NovelToon NovelToon
Dendam(Istri) Yang Terluka

Dendam(Istri) Yang Terluka

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Tamat
Popularitas:299k
Nilai: 5
Nama Author: pipihpermatasari

Blurb :

"Aku rela berkorban demi dirimu, Mas. Bahkan, dengan sukarela memberikan uang gajiku kepadamu. Tapi kenapa, teganya dirimu memberikan semuanya kepada selingkuhanmu!"

Airin benar-benar merasa kecewa atas apa dilakukan oleh Aldi suaminya. Airin merasa di lecehkan dan tidak dihargai.


Hingga Airin berpikir untuk mengakhiri pernikahannya dan berniat untuk balas dendam.

Akankah rencananya berhasil atau ia berubah pikirannya dan menerima Sonia untuk jadi istri kedua suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipihpermatasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Makasih

"Makasih ya, sudah nemenin aku," ucap Airin tersenyum.

"Sama-sama. Jika butuh apa-apa jangan merasa sungkan bilang aja sama aku," Bram membalas senyuman Airin.

Wanita itu pun hanya bisa menganggukan kepalanya. Tiba-tiba perut Airin berbunyi tanda protes minta di isi. Bram langsung menatap Airin kemudian, tertawa. Wanita itu merasa malu, dia hanya cengengesan.

"Ya udah ayo, kita makan. Aku juga sama laper nih," ucap Bram menatap Airin.

"Mending aku pulang makan dirumah aja," tolak Airin.

"Loh, kok gitu sih? Udah enggak apa-apa kita makan bareng di restoran," lirih Bram.

"Tapi ...."

Perkataan Airin harus terputus karena Bram langsung memotong pembicaraanya.

"Jangan banyak protes! Pokoknya kita makan di restoran!" Bram menatap wanita yang ada di sampingnya.

Mau tidak mau pun, Airin harus mau untuk makan bareng bersama atasannya tersebut. Wanita itu pasrah aja mengikuti kemauan dia.

Bram pun segera menjalankan mobilnya menuju restoran untuk makan siang.

#Tiga puluh menit sudah mereka kini sampai di restoran yang di tuju. Airin dan Bram segera keluar dari mobil tersebut lalu, berjalan memasuki restoran tersebut.

Mereka pun mencari tempat untuk di duduki.  Kebetulan hari ini di restoran tersebut sangat ramai pengunjung.

Airin dan Bram pun segera duduk saat sudah dapat tempat kosong.

"Oya, kamu mau pesan apa?" tanya Bram sambil menatap Airin.

"Apa ajalah, Bram,"  jawab Airin.

"Baiklah aku akan pesen makanan yang special untuk kita,"  Aldi menatap Airin.

Pria itu pun segera memanggil sang  pelayan.

"Pak pelayan ...." panggil  Bram.

Sang pelayan pun segera beranjak berjalan menghampiru Bram.

"Aku ingin pesen makanan yang special,"  ucap Bram pada Pak Eko.

"Oke, baiklah, Pak."

"Minumannya jus Advokat dus,"  lanjutnya.

"Baik, Pak. Kalo begitu tunggu dulu ya, sebentar," ucap Pak  Eko.

"Baiklah."

Sang pelayan tersebut segera pergi untuk memberikan catatan makanan pada Chef yang bertugas.

"Oya, nanti malam temanin aku ya," ucap Bram pada Airin.

"Kemana, Pak?" tanya Airin.

"Ke pesta hari jadi temanku, gimana maukan?" tanya Bram sekali lagi.

"Oke, baiklah. Oya, aku permisi dulu mau ke toilet," ucap Airin.

"Ya udah sana."

Wanita itu pun segera beranjak dari tempat duduknya kemudian, melangkahkan kakinya menuju toilet.

Saat Airin melangkahkan kakinya tiba-tiba secara tidak sengaja saling bertabrakan dengan seseorang. Wanita itu pun hampir terjatuh ke lantai kalau tidak seorang pria menahan tubuhnya.

