NovelToon NovelToon
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Tianxu, setiap orang terlahir dengan kemampuan menyerap Qi untuk berkultivasi. Namun Xiao Yun, bocah yatim dari Desa Kabut, lahir tanpa memiliki Qi sedikit pun dan hidup sebagai bahan hinaan seluruh desa.
Setelah kakek angkatnya meninggal, Xiao Yun bertahan hidup seorang diri dengan mencari tanaman obat di Hutan Terlarang. Hingga suatu hari, sebuah kecelakaan membawanya ke Lembah Iblis — tempat ia bertemu roh petapa kuno bernama Luo Hai.
Tanpa disadari siapa pun, di dalam tubuh Xiao Yun tersegel kekuatan kuno bernama Nadi Kekosongan, kekuatan terlarang yang bahkan ditakuti langit.
Dari bocah tanpa Qi yang dipandang sampah, Xiao Yun memulai perjalanan untuk mengguncang dunia kultivasi.

{ Update setiap hari }

Mohon dukungannya 👍🏻⭐🔁

Terima kasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.29 — Pemimpin Kawanan

Seekor luka panjang segera terbuka di sisi tubuh Serigala Bulan Perak ketika bilah Pisau Naga Kuno melintas dengan cepat. Darah segar memercik ke tanah, sementara hewan iblis itu mengeluarkan raungan kesakitan yang menggema di antara pepohonan sebelum akhirnya melompat mundur beberapa langkah sambil memperlihatkan taringnya. Pemandangan itu membuat beberapa pemburu tercengang. Mereka sama sekali tidak menyangka seorang bocah seusia Xiao Yun mampu menghadapi Serigala Bulan Perak dengan ketenangan seperti itu, bahkan berhasil melukai lawannya dalam pertarungan jarak dekat.

"Bagus," ucap Luo Hai dengan nada puas. "Jangan berhenti."

Ucapan singkat itu membuat Xiao Yun tetap menjaga fokusnya. Pertempuran tidak memberi kesempatan sedikit pun untuk lengah. Kawanan serigala kembali bergerak, menerjang dari berbagai arah tanpa henti. Meskipun mereka hanya Hewan Iblis Tingkat Rendah, jumlah yang begitu banyak membuat tekanan yang mereka ciptakan jauh lebih berbahaya daripada seekor lawan yang kuat. Formasi para pemburu mulai diuji oleh gelombang serangan yang datang silih berganti.

Tidak lama kemudian, sebuah jeritan kesakitan terdengar dari sisi kiri formasi. Seorang pemburu mencengkeram bahunya yang tercabik cakar serigala, sementara pemburu lain tersungkur setelah betisnya digigit hingga darah mengalir membasahi tanah. Aroma darah yang semakin pekat memenuhi udara, dan bau itu justru membangkitkan keganasan kawanan Serigala Bulan Perak.

AUUUUUUUUUUU!!!

Lolongan panjang kembali menggema, disusul gerakan kawanan yang berubah jauh lebih agresif. Mereka tidak lagi sekadar menguji pertahanan para pemburu, melainkan mulai menyerang secara bertubi-tubi seolah ingin merobek formasi itu dalam satu gelombang serangan.

Xiao Yun menarik napas pendek sambil menghindari gigitan seekor serigala yang melompat ke arahnya. Tubuhnya berputar ringan mengikuti gerakan lawan, lalu tanpa membuang kesempatan sedikit pun ia mengayunkan Pisau Naga Kuno ke arah kepala serigala lain yang mencoba menerkam dari samping.

SRAK!

Ujung bilahnya menembus mata lawan. Serigala itu langsung roboh dan berguling di atas tanah sebelum akhirnya berhenti bergerak.

Walaupun berhasil menjatuhkan beberapa lawan, napas Xiao Yun mulai terasa berat. Dada kecilnya naik turun dengan cepat. Inilah pertarungan paling panjang sekaligus paling melelahkan yang pernah ia alami sejak meninggalkan Desa Kabut.

