NovelToon NovelToon
Keira Kaureen

Keira Kaureen

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:56.6k
Nilai: 5
Nama Author: lyn98

no deskripsi

langsung baca aja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lyn98, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20

"kamu gila ya!, itu mama aku kei, seharusnya kamu ngga perlu ngomong seperti itu" cecar Daniel, wajahnya memerah padam tarlihat emosi

"jadi gue harus ngomong setuju padahal sudah jelas jelas berbeda dengan prinsip gue" celanya tak terima

Daniel membuang muka menghela napas kasar lalu kembali bertatapan mata dengan Keira "jangan lupa kei, nasib keluargamu ada ditangan kamu sekarang jika kamu ngga meminta maaf sama mama aku, coba pikirkan apa yang terjadi"

Keira menggeram kesal lalu kembali masuk kedalam rumah meninggalkan area taman menuju ruang makan

Kepalanya menunduk lalu kembali duduk dikursinya, menghela napas sejenak sebelum berbicara "maaf Tante sepertinya aku belum sadar jika setelah menikah nanti maka semua itu manjadi tugasku, aku belum terbiasa melakukan pekerjaan rumah dan sebagainya, aku berjanji akan belajar jadi maafkan tentang perkataan ku tadi" Keira menatap penuh penyesalan, berharap semoga saja Anna memanfaatkannya

sudut bibir anna terangkat ke atas membentuk senyuman menyeringai "ok, Tante maafkan semoga kamu lebih banyak belajar sepertinya diskusi mu dengan Daniel berhasil membuat mu sadar"

Dengan terpaksa Keira menangguk saja, mengakhiri dan secara tidak langsung menyetujui semua syarat yang diucapkan oleh ibu Daniel

"kamu juga perlu belajar tentang cara berpakaian dengan baik"

Tatapannya menunduk mengamati baju dan celana yang dipakenya dan merasa tidak ada masalah dengan pakaiannya, malah celana dan baju yang dikenakannya sangat sopan. Baju kaos kebesaran dan celana cargo

"aku ngga tau keluaran tahun berapa kamu membeli baju itu, celanamu juga sepertinya udah sangat lama, pakainmu terlihat jelek, kuno, harganya juga murah, Tante tidak ingin anak saya dihina karena kamu jadi lain kali pakailah pakaian yang pantas seperti kakak kamu contohnya" kritik Anna melempar senyum pada freya

Keira mengumpat dalam hati, tangannya terkepal erat tiba tiba saja Daniel kembali lalu duduk disampingnya, berbisik "ikuti saja ucapan mama aku Keira" mendengar itu, mau tak mau lagi lagi Keira mengangguk pasrah sembari tersenyum paksa

"oh iya mama sudah menyewa desainer untuk datang kesini mengukur baju untuk kalian kenakan pada saat tunangan nanti"

"Samuel pikir kita bebas memilih baju, mama ngga perlu mendatangkan tukan jahit kesini dimall pakaian banyak mah!" sanggah Samuel tak terima

"ikuti saja perintah mama kamu Samuel" kali ini Edwin yang angkat bicara entah perasaannya saja, kenapa dia merasa pak Edwin tidak seramah biasanya, padahal pertemuan pertama dan kedua mereka lelaki paruh baya itu sangatlah hangat

kedua tangannya terangkat saat seorang wanita sedang mengukur lingkar pinggang Keira, lalu pada dada terus berpindah diameter panjang tubuhnya, pandangan Keira menatap arah depan sana tampak Anna dan Fani seorang desainer tengah sibuk mengobrol entah membahas apa

Setelah keira kini berpindah pada Daniel yang mengukur. kepalanya menggeleng heran melihat wanita tadi terang terangan tampak berusaha menggoda bahkan berbicara dengan daniel seolah akrab, atau mungkin saja memang begitu

Dari pada menyaksikan dimana Daniel yang membalas godaan tersebut, mending Keira menemui kakaknya mengajaknya agar segera pulang, lagian mereka sudah selesai mengukur apalagi yang ditunggu

kakinya menyelusuri setiap penjuru rumah, mencari cari keberadaan Freya sesekali bertanya pada art ketika berpapasan, karena rumah keluarga Abraham sangat besar membuatnya kesulitan menemukan keberadaan kakaknya, Keira berhenti mencari memilih berdiri pada balkon memandang kedepan menghirup udara segar

Kepalanya menunduk melihat kakaknya yang sedang membantu menanam sebuah bunga, ternyata kakaknya sedang berada di taman, Keira berdecak kagum betapa indah dan besarnya taman bunga seperti rumah nevano juga memiliki taman

Tunggu, kenapa dia kembali membandingkannya dengan nevano, kepalanya menggeleng berusaha menghilangkan pikiran yang menyangkut tentang pria itu

Tubuhnya tersentak merasakan sebuah lilitan tangan melingkar pada pinggangnya disusul sebuah suara "kenapa, kepalamu sakit?"

Keira berbalik mendapati Daniel dihadapannya menatapnya dengan mata menelisik seolah peduli

"Kamu ngga papa kan kei?"

