Catatan:
1.Maaf kalo ceritanya berantakan karena author nya masi amatiran
2.Typo bertebaran
3.Update tidak menemtu tapi diusahakan akan update 2-3 kali seminggu.
Pada tahun 2150 keluar game VR berbasis Kapsul dan game yang pertama rilis di perangkat itu dinamai Fantasy World Online (FWO).
Ada satu player pria yang menggunakan karakter avatar seorang perempuan yang dinamai Melody Viona, dan dia juga diberi julukan player rangking 1 Ratu Penghancur.
Ada suatu kejadian saat karakter avatar nya mengalami evolusi yang mana membuat nya malah berpindah ke dunia lain.
Saat terkirim kedunia lain dia terkejut oleh evolusinya yang mana evolusinya membuat menjadi ras terkuat, tetapi dibalik semua itu ada rahasia yang tersembunyi dari ras nya sendiri, jika dia hendak mengetahui rahasia dibalik itu dia harus bertanya kepada dewa-dewi kuno dan iblis dimensi. Mampu kah Melody Viona mengetahui Rahasia nya, ikuti perjalanan nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prima setya eka wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20:Memberikan Nasehat
Sekarang setelah selesai melihat petarungan tadi dan juga Eri sudah selesai dengan pertarungan nya yang mana dia sekarang sudah bersama dengan Sahsya, aku akhirnya turun menghampiri mereka berdua.
"Gimana dengan pertempuran tadi"tanyaku kepala Sahsya dan Eri
*Wah
Sahsya dan Eri kaget karena tiba-tiba aku muncul dibelakang mereka dan memberikan pertanyaan, tetapi tidak lama Sahsya dan Eri terkejut akhirnya Sahsya menjawab pertanyaan ku.
"Ah, Yang Mulia"
"Pertarungan tadi ada sedikit kendala ditempat ku tetapi akhirnya bejalan dengan lancar"jawab Sahsya kepadaku
"Kendala apa itu?"tanyaku lagi kepada Sahsya
"Itu…"
"Apa?"
"Ketika tadi saya sedang melawan segerombolan serigala-serigala itu saya sempat terluka parah dan beruntung nya saya berhasil melakukan promosi jadi semua luka-luka yang saya dapat tadi sembuhin"jawab Sahsya kepadaku dan melanjutkan perkataan nya
"Dan ketika saya sedang melawan pemimpin serigala itu, saya tidak kepikiran menggunakan sihir pengikat untuk menghentikan pergerakan nya dan akhirnya Yang Mulia memberikan saya petunjuk itu"
Eri yang mendengar itu dia hanya bisa memasang tampang bodoh di wajahnya, karena dari penjelasan kakaknya itu seperti nya kakaknya melakukan tindakan yang merugikan dirinya sendiri ketika di dalam pertempuran tadi.
Dan untuk ku yang mendengar penjelasan dari Sahsya tadi akhirnya aku angkat bicara untuk memberikan nasehat kepada Sahsya atas tindakan bodoh nya tadi dan juga memberikan sedikit nasehat untuk Eri karena dia hanya mengandalkan peruntungan jarak jauh tampa memikirkan strategi lainnya.
"Sahsya, Eri dengar kan perkataan ku dengan baik-baik oke"ucapku kelada Sahsya dengan serius
"Ba baik Yang Mulia"jawab Sahsya dan Eri dengan gugup
"Sahsya ketika kamu tadi melawan segerombolan serigala-serigala itu, kamu dengan bodoh nya memberikan umpan mariam dengan menggunakan tubuhmu masuk ketengah-tengah mereka, bagaimana jika pas ketika kamu masuk langsung ketengah-tengah mereka, mereka sudah menyiapkan serangan mematikan yang dapat langsung membunuhmu"
"Itu adalah kesalahan pertamamu dan untuk kesalahan kedua"
"Kamu tidak memperhatikan akibat dari tindakan yang kamu berikan kepada dirimu sendiri yang mana entah mengakibatkan apa nantinya, dan akhirnya akibat nya kamu hampir mati karena serangan mu sendiri, coba saja serangan yang kamu berikan tadi kepada serigala-serigala itu gagal dan akhirnya serigala-serigala yang melihat mu terluka mereka pasti akan langsung membunuh mu"
"Dan kesalahan ke-tiga yang kamu perbuat adalah ketika kamu sedang bertarung secara langsung melawan pemimpin serigala itu, kamu bertarung dengannya secara asal-asallan tampa memikirkan strategi untuk melawan nya dan hanya mengandalkan kekuatan, jika saja aku tidak memberikan senjata itu kepada ku, pemimpin serigala itu pasti akan langsung menyerang mu tampa ragu sedikitpun karena tidak ada yang perlu ditakutkan olehnya dari serangan mu itu soalnya dari segala aspek mau itu serangan, kecepatan, maupun pertahanan pemimpin serigala itu lebih unggul"
"Dan untuk mu Eri, kamu dalam pertarungan tadi hanya mengandalkan serangan jarak jauh tampa memikirkan strategi lainnya, ingat serigala-serigala tadi lebih cepat dari pada kamu, serigala-serigala tadi tidak dapat mengejar mu itu dikarenakan mereka waspada dengan serangan yang tiba-tiba kamu berika, kamu seharusnya ketika sedang melawan musuh yang sedang mengejar mu, kamu membuat jebakan ditempat kamu berlari tadi, bisa dengan jebakan sihir peledak maupun sihir lainnya, itu bertujuan untuk memperlambat gerakan musuh ketika mengejar mu, coba aku tidak memberikan senjata-senjata itu yang dapat memperkuat sekarang kalian sudah pasti kalian berdua sudah mati tadi"
"Tetapi dari kesalahan yang kalian perbuat itu"
"Selamat atas keberhasilan kalian"
Setelah memberikan nasehat kepada Sahsya dan Eri aku lantas memberikan selamat kepada mereka berdua karena berhasil dari latihan yang aku berikan ini.
