Follow FB Author : Novel by Anny/ Anny Djumadi
Penyesalan selalu datang belakangan. Inilah yang berlaku buat si cantik Anggita. Karena percaya dirinya yang terlalu tinggi dia berusaha menggapai cinta Byantara, seorang CEO yang dingin dan kejam. Anggita berpikir dengan segala yang dimilikinya dia akan membuat Byantara akan mencintainya suatu hari. Tapi apa yang terjadi ketika ayah Byantara yang selalu menginginkan Anggita sebagai menantunya itu akhirnya meninggal? Anggita sama sekali sudah tidak memiliki orang yang berpihak padanya. Anggita harus pergi dari kehidupan Byantara bahkan membawa benih yang tidak pernah diakui Byantara.
Bagaimana perjalanan hidup Anggita selanjutnya? Buat yang penasaran ayo lanjut baca, ditunggu dukungan komentar, like dan votenya.
Semoga terhibur selalu, walau ceritanya akan menguras emosi🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anny Djumadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu seseorang
"Ayo", ajak Samuel menuju ke arah mobilnya setelah mereka berada di halaman Mansion.
"Memang mau difoto di mana?", tanya Anggita agak ragu, ketika melihat Samuel menuju ke arah mobil, Anggita pun mengambil kesimpulan kalau mereka akan foto di luar Mansion.
"Bukankah di Mansion nenek Tang saja banyak tempat yang indah, seperti taman yang banyak ditanam strawberry itu?", sambung Anggita yang malas keluar. Sejak Anggita bekerja dan tinggal di Mansion nenek Tang, Anggita sudah tidak pernah ke kota lagi. Anggita tidak ingin bertemu orang yang mengenalinya, dia tidak mau ada yang melaporkan pada Byantara mengenai keberadaannya. Sebenarnya Anggita bukan takut pada Byantara, Anggita hanya khawatir kalau Theo akan kena masalah karena sudah menolongnya.
Memang letak Mansion nenek Tang agak jauh dari kota, jadi selama ini paling jauh Anggita hanya ke pasar di wilayah itu saja. Itupun yang terjangkau dengan berjalan kaki saja.
********
"Wah kita memang cocok! Aku memang berniat membawa mu dan Benji ke sana untuk membuat foto!", ujar Samuel tersenyum, Samuel merasa senang ternyata Anggita sependapat dengannya kalau taman yang ada pohon strawberry itu cocok sebagai tempat foto, apalagi memang saat ini sedang berbuah banyak.
"Kalau begitu mengapa Tuan Samuel tidak menuju ke sana, jangan bilang kalau Tuan Samuel lupa letak taman strawberry itu?", ujar Anggita sambil menunjuk ke arah yang berlawanan.
"Kau terlalu menghina ku Gita! Dengan mata ditutup saja aku tahu tempatnya. Tempatnya indah, tentu harus ditunjang objeknya yang juga bagus. Aku serius mengikuti lomba ini dan mengincar juara. Sebelum difoto, aku ingin membelikan kau dan Benji baju couple(pasangan)", ujar Samuel menerangkan.
Mendengar itu Anggita langsung terdiam sejenak, Anggita berpikir bagaimana dia harus menolak keinginan Samuel. Anggita yakin kalau untuk membeli barang seperti itu, dapat dipastikan Samuel pasti ke kota.
"Tapi... aku masih punya baju sendiri Tuan Samuel", jawab Anggita ragu, karena boleh dibilang dia sudah jarang membeli baju, bajunya yang bagus sudah dia tinggal di Mansion Darmawan, dan selama ini Anggita lebih banyak membeli secara online.
"Tapi kau kan tidak punya baju couple dengan Benji ?", tanya Samuel.
"Iya, tidak punya", sahut Anggita menggelengkan kepalanya.
"Atau nanti aku beli online saja Tuan Samuel, biar tidak merepotkan!", usul Anggita lagi.
"Sudah, kau turuti aku saja, aku sebenarnya malah harus membayar kalian, karena meminta kau dan Benji menjadi model ku, jadi sudah sewajarnya kalau aku membelikan baju couple untuk kalian berdua. Ayo kita ke kota sekarang, mumpung masih pagi!", ujar Samuel yang tidak setuju kalau Anggita membeli secara online.
