NovelToon NovelToon
Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Cintapertama / Obsesi / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Along Pee

Follow Ig Author, @Alongpee_08


Yaren Motan, 25 tahun. Telah dengan berani mengajak seorang pria untuk menikah dengannya, gara-gara perjodohan sialan yang akan dilakukan orang tuanya, dirinya rela merendahkan diri di hadapan seorang pria asing malam itu.

"Apa kau pikir aku lebih baik darinya?" tanya Ayaz. Pria yang diselamatkan oleh Yaren saat dikejar oleh banyaknya manusia dengan senjata tajam.

"Setidaknya, saat kita menikah nanti kita bisa bercerai kapan saja!" ucap Yaren.

"Deal!"

"Aku tidak janji, jika aku tidak datang besok kau menikahlah dengannya..." ucap Ayas kemudian membuka pintu mobil untuk segera turun.

"Ayaz sialan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Along Pee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku mohon lepaskan aku!

Yaren berlari cepat, dirinya tidak mau kehilangan harapan satu-satunya.

Pria paruh baya itu, yang baru saja bertamu ke rumah Ayaz, dia mengikuti pria paruh baya itu yang digadangnya sebagai petunjuk arah menuju persimpangan kota.

Berada setidaknya sekitar lima meter, Yaren mencoba menahan nafasnya yang tersengal akibat mengejar mobil pria paruh baya itu.

Rasanya sudah jauh sekali kaki Yaren melangkah, namun tidak juga sampai ke persimpangan, hutan lebat nan rindang masih saja akrab menyapa di sepanjang jalan.

Tiba-tiba, mobil itu berhenti, Yaren segera bersembunyi di balik semak-semak, dilihatnya pria paruh baya itu keluar dari mobil, mengedarkan pandangan seperti mencari sesuatu.

“Keluar!” pekiknya.

Yaren tersentak, mungkinkah pria paruh baya itu mengetahui kehadirannya.

“Aku akan hitung sampai tiga, kau bisa keluar!” ucap pria tua itu lagi. Yaren menetralkan rasa takutnya, jantungnya kini berdetak lebih kencang, tidak ingin salah menilai seseorang lagi, seperti waktu dirinya menilai Ayaz, Yaren begitu takut jika saja orang itu bukanlah orang baik.

“Aku tidak akan menyakitimu, kau bisa keluar Nona!” serunya lagi.

Yaren bangkit, meski dia tidak begitu yakin, namun sudah kepalang tanggung, meski dirinya tidak keluar pun mungkin orang itu sebentar lagi akan menyeretnya keluar dari persembunyian.

“Heemm, benar saja seorang wanita!” ucapnya sembari menatap Yaren penuh minat. Yaren bergidik ngeri, bagai keluar dari kandang singa lalu tercebur ke kandang buaya, nasibnya lagi-lagi tidak beruntung.

“Kau ingin pergi dari Ayaz?” tanya pria paruh baya itu pada Yaren.

“Iya!” sahut Yaren.

“Masuklah, aku bisa mengantarmu ke persimpangan, atau sebutkan saja tujuanmu, aku akan dengan senang hati mengantar wanita cantik sepertimu!”

“Tidak perlu, kau pergilah!” tegas Yaren.

“Siapa namamu?”

Yaren tidak menjawab, sudut matanya melirik ke arah kanan, mempersiapkan diri untuk pergi dari petaka yang sudah dirinya buat sendiri.

“Apa hubunganmu dengan Tuan Ayaz?” tanyanya lagi.

Pria paruh baya itu mendekat, sementara Yaren menjauh, wanita itu sungguh malang namun siapa lagi yang akan menyelamatkannya kalau bukan dirinya sendiri.

“Jangan mendekat!” hardik Yaren.

Namun pria itu tidak peduli, tetap saja mendekat sembari matanya menatap Yaren penuh naf*u.

“Kau pasti wanitanya Ayaz, hahahaha menarik sekali jika aku bisa mencicipimu!”

Yaren mundur, dalam pikirannya dirinya pasti akan lebih tersesat jika kabur dari ancaman pria tua ini, namun jika dirinya tidak melarikan diri maka dirinya tidak bisa terima selanjutnya apa yang terjadi. Yaren sudah menerka, pria tua di hadapannya ini tidak punya sama sekali niat baik untuk menolongnya.

“Tuan Ayaz tidak akan sembarangan memilih wanita, dan benar ternyata, terlihat kau yang begitu sempurna.”

