NovelToon NovelToon
Gara-Gara Kamu

Gara-Gara Kamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Selingkuh / Tamat
Popularitas:97.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fhatt Trah

*** (Disarankan membaca cerita sebelumnya)
Sekuel CINTA UNTUK ARUNA

Gloria, wanita 24 tahun, yang harus menerima kepahitan hidup sejak orang tuanya meninggal dunia. Sering dijadikan suaminya sendiri sebagai wanita penghibur hanya demi uang.

Pertemuannya dengan seorang Richardo, pria 26 tahun, membuat hidupnya berubah. Tak hanya memperlakukannya dengan baik, memberinya perhatian, Richardo bahkan berani menantang badai hanya demi mendapatkan cintanya.

Bagaimanakah kisah Richardo dan Gloria selanjutnya? Akankah Richardo mampu menaklukkan wanita yang sudah menyandang status istri orang tersebut?

Ikuti kisah selengkapnya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatt Trah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Mulai Gila Karenamu

Bab 19. Mulai Gila Karenamu

Donal tak henti mengedarkan pandangannya. Sesekali ia memanjangkan leher memandang ke arah pintu masuk. Demi mencari sosok yang ia tunggu-tunggu menyeruak diantara kerumunan orang-orang yang telah memenuhi lantai utama sambil menari diiringi lantunan musik keras yang memenuhi ruangan.

Namun sosok yang ia tunggu tak jua menampakkan batang hidungnya. Sementara di seberang sana, Bary tengah mengomeli habis-habisan sang primadona Club nya.

Ia tengah meneguk minumannya saat Bary datang menghampirinya.

"Hei Bro. Kemana saja? Lama tidak kelihatan," sapa Bary sembari mengambil duduk.

"Biasa Bro. Sibuk."

"Teman kamu kemana? Tidak ikut?"

"Siapa? Ardo?"

"Iya. Ardo."

"Oooh ... Sebentar lagi dia kesini."

Oh ya, kalau boleh tahu, teman kamu itu sebenarnya kerjaannya apa sih?"

"Dia itu calon pewaris The Royale Fa..." Namun Donal tak dapat melanjutkan kalimatnya lantaran Ardo baru saja tiba.

Ardo lantas mengambil duduk di depan Bary. Namun netranya menelisik liar, mencari-cari sosok yang mulai menguasai hati dan pikirannya.

"Hai Do. Tumben Elu lama nyampenya," ucap Donal.

"Jalanan macet Nal. Kamu sendiri kan tahu, ini malam minggu," sahut Ardo. Namun pandangannya malah menyapu seisi ruangan. Masih berusaha mencari-cari keberadaan sosok itu.

"Cari siapa, Bro?" tanya Bary merasa aneh dengan gelagat Ardo.

Kini Ardo memusatkan pandangannya kepada Bary. Menatap dingin pria itu. Jika ditanya, ia sungguh ingin sekali menonjok wajah Bary. Susah payah ia membelah padatnya jalanan ibukota demi sampai ke tempat ini. Ia bahkan melaju dengan kecepatan diatas rata-rata, tak peduli lagi keselamatan jiwanya.

Dalam sambungan telepon seluler, Donal mengatakan bahwa Bary sedang menerima pelanggan khusus. Yang tentu saja ia tahu persis pelanggan seperti apa itu.

Dan hal itulah yang membuat jiwanya tak tenang. Demi orang itu ia rela menerobos rambu-rambu lalu lintas. Meskipun pada akhirnya ia sendiri yang akan terkena sanksi hukum nantinya.

Semua yang ia lakukan hanya demi orang itu. Demi istri orang yang mulai merajai pikirannya.

"Malam ini pengunjungnya ramai," kilahnya. Yang anehnya malah terdengar konyol. Sehingga menerbitkan senyum di wajah Bary.

Pengunjung Club Bary memang selalu ramai setiap malamnya. Mungkin Ardo hanya berbasa-basi pikirnya.

"Club ini memang yang paling ramai kawan. Bukan hanya malam ini saja, setiap malam Club ini selalu ramai. Kalau kamu perlu sesuatu kamu tinggal bilang," ujar Bary.

"Oh ya, Bar. Elu tadi kenapa ngomel-ngomel? Primadona Elu kenapa memangnya? Kasihan tahu, cakep-cakep begitu Elu omelin seperti itu," tanya Bary.

Dan pertanyaan Bary itu semakin menambah kecemasan Ardo. Siapa lagi yang dimaksud Donal kalau bukan Gloria. Satu-satunya primadona di Club ini.

"Siapa yang tidak kesal, Nal. Ada pelanggan yang membayar mahal, eh dianya malah menolak," sahut Bary dengan santainya.

