NovelToon NovelToon
Cinta Dikala Senja

Cinta Dikala Senja

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:412k
Nilai: 4.9
Nama Author: Dhea Novita

Saat Reyhan menerima jabatan yang sudah ia kejar. Ternyata Mama sudah menyiapkan calon istri untuknya. Lalu bagaimana Rere yang sudah 2 tahun ini bersamanya?

Pernikahan itu pun sangat hambar. Tak ada kehangatan didalamnya. Bahkan jiwa Reyhan rasanya ingin membludak saat Aisyah sudah berani memarahi Rere. Apa salah jika Rere selalu bersamanya? Rere kekasihnya! pertengkaran setiap harinya tak mereka hindari. Hingga keduanya putus asa dan tak kuat dengan pernikahan mereka, mamah malah mengirim sebuah tiket bulan madu.

Saat senja menjadi siluet bagi Aisyah, Reyhan terdiam, desiran halus dihatinya terasa. Keringat dingin dan deru nafasnya tak beraturan menjadi bukti kepanikannya. Ia teringat mimpinya sendiri, Aisyah meninggalkannya, hatinya menjadi hampa dan begitu sakit. Ia tak ingin merasakan itu lagi, ia pun bangkit dan berjalan dengan tergesa kearah balkon. Aisyah tengah menatap senja dengan damai, wajah cantik itu seakan menyentuh hatinya.
"Jangan tinggalkan aku Aisyah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhea Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 : Menemui

"Mas, Aisyah bawain tongseng ya buat makan siang." Mata indah itu lagi-lagi membuat Reyhan bersalah, saat ini pikirannya mulai terganggu dengan Rere disaat istrinya sendiri memberikan perhatian dan makan siang ke kantornya.

"Terimakasih banyak sayang. Kenalin ini Evan, teman kuliah Mas." Evan yang hendak mengulurkan tangan menghentikan aksinya saat wanita itu tersenyum dibalik cadar dan menangkup kedua tangannya dengan sopan.

"Aisyah." Suara itu begitu lembut dan membuat Evan mendadak kikuk. Gayanya yang terbiasa bebas membuat Evan seketika kaku.

"Evan," ujarnya dengan meniru gerakan tangan Aisyah. Kini ia sedikit mengerti dengan keputusan Reyhan memilih mengakhiri hubungannya dengan Rere. Wanita impian para orangtua kini ada dihadapannya, bahkan cadar yang menutupi wajahnya mampu Evan prediksi betapa cantiknya perempuan ini. Reyhan beruntung, amat sangat beruntung.

...🦋...

"Mas, kalau gitu Aisyah pulang ya, sekalian mau minta ijin ke rumah Mama, sore ini ada kajian di masjid agung. Umi juga ikut." Reyhan menganggukan kepalanya.

"Hati-hati ya sayang, kalo mau dijemput nanti kabarin aja.” Aisyah pun tersenyum dan mengambil tangan Reyhan untuk mencium.

"Jangan lupa sholat Ashar ya mas, Assalamu'alaikum." Lagi-lagi Reyhan mengangguk pelan.

"Wa'alaikumsalam," jawab Reyhan dan Evan.

Setelah perginya Aisyah, Reyhan menghempaskan tubuhnya. Hatinya terkecamuk pada dua pilihan, rasa khawatir pada Rere menjadi lebih dominan saat ini. "Astagfirullah."

"Kenapa lo Rey?" Tanya Evan yang terkejut dengan sikap Rey.

"Ini yang bikin gue bimbang, Aisyah sosok perempuan yang selama ini gue cari, dan waktu itu gue udah ngasih kesempatan terakhir buat Rere, tapi Rere..."

Tepukan Evan dibahu Reyhan membuatnya menghentikan kata-kata yang akan terlontar dari mulutnya. "Iya, sekarang gue ngerti keputusan lo saat itu. Rere udah cerita sih sekilas tentang dia yang nolak rencana lo buat nikahin dia. Sekarang gue malah jadi iri pengen kayak lo." Reyhan tak memperindah ucapan Evan, ia menganggap semua itu hanya hiburan Evan untuknya semata. Namun, Evan masih terpaku pada sosok Aisyah, hari ini ia sholat Dzuhur untuk pertama kalinya setelah sekian lama tidak ia lakukan. Turur kata yang lembut dan sopan begitu nyaman di telinganya, sudah lama ia tidak menemukan perempuan seperti itu. "Gue juga balik dulu deh." Evan ingat, ada beberapa teman yang belum ia kunjungi juga.

"Eh, baru juga satu jam lo disini."

"Ya lo kan harus kerja Rey, masa gue disini terus, sekalian mau ke rumah Bagas dulu gue."

Rey terdiam sesaat ketika Evan berdiri, lidahnya terasa kaku untuk berbicara. "Van, sore lo bisa kesini lagi?"

Evan mengerutkan keningnya, "Ngapain? Lo masih kangen gue?" Gelak tawa Evan membuat Reyhan mendengus, temannya satu ini memang terlalu bebas berbicara, bahkan sikap dingin Reyhan pun mudah mencair jika berbicara dengan Evan semasa kuliah dulu.

"Gue kayaknya mau ngejenguk Rere. Lo temenin gue biar kesannya gak terlalu berdua disana ya. Kan gue gak tau siapa aja yang lagi nemenin dia. Ucapan lo tadi kayaknya bener, gue harus minta maaf dan tetep komunikasi, jangan sampai jadi musuh."

"Nah gitu dong, biar Rere juga cepet move on dari lo. Karena move on terbaik itu adalah merelakan, bukan saling membenci sampe lo lupa. Tapi inget, jangan sampe CLBK lo," ucap Evan tegas sambil memperingati.

1
Surati
bagus 👍👍
Maisarah Khairunnisa
beda banget kayk novel lain yg ada adegan benci dulu baru cinta. love deh thor
n4th4n14e4
🥰🥰🥰
n4th4n14e4
😭😭😭
n4th4n14e4
🥰🥰🥰
n4th4n14e4
duh
amalia
kurang suka sm peran nya aisyah terus jg gk ada adegan romantis nya sm sekali ya
Rini akbarini
dasar deviiiii...
luuuu kan yg udah manggil reyhan buat nemiun Rere....
floren yanti
good job thor tidak bertele tele tapi mengena di hati
floren yanti
yang sabar ya Aisyah, cinta pasti datang di saat yg tepat
floren yanti
sepertinya bagus blm selesai membacanya, 😃😃 baru 2 episode
Mutmainnah
waduh waduh kena prankk
Mutmainnah
nyesseek
Mutmainnah
Aisyah yg kantor Reyhan aku yg deg deg an . sumpah
Erni Ernawati
kalau ada yg bilang bdh mgkn trlalu serius dgn hidup nya jadi gak tahu ada keseruan dlm dumay /dunia maya dan dunia perhaluan!cuekin aja smgt berkarya terus thor!
Enno
Cerai aja...trus Aisyah di deketin tuh sm Evan...cemburu deh si reyhan
Enno
Aisyah Tinggalin aja reyhannya
Enno
Klo Aisyah pergi tau rasa deh
Najmiati Zuroya
semangat
Ning Aja
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!