Netra mereka pun saling menatap satu sama lain. Pria itu merasa terpesona dengan kecantikan yang dimiliki oleh Airin.

"Ini cewek cantik benar ya, idaman aku nih cewek kayak gini batin seorang pria sambil menatap Airin"

"Eh, maaf." Airin langsung berdiri dan merasa jadi gugup.

"Enggak apa-apa kok," pria itu langsung tersenyum.

"Makasih sudah nolongin aku tadi," ucap Airin.

"Iya, sama-sama. Maaf ini juga salah aku sehingga membuat kamu hampir jatuh," ucap pria itu tersenyum.

"Iya, enggak apa-apa," Airin membalas senyuman pria itu.

Pria itu langsung mengangkat satu tanganya lalu, memperkenal diri.

"Kenalkan namaku, Riko Septhian," ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya.

"Airin Puspitasari," wanita itu pun membalas uluran tangan pria itu.

"Maaf, aku permisi enggak ada waktu lama disini," kata Airin.

"Oh, silahkan." Wanita itu segera melangkahkan kakinya berjalan menuju toilet karena sudah kebelet menahan pipis.

Riko pun tersenyum tipis saat melihat kepergian Airin.

"Unik, lucu, cantik lagi," gumam  Riko.

Pria itu pun segera pergi berlalu dari tempat tersebut.

#Sang pelayan pun sudah datang sambil membawa pesanan makanan dan minuman. Pak Eko segera meletakan di atas meja tersebut.

"Makasih, Pak," ucap Bram.

"Iya, sama-sama. Kalo begitu saya permisi," pamit Pak Eko.

Sang pelayan itu segera pergi untuk melayani pengunjung yang baru datang.

'Lama sekali dia di toilet.' gumam Bram sambil menatap jam tangannya.

Tiba-tiba Airin datang dan duduk di samping Bram, " maaf, lama menunggu ya."

"Iya, enggak apa-apak," Bram tersenyum.

"Makanannya ternyata sudah datang ya?" tanya Airin.

"Iya, udah, baru aja. Ayo, kita makan," ajak Bram.

"Baiklah."

Mereka pun kini langsung memakan makanan yang tadi sudah di hidangkan oleh sang pelayan dan mereka kini benar-benar sangat menikmati makanannya.

*

*

Siang berganti malam, seorang wanita cantik kini sedang merias di di depan cermin. Malam ini Airin harus menempati janjinya untuk menemani Bram ke acara hari jadi perusahaan temannya.

'Udah selesai juga' gumam Airin saat sudah beres memakaikan liptint ke bibirnya.

'Enggak terlalu menor, sederhana tapi cantik.' Airin terkekeh saat memuji dirinya sendiri.

Suara klakson mobil berbunyi, Airin berjalan menuju ballroom lalu, menatap seorang pria yang berdiri di samping mobil. Pria itu melambaikan tangannya dan Airim membalas lambaiannya.

Suara ponsel pun berbunyi, wanita itu langsung membuka ponselnya dan membaca pesan.

"Ayo, turun ke bawah, kita berangkat." Bram.

Wanita itu pun tersenyum kemudian, menaruh hpnya ke dalam tas. Airin segera pergi dari hotel tersebut dan berjalan keluar untuk menemui Bram.

Tiba-tiba Bram terpesona saat Airin berjalan menghampiri dirinya. Bagaimana tidak, hidungnya yang mancung, bibirnya di olesin liptin pink, memakai gaun, higheels dan rambutnya terurai panjang begitu saja.

"Ya Tuhan ... cantik sekali ciptaanmu. Bolehkah aku memilikinya? Batin Bram matanya terus menatap wanita yang kini berjalan menghampiri dirinya serta tidak berkedip sama sekali."

