Tembus pandang, ahli pengobatan, dan kekuatan tiada tara adalah sepasang mata dewa.
Menjadi buta demi membangkitkan kekuatan mata dewa membuat Ivan begitu menderita.
Namun semuanya terbayar setelah Ivan mendapatkan mata dewa yang sinarnya menembus kegelapan.
Gadis-gadis cantik perlahan jatuh hati kepadanya.
Bagaimana kelanjutannya dapat di baca, semoga terhibur!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agus budianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 20 GIOK DARAH MERAH
"Bocah kampung ini sepertinya tidak terima, apa dia hendak mencari ribut di tempat ini?" ujar salah seorang mengatai Ivan.
"Kompetisi giok ini di adakan oleh pemerintah, ada puluhan penjaga dengan tongkat besi di tangannya, apa bocah ini tidak takut mati," ujar orang yang lain.
"Nama besar Mahendra grup benar-benar bisa tercoreng kali ini, hanya karena bocah kampung ini, semua orang akan menganggap bahwa Mahendra grup tidak menerima kekalahan dan malah berbuat rusuh," ujar orang yang lain lagi.
Mendengarkan perkataan orang-orang tentu saja membuat Julia menjadi panik. Mahendra grup telah kalah, jika membuat keributan, tentu nama Mahendra grup benar-benar akan hancur.
"Ivan, sudahlah, kamu juga tidak perlu seperti ini!" ujar Julia.
Bastian dan Dania juga tiba-tiba saja sudah berada di atas panggung dan langsung mendatangi Ivan dan Julia.
"Julia, inilah akibatnya jika ingin berani bersaing dengan keluarga Darmawan, dengan kemenangan ini, Darmawan grup akan menjadi perusahaan perhiasan batu giok nomor satu di kota ini, haha..." ujar Bastian tertawa puas.
Julia hanya diam saja sambil menggertakkan giginya dan mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.
"Karena kamu sudah kalah bertaruh, maka kamu harus mematahkan kedua kakimu," ujar Dania kepada Julia.
"Mau melakukannya sendiri, atau aku akan meminta penjaga untuk melakukannya?" sambung Dania.
"Apa kamu tidak ingin melepaskan ku?" balas Ivan bertanya balik.
"Melepasmu... mana mungkin," jawab Dania.
"Lalu bagaimana jika ternyata kamu yang kalah,?" tanya Ivan.
"Apa kamu sudah gila, tidakkah kamu lihat hasilnya?" balas Dania.
"Baiklah, Karena kamu juga berniat tidak melepaskan, maka aku juga akan begitu," ujar Ivan.
Ivan kembali mengambil giok yang telah dia dapatkan dan hendak membelahnya kembali dengan gergaji listrik. Sontak saja tindakan Ivan ini membuat semua orang terkejut di sana. Pandangan mereka semua langsung tertuju pada giok yang di belah oleh Ivan.
Percikan api juga mulai terlihat ketika Ivan mulai memotong giok nya. Perlahan giok tersebut juga mulai terbelah.
Tiba-tiba saja cahaya merah menyilaukan keluar dari dalam giok yang mulai terbelah. Sontak saja pandangan semua orang juga tertutup karena silau. Hingga sesaat kemudian cahaya itu mulai hilang dan giok yang di belah oleh Ivan telah menjadi dua bagian.
"Astaga... ini sulit di percaya..." ujar wanita pembawa acara dengan terbata.
"Ternyata ada giok di dalam giok," sambung wanita pembawa acara.
Ivan mengangkat sebuah giok berwarna merah menyala yang tampak begitu indah dan sangat berkilauan.
"Ini giok milikku," ujar Ivan.
"Astaga, itu jenis giok darah, giok yang sangat langka, konon katanya giok tersebut baru bisa terbentuk selama jutaan tahun," ujar salah seorang di sana.
"Aku pernah melihatnya di televisi, 10 tahun yang lalu ada orang yang juga mendapat giok darah yang ukurannya lebih kecil, giok itu terjual dengan harga 800 milyar," ujar orang yang lain.
"Bocah kampung ini ternyata bukan bocah biasa, bisa mendapatkan giok darah, jelas kemampuannya sangat luar biasa, kalau seperti ini Mahendra grup sudah pasti keluar sebagai pemenangnya," ujar orang yang lain lagi.
Orang-orang yang sebelumnya meremehkan Ivan, kini juga mulai memuji kemampuannya.
Julia juga kaget bukan main, dan seolah tidak percaya dengan Ivan yang berhasil mendapatkan giok darah. Julia yang sebelumnya sudah putus asa, kini langsung kembali bersemangat.
Tanpa sadar sangking senangnya Julia langsung memeluk Ivan dengan erat. Ivan juga langsung terkejut dengan pelukan ini. Seketika jantung Ivan juga berdetak semakin kencang seperti genderang mau perang.
"Ivan, aku terlalu senang," ujar Julia dengan senyuman kegembiraan di wajahnya.
"Pantas saja dia begitu tenang, bahkan dia juga berani bertaruh, aku benar-benar kagum terhadapmu Ivan," ucap Julia dalam hati.
Sementara itu, Bastian dan Dania juga langsung terdiam tanpa suara. Mereka masih tidak percaya Ivan bisa mendapatkan giok darah yang sangat langka.