Pada saat itulah suara Luo Hai terdengar dengan nada yang jauh lebih serius daripada sebelumnya.

"Hati-hati."

Xiao Yun langsung meningkatkan kewaspadaannya.

"Apa yang terjadi, Guru?"

Luo Hai tidak segera menjawab. Tatapannya hanya tertuju ke arah pepohonan yang mulai diselimuti bayangan senja, sementara kedua matanya perlahan menyipit.

"Akhirnya muncul."

Kalimat itu membuat Xiao Yun ikut menoleh ke arah yang sama.

Dari balik bayangan hutan, seekor serigala perlahan melangkah keluar. Langkahnya tenang dan mantap, sama sekali tidak terburu-buru. Tubuhnya hampir dua kali lebih besar daripada Serigala Bulan Perak biasa, dengan bulu perak yang berkilau seperti logam di bawah cahaya senja. Sepasang matanya berwarna hijau terang menyerupai batu giok, memancarkan ketenangan yang justru terasa jauh lebih mengerikan daripada keganasan serigala lain.

Begitu sosok itu muncul, seluruh kawanan serigala langsung mundur beberapa langkah dan membuka jalan tanpa diperintah.

Han Wei sontak memucat.

"Itu..."

Salah seorang pemburu menelan ludah dengan susah payah.

"Pemimpin kawanan..."

Xiao Yun ikut merasakan tekanan yang sama. Serigala itu tidak mengaum ataupun menunjukkan sikap ganas, tetapi justru karena ketenangannya itulah hawa berbahaya yang dipancarkannya terasa semakin kuat.

"Itu bukan serigala biasa," kata Luo Hai pelan. "Itu adalah Pemimpin Kawanan Serigala Bulan Perak."

Tatapan Xiao Yun tidak pernah lepas dari sosok tersebut. Naluri bertahannya terus memberi peringatan bahwa lawan di hadapannya jauh berbeda dari seluruh serigala yang telah mereka hadapi. Makhluk itu bukan hanya lebih kuat, tetapi juga jauh lebih cerdas.

Anehnya, pemimpin kawanan tidak langsung menyerang. Ia hanya berdiri diam sambil mengamati setiap orang yang berada di hadapannya, seolah sedang memilih mangsa yang paling layak untuk diterkam lebih dahulu.

Tiba-tiba sebuah jeritan memecah ketegangan.

"AAAHHH!"

Seorang pemburu muda kehilangan keseimbangan lalu jatuh terduduk. Dalam sekejap seekor Serigala Bulan Perak langsung menerjang ke arahnya. Pemuda itu membeku karena ketakutan hingga bahkan tidak sempat mengangkat senjatanya.

Tanpa berpikir panjang, Xiao Yun bergerak.

Ia mengerahkan seluruh kekuatan tubuhnya dan melesat secepat mungkin menuju pemburu muda itu, lalu menabrakkan tubuhnya tepat sebelum taring serigala mencapai sasaran.

BRUK!

Keduanya terguling beberapa kali di atas tanah.

Pada saat yang sama, taring serigala menghantam tanah keras tepat di tempat mereka berdiri sesaat sebelumnya hingga tanah dan batu kecil beterbangan.

Pemburu muda itu terengah-engah. Wajahnya pucat pasi karena baru saja lolos dari maut.

"A-aku..."

Xiao Yun segera menarik lengannya hingga berdiri kembali.

"Jangan membeku saat bertarung."

Pemuda itu mengangguk berkali-kali. Ketakutan di wajahnya perlahan berubah menjadi rasa syukur, sementara tatapannya kepada Xiao Yun dipenuhi rasa terima kasih yang tulus.

Han Wei yang menyaksikan semua itu tidak dapat menyembunyikan kekagumannya. Di tengah kekacauan seperti ini, bocah tersebut bukan hanya memiliki keberanian, tetapi juga mampu mempertahankan ketenangan dan mengambil keputusan dengan cepat demi menyelamatkan orang lain.