Anggita menghela nafas ragu. Aduh bagaimana kalau aku bertemu dengan orang yang mengenal ku? Kalau si kejam itu sih gak mungkin ke tempat pembelanjaan, pikir Anggita ragu.
Tuan Samuel ini sikapnya juga nyebelin, sukanya maksa, gak beda jauh sama mas Byan, pikir Anggita kesal dan bingung mencari alasan untuk menolak Samuel. Bertambah tidak bisa ditolak lagi ketika Benji langsung menggoyang-goyangkan tangan Anggita memohon.
"Benci(Benji) mau ke kota. Kata kak Hani kota banyak mainan!", ujar Benji dengan mata berbinar-binar.
"Ayo ma, naik mobil, Benci mau naik mobil", pinta Benji. Jarang sekali Benji mau berbicara sepanjang itu dan ketika menatap mata Benji , Anggita langsung merasa tidak tega, selama ini memang Benji tidak pernah dibawa jalan-jalan ke kota. Sampai di usia hampir empat tahun, Benji hanya bermain di sekitar mansion nenek Tang saja, paling jauh Anggita hanya membawa Benji ke pasar.
"Baiklah Tuan Samuel", jawab Anggita mengangguk pasrah.
Samuel langsung tersenyum puas sambil membuka pintu mobil.
"Ayo Benji di depan, biar bisa melihat pemandangan, perjalanan lumayan jauh!", ujar Samuel yang membuat Benji langsung berteriak senang. "Hole (Hore)", sedangkan Anggita merasa lega, dia tetap merasa segan kalau harus duduk di samping Samuel.
Samuel memang cerdas, Samuel tahu kalau untuk mendekati Anggita, pertama yang harus didekati adalah Benji.
*********
Sella sudah kebingungan ketika jadwal fotonya sudah selesai, padahal hari masih pagi. Memang akhir-akhir ini job nya agak berkurang, apalagi Byantara sudah tidak mensupport Sella lagi atas permintaan Sella sendiri yang mengira dia sudah sanggup berdiri sendiri.
Sella ingin menunjukkan kalau tanpa Byantara dia juga bisa sendiri, agar Byantara bisa lebih menghargainya. Sella yang mengira dia sudah terkenal, berpikir kalau tanpa bantuan Byantara tidak masalah lagi. Sella benar-benar tidak pernah menyangka saat Byantara sudah tidak mensupport nya lagi, jobnya menjadi sepi.
Ah..malas banget, mau ke mana? Kalau pulang nanti si nenek sihir cerewet banget, tiap hari ngajarin bagaimana agar hubungan dengan suami baik dan cepat punya anak. Memang aku cuman dianggap pabrik anak saja. Dasar anaknya saja yang tidak normal dan terlalu berlebihan! Cuman gak pera*wan saja dibikin masalah. Padahal jaman sekarang, hal itu sudah biasa. Ngatain aku barang bekas, dia juga sudah bekas!, gerutu Sella dalam hati yang masih kesal pada Byantara kalau mengingat kejadian tadi pagi.
"Halo Nona Sella", sapa seorang pria berkisar empat puluh tahunan yang membuat lamunan Sella buyar seketika.
"Maaf, ini dengan...?", tanya Sella yang merasa tidak terlalu mengenal pria di depannya itu. "Perkenalkan nama saya Steven, saya General Manager Perusahaan Tang yang menggunakan nona Sella sebagai ambassador kami. Saya mengagumi nona, bolehkah saya mengajak nona sekedar untuk ngobrol dan minum ?", tanya Steven. Sella yang sedang malas pulang, akhirnya mengiyakan ajakan Steven.
Daripada aku pulang cepat, mengapa aku tidak mengiyakan ajakan pria ini saja. Anggap saja untuk kepentingan bekerja, setidaknya aku bisa mengisi waktu, lagipula dia adalah pengagum ku. Aku benar-benar sudah capek dihina si Byan terus, padahal masih banyak lelaki yang tertarik pada ku, pikir Sella yang akhirnya mengangguk dan membuat Steven tersenyum senang.
"Tapi sebaiknya di tempat ramai ya", ujar Sella yang masih trauma dengan kejadian dulu.