Tetapi setelah aku memberikan ucapan yang tadinya merenung sekarang mereka berdua tiba-tiba menangis.
"Sudahlah kalian berdua jangan menangis"ucapku kepada Sahsya dan Eri
Setelah mengatakan itu aku langsung memeluk keduanya, karena dari tangisan mereka aku juga bisa merasakan jika Sahsya dan Eri selama ini sudah berjuang keras hanya mengandalkan diri mereka berdua dan tidak ada yang sempat memperhatikan mereka, karena selama aku bersama mereka berdua aku sama sekali belum pernah melihat kedua orang Sahsya dan Eri.
Disisi Sahsya dan Eri pun ketika aku memberikan mereka nasehat karena kesalahan yang mereka perbuat, Sahsya dan Eri merasakan adanya rasa perhatian yang diberikan kepada mereka berdua.
Dan ketika aku memberikan kata selamat kepada Sahsya dan Eri, Sahsya dan Eri akhirnya tidak dapat membendung air mata mereka, karena ketika aku memberikan kata selamat Sahsya dan Eri sangat bahagia karena selama ini tidak ada yang memberikan kata-kata tersebut kecuali orang tua mereka, tetapi kedua orang Sahsya dan Eri sekarang sudah tidak ada.
Yang mana rasa perhatian yang diberikan kedua orang tua nya sudah tidak ada lagi, dan itulah penyebab dari tangisan Sahsya dan Eri pecah karena mereka bedua dapat merasakan adanya rasa perhatian yang diberikan kepada mereka berdua.
Dan ketika aku memberikan peluk kan, tangisan yang tadinya masi Sahsya dan Eri tahan-tahan akhirnya mereka keluar kan semua, yah itu karena mereka berdua sekarang dapat merasakan kembali pelukan hangat yang sudah lama hilang dan pelukan hangat itu dapat juga tempat untuk meringankan rasa lelah Sahsya dan Eri yang selama Eri mereka pendam.
Setelah Sahsya dan Eri berhenti menangis.
"Apakah sudah selesai"ucapku kepada Sahsya dan Eri sambil tersenyum
"Ma maaf atas Kelancanga kami berdua Yang Mulia"ucap Sahsya dan Eri secara bersamaan
"Apa yang maksud kalian berdua" tanyaku kepada Sahsya dan Eri dengan bingung dan melanjutkan nya lagi
"Jika kalian berdua butuh tempat untuk curhat datang saja kepada ku, aku akan mendengar kan nya"
Sahsya dan Eri yang mendengar itu akhirnya tersipu malu dan berkata.
"Terima kasi Yang Mulia"ucap Sahsya dan Eri secara bersamaan
"Ya"jawabku kepada keduanya
Aku tidak masalah jika kalian berdua mengeluarkan keluh kesah yang kalian pendam kepada ku, pasti aku akan mendengar kan nya karena aku tau perasaan yang kalian bedua alami, karena ketika aku masih di bumi aku juga seperti kalian tidak ada tempat untuk mengeluarkan keluh kesah yang aku alami dan akhirnya aku beralih ke game untuk menghilangkan semua keluh kesah yang aku alami.
Ah, ketika aku mengingat ini aku teringat dengan para Heir di Fantasy Word Online yang aku besar kan dan akhirnya aku menganggap mereka semua adalah keluarga ku.
Apakah mereka juga terkirim ke dunia ini, aku sangat berharap jika mereka juga terkirim ke dunia ini. ucapku kepada diriku sendiri yang tidak dapat didengar oleh orang lain termasuk Asha sendiri
...****************...
JANGAN LUPA, LIKE, COMENT, AND VOTE