Novel ini mendapatkan hadiah kooperatif di event air mata pernikahan 3.
Rangga sengaja menikahi Cinta untuk membalaskan dendam atas kematian adiknya. Rafael, adik Rangga, memilih bunuh diri karena ditolak oleh Cinta.
Selama pernikahan, Cinta hanya mendapatkan kekerasan fisik maupun psikis. Semua itu, Rangga lakukan untuk memenuhi misi balas dendamnya.
Sampai kapankah Rangga melakukan KDRT pada Cinta? Apakah Cinta akan tetap bertahan dalam rumah tangga yang seperti neraka itu?
Jangan lupa tekan favorit sebelum lanjut baca. Terima Kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. Drama Arimbi
Rangga menghubungi Arimbi dan janjian akan bertemu di sebuah restauran. Dia akan menyelesaikan semua malam ini juga. Rangga keluar rumah tepat saat jam menunjukan pukul sebelas malam.
Cinta yang belum tidur, saat mendengar suara mesin mobil mengintip dari jendela. Tampak mobil Rangga yang meninggalkan halaman rumah.
Cinta berpikir Rangga pasti menemui Arimbi untuk bicarakan tentang kehamilan wanita itu. Terus terang Cinta masih ragu dengan ucapan suaminya yang mengatakan tidak pernah tidur dengan kekasihnya. Melihat Arimbi dan Rangga yang begitu mesra dan akrab, tidak mungkin mereka belum pernah melakukan hubungan.
Cinta menarik napas dalam. Dadanya terasa sesak. Ingin melepaskan semua ikatan ini, tapi dia belum bisa karena masih ada yang harus dia selesaikan. Cinta harus bisa membuktikan jika dirinya tidak bersalah atas kematian Rafael.
"Ya Tuhan, mulai hari ini aku ikhlas melepaskannya. Aku lepaskan walau dengan terpaksa. Aku janji akan mengikhlaskannya seluas aku mencintainya. Aku kembalikan lagi seluruh cintaku pada-Mu Tuhan. Sungguh aku percaya sudah kau atur sebaik-baiknya. Jika dia memang takdirku, biarlah semesta yang akan membawanya kembali padaku. Karena sekuat apa pun aku menggenggam jika dia bukan milikku, pasti akan terlepas juga. Namun, sejauh apapun kita melangkah jika dia memang jodoh kita, pasti akan dipertemukan kembali," gumam Cinta dalam hatinya.
Entah kenapa tiba-tiba Cinta teringat Farrel. Tidak tahu dari siapa, mantan kekasihnya itu bisa mengetahui nomor telepon selulernya. Saat ini Cinta telah memblokirnya. Walaupun Rangga tidak mencintainya, tapi dia tidak akan mengkhianati pria itu. Dia tidak ingin memulai hubungan di saat hubungan yang satu belum terputus.
Cinta naik ke ranjang dan mencoba memejamkan matanya. Dia sudah benar-benar ikhlas melepaskan Rangga untuk wanita lain. Tanpa bisa dia tahan, air mata jatuh membasahi pipinya.
"Aku menangis, bukan karena aku tak bisa meluapkan emosiku. Akan tetapi aku menangis karena betapa luar biasanya rasa yang aku dapat saat aku berusaha menahan segalanya untuk bersabar dan ikhlas, saat amarahku diatas puncak, kesedihan yang paling sedih adalah kesedihan yang tidak bisa aku ungkapkan dengan kata sedikitpun."
Di tempat lain, Rangga sedang duduk menunggu kedatangan Arimbi. Dia sedang memikirkan tentang bagaimana menghadapi Arimbi yang sangat licik.
Setengah jam menunggu, dia melihat Arimbi datang. Wanita itu memakai baju yang sangat seksi. Rangga melihatnya dengan dahi berkerut. Heran dengan penampilan Arimbi.
"Selamat malam, Sayang," ucap Arimbi dan mengecup pipi Rangga.
Wanita itu duduk di samping Rangga dan menyandarkan kepalanya di bahu pria itu. Dia lalu memeluk pinggang kekasihnya.
"Baru seminggu tidak bertemu, sudah seperti satu tahun. Sayang, aku mau kita lanjutkan hubungan ini lagi. Kamu pasti kemarin hanya bercanda'kan? Aku tidak bisa hidup tanpa kamu," ucap Arimbi manja.
Arimbi kemudian mengubah posisi duduknya, dia menggenggam tangan Rangga. Wanita itu berharap sentuhan darinya dapat meluluhkan hati pria itu.
