NovelToon NovelToon
Legenda Teratai Es Abadi

Legenda Teratai Es Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Di Benua Shenzhou yang dipenuhi oleh energi spiritual (Qi), hukum rimba berlaku: yang kuat dihormati, yang lemah diinjak-injak. Ye Chen, seorang pemuda dari Klan Ye, terlahir dengan meridian yang cacat sehingga ia tidak bisa menyerap Qi. Selama enam belas tahun, ia hidup sebagai lelucon dan bahan hinaan klannya.
​Namun, takdirnya berubah drastis di suatu malam yang berdarah. Saat ia dipukuli dan dibuang ke dasar Jurang Kematian oleh sepupunya sendiri, darahnya tanpa sengaja menetes ke sebuah liontin batu giok hitam peninggalan ibunya. Liontin itu ternyata menyimpan jiwa seorang Kaisar Naga Kuno yang telah tersegel selama puluhan ribu tahun. Dengan bimbingan sang Kaisar Naga, Ye Chen memulai jalan kultivasi yang menentang langit untuk membalas dendam dan mencari kebenaran di balik hilangnya kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pedang Berat Tanpa Tepi

​Keheningan di dalam Paviliun Seratus Herbal terasa mencekam. Sang penjaga toko, yang sebelumnya memandang Ye Chen bagaikan kotoran di sol sepatunya, kini mengelap keringat dingin di dahinya dengan saputangan sutra yang gemetar.

​Dengan tangan gemetar, ia selesai menghitung belasan Inti Binatang di atas mejanya. "T-Tuan Muda... lima belas Inti Binatang tingkat tiga elemen tanah, dan tiga tingkat tiga elemen angin. Kualitasnya sangat utuh. T-total semuanya... delapan belas ribu koin emas!"

​Angka itu membuat beberapa tentara bayaran di ruangan itu menelan ludah. Delapan belas ribu koin emas sudah cukup untuk membeli sebuah rumah mewah di pusat Kota Besi Hitam!

​Penjaga toko itu segera menyodorkan sebuah kartu kristal ungu dengan kedua tangannya sambil membungkuk sembilan puluh derajat. "Ini adalah Kartu Ungu VIP paviliun kami, Tuan. Di dalamnya sudah tersimpan delapan belas ribu koin emas. Apakah Anda... ingin melihat koleksi Pil Pengumpul Qi tingkat menengah kami?"

​Ye Chen menerima kartu itu dengan tenang. Di dalam kepalanya, suara Ao Tian langsung mendengus jijik.

​"Jangan sentuh pil sampah mereka! Menyerap terlalu banyak pil beracun hanya akan menodai Qi murni yang baru saja kau dapatkan dari Teratai Es. Yang kau butuhkan sekarang adalah senjata yang bisa menahan kekuatan fisik fisik nagamu."

​Mengikuti saran gurunya, Ye Chen menggelengkan kepala. "Aku tidak butuh pil. Bawa aku ke ruang senjatamu. Aku butuh senjata berat. Sangat berat."

​Penjaga toko itu tersentak, namun tidak berani membantah. Ia memandu Ye Chen ke lantai dua yang dijaga ketat, tempat barang-barang bernilai tinggi disimpan.

​Rak-rak di lantai dua dipenuhi oleh pedang panjang yang berkilau, tombak perak yang tajam, dan golok berukir indah. Namun, pandangan Ye Chen melewati semua itu, hingga matanya terpaku pada sebuah sudut ruangan yang berdebu.

​Di sana, tertancap sebuah pedang besar berwarna hitam legam. Pedang itu tidak memiliki ukiran, tidak memiliki kilau spiritual, dan anehnya... tidak memiliki mata pisau yang tajam. Bentuknya lebih menyerupai lempengan besi raksasa yang tumpul.

​"Senjata apa itu?" tunjuk Ye Chen.

