NovelToon NovelToon
Avonturir Dua Deputi

Avonturir Dua Deputi

Status: tamat
Genre:Mafia / Dunia Lain / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Chicklit / Tamat
Popularitas:21.2k
Nilai: 5
Nama Author: Teriablackwhite

Ellena Celestia Baskara adalah gadis pewaris tahta keluarga Jarzam, pemilik perusahaan berlian terbesar di negara itu. Tetapi dia harus mengalami peristiwa buruk saat para mafia merampas seluruh hartanya, dan membunuh kedua orangtuanya, dia melarikan diri dan tenggelam di lautan tempat tinggalnya dewa laut, sang dewa menolongnya dan membalik kehidupan Ellena menjadi seorang bayi lagi yang kemudian ditemukan oleh seorang wanita tua.

Para Mafia itu mengejarnya sampai menemukan sebuah kristal biru sumber kekuatan terbesar seluruh lautan di muka bumi ini, dan mereka merampasnya juga, sang dewa murka dan mengirim titisan setengah kekuatannya dalam kristal kapsul kecil bersamaan dengan Ellena yang juga sengaja di masukkan ke dalam sebuah kapsul kristal, lalu apakah yang akan terjadi dengan kedua kristal itu?

Saksikan kisah selanjutnya hanya di sini, happy reading semuanya ...

Jika membaca tolong tinggalkan jejak ya ges, like, komen, dan vote-nya, thankyouu---haturnuhun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Teriablackwhite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ADD Eps 19

...•...

...•...

...•...

...•...

...•...

    Di lokasi arah suara yang berhasil menarik perhatian Ellena dan Kalea itu, geng motor Atlantis Aodra memimpin pembantaian lagi dan lagi, ada sekitar delapan orang yang terkapar, entah mereka masih bernyawa atau tidak, Kano tidak memedulikan nyawa mereka.

    Senyuman tipis yang mencekal semua mata yang memandangi dengan kemarahan dan rasa takut yang bercampur padu terurai dengan jelas, pria yang sedari awal meremehkan lelaki bermata biru bak air laut itu kini sudah dilumuri darah segar yang keluar langsung dari pelipisnya karena pukulan dari Kano.

    "Curang hanya boleh dilakukan oleh Atlantis Aodra, dan Kano adalah pelopor si curang, b*ngs*t!" sembur Kano sambil menendang punggung lelaki yang sudah tak berdaya itu.

    Hidung yang mengerut mengundang tawa seluruh anggota Atlantis Aodra, sementara tim lain telah melarikan diri ketika pertempuran kedua geng motor itu berlangsung. Saat semuanya telah tenggelam pada lorong hitam yang menuju jalan keluar dari Jl. Maraya, saat seperti itulah Atlantis Aodra memimpin dalam pertempuran itu.

    Geng motor yang entah dari mana mereka berasal, menjadi sasaran empuk keganasan yang terpenjara kekuatan yang dimilik oleh Kano dari sejak lelaki itu dilahirkan dari rahim Mylan. Dari Kano berumur tujuh tahun, dia sudah menunjukkan sebuah perbedaan antara dirinya dengan teman-teman sebayanya.

    Kaki panjangnya mendarat dengan mulus di atas punggung lelaki yang sedari tadi meremehkannya, sudut bibirnya naik, mengulas senyuman puas. "Kematian selalu ada dalam genggamanku," celetuk Kano mengencangkan pijakannya.

    "Aaaargh ...." Raungan lelaki itu semakin membuncah kuat.

    Nampak dari netra lelaki itu yang masih berusaha untuk terbuka, menjaga kesadarannya. Seluruh anggota Atlantis Aodra tersenyum puas telah mengalahkan tim-nya bukan hanya dalam pertandingan liar itu, tetapi dalam pertempuran kecil itu mereka pun tetap tidak bisa menembus pertahanan Atlantis Aodra.

    Geng motor Atlantis Aodra sudah menjadi timeline tertinggi dalam pencarian di sosial media di seluruh negeri ini, mereka sering dijuluki dengan geng motor peminum darah-darah segar, siapapun yang sudah dalam genggaman geng Atlantis Aodra, maka tidak akan ada lagi kehidupan yang bisa dijalani oleh sang korban.

    Namun, hal itu tidak pernah diketahui oleh publik karena Kano membakar semua ingatan buruk para korbannya dengan kekuatan tak kasat mata yang dia miliki, publik hanya mengetahui ketangguhan sebuah geng motor yang berada di bawah kuasa Kano.

    "Habisi saja ketua, mereka tidak mengetahui betapa hebatnya ketua Kano," ucap salah satu anggota yang berdiri di belakang tubuh Kano yang tegap.

    Sorot mata Kano mengeras, lalu dia mengangkat salah satu tangannya ke atas, dari sela-sela detik yang ditinggalkan angin, keluar sebuah siluet panjang berwarna biru, siluet itu bagaikan air yang berputar-putar di pusaran nestapanya.