Bary tidak tahu, pria yang sedang duduk di depannya itu tengah menahan kekesalannya setengah mati. Bisa-bisanya Bary menjadikan istrinya sendiri sebagai wanita penghibur. Jika saja tidak akan melanggar hukum, ingin rasanya Ardo mengubur Bary hidup-hidup saat ini juga.

Namun kekesalan itu, berusaha tak Ardo tampakkan di raut wajahnya. Ia masih bisa bersikap tenang, meski sejujurnya hatinya tak tenang. Kian dilanda kecemasan. Cemas akan keadaan Gloria saat ini. Bagaimana kalau wanita itu tidak akan bisa menghindar? Lalu wanita itu malah akan jadi ...

Tidak!

Ini tidak boleh terjadi. Jika Bary tega menjatuhkan kehormatan Gloria, maka biarlah ia yang akan menjaga kehormatannya.

"Sorry kawan, toilet di mana?" tanya Ardo.

"Di ujung sana kawan. Dekat tangga ke lantai dua." Bary menunjuk sudut ruangan dimana terdapat tangga menuju lantai dua.

Sebenarnya Ardo tahu persis letak toilet itu. Ia hanya berpura-pura saja. Karena tujuannya yang sebenarnya adalah lantai dua. Dimana terdapat kamar khusus yang sering digunakan Bary untuk menerima pelanggan tertentu.

"Oh, thankyou. Aku permisi ke toilet sebentar." Ardo bangkit, lalu menepuk pundak Donal.

"Nal, aku tinggal sebentar." Ardo pun bergegas menuju toilet di sudut ruangan.

Ia memang masuk ke dalam toilet, tapi bukan untuk menuntaskan hajat. Di dalam toilet ia mengeluarkan ponsel. Mengetik sebuah pesan yang ia kirim kepada Donal.

Ardo

Nal, aku butuh bantuan kamu. Tolong kamu ajak Bary ngobrol. Alihkan perhatiannya. Kalau perlu kamu buat dia mabuk.

Donal

Kenapa Bro?

Ardo

Nanti aku jelasin

Menuruti permintaan Ardo, Donal pun mulai melancarkan aksinya. Dengan berusaha mencari-cari topik pembicaraan yang terkadang kurang masuk akal. Hanya demi mengalihkan perhatian Bary. Bahkan Donal menawar-nawari Bary minuman. Semua Donal lakukan demi alasan yang ia tak tahu.

______

Di lantai dua itu, di depan sebuah kamar khusus. Gloria masih berdiri mematung. Ia mere mas-re mas jari jemarinya takut. Tangannya yang gemetaran mulai terangkat, hendak mengetuk pintu.

Namun belum sempat tangannya menyentuh daun pintu, seseorang menarik pergelangan tangannya. Mengajaknya menjauh dari kamar itu.

Sontak saja ia melawan. Dihempasnya kasar tangan seseorang yang menggenggam erat pergelangan tangannya. Yang ia sendiri tidak mengenalnya.

Ia hanya tak ingin Bary memarahi dan menyiksanya nanti jika ia tidak melaksanakan perintah Bary.

"Lepaskan. Kamu siapa?" sentak Gloria pada pria yang berdiri membelakanginya.

Pria itu pun memutar tubuhnya berhadapan dengan Gloria. Yang membuat Gloria terkejut setengah mati.

Richardo.

"Se-sedang apa Anda di tempat ini?" tanyanya tak percaya. Sembari kepalanya celingukan. Memasang tampang waspada jikalau Bary nanti datang tiba-tiba.

"Untuk apa lagi kalau bukan untuk kamu," sahut Ardo santai.

"Tolong pergilah dari sini. Nanti Bary melihat Anda."

"Tidak akan. Bary ada di lantai bawah. Jangan takut, dia tidak akan datang kemari."

"Tapi saya harus melayani pelanggan."

"Tidak perlu."

"Bagaimana kalau Bary tahu kalau saya tidak melaksanakan perintahnya. Saya nanti akan di..."

"Aku yang akan menanganinya. Kamu tidak perlu cemas," sela Ardo.

"Ta-tapi ..." Tatapan tajam Ardo yang menghunus membungkamnya seketika. Gloria tak bisa berkata-kata lagi. Ia ingat, jika sedang berbicara Ardo tidak suka mendengar kata TAPI.

Ardo lantas merogoh kantong jaketnya, mengeluarkan ponsel dari dalam sana. Ia terlihat sedang mengetik. Sejurus kemudian, ponsel itu ia simpan kembali ke dalam kantong jaketnya.

