NovelToon NovelToon
ELKAN: Menaklukkan Hati Sedingin Es

ELKAN: Menaklukkan Hati Sedingin Es

Status: tamat
Genre:Suami ideal / Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / Mafia / Tamat
Popularitas:59.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kiky Mungil

Kabur dari rumah demi menghindari perjodohan gila yang direncanakan oleh pamannya membawa Kelaya sampai disebuah desa yang sangat jauh dari rumahnya, hingga ia berakhir pingsan di sebuah rumah di tengah hutan yang ternyata adalah milik seorang lelaki.

Ide gila muncul saat mengetahui lelaki itu masih melajang dengan wajah yang cukup menarik sebagai seorang peternak juga pengrajin kayu, dan minim bicara, membuat Kelaya mengajaknya menikah dan nekat menjebak lelaki itu agar mereka dinikahkan secara paksa oleh masyarakat setempat.

Ide itu muncul sebagai upaya mencegah pamannya untuk menjodohkannya kembali dan lagi pula Kelaya menyukai lelaki itu.

Masalahnya, lelaki itu bagaikan musim dingin yang panjang dan terlalu misterius. Rasanya Kelaya ingin menyerah saja untuk meluluhkan hati dingin lelaki itu.

Apakah Kelaya akan benar-benar menyerah apa lagi setelah mengetahui sebuah rahasia yang disembunyikan lelaki itu? Atau bertahan sekali lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiky Mungil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20. Merajuk.

Tiga hari sudah berlalu sejak pertengkaran mereka, Kelaya masih betah menutup bibirnya dan menghiraukan keberadaan Elkan. Bekerja di ladang dan peternakan pun, Kelaya tetap acuh tak acuh. Ia hanya berbicara seperlunya saja pada Elkan, mengabaikan pria itu seolah tidak ada.

Ternyata rasanya tak enak didiamkan seperti itu bagi Elkan. Jika biasanya dia yang selalu bersikap dingin dan minim bicara, kali ini dia malah merasa tidak nyaman ketika seseorang melakukan hal yang serupa kepadanya, terutama orang itu adalah Kelaya.

Kenapa? Elkan sendiri juga tidak bisa menjelaskan keanehan dari kegusaran hatinya belakangan ini. Merasakan Kelaya yang menghindari dan mengabaikannya secara terang-terangan ternyata menimbulkan rasa tidak nyaman.

Elkan berdeham begitu melihat Kelaya di dapur sedang menyiapkan makan malam, namun perempuan itu menulikan pendengarannya, ia tetap bergerak tanpa melirik apa lagi melihat Elkan. Biasanya, Kelaya selalu mencuri pandang padanya, Elkan tahu itu. Tapi beberapa hari ini tidak sama sekali.

Setelah selesai memasak, Kelaya yang biasanya akan memberitahukan Elkan makanan sudah siap dan mengajak Elkan makan malam, kini dia hanya menyiapkan satu piring untuk dirinya saja, makan malam sendirian tanpa menghiraukan Elkan yang berdiri disana. Selesai makan, Kelaya langsung mencuci piringnya dan meninggalkan dapur, benar-benar tanpa sepatah kata pun.

Elkan menggaruk tengkuknya, dia mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan menuliskan sebuah pertanyaan yang kemudian dikirimkan kepada Haru.

[Apa kau tahu bagaimana cara membujuk perempuan yang merajuk?]

* * *

Lagi-lagi Elkan berdeham untuk menunjukkan eksistensinya di dalam pondok itu dan juga di depan Kelaya yang mengabaikannya.

"Aku akan keluar, mau ikut?" Suara bariton itu bertanya pada Kelaya, tapi perempuan itu tetap acuh. Sibuk mengepang rambutnya yang mulai tambah panjang.

"Aku bertanya padamu. Apa kau tidak akan menjawab?" Nadanya datar, seperti orang tidak niat.

Kelaya membuang napas kemudian menengok kanan dan kiri, "Padaku?" tanyanya dengan nada sinis.

Elkan mengangguk, menahan diri menghadapi perempuan yang merajuk di hadapannya itu. Sungguh, ia lebih piawai menghadapi puluhan orang bersenjata dari pada satu perempuan yang merajuk.

"Kau mengajakku keluar malam-malam begini? Tidak takut kalau aku kabur karena aku mungkin akan lebih liar jika malam hari."