    Perlahan siluet biru yang hanya mampu dilihat oleh orang-orang tertentu itu bergerak ke dekat leher lelaki yang tengah di injak punggungnya. Dan seluruh anggota Atlantis Aodra, tidak ada satupun dari mereka yang bisa melihat hal itu.

    "Aaargh ...," pekik Ellena yang kemudian dia tutupi mulutnya yang bersembunyi di balik pohon besar yang sudah kekeringan.

    Gadis cantik itu tentu saja melihat pergerakan siluet yang bergulung di udara dan perlahan hendak melilit leher lelaki itu, dan tanpa sadar dia menjerit membuat Kalea yang ada di dekatnya membuntang dan memuluk punggung sahabatnya.

    "Len ...!" protes Kalea, bola mata gadis itu masih menjungkar dengan debur jantung yang berhamburan. "Kita ketahuan ...." Kalea menarik tangan Ellena berlari secepat mungkin sebelum kehadiran mereka disadari oleh komplotan geng motor tersebut.

    Belasan netra termasuk Kano yang terpaksa menghentikan aksinya mengarah ke arah suara itu, dan mereka hanya mendapati bayangan hitam tenggelam ke arah depan, membuat wajah mereka mengerut.

    "Ketua, ada dua orang wanita yang melihat aksi kita," ujar salah satu anggota itu menguar geram.

    "SIAL!" cibir Kano melempar tangan yang tengah melambung ke atas terjatuh sembarangan ke bawah.

    Tubuh lelaki itu berputar ke arah bayangan hitam yang sudah tenggelam dan semua pria berparas bengis itu tidak bisa meraba siapa yang telah mengetahui kejahatan yang tengah mereka lakukan.

    "Cari mereka sampai dapat, kita harus menghilangkan jejak!" titah Kano melepaskan sarung tangan hitam yang membaluti kedua tangannya tadi, lalu dia lempar ke salah satu anggotanya yang ada di area samping kanan.

    "Baik ketua," sahut beberapa anggota yang segera berlari dari posisinya.

    Sementara ke-lima anggota yang tersisa tetap berada di dekat Kano. "Urus mereka, singkirkan mereka dari area sini, jangan tinggalkan jejak," titahnya lagi pada anggotanya yang tersisa.

    "Baik laksanakan, ketua ...!"

     Ke-lima anggota yang tersisa gegas menyeret beberapa pria yang sudah terkapar, tetapi beruntungnya mereka masih bernyawa, menyingkirkan semuanya. Ke-lima anggota Atlantis Aodra itu menyeret tubuh lemah ke-delapan anggota geng motor lawannya itu ke sebuah hutan yang tak jauh dari keberadaan lokasi tersebut.

    Sementara Kano masih berusaha mengedarkan mata batinnya untuk mengetahui siapa dua wanita yang dibicarakan oleh anggotanya itu. Dia gantungkan kedua tangannya di pinggang kekarnya itu sambil dia memejamkan matanya, melihat bayangan-bayangan yang telah dilacak oleh mata batinnya.

    "Dia ... Aroma ini ...?"

    Aroma yang keluar dari tubuh Kalea segera disadari oleh Kano. Bola matanya mendadak membulat kuat, jantungnya pun ikut berhamburan tak karuan. Entah mengapa, Kano selalu merasa tersakiti jika kedua wanita itu tertangkap oleh anggotanya sendiri, tepatnya adalah Ellena.

    "Dua wanita itu lagi, sialan! Kenapa mereka selalu menjadi mata penting dalam aksi kami," gusar Kano menganyam langkahnya untuk menyusul anggotanya yang dia perintah tadi.

    Netra Kano mengedar ke segala arah untuk mencari kedua gadis cantik itu lebih dulu daripada seluruh anggotanya. Lelaki itu tidak ingin jika dua gadis itu menjadi korban keganasan geng yang dipimpin olehnya.

    "Kemana larinya kedua gadis itu?" Kano kembali gusar, punggungnya yang mengeras bergerak ke belakang untuk mencari Ellena dan Kalea dari tumpukan pepohonan kering yang sudah mati.

    Langkah Kano kembali bergulir ke arah kanan dimana aroma itu tertinggal di hidungnya yang tajam, aroma milik Kalea semakin menusuk di hidungnya, sementara aroma Ellena tak mampu ditembus oleh lelaki itu, sehingga membuat pria bermata biru itu melekap kebingungan.

    "Aaaargh ... Tolong jangan lakukan apapun pada kami."

    "Jangan macam-macam! Atau aku teriak sampai burung-burung di hutan ini beterbangan!"

    "Bacot!"

    "Ketua Kano sudah memerintah kami untuk membawa kalian ke hadapannya."

