NovelToon NovelToon
Cinta Dari Tuan Duda

Cinta Dari Tuan Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:221.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: Seri Melani

Dayna merasa hidup selalu menyengsarakan dirinya. Ia tak pernah berpikir usai menikah ternyata masalah hidupnya kian dibuat pelik. Ia dijual oleh suaminya sendiri.

Yuga, laki-laki yang hidup di lingkungan dunia malam, pekerjaan haram dan penuh kekerasan. Kini episode hitam yang sama kembali menggilas garis hidup Dayna. Demi melunasi hutang, Yuga menjual Dayna pada Tuan Gaza.

Dayna selalu ingin kabur dari jerat hidup Tuan Gaza, tapi sosok laki-laki di rumah Gaza membuat Dayna tertahan. Dialah Arsen. Dayna menyukainya. Tapi Gaza tak akan pernah membiarkan Dayna menyukai Arsen. Gaza hanya ingin Dayna menyukai dirinya bukan Arsen.

Hingga akhirnya sebuah fakta besar terungkap, membuat Dayna hidup dalam kebimbangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seri Melani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Perang Saraf

Hari itu terasa sangat berat bagi Dayna. Setiap langkah yang diambilnya terasa lebih sulit dari sebelumnya. Jalanan yang mereka lalui untuk mendekati Irawan penuh dengan keraguan, namun di dalam hatinya, ada satu keyakinan yang tidak bisa dia pungkiri: mereka harus mengakhiri semua ini. Gaza dan segala kekejaman yang dia lakukan harus dihentikan. Tetapi bagaimana? Apa yang bisa mereka lakukan dengan hanya sedikit informasi dan sumber daya yang mereka miliki?

Arsen berjalan di sampingnya dengan langkah yang mantap. Dia tahu betul betapa besar taruhannya, dan dia tak ingin Dayna merasa sendirian dalam perjalanan ini. Mereka sudah sampai di tahap yang sangat berbahaya—mendekati seseorang yang punya banyak pengaruh dan kekuasaan di dunia bawah tanah Gaza.

“Arsen, apakah kamu yakin ini jalan yang benar?” tanya Dayna, suaranya penuh keraguan.

Arsen berhenti sejenak, menatapnya dengan penuh perhatian. “Aku yakin, Dayna. Irawan adalah kunci. Jika kita bisa mendapatkan dia ke pihak kita, Gaza akan kehilangan banyak kekuatannya. Tapi kita harus cerdik. Irawan tidak akan mudah terpengaruh. Dia lebih pintar dari yang kita kira.”

Dayna mengangguk pelan. “Aku tahu, tapi ada sesuatu yang terasa berbeda. Aku merasa... seolah-olah kita sedang bermain dengan api.”

Arsen tersenyum tipis, namun senyumnya tak mampu menghilangkan ketegangan di wajahnya. “Kita memang sedang bermain dengan api, Dayna. Tapi jika kita tidak melakukannya sekarang, kita akan terus dibakar oleh Gaza.”

Mereka melanjutkan perjalanan mereka, menuju sebuah bangunan yang tampaknya tak ada yang istimewa dari luar, namun Dayna tahu bahwa ini adalah markas kecil tempat Irawan bersembunyi. Mereka harus berhati-hati, memanfaatkan setiap detil yang mereka tahu tentang Irawan.

Sesampainya di depan pintu, Arsen menatap Dayna dengan mata penuh tekad. “Kita tidak punya pilihan. Jika kita ingin menghentikan Gaza, kita harus berbicara dengan Irawan sekarang.”

Dayna mengangguk, lalu mengetuk pintu dengan tangan yang gemetar. Tak lama, pintu terbuka, dan seorang pria besar dengan wajah dingin berdiri di ambang pintu. Itu adalah Irawan, dan tatapan mata yang tajam itu menilai mereka seolah-olah ia sudah tahu maksud kedatangan mereka.

“Masuk,” katanya datar, tak banyak bicara. “Aku sudah menunggu.”

Mereka berdua melangkah masuk dengan hati-hati. Ruangan itu gelap, hanya diterangi oleh cahaya lampu yang redup. Irawan duduk di belakang meja besar yang tampaknya dibuat dari kayu hitam. Di sekelilingnya, banyak benda yang menunjukkan kekuasaannya di dunia gelap ini. Namun, Dayna bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar tampilan luar Irawan. Ada sisi gelap dalam dirinya yang lebih berbahaya daripada yang mereka duga.

“Aku sudah mendengar tentang kalian,” kata Irawan, suaranya berat dan dingin. “Kalian ingin berurusan denganku, kan? Apa yang kalian tawarkan?”

Arsen maju selangkah, berbicara dengan nada yang sangat hati-hati. “Kami ingin agar Anda bergabung dengan kami, Irawan. Gaza sudah kehilangan banyak kekuasaan. Kita bisa bersama-sama menghentikannya.”

Irawan tertawa kecil, namun itu bukan tawa yang meyakinkan. “Menghentikan Gaza?” tanyanya dengan nada yang mencemooh. “Apakah kalian benar-benar berpikir bahwa aku akan bergabung dengan kalian? Gaza adalah penguasa yang sangat kuat. Tidak ada yang bisa mengalahkannya begitu saja.”