Elkan membuang napas, ia sangat menyadari alasan Kelaya merajuk, semuanya karena kata-kata yang pernah dia lontarkan untuk Kelaya. Dia tahu dia salah, bukannya Elkan tidak mau minta maaf, tapi dia hanya tidak tahu bagaimana caranya meminta maaf. Meski pun alasan dibalik emosinya kala itu karena kekhawatiran akan keselamatan Kelaya.

"Kau masih marah?"

Pertanyaan itu sungguh membuat dongkol hati Kelaya, tapi perempuan itu mencoba untuk tidak terbawa emosinya, jadi alih-alih mencakar wajah tampan Elkan yang menyebalkan tapi tidak peka itu, Kelaya memilih untuk mengabaikannya saja dengan ke-sinis-an yang tinggi.

"Oh tidak kok! Aku hanya memikirkan kata-katamu benar juga, mungkin aku memang seliar itu sampai-sampai pamanku harus mengurungku bertahun-tahun dan menjodohkan ku dengan pria tua yang lebih pantas menjadi kakekku."

"Dengar, aku tidak..."

"Mungkin kau benar juga, kalau aku memang sulit dikendalikan hanya karena aku ingin menjalani hidupku tanpa kekangan dan menjadi diriku sendiri."

"Aku sama sekali tidak..."

"Tenang saja, setelah kontrak pernikahan kita selesai, kau tidak perlu lagi menampung perempuan liar ini lagi, aku akan kembali ke dalam kurungan emasku dan menunggu kepada siapa lagi aku akan ditawarkan oleh pamanku." Ada nada getir dalam ucapan sinis yang diucapkan Kelaya, ia mengalihkan wajahnya dari tatapan lekat yang sulit diartikan milik Elkan.

"Aku hanya..."

"Kalau kau mau keluar, keluar saja, jangan pedulikan aku. Aku akan bersikap tahu diri disini, aku hanya akan keluar hanya pada saat bekerja saja, aku akan mengendalikan keliar-an jiwaku dengan berdiam di dalam rumah ini, jadi kau tidak perlu khawatir kalau aku-"

"Tidak bisakah aku menyelesaikan kata-kataku?" Sela Elkan memotong kalimat Kelaya. Ia membuang napas berat.

"Tidak!" jawab Kelaya cepat.

Elkan menaikkan kedua alis matanya.

"Untuk apa?" Kelaya berdiri menghadapi Elkan. "Kau tidak perlu lagi menjelaskan ketidaksukaanmu padaku, aku sudah mengerti, tidak perlu repot-repot menjelaskan apa pun padaku. Kalau kau mau pergi, pergi saja! Aku tid-"

Kalimat penuh emosi yang gagal Kelaya kendalikan terpaksa terputus karena diputus sepihak oleh Elkan dengan cara membungkam bibir mungil Kelaya dengan bibir maskulinnya yang hangat dan basah.

Lembut, hangat dan menagih membuat Kelaya nyaris melepaskan kewarasannya dan membiarkan dirinya jatuh pada rasa yang mati-matian dia kubur.

Sadar, Kelaya! Suara di dalam kepala perempuan itu membuat kedua kelopak mata Kelaya seketika terbuka. Dia segera mendorong sekuat tenaga dada Elkan dan melepaskan dirinya dari rengkuhan pria itu.

Plak! Tamparan pedas mendarat pada rahang keras Elkan yang malah membuat telapak tangan Kelaya kesakitan.

"Akh!" Kelaya mencengkram tangannya.

Melihat Kelaya yang kesakitan, secara implusif Elkan langsung menarik Kelaya ke dapur tanpa sempat Kelaya menghindar. Tangan Kelaya di bawa ke bawah aliran air dari keran wastafel, air dingin yang mengalir itu meradakan sedikit demi sedikit nyeri pada telapak tangannya.

"Lain kali jika ingin memukulku, pastikan tidak dengan tangan kosong." kata Elkan dengan nadanya yang selalu datar dan tatapan yang lurus memperhatikan telapak tangan Kelaya di bawah guyuran air keran.

"Lepas!" Kelaya menarik tangannya dengan kasar. Dilapnya begitu saja pada ujung gaun rumahannya. "Kenapa kau menciumku lagi?!"

"Karena kau selalu menyelaku." jawab Elkan dengan tenang sembari memutar kenop keran dan menghentikan aliran airnya.

"Memangnya apa yang mau kau jelaskan? Paling-paling kau hanya berpikir jika aku tidak patuh, maka aku akan merepotkanmu, ya kan? Oke, aku minta maaf karena memang kehadiranku sudah merepotkanmu jadi-"

"Apa kau mau kucium lagi?"

