gadis cantik usia 19 tahun bernama Renata karena suatu peristiwa harus menikah dengan seorang CEO muda bernama Brian Putra , tapi di usia pernikahan yang baru beberapa bulan bersama , Brian memperkenalkan wanita bernama Tania sebagai kekasihnya juga .
Belum selesai sampai disitu Brian juga membawa kekasih pertamanya Lidya di 6 bulan pernikahan mereka lagi lagi mengaku sudah menikah dan punya seorang anak .
akankah Renata bertahan dengan ego nya atau kah memilih mundur dengan pernikahan nya ?
sudahkah dia memiliki Rasa untuk sang CEO setelah sekian lama menjalin kebersamaan ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Maryanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sakit
" halo selamat siang nona disya ? asisten Ray ada ?" Sapa Renata begitu sampai di lobby Putra company's ,
" Nona Renata ? Tuan Ray ada di ruangan biarkan staf kami mengantar anda !" Sahut resepsionis itu dengan sopan.
" Oh , terimakasih nona atas bantuannya !" Renata mengikuti staff yang mengantarnya ke ruangan Ray ,
Dengan langkah pasti Renata keluar dari lift , tiba - tiba tubuhnya tegang , dia melihat Brian ambruk sambil memegang kepalanya dan ditangkap oleh Ray yang berdiri di hadapannya.
" Tuan muda !"
" Kak Brian !"
Renata segera berlari menuju Brian membantu Ray membawa Brian ke sofa . Lalu meletakkan kepala Brian di pangkuannya , Renata sibuk mengacak-acak tas mungilnya untuk menemukan minyak angin disana . Memberikan pijatan pelan di tengkuk dan sisi kening suami yang di anggap kakak baginya.
Dia melepas dasi Brian dan membuka beberapa kancing bajunya , melonggarkan ikat pinggang Brian untuk memberi ruang bernafas. Terlihat wajah panik dan khawatir Renata , Ray nampak sibuk menghubungi tenaga medis kantor.
Sementara staff yang mengantar Renata kaget melihat Renata yang sangat intim dengan bos nya.
" Nona mohon maaf , tolong ambilkan segelas air putih hangat dan sebaskom air es untuk mengompres tuan muda !" Pinta Renata tanpa menoleh , dia masih sibuk memberikan minyak angin di perut Brian .
Tak lama kemudian Brian mulai tersadar , Renata bernafas lega.
" Ada apa ? Jangan terlalu kerja keras !" Ujar Renata sambil mengompres kening Brian .
" Gastritis aku kambuh !" Jawab Brian lemah.
" Jangan telat makan dan jangan stress !" Sarkas Renata kesal ," ayo pulang , aku gak terima penolakan !" Ajak Renata membantu Brian berdiri dibantu dengan Ray .
Dengan langkah lemah Brian menuruni lift dipapah Ray dan Renata. Banyak karyawan yang melihat mereka dengan tatapan ingin tahu.
Apalagi bagi karyawan Renata ibarat magnet pemikat , rambut hitam panjangnya dengan bola mata yang bulat dipadu senyum manis berlesung pipi sangat kontras dengan kulit putih bersihnya. Sungguh sangat cantik dan menggemaskan bidadari yang disebut sebagai pewaris tahta bisnis perhotelan RE groups itu, menjadi daya energi untuk mengisi tenaga siang mereka.
" Kak Ray kenapa dia bisa kaya gini sih ?" Cecar Renata dalam perjalanan menuju mansion sang papa.
" Tuan muda pulang larut malam nona , terlalu memforsir tenaga akhir - akhir ini banyak tender proyek !" Jelas Ray masih fokus dengan jalanan , Renata hanya mendengus kesal.
" Elah dah kaya ngurusin anak istri aja , kerjanya kaya robot ! Ini badan tenaga manusia bukan tenaga mesin !" Omel Renata kesal , mendadak wajah Brian dan Ray kaget mendengar ucapan Renata.
Brian membuka matanya lalu menatap wajah Renata yang bersungut-sungut kesal tak jelas , Ray pun ikut melirik melalui kaca spion .
" Kenapa mata kalian protes ? Benar kan ? Kaya kalian ngurusin anak istri aja kerja tenaga mesin , masih ngurus diri sendiri aja kaya gitu kalo udah ngurus anak istri bisa kerja 23jam kalian ini !" Sungut Renata sambil menatap tajam dua pria yang cuma diam.
" Apa ?! kakak juga mau protes ? " Ujar Renata sambil menatap tajam Brian yang tertangkap menatap Renata , Brian langsung pura - pura tidur.
Renata berpaling menatap Ray yang duduk di depan , Ray pun langsung fokus ke jalanan untuk mengalihkan Omelan Renata.
Sampai mansion , Renata membawa Brian ke kamar Brian . Renata memanggil dokter pribadi keluarga putra untuk memeriksa Brian , apalagi Hendrawan sedang pergi ke London untuk urusannya secara otomatis Renata dan Ray bergerak sendiri.
Renata turun kebawah untuk memasak bubur , sedang Ray menemani dokter untuk memeriksa Brian di kamar pribadi Brian.
"Rena ?" Panggil seorang pria ketika Renata sedang meletakkan bubur yang baru dibuat di atas nakas kamar Brian.
Sontak Renata diikuti Brian dan Ray menoleh .
" Ini Rena kan ? Putri dokter Nata Sanjaya dan dokter Erma kan? " Tanya pria berjas putih itu.
Renata memincing kan matanya berusaha mengingat dokter yang berdiri di depannya.
" Dokter Arya , anak didik papa kamu !" Dokter itu memperkenalkan diri seraya mengulur kan tangannya.
"Astaga ! " Pekik Renata sambil menutup mulutnya , mengamati sosok familiar di depannya berusaha mengingat kepingan puzzle memori otaknya.
Begitu mengingat sesuatu Renata langsung melotot matanya , menatap tak percaya ,
" Arya ......
################***********#############
maaf beberapa kata ada yang di edit juga namanya. jika ada typo dalam penulisan mohon di maaf kan karena masih tahap belajar menulis . next akan lebih baik lagi.
saran dan kritik silahkan di tulis di komen yaaa
ditunggu like dan komen juga
si bryan psti ngamuk lg ni..
klo kelvin mungkin bisa bijak dan dia lbih memilih untk jd kaka dibanding kekasih/suami
klo jodoh untk rere aku mau ya bryan ajalah udahh..tp bikin bryan sebucin2 nya sma rere