Dayna merasa jantungnya berdebar lebih cepat. Ini lebih sulit dari yang mereka kira. Irawan benar, Gaza memang sangat kuat, tetapi jika mereka tidak berani mengambil risiko sekarang, semuanya akan sia-sia.

“Gaza punya kelemahan,” lanjut Arsen, berusaha meyakinkan Irawan. “Dia sangat bergantung pada orang-orang di sekitarnya. Dan kalian, Irawan, tahu banyak tentang kelemahan itu. Jika kita bekerja sama, kita bisa menghancurkan kekuasaannya.”

Irawan menatap Arsen, lalu matanya beralih ke Dayna. Ada tatapan yang penuh perhitungan di matanya. “Dan apa yang kalian inginkan sebagai imbalannya?” tanyanya, suaranya mengandung ketajaman yang menakutkan.

“Kesempatan untuk berkuasa,” jawab Arsen tanpa ragu. “Kami tidak ingin berperang denganmu, Irawan. Kami hanya ingin menghentikan Gaza. Kami tahu kamu punya ambisi sendiri.”

Dayna merasakan ketegangan yang luar biasa di antara mereka. Irawan adalah pria yang penuh perhitungan, dan dia tidak akan mudah dibujuk begitu saja. Semua yang Arsen katakan memang benar, namun Irawan mungkin ingin lebih dari sekadar menjatuhkan Gaza. Dia mungkin menginginkan kekuasaan yang lebih besar.

“Apa yang membuat kalian berpikir aku akan bergabung dengan kalian?” Irawan bertanya, suaranya semakin dingin. “Kalian pikir aku bisa begitu mudah terpengaruh? Aku bukan orang yang mudah dibujuk, Arsen.”

Dayna tahu bahwa ini adalah saat yang menentukan. Mereka harus menyentuh titik lemah Irawan. Jika mereka gagal, semuanya akan berakhir dengan tragedi. “Kami tahu banyak tentang masa lalu Gaza, Irawan. Kami tahu bagaimana dia mengkhianatimu, dan kami tahu bagaimana dia memanfaatkan kepercayaanmu. Jika kamu terus mengikuti dia, kamu akan selalu menjadi alatnya. Kami bisa memberimu kesempatan untuk mengubah itu semua,” kata Dayna dengan tekad yang kuat.

Irawan terdiam. Suasana di dalam ruangan itu menjadi sangat hening. Dayna bisa merasakan bahwa Irawan sedang berpikir keras. Dia tahu bahwa ini adalah momen yang sangat kritis. Jika Irawan merasa terancam atau merasa dipermalukan, mereka akan berada dalam bahaya besar.

Akhirnya, setelah beberapa detik yang terasa seperti berjam-jam, Irawan mengangguk perlahan. “Kalian punya cukup informasi untuk meyakinkanku. Tapi ingat, jika ini hanya tipu daya, aku akan menghancurkan kalian.”

Arsen dan Dayna saling bertukar pandang. Mereka tahu ini bukan kemenangan mutlak, tetapi ini adalah langkah pertama yang mereka butuhkan. “Kami berjanji tidak akan mengecewakanmu, Irawan,” kata Arsen, suara penuh harapan.

Irawan berdiri dari kursinya, berjalan menuju meja, dan membuka sebuah laci kecil. Dari dalam laci, dia mengeluarkan sebuah dokumen yang terlihat sangat penting. “Ini adalah peta kekuasaan Gaza,” katanya sambil melemparkan dokumen itu ke arah mereka. “Gunakan ini dengan bijak. Jika kalian berani mengkhianatiku, kalian akan tahu konsekuensinya.”

Dayna menggenggam dokumen itu erat-erat. Ini adalah kesempatan mereka untuk akhirnya mengalahkan Gaza. Namun, perjalanan mereka baru saja dimulai, dan risiko yang mereka hadapi semakin besar.

Dengan tekad yang semakin kuat, mereka beranjak dari tempat itu. Mereka tahu bahwa mereka telah memasuki perang saraf yang berbahaya. Namun, satu hal yang pasti: mereka tidak akan mundur. Gaza harus dihentikan.

1
Nady Henio Usry
ceritanya msh mutar2 blm jelas thor
Sena Fiana
😃😃
Aisyah Hasan
lanjut
Ammy Rahmy
in arsen bisa g' sih g' muncul d rumh tnggax gaza....
Imelda Chua
mana kelanjutan episode 41
Imelda Chua
cdtd
Imelda Chua
episode 41
Efrida Lubis
kok aku gak suka ama karakter Dayna
wanita bodoh di jual ama laki kabur balik lagi kelaki nya
ogah baca nya 🙏🙏🙏
Halimah
lama bangét upnya, sampai lupa ceritanya..
sekali up ngulang 😔😔
Ibu Komariyah
kok d ulang lg,,, jg lama2 thor keburu lupa
Safnidewi Dewi
ko di ulang kak. ini kan sudah...
Azka Ical
kok g ada kelanjutannya ya
Sukayatin Sukayatin
up thor
Halimah
kénapa dah lama gak di lanjut ya..
Nadia Putri
lanjut
Azka Ical
Kak mana kelanjutannya kok lama up nya
Kresna Dewi
lanjutttttttt......
Anisa Al Usmani
lanjut dong....
Indrawati Indra
penasaran dilanjuttttt..........dong.
Azka Ical
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!