Bibir Kelaya rapat seketika. Ia memalingkan wajahnya yang kesal karena - sungguh - pria di depannya ini terlalu menyebalkan. Tapi yang bikin Kelaya sebal setengah mati, dia tidak bisa benar-benar membenci Elkan.

"Aku tahu aku salah, ku pikir, kata-kataku saat itu sudah kelewatan."

"Kau pikir?" Sahut Kelaya dengan nada sarkas.

"Aku rasa."

"Kau rasa?" Sebelah alis mata Kelaya naik.

"Baiklah, kata-kataku memang sudah sangat kelewatan." Elkan mengalah.

Kelaya membuang napas, tangannya terlipat di depan dada. "Lalu?"

"Lalu?" Balas Elkan dengan nada seolah dia tidak mengerti.

"Lalu apa yang harus kau katakan selanjutnya?" Ucap Kelaya gemas sekali ingin menendang Elkan, tapi nyeri pada telapak tangannya saja masih terasa.

Elkan bergerak memasukkan kedua tangannya ke dalam saku. Kepalanya sedikit menunduk untuk melihat wajah Kelaya lebih jelas.

"Aku... akan keluar, kau mau ikut?"

"Astaga!" Kelaya memutar bola matanya, dia menghentakkan kedua tangannya ke bawah dengan sangat kesal. "Kau pergi saja sendiri! Aku malas!" Kelaya hendak pergi meninggalkan Elkan, tapi tangan pria itu dengan cepat menangkap pergelangan tangan Kelaya dan menahan langkahnya.

"Maaf," katanya kemudian. "Maaf sudah membuatmu tersinggung."

Kelaya terdiam juga membeku. Bukan karena Elkan yang meminta maaf, tapi nada suara pria itu terdengar begitu tulus dan menghanyutkan.

"Aku hanya khawatir kau kenapa-kenapa, karena ada kabar yang kudengar, pimpinan dari perampok yang datang waktu itu tidak menerima anak-anak buahnya kalah." Meski pun tidak sepenuhnya berbohong, Elkan berhasil membuat Kelaya kembali melihatnya.

"Apa?! Apa meraka akan datang ke sini lagi?"

Elkan tersenyum, meskipun setipis tisu yang dibasahi.

"Aku akan menjagamu. Jangan khawatir, kau aman bersamaku."

Oh, sungguh Kelaya tidak ingin merasa ge-er, tapi siapa yang bisa mengontrol saat ratusan bahkan ribuan kupu-kupu berterbangan di dalam perutnya? Siapa juga yang bisa mengontrol rona merah muda yang muncul pada kedua pipinya.

"Kau akan menjagaku?"

"Tentu saja, kau istriku..."

Oh, Tuhan...

"Setidaknya, itu statusmu di desa ini."

Ah...apa yang aku harapkan?

.

.

.

Bersambung~~>>

1
Mrs. Ketawang
Dio itu Zeon
Mrs. Ketawang
kaaannn Dio itu penjahat😡
Mrs. Ketawang
keren ceritanya..👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Mrs. Ketawang
jurigen bgt kalo Dio musuh dlm selimut
Mrs. Ketawang
Dio nih misterius
Mrs. Ketawang
siapa sbnarnya si Dio ini,sok knal sok dekat bgt sama Kelaya😏
Mrs. Ketawang
mau di peluk jg sama bang Elkan😍😍
Mrs. Ketawang
lagi sweet"nya😍
Dio ganggu aja😁
Mrs. Ketawang
Bagus ceritanya...
pemilihan kata"nya jg indah...
knp baru nemu cerita sbagus ini😁👍🏻👍🏻
Mrs. Ketawang
WOUW....baru pertama ketemu lgsung ngajak nikah aja nih Kelaya🙈
Nelita Nopitasari
penuh teka teki🤔
Youleannaa
bagus ,,,
Desty Winianti
padahal ceritanya bagus..tp yg.baca cuma sedikit....mungkin blum pada Nemu. ini novel
Lovely Shihab
Tegang, seru, romantis n keren, dikemas apik ma author. Keren kamu thor, the best 👍👍👍👍
Lovely Shihab
Paling benci lihat orang keras kepala. Disuruh dirumah aja tetep keluar
apajalah
👌👌🍂👌🍂🍁
apajalah
bravo🍂🍁🍂🍁🍂👌👌👌
Yustika PAMBUDI
sepertinya cinta segitiga Dio, elkan dan pacarnya yg meninggal ya... ?
Siska Febriana
Dio itu ya Zeon
Lastri Naila
ceritanya bagus sekali...untungnya aq senang dgn novel yg tamat jd gak nunggu nunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!