"Sayang , aku benar-benar kesal dengan yang kamu lakukan! Kenapa kamu tiba-tiba memutuskan hubungan kita ini? Apa salahku?" tanya Arimbi.
Rangga diam saja dan tidak merespons semua ucapan Arimbi tersebut. Hal itu membuat mantan kekasihnya itu semakin emosi dan kesal.
"Apa kamu sudah bosan dengan hubungan kita, Rangga? Apakah kamu memang ingin berpisah dengan aku?" tanyanya lagi dengan nada yang sedikit lebih lembut.
"Iya, aku sudah bosan dan ingin berhenti dari hubungan ini" jawab Rangga dengan tegas.
"Tidak ...! Jangan katakan seperti itu, Sayang. Aku benar-benar sangat mencintaimu. Aku tidak bisa terima keputusan sepihak ini," ucap Arimbi dengan penuh rasa ragu.
"Aku sudah membuat keputusanku. Hubungan kita harus berakhir" kata Rangga dengan nada tegas dan mantap.
"Rangga, aku memohon padamu, jangan buang aku begitu saja. Aku menyayangimu dan akan melakukan apa saja untuk membuat hubungan kita lebih baik lagi. Tolong berikan aku satu kesempatan lagi," kata Arimbi dengan suara lirih dan meneteskan air mata.
Rangga melihat betapa sayangnya Arimbi padanya, tetapi dia merasa telah bertahan cukup lama dalam hubungan ini dan sudah waktunya untuk berpisah dan melanjutkan hidupnya masing-masing. Lagi pula Rangga sudah mulai mengetahui sifat asli wanita itu.
Tiba-tiba Arimbi berdiri dan langsung berlutut dihadapan Rangga. Mereka jadi pusat perhatian para pengunjung yang lain.
"Aku mohon Rangga, jangan putuskan hubungan ini. Aku telah banyak mengorbankan waktuku untukmu. Aku telah menolak banyak pria hanya untuk bersamamu, kenapa akhirnya kamu meminta hubungan ini berakhir. Katakan salahku padamu," ucap Arimbi memohon.
Rangga tampak menarik napas panjang. Dia mencoba menahan emosi dan amarahnya. Pria itu meminta Arimbi kembali duduk.
"Bangunlah, Arimbi! Kita akan jadi pusat perhatian jika kamu terus berlutut begitu. Lagi pula tidak ada yang bisa berubah. Semua telah menjadi keputusanku tidak akan berubah!" ucap Rangga tegas.
"Paling tidak berikan satu alasan, kenapa kamu memutuskan hubungan ini. Jika kamu tidak bisa katakan, aku tidak akan berdiri." Arimbi mencoba mengancam Rangga karena berpikir pria itu tidak memiliki alasan apa pun kecuali karena dia yang mulai tertarik dengan Cinta, istrinya.
"Aku tidak bisa meneruskan hubungan dengan orang pembohong seperti kamu!" Kembali Rangga bicara dengan tegas.
Akahirnya Arimbi berdiri mendengar ucapan dari Rangga. Dia memandangi pria itu tajam.
"Katakan padaku, apa kebohongan yang aku lakukan?" tanya Arimbi dengan suara tinggi.
"Kau telah berbohong pada Cinta dengan mengatakan jika kau sedang mengandung anakku. Apa kau tidak pernah berpikir, bagaimana bisa hamil jika kita saja tidak pernah melakukan hubungan badan!" ucap Rangga dengan penuh penekanan.
Arimbi tampak terkejut mendengar ucapan pria itu. Dengan penuh drama dia mengeluarkan air mata.
"Bukan aku yang berbohong, tapi Cinta istrimu. Aku tidak pernah mengatakan padanya jika aku hamil. Pasti itu hanya karangan dia saja. Mungkin dia ingin bebas darimu sehingga mengatakan kebohongan itu, agar dia memiliki alasan untuk minta cerai," ucap Arimbi dengan terbata karena menahan tangis.
Rangga tersenyum mendengar ucapan Arimbi. Dia tidak mengira jika wanita yang selama ini dia cintai adalah ratu drama.
...----------------...
arimbi:dibentak,diumban pelan,didorong sedikit lembut,dicium,disiram,lalu dibebas..walopun kekasihnya brsalah tetap dibalas sedikit lbh lembut drpda istri yg x bersalah
bukan nya td diawal cerita arimbi dibawa rangga ke rumah?? brt ini bukan pertemuan pertama donk...
cuma tetep ngga mau liat mm'pp mak ninggalin mak duluan 😭😭😭