NovelToon NovelToon
Sang Pewaris Darah Naga

Sang Pewaris Darah Naga

Status: tamat
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Spiritual / Mengubah Takdir / Ahli Bela Diri Kuno / Tamat
Popularitas:174.7k
Nilai: 5
Nama Author: Raden Alfatir

mohon maaf saya menganti nama dari Kaisar agung jadi sang pewaris darah naga.

tiktok: barxzzz

setiap hari update: 2/3 bab.

al kisah seorang pemuda Lin Xieng yang di anggap gagal oleh keluarga nya, tapi suatu ketika di dalam hutan Lin xieng menemukan bola misterius yang ternyata bola misterius tersebut adalah inti fondasi kultivasi kaisar xuan pada zaman dinastiqi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raden Alfatir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Darah Bangkit, Bayangan Runtuh

Malam menggema dengan dentingan senyap, seolah dunia menahan napas. Empat Penjaga Senyap mengepung Lin Xieng dan Yufei dari empat penjuru mata angin. Tak satu pun mengeluarkan suara. Mereka adalah bayangan—tanpa emosi, tanpa keraguan.

Namun kali ini, Lin Xieng bukan sekadar peserta turnamen. Aura yang mengelilingi tubuhnya tidak lagi tertahan—sebuah pusaran merah darah dengan kilatan emas memancar dari pusat altar naga di tubuhnya.

Penjaga pertama bergerak, melesat secepat panah, pedang hitamnya menebas lurus ke leher Lin Xieng. Tapi sebelum bilah itu mencapai target, tangan Lin Xieng telah terangkat, menangkap pedang dengan jari-jari yang bersinar.

Clang!

Logam terhenti. Mata si penjaga melebar—kaget.

“Tak ada tempat bagi bayangan di tanah leluhurku,” ucap Lin Xieng.

Seketika, kekuatan dari darah naga kuno melonjak keluar. Tangan Lin Xieng mencengkram lebih kuat, dan pedang penjaga itu hancur menjadi abu. Serangan balasannya datang dari siku, menghantam dada musuh dengan ledakan aura naga, melemparkannya ke dinding batu hingga tubuhnya retak.

Tiga penjaga lain segera menyerang bersamaan, menciptakan formasi membunuh berbentuk segitiga, yang dikenal sebagai Bayangan Mati. Udara menjadi berat, dan ruang sekitar mereka bergetar.

Namun Yufei melangkah maju.

“Jangan kira aku akan diam saja!”

Tubuhnya diselimuti kabut ungu. Ia mengaktifkan jurus warisan Kuil Kabut Ilahi: Langkah Kabut Tiga Dunia. Dalam satu lompatan, ia muncul di belakang penjaga kedua dan melepaskan hantaman telapak yang membuat udara sekitarnya memekik.

Penjaga itu berusaha menangkis, tapi Yufei telah berganti posisi—seolah bayangan kabutnya menipu ruang.

Sementara itu, Lin Xieng melawan dua sisanya. Formasi naga dari dalam tubuhnya membentuk sayap samar di punggungnya. Ia melesat rendah, lalu melompat ke udara, memutar tubuh dan menghantamkan dua telapak ke tanah.

BOOOM!

Tanah retak membentuk pola naga kuno. Aura dari altar naga memancar lurus ke langit, menelan penjaga ketiga yang tak sempat melarikan diri. Jeritannya lenyap ditelan tanah.

Penjaga terakhir mundur dengan cepat. Tapi Lin Xieng sudah berdiri tepat di belakangnya.

“Katakan pada tuanmu,” bisik Lin Xieng, “darahku tak bisa disegel lagi.”

Ia tidak membunuh penjaga terakhir. Sebaliknya, ia mengirimkan aliran energi ke tubuhnya—cukup untuk membuatnya tak sadar dan tak mampu bertarung lagi.

Yufei mengatur napas, menatap sekeliling. “Kau… bukan Lin Xieng biasa sekarang.”

“Aku belum tahu siapa aku sebenarnya,” kata Lin Xieng sambil menatap ke arah puncak gunung. “Tapi aku tahu… aku berasal dari tempat ini. Dan jawabannya ada di dalam sana.”

**

Mereka berjalan melewati gerbang batu kuno, masuk ke koridor panjang yang dipenuhi ukiran naga. Semakin dalam mereka melangkah, semakin jelas suara napas berat dari dalam tanah terdengar—seolah makhluk yang sangat tua sedang bermimpi.

Di ujung lorong, mereka tiba di sebuah ruangan bundar yang diterangi oleh cahaya merah alami dari kristal darah di langit-langit. Di tengah ruangan, terdapat altar batu—dan di atasnya, sebuah peti mati dari giok merah tua.

“Ini…” bisik Yufei. “Ini adalah… makam darah?”

Lin Xieng mendekat. Saat tangannya menyentuh permukaan peti, cahaya meledak. Segel di dadanya terbuka, menampakkan pola naga yang bersinar terang.

Dari dalam peti, suara lembut bergema:

“Pewaris darahku… akhirnya kau kembali.”

Dan Lin Xieng melihatnya—sosok lelaki berjubah merah darah, berdiri di padang perang ribuan tahun silam, dikelilingi naga dan manusia. Di matanya—mata Lin Xieng sendiri.

1
Darwito
ffufuuc
Darwito
fagsgs
Darwito
s6s6ysyz
Darwito
tqtwtwtw
Darwito
cucuucop9
Darwito
gg8f77cc7
Darwito
ywhs
Darwito
tatsywye
Darwito
g7g7g7
Darwito
yccuvu
Darwito
holipo
Darwito
tayys
Solardy Lardy
lanjutkan💪
budi Suwarno
Japan cerita nya Bagus Dan baik, tolong setiap kata" di perbaiki,,,
Xuan Yan
😎🤩
Luo Zan Thian
Tahap Dunia ghoib???? Udah tewas dong????
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
belll nyyy
lin yan bukan ayah asli nya gitu sih hrus nya🗿
Paksi Winatha
thour ayah ny lin xieng,Lin Yan apa Lin Zhan sh dchapter sebelum ny Lin Yan kq disini jadi Lin Zhan???? yg bnr nama ayah ny siapa sh???🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔jdi bingung q baca ny??/Doubt//Doubt//Doubt//Doubt//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
belll nyyy: lin yan harus nya ayah tiri nya jadi kaya paman gitulah
total 1 replies
Paksi Winatha
thour kata pak seharus ny dganti dg tetua/senior lbh enk dbaca ny 🫣🫣🫣🫣
Aloy Winaryo
api
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!