Sreya berhasil mendapatkan seorang anak hasil dari ia mencuri benih pria yang menjadi idamannya. Ia ingin hidup bahagia bersama anak yang dilahirkan dan dibesarkannya dengan penuh perjuangan, namun takdir yang sangat rumit harus ia hadapi, dimana ia tidak bisa menghindari pertemuan dengan ayah kandung anaknya. Bagaimana kisah Aya? Ikuti kisah selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HAHA(H&F), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Banyak sekali masalah yang datang sebelum acara peresmian pembukaan hotel Gutama. Aya hampir saja menyerah karena tidak ada yang membantu memberikan solusi.
"Ganti ikannya, cari di supermarket secepat mungkin, jika tidak ada ganti dengan ikan yang lain" perintah Aya.
"Band nya sudah mengkonfirmasi bisa, mereka akan segera datang" sahut pegawai yang bertanggung jawab.
"Bagus, pengisi acara sudah tertangani, tinggal menunggu ikan dan tamu undangan, jika tidak akan ada yang datang, kamu berikan pengumuman di sekitar hotel untuk makan gratis di sini, kita ubah konsepnya" jelas Aya yang cepat mendapatkan solusi.
Aya sibuk mondar-mandir menyiapkan semua nya sendirian, tanpa bantuan event organization.
"Nona, kita mendapatkan ikannya, semuanya sangat segar" teriak pegawai dengan raut wajah bahagia.
Aya tersenyum lega, satu persatu masalahnya sudah teratasi.
Kini semuanya sudah siap, pengisi acara stand by dengan penyanyi serta MC nya, makanan sudah tersaji rapi di tempatnya, dan semua karyawan berkumpul bersiap menyambut tamu undangan yang hadir.
Selang beberapa menit masih belum ada juga tamu yang datang, kegelisahan Aya masih bisa ia pendam. Satu jam telah berlalu, semua khawatir karena menunggu terlalu lama.
"Siapkan pengeras suara, keluarkan sound nya, kita ubah acara hari ini menjadi pesta rakyat, sebarkan info makan gratis di hotel ini" minta Aya sesuai planning nya tadi.
Jinrua bersama keluarganya datang terlambat, Ia menanyakan kenapa pembukaan hotel ini sangat sepi, hanya ada pegawai hotel saja.
"Maafkan kehadiran kami sangat telat, kenapa mengeluarkan semua sound nya?" tanya Sizu.
"Kemana semua para tamu undangan? kenapa sepi sekali?" tanya Jinrua"
"Kebetulan kalian datang, cepatlah bantu aku, kita akan adakan pembukaan hotel di luar, konsep berubah total" jawab Aya yang sedang sibuk.
Jinrua membantu Aya menghubungi semua kolega untuk hadir meramaikan pembukaan hotel, namun hanya penolakan karena memang sudah ada acara nya sendiri.
Sizu menemani Yansi dan Sian untuk bermain bersama.
Pak Barni dan beberapa pegawai menyalakan mobil dengan musik keras, memberikan pengumuman berkeliling bahwa ada pembukaan hotel Gutama diadakan makan gratis.
"Selamat pagi, selamat siang tuan-tuan dan nyonya-nyonya, pembukaan resmi hotel Gutama, di isi oleh penampilan band dan makan gratis sepuasnya, hadirilah sekarang juga, kuota terbatas, ayo ayo ayo, kuota terbatas" teriak pak Barni melalui pengeras suara.
Mereka juga melewati kantor Meda, sehingga ada sedikit kegaduhan karena waktu menjelang makan siang dan ada makan gratis. Karyawan di kantor Meda membicarakannya sedikit heboh hingga Meda pun ikut mendengarnya.
"Woi ada makan gratis, kita kesana yuk, tempatnya di hotel tua di persimpangan jalan itu, lumayan kan mengisi perut tanpa mengeluarkan uang" ajak karyawan yang mendengar pengumuman pak Barni tadi.
Di dalam ruangan Meda, "Ada acara di sana dan aku tidak di undang" gumam Meda lirih tersenyum kecil.
Lalu ia memesan karangan bunga dengan ukuran yang besar, "Tolong kirimkan ke hotel Gutama sekarang juga" pesan Meda melalui telepon. Ia segera menuju ke sana berniat mengucapkan selamat atas pembukaan hotel Aya.
