NovelToon NovelToon
Tirai Hitam Para Pewaris

Tirai Hitam Para Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi
Popularitas:526
Nilai: 5
Nama Author: Pineapple banana

Sejak kecil, Kiara hidup sebagai anak yang dibenci dan disiksa oleh keluarga yang membesarkannya. Ia tak pernah tahu bahwa semua penderitaan itu berawal dari sebuah pembunuhan yang terjadi dua puluh lima tahun lalu.

Demi merebut harta dan kekuasaan, pamannya membunuh ayah kandung Kiara, mengurung ibu kandungnya selama puluhan tahun, lalu membesarkannya dengan identitas palsu.

Saat kebenaran mulai terungkap, Kiara harus merebut kembali haknya dan membalas semua dosa yang telah merenggut keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pineapple banana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Brak... Semua terdiam saat mendengar Anton menggebrak meja yg ada di hadapannya itu , di sana ada Baron dan juga Rafa yg terdiam di ikuti istri nya Rafa yaitu Yuli dan juga Risma istri Anton, di sana juga ada kedua anak Anton yaitu Angga dan Ricco.

Anton sudah terlanjur kesal dan muak karena sampai 1 bulan ini mereka tak menemukan Linda apalagi di tambah Kiara dan ibu nya juga ikut menghilang.

Mereka semua curiga jika menghilang nya Linda ada hubungannya dengan Kiara dan ibu nya , apalagi di tambah keluarga Seno tidak ada di rumah. Itu sudah membuktikan jika Seno telah ikut campur dengan urusan Anton.

"pa.. Papa yg tenang.." ucapan Ricco terpotong langsung oleh Anton dan ia menatap tajam ke arah anak nya.

"kau bilang apa , menyuruh papa untuk tenang. Bagaimana papa tenang kalo Linda sudah tiada bersama dengan Kiara dan nenek mu , mereka adalah masalah besar bagi kita paham kamu." teriak nya hingga telinga Rafa berdengung.

Rafa menghela nafas nya lalu mendekati Anton , ia juga ingin membujuk Anton untuk duduk dan menawari nya rencana yg mungkin bagi Rafa rencana nya akan berhasil.

"Anton please duduklah kita bahas dulu rencana ku." bujuk Rafa.

"rencana apa, hah..!? Rencana mu yg bulan lalu saja gagal..?!" engah nya , yg membuat Rafa kesal.

"kalo bukan karena harta nya aku sudah tak Sudi diperintah oleh nya." gerutu Rafa dalam hati.

"iya itu bulan lalu memang aku gagal , dan aku pastikan rencana Kali ini tak akan gagal lagi." ucap nya.

"apa rencana mu." tanya Anton.

"kita tunggu Kiara datang dan pelan-pelan kita dekati dia , kita jangan gegabah untuk menuduh nya karena Linda hilang , kita biarkan dia pulang tapi tetap kalian harus memarahi nya." jawab Rafa

"lalu setelah itu."

"setelah itu kita cari tau apa sebenarnya yg di sembunyikan Kiara sampai dia tak pulang hingga 1bulan."

"dan.."

"setalah kita mengetahui semua nya , kita bersihkan mereka (mati)." desis Rafa sambil tertawa , Anton pun ikut tertawa karena ide nya sangat brilian.

"baiklah aku setuju , ingat jangan sampai gagal kali ini."

"ya kamu tenang aja Rafa , kalo semua sudah terungkap , Linda akan di temukan atau dia akan muncul sendiri ke permukaan publik dan hal itu jangan sampai terjadi , karena Linda juga punya pegang kartu as ku."

"memang apa yg kamu lakukan sampai Linda tau rahasia mu mas." tanya Yuli.

"dia tau aku yg membunuh kedua orang tuanya sayang dan juga mengambil alih seluruh harta nya, Linda itu masih terbilang sepupuku." jawab Rafa.

"ternyata kamu kejam sekali sayang. Tapi aku suka.?" ucap nya dengan nada khas centil nya.

"baiklah kalo gitu , kita harus berusaha bersikap biasa aja saat Kiara datang. Dan kamu Angga tetap mengurus perusahaan mu seperti biasa dan juga usaha gelap mu, dan mbak Risma lakukan seperti biasa saat kamu memarahi Kiara " perintah nya.

"kamu tenang aja aku sudah siapkan kalimatku untuk dia." Rafa mengangguk.

"oke untuk sekarang kita bubar dan menunggu mangsa kita datang.

.

.

.

Singkat waktu Kiara dan yg lain nya telah tiba di jakarta namun Kiara tak langsung ke rumah Anton dia memilih singgah ke apartemen mama nya dulu.

"kamu yakin sayang mau di sini aja." tanya Bara.

"iya yakin kenapa emang nya." jawab Kiara.

"gpp.. Aku temani ya." tawar Bara, namun Vera yg menjawab.

"lu itu mesum bar , gue yakin lu gak bakalan tahan liat Kiara di kamar." sahut Vera yg membuat Bara melirik tajam ke arah sahabatnya itu.

"elu bisa gak, gak usah ikut campur sama urusan orang lain." sewot nya.

"gak bisa gue , takut lu apa-apain dia." kata nya yg membuat Kiara geleng kepala.

"Kiara gak bakalan gue apa-apain Vera , lagian kita udah calon suami istri." jelas nya.

"iya gue tau, gue tau. Tapi yg nama nya Iskan asin kalo diem di kamar gak mungkin di kucing diem aja, ya kan . Yakan mas Andre." ujar nya lalu Vera juga bertanya pada Andre.