Yaren menoleh lagi ke belakang, dan pada akhirnya, wanita itu memilih berlari sekuat tenaga menghindari pria tua itu.

Yaren melihat pria itu mengejarnya, membuat Yaren lebih mempercepat laju larinya.

Tidak peduli lagi dirinya akan tersesat, baginya sebisa mungkin dirinya harus bisa lepas dari segala yang memangsanya.

“Hoshh hoshh,” terdengar suara napas Yaren memburu saat kakinya berhenti berlari, tangannya bertopang pada sebuah pohon, suara degup jantungnya membuat panas di seluruh tubuh.

“Kau tidak akan bisa lari Nona!” suara itu sudah dekat saja, padahal Yaren mungkin hanya berhenti tidak lebih dari lima detik, sungguh Yaren tidak menginginkan hidup seperti ini.

“Tolong Tuan, jangan ganggu saya!” lirihnya berkata meminta dikasihani.

“Aku mengganggumu?”

“Maksud saya biarkan saya sendiri, jangan mendekat, tolong!”

“Aku tidak akan melepaskanmu, ayo kita ke kota, mungkin bersenang-senang denganku bisa meringankan beban pikiranmu!”

“Tidak, tolong, jangan ganggu saya!”

Yaren berlari lagi, dan pria itu juga mulai mengejarnya, beruntung saja pria yang mengejarnya kali ini adalah pria tua sehingga Yaren bisa melihat gurat lelah terpancar di wajah brengsek itu.

“Bugghhh...” langkah kaki Yaren terpaksa berhenti kala dirinya menabrak sesuatu, benda keras namun memiliki tangan yang kini sudah melingkar di pinggangnya.

“Aaa aayaz!” gagapnya tidak percaya.

“Aku menemukanmu!” ucap Ayaz dengan seringainya.

“Doorrrr!” sebuah timah panas akibat tembakan yang ditujukan Ayaz mendarat tepat di kaki kanan pria paruh baya itu.

“Aarrrgghhh!” erang pria itu.

“Pergi, atau aku habisi kau menjadi tidak berbentuk” ancam Ayaz.

Pria itu mengurungkan niat busuknya pada Yaren, berbalik pergi dengan menggerutu, bagaimana mungkin dirinya terpaksa harus tunduk dan mengalah pada Ayaz.

“Kau berhutang lagi padaku!” ucap Ayaz, matanya menatap remeh Yaren.

Sebelum Yaren menjawab perkataan Ayaz, pria itu sudah menjepit rahang Yaren dengan jari-jarinya.

“Kau akan membayarnya Yaren, siksaan yang pedih, kau akan kesakitan karena sudah berani pergi dariku!”

“Aaaaa...” Yaren tampak kesakitan.

“Sudah aku katakan, kau akan menjadi budakku. Plak!” sebuah tamparan mendarat di pipi Yaren.

Ayaz menjambak kasar rambut Yaren, menyeret wanita itu untuk berjalan mengikutinya.

“Lepaskan aku Ayaz, lepas!” ronta Yaren, air matanya sudah mulai keluar, karena kesakitan saat rambutnya dijambak, dan juga kesakitan karena hati yang lagi-lagi harus teriris melihat betapa tidak pedulinya Ayaz dengannya.

“Ayaz lepaskan aku, Ayaz aku mohon!” seru Yaren lagi.

Ayaz masih diam, tangannya tidak juga melepas jambakkan di rambut Yaren. Dirinya benar-benar marah, hampir saja pria tua, orang suruhan Marco tadi mendapatkan Yaren kalau saja dirinya tidak segera bertindak.

Ayaz tidak terima, baginya Yaren harus menjadi miliknya, bukan orang lain, lagi pula Ayaz berpikir bahwa Yaren benar masih suci maka dirinya tidak akan rela orang lain merenggut kesucian Yaren.

Harus dirinya, Yaren berhutang padanya, lalu bagaimana bisa seenaknya saja orang lain mau menikmatinya.

“Ayaz, hiks hiks, lepaskan aku!” Yaren tidak berhenti memohon.

“Dasar bajingan, tidak punya hati, tidak punya perasaan, batu, kau kejam, aku mengutukmu Ayaz, aku mengutukmu, aku membencimu di seluruh hidupku!” ucap Yaren lantang, hanya umpatan yang bisa dirinya ucapkan pada Ayaz, mau melawan pun dirinya tidak akan punya cukup tenaga.