Meskipun keberanian Xiao Yun berhasil menyelamatkan salah seorang anggota kelompok, keadaan mereka sama sekali belum membaik. Matahari sudah hampir tenggelam di balik deretan pepohonan pinus, membuat cahaya senja perlahan memudar dan bayangan hutan menjadi semakin panjang. Di berbagai sisi medan pertempuran tampak beberapa Serigala Bulan Perak terkapar akibat luka, sementara sejumlah pemburu juga mengalami cedera dengan tingkat yang berbeda-beda. Meski demikian, jumlah kawanan masih terlalu banyak untuk dihadapi secara langsung, dan yang paling mengkhawatirkan adalah sosok yang sejak tadi hanya berdiri mengamati tanpa sekali pun ikut bertarung.

Pemimpin Kawanan Serigala Bulan Perak akhirnya mulai melangkah maju.

Satu langkah.

Dua langkah.

Tiga langkah.

Setiap pijakan kakinya terasa begitu berat hingga suasana di sekitar berubah semakin menekan. Kawanan serigala yang semula mengepung para pemburu segera membuka jalan dengan patuh. Tidak seekor pun berani menghalangi jalur pemimpinnya. Sepasang mata hijau terang milik makhluk itu perlahan menyapu seluruh kelompok Han Wei, mengamati mereka satu per satu, sebelum akhirnya berhenti tepat pada sosok Xiao Yun.

Untuk sesaat, seluruh Hutan Pinus Utara seakan tenggelam dalam kesunyian.

Luo Hai menyipitkan mata, lalu berkata dengan suara rendah namun penuh penegasan,

"Hati-hati."

"Yang sesungguhnya baru akan dimulai."

Xiao Yun mempererat genggamannya pada Pisau Naga Kuno. Tatapannya bertemu langsung dengan mata sang pemimpin kawanan, dan saat itulah ia memahami bahwa pertarungan yang baru saja mereka lalui hanyalah pembuka. Lawan yang benar-benar berbahaya kini berdiri beberapa langkah di hadapannya.

Tanpa memberikan tanda apa pun, seekor serigala menerjang dengan kecepatan tinggi. Cakar tajamnya menyambar lurus ke arah wajah Xiao Yun.

Namun Xiao Yun tidak lagi panik.

Di dalam benaknya terngiang jelas ajaran Luo Hai.

Tetap tenang.

Jangan membuang tenaga.

Cari celah.

Tubuhnya segera berputar ke samping dengan gerakan yang ringkas. Serangan itu melintas hanya beberapa inci dari wajahnya. Begitu lawannya mendarat, Xiao Yun langsung memanfaatkan momen singkat tersebut untuk melangkah maju.

Pisau Naga Kuno memancarkan kilatan dingin.

SRAK!

Darah kembali memercik.

Sesaat setelah itu, suasana di seluruh Hutan Pinus Utara berubah menjadi sunyi dengan cara yang terasa menyesakkan. Lolongan yang sejak tadi memenuhi udara mendadak menghilang. Kawanan serigala pun tidak lagi menyerbu secara membabi buta. Semua perhatian kini tertuju pada satu sosok yang berdiri paling depan.

Pemimpin Kawanan Serigala Bulan Perak.

Makhluk bertubuh besar itu berdiri sekitar beberapa puluh langkah di depan kelompok Han Wei. Otot-otot di balik bulu peraknya tampak padat dan kokoh, sementara cahaya senja yang semakin redup memantulkan kilau logam pada bulunya. Sepasang mata hijau terang menatap mangsanya tanpa sedikit pun memperlihatkan emosi.

Di belakangnya, puluhan Serigala Bulan Perak tetap berjaga dalam diam. Tidak satu pun bergerak maju. Mereka seolah hanya menunggu aba-aba dari pemimpinnya.