​Penjaga toko itu tersenyum canggung. "Ah, Tuan Muda sungguh bermata elang, tapi sayangnya itu hanya barang rongsokan. Itu adalah Pedang Besi Hitam Tanpa Tepi. Kami menemukannya di sebuah reruntuhan kuno. Senjata itu murni terbuat dari Besi Bintang Jatuh, beratnya mencapai 500 jin (sekitar 250 kilogram). Tidak ada kultivator di bawah Tahap Pembentukan Fondasi yang bisa mengayunkannya dengan benar tanpa mematahkan pinggangnya sendiri."

​"Beli pedang itu, Bocah!" perintah Ao Tian tiba-tiba, suaranya dipenuhi ketertarikan. "Besi Bintang Jatuh adalah material yang sangat keras dan mampu mengalirkan Qi dengan sempurna. Senjata tajam akan mudah patah di tanganmu, tapi pedang berat tumpul ini akan menghancurkan tulang musuhmu dari luar hingga ke dalam!"

​Tanpa ragu, Ye Chen melangkah maju. Ia memegang gagang pedang hitam legam itu dengan tangan kanannya. Penjaga toko baru saja hendak memperingatkannya agar menggunakan dua tangan, namun kata-katanya tersangkut di tenggorokan.

​Dengan satu tarikan santai, Ye Chen mencabut pedang seberat 500 jin itu dari lantai seolah mencabut sebatang ranting. Ia mengayunkannya ke udara dengan satu tangan.

​WUSSH!

​Tekanan angin dari ayunan pedang tumpul itu begitu kuat hingga menghempaskan beberapa rak senjata di dekatnya dan membuat penjaga toko terpelanting ke belakang.

​"Sempurna," gumam Ye Chen, tersenyum puas. Beratnya pas untuk melatih otot-ototnya yang baru terbentuk. "Berapa harganya?"

​"T-tiga ribu koin emas saja, Tuan!" jawab sang penjaga toko yang masih terduduk di lantai dengan wajah pucat.

​Setelah memotong saldo di kartunya, Ye Chen mengikat pedang hitam raksasa itu di punggungnya. Meski penampilannya kini terlihat semakin liar dan mengintimidasi, ia merasa sangat siap.

​Saat Ye Chen melangkah turun kembali ke lantai satu untuk pergi, pendengarannya yang tajam menangkap percakapan beberapa pelanggan yang baru masuk.

​"Hei, kudengar kau akan pergi ke Kota Puncak Hijau besok?" tanya seorang pria kurus.

​"Tentu saja! Lusa adalah Turnamen Bela Diri Tahunan Klan Ye. Kudengar hadiah utamanya tahun ini adalah masuk ke Kolam Spiritual leluhur mereka!" jawab temannya antusias.

​"Klan Ye? Bukankah itu klan dari jenius Ye Feng? Kudengar dia baru saja diangkat menjadi murid luar Sekte Awan Putih bulan lalu!"

​"Benar! Dan kau tahu yang lebih gila? Dengan dukungan pil dari Sekte Awan Putih, Ye Feng dikabarkan telah menerobos ke Tahap Pengumpul Qi tingkat keenam! Di usianya yang baru tujuh belas tahun, dia tidak memiliki lawan di generasi muda Puncak Hijau!"

​Langkah Ye Chen terhenti di ambang pintu paviliun. Angin jalanan meniup rambutnya yang sedikit panjang. Matanya yang tadinya tenang, perlahan menajam bagaikan iblis yang terbangun dari tidurnya.

​"Tingkat keenam?" guman Ye Chen pelan, sudut bibirnya melengkung membentuk senyum sedingin es. "Bagus. Jika kau terlalu lemah, permainannya tidak akan menyenangkan, Sepupu Feng."

​Ye Chen tidak membuang waktu lagi. Ia menepuk sedikit debu dari jubahnya, memperbaiki posisi Pedang Besi Hitam di punggungnya, dan melangkah keluar dari Kota Besi Hitam.

​Lusa adalah Turnamen Klan Ye.

1
Luo Zheng
💪💪💪💪💪👍
Luo Zheng
lanjutkan
Aman Wijaya
semangat Ye Chen jadilah kuat bunuh mereka semua yang membully mu
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!