalaman. Tetapi soal kepercayaan. Star berubah saat bersama Ellara. Bukan patuh, tetapi percaya. Dan kepercayaan seekor kuda juara...lebih langka daripada bakat. Lebih sulit didapat daripada gelar. Lebih berharga daripada teknik terbaik sekalipun.

Noah menghela napas panjang. Dadanya terasa berat.

Karena semakin ia memikirkan semuanya, semakin jelas jawaban yang muncul. Ia takut. Takut Ellara gagal. Takut gadis itu terluka. Takut seluruh dunia menyerangnya. Tetapi yang lebih ia takuti...adalah menyesal karena tidak pernah memberi kesempatan.

Beberapa detik ia hanya duduk diam. Mendengarkan detak jam dinding yang terdengar semakin keras. Lalu perlahan, Noah meraih ponselnya. Ia membuka daftar kontak. Jarinya berhenti pada satu nama. Harold. Manajer pelatihan Blackwood Ranch. Pria yang paling keras menentang ide-ide gilanya. Noah menatap nama itu cukup lama. Lalu, tanpa memberi dirinya kesempatan untuk berubah pikiran—ia menekan tombol panggil. Begitu sambungan tersambung, Noah berkata dengan suara rendah namun tegas,

"Mulai besok."

Harold yang masih setengah mengantuk mengerutkan dahi. "Mulai besok apa?"

Noah menatap keluar jendela. Ke arah kandang tempat Star beristirahat. Ke arah masa depan yang bahkan ia sendiri belum yakin akan berhasil. Namun untuk pertama kalinya malam itu, tatapannya mantap.

"Aku akan melatih Ellara."

Harold langsung terdiam. Noah menarik napas. Lalu mengucapkan keputusan yang bahkan terdengar gila di telinganya sendiri.

"Dan aku akan membawanya ke Autumn Equestrian Cup."

Pagi harinya...Ellara sedang membersihkan kandang ketika Noah datang. Pria itu masih mengenakan pakaian latihan. Wajahnya serius, terlalu serius.

Ellara mengangkat alis. "Ada apa?"

Noah berdiri di depannya. Lalu berkata, "Aku ingin melatihmu."

Ellara masih menyikat surai seekor kuda.

"Oh." Beberapa detik berlalu. Lalu tangannya berhenti. Ia menoleh perlahan. "...Apa?"

Noah mengulang, "Aku ingin melatihmu."

Ellara tertawa. Benar-benar tertawa. Sampai ia harus meletakkan sikatnya. "Tunggu. Ini lelucon?"

"Tidak."

Ellara tertawa lagi. Tetapi melihat ekspresi Noah...tawanya perlahan hilang.

"Oh, astaga."

"Anda serius."

"Aku serius."

Ellara menatap Noah beberapa saat. Lalu menunjuk dirinya sendiri. "Saya?"

"Ya."

"Melatih saya?"

"Ya."

"Untuk apa?"

Noah diam sesaat. Lalu menjawab, "Kau akan menunggangi Star."

Sunyi. Seekor burung bahkan terdengar berkicau di luar kandang. Ellara berkedip. Sekali, dua kali, lalu tertawa lagi. Lebih keras.

"Noah."

"Aku serius."

"Dan saya pikir Anda gila."

"Kemungkinan besar."

Ellara menggeleng cepat. "Tidak. Tidak mungkin, saya bukan atlet."

"Aku tahu."

"Saya tidak pernah ikut kompetisi."

"Aku tahu."

"Saya bahkan tidak punya pakaian berkuda yang layak!"

"Aku bisa membelikan."

"Itu bukan poinnya!"

Noah menahan senyum. Tetapi Ellara benar-benar panik. Ia berjalan mondar-mandir.

"Kau tahu Autumn Equestrian Cup itu apa? Itu kompetisi nasional! Semua orang akan menertawakan saya. Mereka akan bilang Blackwood Ranch sudah kehilangan akal. Saya cuma pekerja kandang!"

Noah memperhatikannya. Membiarkan Ellara mengeluarkan semua ketakutannya. Karena ia tahu...

itu bukan soal kompetisi. Ellara takut gagal. Takut dipandang rendah. Takut menjadi beban. Dan yang paling besar...takut berharap.

"Aku tidak peduli." Noah akhirnya berkata.

Ellara berhenti berjalan. "Apa?"