Daniel kembali bertanya, Keira mengangguk terlampau kaget dengan sentuhan Daniel yang tiba-tiba, karena tak nyaman tangan Keira melepaskan lilitan tersebut pada pinggangnya

"sorry tapi gue ngga suka tiba-tiba dipeluk" ucapnya mendongak membalas tatapan

Netranya malah salah fokus pada lelaki yang berdiri tak jauh dimana mereka berdua berada, ketika memusatkan pandangan pada orang tersebut ternyata lelaki itu adalah nevano yang tengah menatap Keira dan Daniel dengan tatapan tak terbaca sembari kedua tangan dimasukkan kedalam saku

terlintas sebuah ide diotaknya, ingin memastikan satu hal lantas kakinya berjinjit dan menutup mata sebelum menyatukan bibirnya pada Daniel hanya sebentar, karena setelah itu keira kembali berdiri tegak seperti semula menatap kedepan tidak menemukan keberadaan nevano lagi, ekor matanya melirik seluruh ruangan namun tidak ada tanda-tanda nevano, mungkin saja tadi dia berhalusinasi

"kamu ngga suka dipeluk tiba tiba, tapi kalau di cium boleh"

Suara Daniel mengalihkan tatapan kembali "sorry gue ngga sengaja" balas Keira lalu melangkah melewati nevano seolah tidak terjadi apa-apa

"ngga sengaja kei, jelas jelas tadi kamu sengaja"

Keira berhenti dan memutar tubuhnya menghadap lelaki yang berstatus calon tunangannya itu "anggap saja begitu, lagian gue biasa cium laki laki jadi jangan kepedean"

"termasuk nevano" tuduh Daniel geram

"ya termasuk dia" sahutnya, menatap Daniel dengan mata berkilat tiba tiba saja rasa bersalah muncul, tidak nyaman ketika mengingat nevano

Daniel menghela napas dalam "terserah kei, tapi aku tau kamu orangnya bagaimana, jadi kurasa kita ngga perlu bahas itu lagi, kita sering berantem padahal sebentar lagi aku akan jadi calon suamimu"

sepertinya Keira baru sadar setelah resmi bertunangan dengan Daniel maka mereka akan langsung melakukan pernikahan satu bulan kemudian sesuai dengan kesepakatan, terlalu cepat Keira sebenarnya belum siap terlalu mendadak untuk dirinya yang belum punya bekal apa apa tentang pernikahan

rasa cemas dan takutnya bila nanti mereka menikah apalagi suaminya itu Daniel dimana ia tidak tau apapun tentang lelaki itu selain gosipnya yang hobi bermain wanita

"tuan, nona, nyonya besar memanggil kalian agar segera berkumpul diruang depan" intrupsi seorang wanita

Daniel menarik tangannya lalu menautkan kedua tangan mereka, keira berusaha melawan "orang tua kamu datang jadi berhenti melawan" ancaman tersebut sukses membuat keira berhenti

setelah perdebatan tadi akhirnya mereka sampai dan ternyata benar ayah dan ibunya benar benar ada, Keira menyalim tangan orang tuanya lalu duduk disamping Daniel, semuanya berkumpul cuman Samuel yang tidak ada disana

Karena bosan keira memilih menyibukkan dirinya dengan henpon bersikap apatis pada kakak, ibunya dan juga Anna tampak asyik bercerita, sedangkan ayah dan Edwin juga terlihat berbicara serius entah membahas apa, dan Daniel yang pergi beberapa menit yang lalu untuk mengangkat telepon

Disaat asik membaca pesan digrup, pembahasan pembicaraan anna menarik perhatiannya apalagi nama itu kembali disebut

"nevano ada disini Tante?" tanya keira memastikan pendengarannya benar atau tidak

Anna melirik nya lalu mengangguk "iya, tadi Samuel mengantar nevano kedepan untuk pulang, tapi sampai sekarang Samuel belum kembali juga sepertinya mereka asik mengobrol" tutur anna

Dari jawaban tersebut keira menarik kesimpulan bahwasanya yang dia liat di balkon tadi memang benar nevano, Keira tidak berhalusinasi sama sekali

"sepertinya Samuel dan nevano sangat akrab!" timpal freya

"mereka itu teman pas masih kecil sebelum orang tua nevano kecelakaan setelah itu nevano pergi dan tidak ada kabar sama sekali lalu mereka bertemu kembali pas pesta kemarin" terangnya

suara Anna terdengar mulai menghilang dari pendengarannya ketika otaknya malah memikirkan peristiwa dirinya yang sengaja mencium Daniel, perasaan bersalah menyelimutinya, merasa telah mengkhianati nevano, padahal jelas-jelas mereka tidak memiliki hubungan apapun

1
Noviyanti
keren bunga mendarat
Helpdeskcs12 Hd
menarik
mantap Thor👍🏼
Rita Riau
keluarga egois,,, jgn" kematian ibu Keira ulah nya ibu angkat Keira 🤔🤭
Rita Riau
kurang asem bgt si Nevano,,, main sosor aja,,,jadi kalo dapat bogem itu sih wajar 🤭🙄
Rita Riau
perjodohan karena bisnis,,,dan nikah paksa🤔🤭
Rita Riau
mampir Thor 🙏🏼
Liswati Angelina
makin seru dan rumit ternyata
Noviyanti
bunga mendarat
Noviyanti
ceritanya keren semangat terus
💞Amie🍂🍃
Aku mampir kak, feedbacknya ya🤭
aprillia97: oke 👍
total 1 replies
Dian Lestari
Keira hidupnya terancam belajarlah ilmu beladiri sama menembak, jangan sok jago tapi ternyata nggak bisa apa2 selain nangis aja
Noviyanti
salam kenal, kita saling dukung dan bantu ya 🙏🙏😊
aprillia97: baik kak
total 1 replies
Nanik Lestari
Cengeng
Moonlight
lanjut trs thor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!