Han Wei menggenggam tombaknya semakin erat hingga buku-buku jarinya memutih. Keringat dingin membasahi dahinya. Selama bertahun-tahun menjadi pemburu, ia telah berkali-kali menghadapi Hewan Iblis, tetapi sangat jarang berhadapan dengan pemimpin kawanan seperti ini.

"Makhluk itu berbeda," gumam salah seorang pemburu.

Tidak ada yang membantah.

Semua orang dapat merasakan tekanan yang sama.

Xiao Yun tetap berdiri di garis terdepan. Pisau Naga Kuno masih berada dalam genggamannya, sementara pandangannya tidak pernah meninggalkan sosok pemimpin kawanan.

"Guru," bisiknya di dalam hati. "Seberapa kuat makhluk itu?"

Luo Hai mengamatinya beberapa saat sebelum menjawab dengan tenang,

"Lebih kuat daripada seluruh kawanan di sini."

Xiao Yun mengerutkan kening.

"Namun," lanjut Luo Hai, "ia belum benar-benar mencapai tingkat berikutnya. Kalau tidak, kalian semua sudah mati."

Xiao Yun menarik napas panjang. Jawaban itu memang tidak menghilangkan kegelisahannya, tetapi setidaknya masih memberi secercah harapan bahwa lawan tersebut belum berada pada tingkatan yang mustahil untuk dihadapi.

Tiba-tiba pemimpin kawanan kembali melangkah maju.

Satu langkah.

Dua langkah.

Lalu...

SWOOOSH!

Tubuhnya lenyap dari tempat semula.

Mata seluruh pemburu langsung membelalak.

Terlalu cepat.

Dalam sekejap, makhluk itu sudah muncul di dekat salah seorang pemburu dengan taring yang langsung mengarah ke leher korbannya.

"Awas!" teriak Han Wei.

Tanpa berpikir panjang, Han Wei menerjang sambil mengayunkan tombaknya dari samping.

CLANG!

Benturan keras itu berhasil mengubah arah gigitan serigala, tetapi kekuatan yang diterimanya begitu besar hingga tubuh Han Wei terdorong mundur beberapa langkah.

Ekspresinya berubah semakin serius.

"Semua tetap waspada!" teriaknya lantang.

Kini tidak seorang pun lagi meragukan betapa berbahayanya pemimpin kawanan tersebut.

Akan tetapi, makhluk itu tidak melanjutkan serangannya. Ia hanya mundur beberapa langkah, lalu kembali berdiri sambil mengamati kelompok Han Wei, seolah sedang memainkan mangsa sebelum memberikan serangan berikutnya.

Xiao Yun memperhatikan semua gerakan itu dengan saksama. Ia tidak gegabah maju, juga tidak terburu-buru menyerang. Pengalaman menghadapi Harimau Api Bermata Emas masih begitu jelas di dalam ingatannya. Ia memahami bahwa lawan yang jauh lebih kuat tidak mungkin dikalahkan hanya dengan keberanian.

"Bagus," kata Luo Hai. "Kau mulai berpikir."

Xiao Yun tetap mengamati lawannya tanpa berkedip. Ia memperhatikan cara makhluk itu menapak, arah pandangannya, posisi tubuhnya setiap kali berhenti, hingga pola serangan yang digunakan. Semakin lama ia mengamati, semakin jelas pula sesuatu yang mulai disadarinya.

"Makhluk itu selalu melihat titik lemah terlebih dahulu," gumam Xiao Yun.

Luo Hai tersenyum tipis.

"Kau menyadarinya."

Pemimpin kawanan memang tidak menyerang secara sembarangan. Ia selalu memilih sasaran yang paling rentan, lalu melancarkan serangan dengan kecepatan mematikan. Itulah yang membuatnya jauh lebih berbahaya dibandingkan Serigala Bulan Perak biasa.

Tiba-tiba sepasang mata hijau terang itu kembali bergerak.