"Aku tidak peduli apa kata investor. Aku tidak peduli apa kata orang. Aku tidak peduli mereka menertawakanmu."

Ellara mengernyit. "Tapi saya peduli."

Noah menggeleng. "Itu sebabnya aku ada."

Jawaban itu membuat Ellara terdiam. Karena Noah mengatakannya begitu saja. Seolah itu hal yang sederhana. Padahal tidak. Tidak sederhana sama sekali.

"Ayahku marah." Noah berkata pelan. Investor juga. Mereka tidak mau namamu terlibat."

Ellara tertawa pahit. "Itu justru masuk akal."

"Tidak. Mereka takut."

Ellara mengangkat alis. "Takut apa?"

Noah menatapnya. "Takut kalau ternyata...orang yang selama ini dicari Star bukan aku."

Dada Ellara terasa aneh. Karena untuk pertama kalinya...ia melihat Noah mengakui kekalahan. Bukan kepada manusia, tetapi kepada dirinya sendiri.

"Aku sudah mencoba semuanya." Noah berkata pelan.

"Aku membesarkan Star, melatihnya, membawanya menang." Tetapi sekarang...Ia menghela napas. "Dia memilihmu."

Ellara menunduk. Tangannya menggenggam erat sikat yang ia pegang. Karena ia juga merasakan itu. Cara Star menatapnya. Cara kuda itu menjadi tenang. Cara ia selalu mencari keberadaannya. Tetapi...itu justru membuat Ellara takut. Karena semakin penting dirinya bagi Star... semakin dekat ia pada dunia Noah. Dan dunia Noah...terlalu besar. Terlalu berbahaya.

"Saya tidak cocok di sana." Ellara berkata lirih.

Noah mengernyit. "Apa?"

"Dunia Anda, nvestor, keluarga besar, kompetisi. Saya tidak cocok."

Noah menatapnya cukup lama. Lalu berjalan mendekat. Sampai jarak mereka hanya beberapa langkah.

"Kau tahu apa yang paling membuatku takut?"

Ellara mengangkat kepala. Tatapan Noah sangat serius. Tidak ada candaan. Tidak ada senyum.

"Aku lebih takut kehilangan kesempatan ini."

Jantung Ellara berdetak lebih cepat. Karena ada sesuatu dalam nada suaranya. Sesuatu yang jauh lebih besar dari kompetisi. Dan Noah sadar...ia hampir mengatakannya. Bahwa yang ia takutkan bukan Autumn Equestrian Cup. Bukan reputasi. Bukan investor. Tetapi kemungkinan...bahwa suatu hari Ellara akan pergi. Dan ia tidak pernah mencoba memperjuangkannya.

Ellara mengalihkan pandangan. Dadanya mendadak sesak. Karena ia mengerti. Tidak sepenuhnya. Tetapi cukup untuk membuatnya takut. Noah mulai berubah, dan dirinya juga. Mereka sudah terlalu dekat. Terlalu banyak rahasia. Terlalu banyak perasaan yang belum berani diberi nama.

Noah mundur satu langkah. Memberinya ruang. "Aku tidak minta jawaban sekarang."

Ellara menghela napas lega.

"Tetapi..."Noah melanjutkan. Besok pagi, pukul enam. Arena utama."

Ellara langsung melotot. "Saya belum setuju!"

Noah berbalik. "Aku akan menunggu."

"Noah!"

Pria itu terus berjalan.

"Noah Blackwood!"

Ia melambaikan tangan tanpa menoleh. Meninggalkan Ellara yang berdiri sendirian di kandang. Kesal, bingung, dan...diam-diam memikirkan satu hal. Bagaimana jika Noah benar? Bagaimana jika kesempatan seperti ini...tidak akan datang dua kali?Sementara dari balkon mansion...Bianca memperhatikan semuanya. Tatapannya berpindah antara Noah dan Ellara. Lalu perlahan menyipit, karena ia mulai menyadari sesuatu. Noah bukan sedang melatih Ellara demi Star. Atau mungkin...itu memang alasannya di awal. Tetapi sekarang...Bianca tidak lagi yakin. Dan untuk pertama kalinya sejak datang ke Blackwood Ranch...ia merasa terancam.

1
chiara azmi fauziah
wow gila noah
Mila Sari
up nya bnyakin thor🤭🤭 jgn nanggung², g enak bet penasaran🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Titik Ristiana
mn lanjutannya??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!