Saat Meda keluar dari ruangannya, semua karyawan terdiam dari kegaduhan sesaat.
"Kenapa kalian diam, tidak mau ke pembukaan hotel di persimpangan itu?" tanya Meda mengajak dan mengijinkan semua karyawan nya untuk menghadiri acara makan gratis di hotel Aya.
"Apakah kami boleh ke sana?" tanya salah satu karyawan.
"Cepatlah ke sana, jika tidak mau kehabisan makanan gratis" canda Meda pada karyawan itu.
Dengan cepat semua bergegas ke pembukaan hotel Aya.
Meda pun ikut serta juga ke sana, hendak melihat kerja keras Aya dalam menolak tawaran menjual hotel nya.
Saat sampai di lokasi, sudah banyak tamu yang datang untuk menikmati makanan mewah cuma-cuma yang diberikan oleh Aya.
Usaha pak Barni tidak sia-sia dalam memikat orang untuk ikut meramaikan acara pembukaan hotel. "Non Aya kita berhasil sudah banyak yang datang sekarang" ucap pak Barni lega.
"Benar pak, tidak masalah jika harus mengeluarkan uang untuk pembukaan ini, walaupun tidak ada tamu spesial yang datang saya sudah senang semua makanan yang kita hidangkan tidak terbuang sia-sia" sambung Aya juga merasa lega.
"Kata siapa tidak ada tamu yang spesial, apakah kalian tidak menyambutku?" sela Meda yang sudah datang tidak lama setelah kembalinya pak Barni di hotel.
"Berani nya kamu datang ke sini, tidak ada undangan yang ku kirim kepada mu dan satu lagi, sudah saya tekan kan bahwa hotel ini tidak akan di jual pada siapapun" jawab Aya yang tidak suka dengan kedatangan Meda.
"Saya mendapatkan undangan untuk menikmati hidangan gratis di sini, saat di umum kan tidak ada kata yang melarang ku datang ke sini, benar kan pak?" tekan Meda pada pak Barni yang tadi berkeliling memberikan pengumuman.
"Hari ini adalah hari bahagia untuk ku, jadi silahkan menikmati hidangan dan segera pergi dari sini" usir Aya.
"Tidak menjamu tamu dengan baik adalah salah satu faktor kenapa tempat penginapan tidak berkembang" sindir Meda.
"Silahkan anda pergi dari sini jika ingin membuat keributan dengan saya" usir Aya lagi
"Tidak ramah dengan tamu juga menjadi faktor penting" ucap Meda memancing kemarahan Aya.
Aya menarik Meda menjauh dari keramaian dan memberikan penjelasan pada Meda, jika ia terus saja memancing emosi ia akan memanggilkan security dan di proses secara hukum.
"Kenapa saya suka melihat anda marah seperti ini" goda Meda di depan Aya.
Karena tidak tahan dengan ucapan provokasi Meda, hampir saja cap tangan nya membekas di pipi Meda. Namun kecepatan tangan Meda untuk menahan lebih cepat sehingga kejadian itu bisa terhindarkan.
"Nona, jika anda main fisik seperti ini lagi, saya bisa membalasnya dengan lebih kejam" bisik Meda di telinga Aya.
"Jangan kira saya takut dengan ancaman sepele seperti ini, lepaskan" ronta Aya yang lengan nya masih di pegang erat oleh Meda.
"Saya akan sangat menunggu anda menjual hotel ini kepada saya" bisik Meda melepaskan lengan Aya.
"Akan saya buktikan hotel ini akan berjaya seperti sebelumnya, dan anda akan sangat kelelahan menunggu"
Percakapan empat mata dengan penuh amarah terhenti karena para tamu dikejutkan dengan karangan bunga yang sangat besar ke hotel Aya.
"Siapa yang mengirim nya, besar sekali"
"Pasti mahal, aku akan mengamankannya"
"Aku juga ingin membantu meletakkan nya"
"Saat melihatnya, jangan sampai terkejut" petuah Meda pada Aya yang pergi meninggalkan nya untuk melihat karangan bunga yang di kirim oleh kurir ke hotel nya.
Meda mulai merasa tertarik dengan Aya yang selalu membenci nya. Amarah nya yang terluapkan memancarkan kecantikan yang berkarisma membuat hidup Meda terang lagi setelah permasalahan nya dengan Sintya sebelum nya.
pliss lanjut ceritanya dong Thor 🙏🏻🥰