    "TIDAK ...!" Suara pekikan Ellena melanting ke udara, merobek angin yang berdekapan dengan langit hitam tanpa bintang bahkan rembulan.

    Burung-burung yang berselimutkan sayap hitam dan di bagian kepalanya berwarna putih beterbangan ke udara, mereka berhamburan memenuhi langit dan membangunkan bintang-bintang yang sedari tadi tertidur di pangkuan cakrawala.

    Kano yang mendengar hal itu lekas memuncakkan sorotnya yang terkesiap dengan suara pekikan itu, dia mencoba membaca aroma para burung-burung itu, burung tersebut adalah burung penghuni Jl. Maraya, satu-satunya makhluk hidup yang bertahan di sana.

    Burung berekor biru yang panjang? Badannya hitam dan kepalanya putih? Burung apa itu? Aku tidak pernah melihat burung yang seperti itu.

    Benak Kano bertanya-tanya, burung jenis apa itu.

    Namun, lelaki itu tak memikirkan hal itu lebih panjang lagi, langkah kakinya bergerak cepat ke arah para burung itu berhamburan. Setelah beberapa langkah, Kano mendapati anggotanya tengah berusaha untuk menyentuh kedua wanita itu.

    Netra Kano membuntang dengan jantung yang berdebaran cepat, gigi-giginya mengerat dengan kepalan tangan yang mengeras. Bola matanya yang menyala-nyala masih memperhatikan mereka dari kejauhan.

    Apa yang akan mereka lakukan?

    Sampai melakukan pelanggaran, siap-siap dengan hukuman Kano!

    Deru batin Kano seraya dia menadahkan satu telapak tangannya, di atas tangannya yang putih ada ribuan siluet yang bergulung tak karuan, hampir menyerupai dengan benang kusut yang bening berwarna biru bercampur dengan air.

Hahahaha ....

Hahahaha ....

Hahahaha ....

    "Siap-siap untuk bersenang-senang sayang ...," urai salah satu anggota bermata lucah.

    Dua di antara anggotanya itu berusaha mendekati Ellena dan Kalea yang sudah tersungkur lemah di bawah saling berdekapan, meredam ketakutan yang membuncah. Keduanya memejamkan matanya.

    Terlebih Ellena, tubuh gadis cantik itu bergetar kuat. Kedua gadis itu menyeret tubuhnya ke belakang, berusaha untuk menjauhi pria-pria yang dirundung nafsu di depannya.

    Tuhan ....! Tolong selamatkan kami! Ya dewa ... Aku mohon. Aku akan melakukan apapun pada siapapun yang menolongku, aku mohon Tuhan ... Ya dewa ....

    Wajah ke-sepuluh pria itu nampak puas memandangi paras gadis cantik itu nampak ketakutan, tubuh kedua gadis itu meringkuk lemas, memasrahkan kehidupannya pada keajaiban yang Tuhan berikan padanya.

    AAAARGH ....

    AAAAARGH ....

    Kedua pria yang berusaha mendekati Ellena dan Kalea itu tiba-tiba saja terpental ke arah samping kanan. Punggung kedua lelaki itu membentur pepohonan besar di sana. Membuat semua mata yang tengah terbuka mengarah ke belakang.

    "Ketua Kano?" seru semuanya serempak, bola mata mereka mematung.

    Kano bergerak ke dekat anggotanya, rahangnya mengeras, menikam sorot mata beku dari anggotanya yang berdiri bagaikan patung. Mereka bergeser ke samping menciptakan jarak dengan ketuanya yang tengah didekap amarah.

    "Siapa yang menyuruh kalian menyentuh kedua gadis itu?" berang Kano bergerak ke hadapan semua anggotanya.

    "Maaf ketua." Wajah seluruh anggotanya melekap keruh.

    Mendengar suara berat yang bernuansa lembut itu menggemakan kemarahannya, netra kedua gadis itu terbuka lebar. Ada perasaan lega yang menyelimuti kedua gadis cantik itu.

    "Siapa dia?" bisik Ellena melepaskan dekapannya pada Kalea.

...----------------...

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ditunggu novel baru nya kak
Teriablackwhite: Terima kasih telah membaca Kak 🥰 ditunggu ya ...
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
fighting kak 💪
Teriablackwhite: Terima kasih 🥰 semangat juga ya
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
semangat kak
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
makin seru kak cayoooo 😁 💪
Teriablackwhite: Terima kasih akak 🥰🥰
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
seru banget kak

jangan lupa mampir di novel pertama qu


🙏
Teriablackwhite
Selamat membaca ya semuanya, semoga suka, jika ada kekurangan silakan berkomentar /Smile/
La
Semangat thorr
Qy ࿐
Tulisan nya rapih, dan bikin baper nih
Qy ࿐
luar biasa, jangan lupa mampir juga ya kak "Dibalik Pesona Dahlia"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!