Menjadi anak seorang janda dengan ekonomi pas-pasan tak membuat Cika putus asa dan ia tetap semangat bersekolah,
Dan dengan pribadinya yang tak biasa itu, Cika pun jadi menarik perhatian seorang cowok murid baru yang tampan dan tajir.
Namun, kisah cinta mereka kemudian mengantarkan mereka pada satu pusaran masalah yang terhubung dengan masa lalu.
Apakah kira-kira?
Dan, bagaimana kemudian nasib hubungan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. Makan Malam Keluarga
"Ini Ma nomornya, nanti Mama chat bilang saja ke Cika kalau Mama tuh Mamanya Romi,"
Kata Romi sambil memberikan kembali hp Mamanya setelah ia menyimpankan nomor hp Cika di hp Mamanya,
Maklum, Mama kadang masih suka gaptek, perkara menyimpan nomor hp baru juga suka merepotkan Papa dan anak-anak jika mereka kebetulan sedang berkumpul,
"Iya, nanti Mama langsung telfon saja, susah ngomong pake tulisan,"
Kata Mama yang tengah sibuk menyendok nasi ke atas piringnya,
Romi tampak cengar-cengir,
"Siapa namanya tadi? Cila?"
Tanya Mama, membuat Romi langsung menggelengkan kepalanya,
"Bukan Ma, bukan Cila, tapi Cika,"
Kata Romi meralat,
"Oh iya, Cika, bagus namanya,"
Kata Mama dengan nada biasa saja sebetulnya, namun entah kenapa hati Romi rasanya berbunga-bunga,
"Risoles nya dijamin enak Ma, Romi saja tidak cukup kalau makan satu doang mah,"
Ujar Romi lagi, tampak sekali ia begitu bersemangat promosi,
Papa sampai menyempatkan diri menoleh ke arah putra keduanya itu, seolah merasakan ada yang jelas tidak biasa pada sosok Romi saat ini,
"Tapi tadi Romi sudah tanya sih, kalau misal mau pesan kue yang lain bisa apa tidak, terus katanya sih bisa,"
Tutur Romi tak bosan-bosannya mempromosikan usaha Cika,
"Jadi dia teman sekolah kamu Rom?"
Tanya Papa akhirnya ikut nimbrung,
"Iya Pa, Cika teman Romi di sekolah, bahkan kami juga satu kelas, dia cewek yang beda dengan anak cewek lain, yang di jaman sekarang masih mau membawakan dagangan Ibunya,"
Tutur Romi menceritakan sosok Cika yang sepertinya begitu menarik perhatiannya,
Lalu...
"Padahal dia juga termasuk siswi yang berprestasi Pa, nilainya selalu bagus, tak heran dia jadi siswi kesayangan banyak Ibu dan Bapak Guru,"
Kata Romi lagi, menceritakan betapa banyak kelebihan Cika,
Tampak Papa pun mantuk-mantuk, namun...
"Ehm,"
Tiba-tiba terdengar suara Mas Reno menyela, Romi yang tahu betul jika kakaknya hanya berniat menjahilinya tampak menoleh ke arah sang kakak lalu langsung pura-pura tidak peduli begitu Mas Reno nyengir usil ke arahnya,
Ah kenapa aku sampai lupa ada Mas Reno di sini. Batin Romi,
Demi tak mau nantinya Mas Reno punya alasan untuk lebih menggodanya, tampak Romi pun ia cepat langsung menyibukkan diri menyantap makan malamnya,
Tapi...
Aduh, apalagi ini?
Kenapa tatapan mata Mama dan Papanya saat ini terus mengarah kepadanya?
Romi pun jadi tambah salah tingkah,
Mas Reno yang duduk di dekatnya, yang pada dasarnya memang sudah jahil itupun lantas tertawa karena tak kuat menahan geli melihat ekspresi Romi,
"Hmm... Ada apa sih Reno?"
Tanya Mama sambil mengambil piring udang tepung yang kini hanya tinggal tersisa beberapa biji saja,
Ya, seperti biasanya, seorang Mama memang selalu seperti itu bukan?
Masak sampai jungkir balik, setelah waktunya makan, ia hanya akan mengambil sisa-sisa makanannya saja,
"Tidak ada apa-apa Ma, hanya ini kayak ada yang nyangkut di tenggorokan,"
Kata Mas Reno beralasan,
Romi melirik sang kakak sambil tersenyum lucu,
"Kamu sendiri bagaimana kuliahnya Reno?"
Tanya Papa akhirnya mengalihkan pembicaraan,
Reno tampak menghabiskan makan malamnya lalu meneguk air minum nya, baru setelah itu menjawab pertanyaan Papanya,
"Aman Pa, tahun depan udah skripsi kok,"
Papa mantuk-mantuk lagi, sambil tak lupa menyunggingkan senyuman bangga,
"Inilah kenapa Papa pernah bilang untuk jangan pacaran selama masih sekolah, karena itu bisa membuat kalian tidak terlalu fokus dengan tujuan kalian sekolah,"
Kata Papa, yang langsung Mama tampak menganggukkan kepalanya tanda setuju apa yang dikatakan Papa,
Sementara Mas Reno juga tampak mantuk-mantuk macam Mama, seolah ia juga setuju dengan apa yang disampaikan Papa,
Namun...
Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Mama dan juga Mas Reno, kali ini entah kenapa Romi seolah tak ingin mengiyakan apa kata Papanya,
Romi kemudian meneguk air minumnya,
Benarkah pacaran ketika masih sekolah akan merusak fokus?
Benarkah?
Romi malah seolah jadi ragu.
...****************...
gapapa lah yang penting Cika dan Romi udah bahagia,kalau aja semua hidup bisa sesimple itu yaa hihi
buruan bantuin s Cika
kasihan noh tas nya pda somplak pda awur awuran buku nya ge