Tatapannya berhenti tepat pada Xiao Yun.

Jantung Xiao Yun berdetak semakin cepat.

Detik berikutnya...

SWOOOSH!

Pemimpin kawanan kembali menerjang.

Kali ini sasarannya adalah Xiao Yun.

Tanpa membuang waktu, Xiao Yun mengerahkan seluruh kekuatan tubuhnya lalu melompat ke samping.

CRAAK!

Cakar tajam serigala menghantam tanah hingga meninggalkan bekas yang dalam.

Namun sebelum Xiao Yun sempat mendarat dengan sempurna, ekor besar lawannya sudah menyapu dari arah samping.

BRUK!

Benturan keras membuat tubuh Xiao Yun terpental beberapa meter. Meski berhasil menahan sebagian besar kekuatannya, lengannya tetap terasa nyeri saat menghantam tanah. Debu beterbangan memenuhi udara.

"Xiao Yun!" teriak Han Wei.

Namun Xiao Yun segera bangkit kembali. Ia menggertakkan gigi sambil mengabaikan rasa sakit di lengan kirinya.

"Jangan kehilangan fokus," ucap Luo Hai.

Xiao Yun mengangguk pelan. Kali ini ia kembali mengamati lawannya dengan pikiran yang jauh lebih tenang. Setiap kali pemimpin kawanan menyerang, ia berusaha membaca ritme gerakan tersebut. Sedikit demi sedikit, pola serangan lawannya mulai terlihat jelas di matanya.

Pada saat itulah sesuatu yang aneh terjadi.

Pisau Naga Kuno yang berada dalam genggamannya tiba-tiba bergetar pelan. Getarannya begitu halus hingga nyaris tidak terasa, tetapi Xiao Yun tetap menyadarinya.

Ia menundukkan pandangan sesaat.

Tatapannya tertuju pada ganggang pisau yang berbentuk kepala naga kuno.

Untuk sepersekian detik, cahaya samar muncul pada kedua mata ukiran naga itu.

Cahayanya sangat singkat.

Lalu menghilang begitu saja.

Xiao Yun membeku.

"Apa itu?" gumamnya lirih.

Namun keadaan di medan pertempuran sama sekali tidak memberinya waktu untuk mencari jawabannya.

...BERSAMBUNG...

1
asri_hamdani
Sepertinya tidak ada paragraf yang menceritakan kemunculan tanda hitam tersebut
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: terima kasih koreksinya🙏🏻
kesalahan teknis auto koreksi keypad nya menyala,jeleknya keyboard handphone. 😅

segera di revisi.
total 1 replies
asri_hamdani
Sepertinya ada paragraf yang kurang.🤔
asri_hamdani
Ada yang aneh. Apa sebabnya dia jatuh kedalam jurang 🤔. Kesandung kelereng atau terpeleset 🤔?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: ada yg tertinggal di notepad sudah di revisi kak.

makasih sudah di koreksi 🙏🏻
total 1 replies
Jojo Shua
up
Jojo Shua
7
Arinto Ario Triharyanto
muter-muter terus Thor, tinggal pake warisan, satset satset beres
Arinto Ario Triharyanto
lama, muter-muter mulu
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
ujian nya adalah pilihan
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
sama kek berapa waktu kah ini?
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Jejak
𝐀⃝🥀ᴀʟᴇᴀˢ⍣⃟ₛ
gmn nasibmu stelah ini Xiao Yun ,ngeri juga ya masuk ke lembah iblis
☠️⃝✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᎪℓ☘𝓡𝓳
aku kasih vote ya kk, semangat berkarya kk
☠️⃝ вͬяͦσᷤηᷠιͣк🏀zc❖
best
THE GIRL COOL😑
cerita panjang banget jirrr😭
Ney
aku hadir
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: makasih 🙏🏻
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
jejak jejak...
Yun ada kaitannya sama tokoh sblm nya nggak sih?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: gak ada
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!