Bai Wang seorang pemuda yang tidak bisa membangkitkan jiwa beladirinya, mencoba menjadi kuat demi membalas dendam keluarga Bai yang di hancurkan oleh sekelompok orang misterius dan demi mencari keberadaan ayah dan ibunya yang hilang entah kemana.
Perjalan panjang untuk menjadikan dirinya kuat, membuat dirinya menemukan sesuatu yang sangat berharga yang di milikinya, salah watu dari ketujuh Benih Mutiara Kekacauan yang di berikan oleh ibunya. Saat tahu kekuatan tersembunyi di Benih Mutiara Kakacuan itu, ia pun berencana untuk mengumpulkan ke tujuh pecahan itu.
Namun perjalanannya tidak lah mudah, banyak rintangan yang menghampirinya, hingga suatu saat dirinya akan bertemu dengan kaisar iblis yang juga menginginkan Benih Mutiara Kakacuan yang ada padanya.
Mampukah Bai Wang mengumpulkan semua Benih Mutiara Kakacuan itu? Atau malah sebaliknya dirinya akan mati dalam pencariannya untuk menjadikan dirinya kuat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saadahrafael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20, Pertarungan Dengan Laba-Laba Ungu
Bai Wang dan Lin Zhan yang melihat Laba-Laba ungu besar ada di depannya, mendongak, menelan ludah dengan kasar.
"Sial! Apakah aku akan mati di sini?" gumamnya membayangkan tidak mampu melawan Laba-Laba Tingkat 6.
Laba-Laba di depannya mengeluarkan suara nya di depan mereka, membuat gelombang angin kuat menerpa tubuh mereka. Lin Zhan dan Bai Wang yang merasakan gelombang kekuatan besar itu memfokuskan kekuatannya di kaki untuk menahan agar mereka tidak terpental.
"Kekuatan yang besar," gumam Bai Wang dan di angguki Lin Zhan.
Mereka berdua melompat dan menjauh dari Laba-Laba Ungu. Melihat itu Laba-Laba Ungu bergerak cepat dengan kaki panjangnya menyerang Bai Wang dan Lin Zhan.
Kedua kaki Laba-Laba terangkat dan mencoba membunuh mereka. Lin Zhan dan Bai Wang yang melihat terkejut dengan kecepatan Laba-Laba itu, ia menangkis dan menahan kaki Laba-Laba dengan pedangnya.
Uh......
Tahan mereka berdua saat merasakan kakuatan besar Laba-Laba Ungu. Dan sekuat tenaga mereka menahan agar kaki panjang Laba-Laba itu tidak menusuk tubuh mereka. Namun sialnya saat mereka menahan kaki besar itu, dari ujung kaki Laba-Laba mengeluarkan racun ungu nya dan itu langsung membuat Bai Wang dan Lin Zhan terkejut. Mereka berdua melompat dan menjauh.
"Sial, sepertinya kita harus mengeluarkan kekuatan kita semaksimal mungkin. Jika tidak, kita akan mati di kaki Laba-Laba beracun ini," ucap Lin Zhan dan di angguki Bai Wang.
Keduanya kini akan melakukan pertarungan dengan sungguh-sungguh. Lin Zhan mengeluarkan kekuatan apinya yang membara di pedangnya. Satu cincin berwarna merah ia gabungkan ke dalam tubuhnya, dan tubuhnya pun mengeluarkan kekuatan merah yang menguar mengelilingi nya.
Wuuus.....
Angin berhembus kencang membuat rambut Lin Zhan yang panjang terombang-ambing. Dan setelah itu melesat ke arah Laba-Laba Ungu, mengayunkan pedangnya, menyerang.
Laba-laba yang melihat mengeluarkan jaringnya dari mulut dan setelah itu menembakkan nya ke arah Lin Zhan yang menuju ke arahnya.
Syuut....
Syuut....
Syuut....
Lin Zhan yang melihat menghindar, melompat ke sana-sini agar tidak terkena jaring-jaring yang di lapisi racun. Di setiap jaring yang di tembakan membuat pohon dan tanah langsung terkontaminasi dengan racun. Bahkan pohon pun yang terkena langsung layu.