"Baik nona Sella, terimakasih sudah mau memenuhi permintaan ku", sahut Steven dengan sopan.
*********
Sudah lama sekali Anggita tidak pernah menginjakkan kakinya di tempat pembelanjaan yang ramai. Anggita merasa Mall yang dia kunjungi itu sudah banyak berubah dekorasinya, sudah tidak seperti dulu saat dia masih sering mengunjungi tempat itu.
Sedangkan Benji sempat terdiam menyaksikan Mall yang besar itu, maklum saja sejak kecil Anggita tidak pernah mengajak Benji ke tempat seperti ini.
"Mama ini istana?", tanya Benji bingung. Benji hanya tahu kalau istana itu sangat besar dari film-film yang pernah dia tonton.
"Bukan Benji, ini namanya Mall, tempat buat beli-beli barang", ujar Anggita menjelaskan.
"Lho memang selama ini kau tidak pernah membawa Benji ke Mall?", tanya Samuel tidak percaya.
"Tidak pernah, kebetulan tidak ada keperluan untuk ke tempat seperti ini Tuan Samuel", alasan Anggita.
"Tapi..", belum selesai Samuel berkata, tiba-tiba seseorang memanggil nama Samuel dari belakang. Samuel memang mudah dikenal karena memiliki tubuh yang tingginya over itu, kalau sedang berada di Indonesia.
Anggita merasa bersyukur, karena terhindar dari pertanyaan Samuel, tetapi betapa kagetnya Anggita ketika melihat pasangan lelaki yang memanggil Samuel itu adalah perempuan yang dia kenal.
Bersambung............
emang iblis
novel kalian ku akui bagus tapi sangat2 tidak adil dan egois
ini buktinya
*pelakor kalian laknat dan binasakan tapi pebinor kalian puja2 dan semua perbuatannya kalian benarkan, padahal faktanya samue dan The banyak melakukan kesalahan fatal dan licik, samuel mendekati istri orang hingga membuat fitnah dan salah paham (aslinya samuel dan theo biang masalah) licik, bersikap baik dan menolong punya maksud licik ingin membuat salah paham dan akhir bisa mendekati istri orang (buktinya samuel dan theo melakukanya)
*intraksi suami dengan wanita lain kalian laknat dan pandang menjijikan tapi intraksi istri dengan pria lain kalian bela dan benarkan dengan alasan nolong lah, padahal faktanya samuel tidak ikhlas bantu Gita, sampai ada maunya, samu licik ingin membuat rumah tangga Gita hancur dan dia bisa merebut Gita
*kesalahan byan semua sudah pasti tau, dan kalian tegas itu kesalahan fatal dan kalian buat byan dapat karma, dia menyesal, dan berjuang sangat keras untuk mendapat kesempatan (adilkan) tapi ini semua kesalahan Gita kalian tutup mata dan kalian benarkan semuanya
binatang aja ada yg punya hati lho
apa Gita akan tenang2 aja krn merasa itu sbg perhatian Byan ?
padahal itu sudah pelecehan ....
hadeeeuuh ... Gita ini banyak banget dilecehkan yaaa ... tp krn Byan yg melakukan, jd dianggap oke2 aja ....
gedeg banget sama sosok Byan ... dan pada akhirnya Byan pun bahagia krn pelecehan2 yg dilakukannya berhasil membuat Gita menjadi istri ....
dan Gita sbg orang yg dilecehkan pun tersenyum bahagia ...
huehuehe ....
udah tindakannya malam itu melecehkan Gita ...
trus pertanyaan "anak siapa" ... itu juga pertanyaan melecehkan .... dlm arti, dia menganggap Gita wanita yg tidur dgn banyak laki2 ...
hadeeeuuuh .... dan Gita tetep santai aja ... "cuma marah sebentar" ... dan trus luluh ... 🤦♀️
gak ada ucapan terimakasih ?????
ck..ck..ck...
beneran Byan ini manusia gak ada akhlak ya ...
dan ternyata manusia spt itu yg dipilih Gita ...
gak ada empatinya liat kondisi Gita ... cuma gara2 cemburu sama Samuel ...
gak ada terimakasih nya juga ke Samuel .. padahal udah dibantu ..
beneran pengen Byan tuh sengsara deh ...