"Hello ... Bram!" Wanita itu meninggikan nada suaranya.

Bram pun langsung tersadar saat Airin menyadarkan dirinya.

"Eh, i-iya," Bram tersenyum kikuk sambil mengaruk kepalanya ya.

"Kenapa sih, kamu? Dari tadi memanggil malam enggak di sahut. Ada apa sih?" tanya Airin menatap Bram.

"E-engak ada apa-apa. Ya udah, ayo, kita berangkat nanti acaranya keburu sudah di mulai," lirih Bram.

"Baiklah."

Bram dan Airin pun berjalan memasuki mobil. Mereka langsung memakai salbetnya sebelum berangkat. Saat keadaanya sudah siap Bram pun segera menjalankan mobilnya.

"Kamu sangat cantik sekali hari ini," puji Bram sambil menatap Airin.

"Apaan sih, enggak ada receh buat bayar pujianmu itu," wanita itu terkekeh.

"Iss, siapa yang butuh receh lagi. Uangku banyak ngapain harus minta receh," gerutu Bram sambil menatap Airin.

"Sombong banget jadi cowok ya. Ingat ya, kalaupun kita punya uang seratus triliun tapi kalo kurang lima ratus perak enggak bakal jadi seratus triliun," ucap Airin.

"Eh iya, benar juga ya," kata Bram.

"Makanya jangan ngeremehin uang yang berbentuk perak!"

"Iya, iya, deh, maaf."

"Airin ...." panggil Bram.

"Iya, kenapa?" tanya Airin sambil menatap pria yang ada di sampingnya.

"Enggak jadi ah," jawab Bram.

"Iss, dasar enggak jelas!" gerutu Airin menatap kesal Bram.

Sebenarnya Bram ingin mengatakan perasaan sukanya pada wanita yang ada di sampingnya. Akan tetapi, dia mengurungkan niatnya dan memilih mengatakan perasaannya pada waktu yang tepat.

1
Henny Dai
Kecewa
Kadek Bella
lanjut thoor
Ruzita Ismail
Luar biasa
Dhe Cath Ryne
sampah...... kirain cuman satu bab, nulis belepotan .... nama aja belepotan kayak anak paud lagi makan, eh ternyata hpir semua bab tulisan mu belepotan.. sampah lu tolol
Ruzita Ismail
Luar biasa
vhieh: makasih udah mampir, Kak🙏
total 1 replies
Elok Pratiwi
tidak menarik ... membosankan drama nya mentok hanya gitu2 aja ..
tri kutmiati
cerita yg tdk konsisten..salah kaprah ...nama siapa jd siapa....
Ma Em
sudahlah Airin tidak usah sama Riko kalaupun diteruskan kamu pasti tidak akan bahagia belum apa apa ibunya sudah menyebalkan apalagi kalau jadi menantunya mending sama Bram sajalah orangnya baik ga macam macam
Elya Karin
kalau jodoh gak kemana kan Thor...😀
vhieh: Betul, Kak😇. Makasih udah mampir di karyaku🙏
total 1 replies
Elya Karin
gak tau takdir tuhan gimana yak kasian juga am Glen sama2 baik seperti Bram...bingungmilih yang manaaaa...
Elya Karin
yah ....sad ending
Elya Karin
sebel sama irin sok jual mahal
Elya Karin
cie cie..terima ya Airin tembakan babang Bram 🌹
Elya Karin
udh ah airin sama Bram aja sejatinya baik dan tajir lagi 🤭😀😀
Elya Karin
laki laki aneh, mau balikan nak morotin aja tuh
Elya Karin
udah Airin gak usah diladenin dasar muka tembok
Elya Karin
mimpi ketinggian si Aldi nih sip jugaa balikan sama pesakitan kaya elo
Elya Karin
dasar laki2 Laknut mokondo aja belagu cerain aja biar tinggal kolor
Elya Karin
Kecewa
Elya Karin
Buruk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!