“Heh, aku tidak peduli.” Ayaz juga masih tetap pada pendiriannya.

“Ayaz lepaskan aku!” teriak Yaren lagi.

“Brakkk!” Ayaz melepaskan jambakannya, hingga membuat Yaren terjatuh di tanah. Pria itu berjongkok, sudut bibirnya terangkat, dilihatnya Yaren yang tampak begitu menyedihkan.

“Seharusnya kau tidak mengabaikan perkataanku, seharusnya kau tidak bermain-main denganku.” Ucap Ayaz.

“Dasar sinting, pria gila, kau setan, bajingan, iblis berwujud manusia!” umpat Yaren.

“Terus saja, terus saja mengumpatiku, aku ingin lihat apakah dengan mengumpat, maka kau bisa merubah nasibmu?”

“Mengapa kau lakukan ini padaku? Apa kesalahanku? Apa hanya karena aku ingin ikut denganmu waktu itu lalu kau dengan tega memperlakukan aku begini, apa salahku Ayaz? Aku ingin pergi dari hidupmu, aku mohon lepaskan aku!”

“Aku akan membayar semua hutangku, aku akan lakukan apapun perintahmu asal jangan jadikan aku budak naf*umu, aku mohon, biarkan aku lepas dari hubungan ini.” Yaren terisak, tangis dari wanita yang lemah tidak bisa terhindarkan.

Bersambung...

...Like, koment, and Vote!!!...

 

 

1
Cica Kosmetik
Luar biasa
Dewi Soraya
aduh ayas yg slh tu marco krn marco yg membuka aib ibumu didpn sian n mukulin sian hingga sian tw ibumu udh hamil ank marco mkny sian blsny ke u
Dewi Soraya
hrse ayas tw n dy yg mulai dluan
Erni Cahaya Nst
br ngikut lanjut thor smangat
Farizagam
bagus
Nurma sari Sari
aku suka banget ceritanya sampai akhir, tapi masih gantung gk tau anak Ayaz sama yaren laki2 atau perempuan
Nurma sari Sari
aduh penasaran....bayinya laki2 atau perempuan ????
Nurma sari Sari
Rymi yg tinggal dikota aja begitu paniknya saat melahirkan, gimana dgn Yaren yg tinggal ditengah hutan saat akan melahirkan, apalagi yg jauh dari sinyal untuk menghubungi Marco 🤦
Nurma sari Sari
😭😭😭😭
Nurma sari Sari
kasihan yaren 😢😢😢
Nurma sari Sari
ada2 aja baru kali ini seorang kriminal di dukung untuk keselamatannya agar terlepas dari jerat hukum oleh para readers 🤭😀
Nurma sari Sari
tamat sdh riwayat amla
Nurma sari Sari
kasihan juga sebenarnya Donulai
Nurma sari Sari
Rymi memang kriminal yg cerdas dan pembunuh berdarah dingin
Nurma sari Sari
tadi yaren bilang waktu Ayaz cemburu sama dokter Amri yaren menjelaskan kalau dokter Amri itu saudara dari mendiang ibunya dan kak Jovan tau juga dgn dokter Amri, kenapa sekarang malah yaren bilang lagi ke Ayaz kalau kak Jovan GK tau sama dokter Amri. gimana sih yg benarnya, bingung aku 🤦🤔🙄
Nurma sari Sari
ibu hamil memang begitu, mudah ngambek, perasaan sering berubah2, minta selalu diperhatikan, GK mau jauh dari suami, kalau bisa suami GK usah kemana2 maunya dekatan terus, tapi ada juga, kalau suami ada diajak berantem Mulu, tapi kalau suami keluar dari rmh, malah di cari disuruh pulang, tar sdh sampai rumah diributin lagi, ya begitulah bumil angin2n susah dimengerti maunya, sabar ya Sam...
Nurma sari Sari
aaaaaah......maunya dokter Amri sama Camir, kenapa sama kuda nil
Nurma sari Sari
Rymi gengsinya tinggi banget, malu tapi butuh 🤭
Nurma sari Sari
apakah Ayaz nantinya akan mati....???? meninggalkan yaren dlm keadaan hamil untuk memberikan kenang2n seorang anak buah cinta kasih mereka suatu saat nanti. Aaaaaah..... GK seruuuuu !!!!! 😢😢
Nurma sari Sari
aku padamu Ilham 👍🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!