"Kontestan kita dari Mahendra grup sangatlah luar biasa, bisa melihat giok darah secara langsung adalah sebuah keberuntungan, kompetisi giok hari ini benar-benar menambah wawasan," ujar wanita pembawa acara.
"Baik, selanjutnya para tamu bisa menawarkan harga!" sambung wanita pembawa acara.
"Aku tawar 1 triliun, berikan giok ny kepadaku," teriak seseorang dari tribun dengan mengangkat tangannya tinggi-tinggi.
"Giok darah ini harus menjadi milikku, walau harus menggunakan seluruh modalku, aku keluar 1,1 triliun," teriak orang yang lain.
"Aku 1,2 triliun," teriak orang yang lain lagi.
Orang-orang juga berebut menawarkan harga untuk bisa mendapatkan giok darah tersebut. Giok darah adalah benda sangat langka yang membuatnya begitu berharga. Tentu saja setiap orang sangat ingin memilikinya.
Hingga kemudian akhirnya di putuskan harga terakhir yang di dapatkan senilai 1,5 triliun. Seketika layar monitor besar di atas panggung menunjukkan bahwa Mahendra grup berada di posisi satu meninggalkan jauh semua lawannya.
"Dengan demikian, maka juara pada kompetisi batu giok kali ini adalah perusahaan Mahendra grup, berikan tepuk tangan yang meriah untuk mereka!" ujar wanita pembawa acara dengan bersemangat.
Seketika semua orang juga langsung bertepuk tangan dan bersorak-sorai menyambut kemenangan Mahendra grup. Julia juga tampak terharu karena perusahaannya telah menjadi yang nomor satu.
Keputusannya meminta Ivan untuk membantunya tidak salah. Ivan benar-benar bintang keberuntungan untuk keluarganya. Dirinya harus membalas semua bantuan Ivan ini, pikir Julia.
"Hasil yang tidak terduga, Mahendra grup memang layak menjadi yang terbaik di kota Neo ini," ujar salah seorang.
"Sebentar lagi dapat di pastikan bahwa saham Mahendra grup akan naik dengan pesat, tawaran kerjasama dari dalam dan luar kota juga akan berdatangan, Mahendra grup akan berada di puncak kejayaannya sebagai grup perusahaan perhiasan giok," ujar orang yang lain lagi.
Sementara itu, Bastian tampak tidak bisa menerimanya, sedangkan Dania hanya terdiam dan tertunduk.
"Kamu pasti berbuat curang," Bastian menunjuk Ivan secara spontan.
"Bastian, kamu jangan sembarangan berkata, apa kamu tidak bisa menerima kekalahan?" ujar Julia.
"Mana mungkin kamu bocah kampung bisa mendapatkan giok darah, apalagi batu tersebut harganya hanya 50 juta, tidak ada kebetulan atau keberuntungan seperti itu, dia pasti berbuat curang," ujar Bastian.
Julia juga mulai emosi atas tuduhan Bastian kepada Ivan yang tidak berdasar, tapi Ivan juga langsung menenangkannya.
"Apa seperti ini caranya, jika aku memang berbuat curang, tunjukan buktinya!" pinta Ivan.
"Bukti..." Bastian langsung terdiam.
Dirinya hanya asal tuduh saja karena tidak bisa menerima kekalahan ini. Untuk menunjukkan bukti yang di minta, Bastian juga tidak bisa.
"Karena kamu tidak ada bukti, tapi aku ada," ujar Ivan.
"Apa maksudmu?" tanya Bastian.
Ivan juga bertanya kepada wanita pembawa acara tentang apa hukuman bagi orang yang berani berbuat curang pada kompetisi batu giok ini.
"Siapapun yang berani berbuat curang, perusahaan tersebut akan di banned, dan akan di buat bangkrut," jelas wanita pembawa dengan tegas.
"Orang-orang yang terlibat juga akan di masukkan ke dalam penjara karena telah berani melanggar aturan kompetisi ini," sambung wanita pembawa acara.
Semua orang masih belum mengerti maksud dari Ivan ini. Hingga kemudian Ivan mulai berjalan menuju giok kecubung ungu yang sebelumnya telah di dapatkan oleh Rio dari tiga saudara legendaris.
"Pemuda itu menuju ke giok yang di dapatkan oleh Mahendra grup, apa maksudnya Mahendra grup telah berbuat curang?" ujar salah seorang.
"Jika benar Mahendra grup melakukan kecurangan, maka kali ini benar-benar tamat," ujar orang yang lain.
"Kita tunggu saja apa yang akan di lakukan pemuda itu, pemuda itu bukan orang biasa, pasti dia telah menemukan sesuatu, ujar orang yang lain lagi.
Tino, Dono, dan Rio tiba-tiba saja merasakan perasaan yang tidak enak, begitu juga dengan Bastian.
Bastian sebelumnya memberikan perintah kepada tiga saudara legendaris untuk memenangkan kompetisi ini bagaimanapun caranya. Akan tetapi Bastian tidak tahu bahwa mereka telah melakukan kecurangan untuk dapat menang.
Ivan sendiri yang sudah berada di depan batu kecubung ungu tidak menyentuhnya sama sekali. Ivan justru jongkok dan hendak mengambil meterial belahan batu yang sebelumnya membungkus kecubung ungu tersebut.