"iya bener sih tapi gue gak ikut campur ya." kata Andre sambil cengengesan.

"udah Vera biarin aja , nanti kamu temani aku ya." kali ini Ucup ikut bergabung.

"nah itu Ucup minta temani." ucap bara lalu ia keluar bersama dengan Kiara sebelum Vera menghalangi nya.

Mobil itu lalu melaju sebelum Vera berontak untuk keluar, Kiara dan Bara gegas masuk ke dalam gedung apartemen itu untuk beristirahat di sana.

Tak lama kemudian mereka sampai di kamar itu dan masuk, barang mereka letakan di sembarang tempat . Kiara duduk sambil merenggangkan otot tangan dan kaki, sedangkan Bara buru-buru ke kamar mandi untuk buang air kecil. Setelah itu ia keluar dan mendekati Kiara .

"langkah apa yg akan kamu ambil besok." tanya Bara.

"yg pasti aku akan pulang menemui mereka lalu aku akan cari cara untuk menjebak satu persatu di antara mereka." jawab Kiara.

"oke baiklah kami hati-hati, mereka itu licik dan kamu jangan lupa kabari aku." ucap nya sambil memainkan anak rambut Kiara.

"iya pasti aku akan mengabari mu mas." tatapan Kiara yg menatap Bara, membuat nya ingin mencium bibir ranum milik kiara. Tanpa pikir panjang Bara lalu menarik dagu Kiara dan mencumbu bibir itu dengan mesra.

Kiara membalas nya ia juga merangkul pundak Bara dan Bara memeluk pinggang Kiara.

Kedua nya berlarut dalam cumbuan hingga Bara menghentikan nya sebelum setan membisikkan kedua sejoli itu untuk melakukan hal-hal yg berlebihan.

Bara lalu mengajak Kiara untuk istirahat di atas kasur.

Kiara dan Bara kini sudah berada di atas kasur itu dan tidur sambil berpelukan.

.

.

.

Keesokan pagi nya Kiara dan Bara berpisah , karena hari ini jadwal meeting dan Bara harus pergi ke kantor sedangkan Kiara ia akan pulang ke rumah.

Singkat cerita Kiara sudah sampai di rumah megah itu , ia turun dari mobil online itu lalu ia melangkah dengan anggun masuk ke dalam rumah mewah dengan elegan.

Langkah demi langkah saat menginjak marmer lantai itu hingga sampai di ruang tengah dimana saat itu Angga, Ricco , Anton dan Risma tengah duduk.

Mereka terlihat kaget dengan kedatangan Kiara yg begitu elegan , cantik dan aura nya berwibawa.

Kiara menatap satu persatu dari mereka , dan ia juga menunjukkan senyum sinis nya.

"lagi kumpul ya atau menunggu ku." ucap nya dingin yg membuat keempat orang beda usia itu tersentak kaget.

Risma bangkit dari duduk nya lalu mendekati Kiara.

"jangan sok cantik kamu." timpal nya.

"kenapa anda iri dengan penampilan saya Hem" balas nya.

"kurang aja." Risma lalu mengangkat tangan nya untuk menampar Kiara , namun dengan cepat Kiara menangkap tangan risma dengan mencengkram dengan kuat.

"jangan harap tangan mu menyentuh pipi ku, ingat Risma aku bukanlah Kiara yg kalian kenal lemah, aku adalah Kiara yg sekarang yg bisa melawan kamu mama Risma." ucap nya dengan penuh penekanan yg membuat Risma tak terdiam dan merasakan sakit di tangan nya akibat Kiara menggenggam nya erat.

Kiara lalu menghempaskan Risma hingga terjatuh.

"UPS aku gak sengaja.. Aku ke kamar dulu ya , bye." Kiara melambai tangan nya lalu pergi ke kamar nya dengan penuh kemenangan.

"waw.. Gila.. Kiara sungguh menakjubkan, sayang nya dia adikku." ucap Ricco yg kagum pada sifat Kiara yg sekarang, pemberani , elegan , dan cantik.

"mas Anton...!! Liat dia, kelakuan nya itu. dia kasar padaku mas..?!" rengek Risma.

"bangun lah Risma , jangan kamu berdiam diri di sana. Aku malas mendengar rengekan mu." ucap dingin Anton.

"papa bisa gak sih papa bantu mama berdiri..?!" kesal Angga pada Anton karena papa nya yg tak peka terhadap mama nya.

Anton bangkit namun tak menolong Risma , ia melewati nya begitu saja menuju ke kamar nya. Ada apa dengan Anton, dia selalu dingin dan tak pernah ada kata-kata romantis kepada istrinya.

Sedangkan Angga menatap kepergian papa nya dengan wajah marah , namun ia memilih membantu mama nya berdiri.

"awas aja perempuan itu, aku akan buat dia mati di rumah ini." gerutu nya.

"sudah mah, ingat kata om Rafa kita harus sabar menjalankan misi ini." ujar nya.

di sebrang sana Ricco bangkit menuju kamar nya.

"kamu kemana Ricco." tanya Risma.

"hah mama gak liat kalo Ricco mau ke kamar." jawab nya.

"anak itu kenapa malah kaya papa nya."

"sudah mah jangan di pikirkan, ayo aku antar ke kamar." Angga lalu memapah mama nya untuk di bawa ke kamar yg ada di lantai atas.

Bersambung

1
Noviyanti
satu bunga untuk kiara
Noviyanti
semangat Thor, salam kenal
Abyyasdemons: oke KK , salam kenal kembali 😍💪👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!