Lin Zhan yang melihat berusaha menghindari agar tidak terkena jaring-jaring itu. Ia kembali menyerang menebaskan pedangnya dan mengeluarkan kekuatannya.
Tebasan Api Silang
Sebuah tebasan berbentuk silang dengan api membara yang berukuran besar melesat ke arah Laba-Laba.
Wuuuus.....
Laba-Laba ungu yang melihat mengayunkan kakinya dan menangkis kekuatan jurus Tebasan Api Silang, hingga membuat jurus menghilang tanpa mengenai tubuhnya. Dan membuat ledakan di udara.
Duuuuar.....
Lin Zhan yang melihat Laba-Laba Ungu berhasil menghentikan jurusnya tentu saja kesal. Ia mengumpat dengan sumpah serapah. "Dasar Laba-Laba sialan! Menjijikkan. Beraninya kau membuat ku marah, akan ku bunuh kau!" marahnya dan melayang di udara, mengangkat pedangnya, memutarnya di depan tubuhnya hingga membuat bayangan pedang muncul dan setelah itu kembali menyatu. Pedang itu semakin membara dan setelah itu Lin Zhan mengeluarkan kekuatan nya, mengumpulkan semuanya ke dalam pedangnya dan setelah itu melesat terbang ke arah Laba-Laba ungu.
Wuuuus......
Laba-Laba yang melihat Lin Zhan melesat ke arahnya dengan kekuatan penuh, langsung mengangkat kaki depannya dan menahan serangan Lin Zhan.
Wuuus....
Dua kekuatan yang saling bertabrakan membuat angin berhembus dengan kencang. Namun karena kekuatan Lin Zhan yang hanya berada di Pendekar Raja Tingkat Lima, membuat dia kuwalahan menahan kekuatan laba-laba itu. Hingga akhirnya kekuatan serangannya retak dan membuat dirinya terpental jauh dan terluka.
Uhuk....
Uhuk....
Laba-laba Ungu tidak membiarkan Lin Zhan hidup, dia menghilang dan tiba-tiba muncul di hadapan Lin Zhan dan mengangkat kakinya tinggi, hendak menghunuskan ke tubuh Lin Zhan. Namun sebelum kaki itu menyentuh tubuh Lin Zhan, Bai Wang datang dan menahan kaki itu dengan kekuatannya membuat Laba-Laba mundur beberapa langkah.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Bai Wang menolong Lin Zhan untuk berdiri.
"Uhuk....Uhuk....Aku tidak apa-apa. Hanya saja sepertinya aku terluka cukup parah," jawabnya memegang dadanya yang sakit karena terkena serangan kekuatan Laba-Laba Ungu.
Laba-laba itu kembali menyearakan suaranya yang mengerikan. Dan setelah itu menembakkan jaringnya dengan cepat.
Syuut....
Syuut....
Syuut....
Bai Wang melompat kesana-sini menghindari serangan itu. Laba-laba Ungu juga mengejar, mengayunkan kakinya menyerang.
Trang.....
Trang.....
Bai Wang menangkis kaki yang seperti besi itu dengan pedangnya. Dan berusaha menghindari agar tidak terkena racun dari ujung kaki Laba-Laba. Namun karena kecepatan Laba-Laba sangat cepat membuat Bai Wang sedikit kewalahan, apalagi saat ini dia juga membawa tubuh Lin Zhan bersama nya.
Sret.....
Ujung Kaki Laba-Laba ungu menggores tubuh Lin Zhan. Bai Wang yang melihat langsung berhenti, menghindar cukup jauh.
"Lin Zhan," Panggil Bai Wang saat melihat Lin Zhan yang lemas, kesadarannya mulai hilang karena racun itu dengan cepat masuk kedalam tubuhnya.
"Kepala ku sedikit pusing," gumam Lin Zhan lirih dan setelah itu pingsan.
Bai Wang yang melihat mengepalkan tangan, marah. Ia menatap Laba-laba ungu dengan tajam sambil tangannya meletakkan tubuh Lin Zhan dengan hati-hati di tanah. Dan setelah itu berdiri, menatap dengan tatapan membunuh sambil memegang pedang berkaratnya.
.
.
.
Bersambung
kenapa diyulis tamat....😒
nanti giliran korbannya perempuan ditolong ......terlalu...