Mawar seorang gadis yatim piatu yang membuat seorang Alex CEO dari perusahaan terbesar di negaranya jatuh cinta pada pandangan pertama.Namun sayang kisah cinta mereka harus melewati jalan yang berliku oleh orang-orang disekelilingnya yang tak menyukai hubungan keduanya.Dapatkah mereka bersatu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20
Setelah keluar dari toko pakaian dengan menenteng paperbag besar ditangannya. Alex pun memasuki butik height hall yang ada disebelahnya. Mawar hanya mengikuti Alex dari belakang karena saat ia bertanya mengapa menyuruhnya mencoba banyak pakaian. Alex malah menyuruhnya diam dan menurut saja walau pun ia masih penasaran.
Seperti saat pertama memasuki butik pakaian tadi Alex juga meminta pegawai butik itu memilihkan height hall yang pas untuk kaki Mawar. setelah dapat beberapa height hall dia pun melanjutkan ke butik tas branded. namun ketika Mawar memasuki butik tersebut matanya melotot sempurna lantaran melihat angka yang tertera dilabel tas-tas itu. yang paling rendah diantara tas itu adalah sepuluh juta itu yang terendah. ia bertambah kaget lagi ketika melihat Alex asal menunjuk-nunjuk tas yang akan dibelinya. Alex tidak tahu saja kalau Mawar sudah panas dingin mengetahui pria itu dengan mudahnya membayar barang yang dibelinya dengan harga ratusan juta.
"Mending duitnya dibeliin tanah kalau aku" batin Mawar melihat Alex bertransaksi dengan kartu hitamnya.
Kini mereka sudah berada didalam mobil dengan beberapa paper bag dibelakang kursi kemudinya karena di bagasi sudah tak muat saking banyaknya.
"Sebelum pulang kita akan makan siang dulu" ucap Alex datar menatap lurus kedepan.
"Baik, Tuan" sahut Mawar.
Mobil pun berhenti disebuah restoran elit Mawar pun sempat minder untuk masuk kedalam sana sebab pakaian yang dipakainya hanya pakaian biasa. Alex pun keluar dari mobil dan mau tak mau Mawar pun segera mengikutinya. sampai dimeja paling ujung Alex dan Mawar duduk disana dengan pramusaji disamping mereka.
"Saya pesan nasi goreng spesial dan juga jus mangga" ucap Alex kepada pelayan itu.
"Saya juga sama" Mawar berkata pada pelayan itu setelah Alex melirik padanya.
Saat pelayan itu pergi Alex menatap Mawar hendak bertanya padanya karena ingin tahu kenapa Mawar mengikuti pesanan miliknya.
"Apa kamu juga menyukai nasi goreng?" tanya Alex ingin penasaran.
Kenapa Mawar mengikuti menu pesanannya sedangkan didalam menu itu masih banyak pilihan lainnya. Alex tidak tahu saja kalau Mawar hanya bingung memilih menu jadi ia hanya asal mengikuti Alex saja.
"Tidak Tuan" ucap Mawar sambil menatap Alex sebentar.
"Lalu, kenapa kamu memilih menu seperti ku?" tanyanya heran.
"Aku hanya ingin mencobanya saja" sahut Mawar sekenanya.
"Lalu, apa makanan kesukaanmu?" tanya Alex penasaran Mawar pun nampak berpikir.
"Emm, mungkin mie rebus instan Tuan" kata Mawar.
Ia jadi membayangkan semangkuk mie yang mengepul sambil menonton drama Korea dikamarnya. yang seperti dilakukannya dihari-hari sebelumnya ia jadi merindukan saat-saat itu apalagi beberapa hari ini ia tak menonton idolanya di ponselnya.
Dahi Alex mengernyit kala mendengar kata itu.
"Mie rebus instan, apa itu?" tanya Alex heran.
Karena pria itu baru pertama kali mendengarnya dia sendiri juga tak pernah masuk ke dalam supermarket. sebab semua kebutuhannya Romi lah yang mengurusnya dia hanya tinggal menyuruh saja.
Mawar spontan tertawa mendengar pertanyaan dari pria yang ada dihadapannya. Alex yang melihatnya pun seketika terpana baru kali ini melihat Mawar tertawa hingga terlihat lesung di pipinya menambah kecantikan di wajah naturalnya.
"Cantik" satu kata itu meluncur begitu saja dari bibir Alex walaupun pelan namun masih dapat terdengar ditelinga Mawar.
"Apa Tuan?" tanya Mawar memastikan.
Mawar yang kaget pun menghentikan tawanya lantaran Alex menyebutnya cantik dan ia yakin tak salah dengar. Alex yang sadar pun segera berdehem mengontrol sikapnya yang tanpa sadar tadi telah memuji wanita yang ada didepannya.
"Emm, maksud ku kucing ku dirumah" ucapnya berbohong menutupi kegugupannya padahal Alex sendiri tak memelihara kucing diapartemennya.
Sejenak canggung meliputi keduanya disaat itulah pesanan mereka pun datang. mereka lalu segera menyantap hidangan itu guna mengalihkan kecanggungan tersebut. dalam hati Alex merutuki kebodohannya karena telah keceplosan memuji Mawar bahkan didepannya langsung.