Tak berapa lama, seorang wanita muda datang menghampiri. Wanita itu terlihat cantik dengan riasan wajah tebal.

"Aku sudah memberitahumu apa yang harus kamu lakukan." Ardo berujar kepada wanita itu.

Wanita itu tersenyum. "Tentu saja tuan Richardo. Asalkan bayarannya dobel."

"Kirim nomor rekeningmu, akan aku transfer. Kamu sudah mengenalku, aku tidak pernah mengingkari janjiku."

"Oke. Lalu, aku harus ke mana sekarang?"

"Ke kamar itu. Lakukan tugasmu dengan baik." Ardo menunjuk kamar yang hampir dimasuki Gloria.

Wanita itu pun beranjak menuju kamar itu. Tampak wanita itu tengah mengetuk pintu. Tak berapa lama pintu kamar itu terbuka. Wanita itu pun bergegas masuk.

Gloria memandanginya bingung. Sebab ia masih belum mengetahui siapa wanita itu dan apa maksud Ardo melakukan semua ini. Dipandanginya Ardo yang masih sibuk mengetik sesuatu di layar ponselnya.

"Siapa perempuan itu?" tanyanya penasaran.

"Yang jelas dia bukan pacarku. Dia yang akan menggantikan tugasmu," sahut Ardo tanpa mengalihkan pandangan dari ponsel ditangannya.

"Menggantikan tugasku? Tapi ..." Kalimatnya pun terhenti begitu Ardo mengalihkan pandangan kepadanya. Ia baru menyadari jika telah mengucap kata TAPI. Kata yang tak ingin Ardo dengar.

"Tapi yang pasti, dia itu profesional. Tidak seperti kamu."

Gloria melongo tak percaya. Bisa-bisanya mempunyai ide menggantikannya dengan wanita lain. Bagaimana jika Bary mengetahuinya?

Lalu wanita itu? Siapa wanita cantik itu? Jika dia bukan pacar Ardo, lalu siapakah dia? Apakah dia ...

Gloria terhenyak. Lalu mulutnya menganga tak percaya. Cepat ia membekap mulutnya sendiri sebelum Ardo Ardo melihatnya.

Ia dibuat tak percaya dengan pikiran-pikiran anehnya sendiri tentang siapa wanita cantik dan seksi itu. Jangan bilang kalau wanita itu adalah ...

"Berhenti berpikiran yang bukan-bukan tentangku," ucap Ardo membuat Gloria refleks menurunkan tangan yang membekap mulut.

"Yang jelas, dia itu sangat profesional. Dia tahu apa yang harus dia lakukan. Tidak seperti dirimu. Terlalu kaku," tambahnya lalu menarik pergelangan tangan Gloria. Mengajaknya meninggalkan tempat itu.

"Tunggu dulu. Kita mau ke mana?"

"Menjauhi suamimu itu. Bila perlu, aku ingin memintamu meninggalkannya. Lalu ikutlah bersamaku."

Kembali Gloria terkesima. Bingung harus menanggapinya bagaimana. Tapi yang pasti, hatinya berdebar-debar.

Bersambung

1
Cinta Rodriques
langsung PD intix thour jngn mutar2 nanti yg baca bosan...
Cinta Rodriques
ya g taulh kmkn tukang CELUP mnjijikn
redmi Notetujuh
😂😂😂😂😂
Aisyah farhana
yaaahhh sudah end aja kak adakah boncap nya ???
lovely
yangyang pacarrr gue😍
Aisyah farhana
gaa sabar nunggu baby launching
Syahrul
jangan lupa mampir ya
💖 NAMA Q CINTA 💖
DASAR... CABUL" HHH
Aisyah farhana
hhhhmmmmm dasar pengantin baruuuuu
Aisyah farhana
hayoooo udah sah yahh Ardo loly
💖 NAMA Q CINTA 💖
TABUR TUAI KAN HHHH...GABISAH DI ELAK PASTI TERJADI
Syahrul
mampir dong ke novelku
Aisyah farhana
kirain kemana kak lama ga up up sehat selalu kak semangaaaaaatttttt
mama Al
Semesta merestui kami hadir
Syahrul
like
Syahrul
hai thor aku mampir nih
jangn lupa berkunjung ya
Elisabeth Ratna Susanti
keren 😍
Rani mdvpriangan
yah gagal deh mau mesra"an nya. mmah mlh nongol 😁
Aisyah farhana
aahhhh mamah ganggu ajah
💖 NAMA Q CINTA 💖
DASAR OTAK BOCA...BISAH2 NYA MIKIRIN MAKAN LGI URJEN HHHHH
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): 😁😁emang dasar bocah ya, pikirannya gak jauh² dr mknan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!