Kisah seorang anak yang di buang oleh keluarganya karena memiliki sisik hitam memenuhi sekujur tubuhnya.
Ya, Kania anak itu. Anak yang membuat orang akan takut melihatnya. Akankah dia bahagia atau terpuruk di kehidupan ini. ikuti kisahnya sampai tamat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon akos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. KE PESTA.
Mobil Alexa terus melaju menuju kesebuah pesta muda-mudi.
Setelah tiba disana Alexa segera masuk dan memarkirkan mobilnya begitu saja di halaman.
Gadis itu langsung keluar dari dalam mobil.
"Hay ..Kamu, parkir mobil Aku di tempat yang aman, Awas jangan sampai ada yang lecet," Alexa memanggil seorang pria yang sedang berdiri disana sebagai juru parkir dan melempar kunci mobilnya kearah pria tersebut.
"Baik Nona" balas pria itu tanpa protes karena Dia tahu siapa Alexa itu.
Alexa segera masuk kedalam, suasa pesta kalah itu cukup meriah, anak para bangsawan berkumpul disana untuk berpesta pora.
"Kenapa kamu datangnya telat, mirip perempuan yang lagi datang bulan," sambut seorang gadis belia seumuran dengan Alexa.
"Ini semua gara-gara Kakek dan Nenekku. Sekarang, mereka melarangku keluyuran seperti biasanya," raut wajah Alexa sedikit berubah.
"Emangnya kenapa?. Apa mereka sudah ingin menikahkanmu dengan pria tajir yang ada di kota ini," tawa Gabriella sahabat Alexa.
"Kamu ini kalau bicara tidak pernah ada benarnya. Mereka menginginkan Aku untuk terjun ke perusahaan. Aku menolak tapi mereka terus saja memaksaku,".
"What...?, menjadi pebisnis di usia semuda ini?," suara cempreng Gabriella hingga membuat sebagian orang yang sedang berbincang berbalik kearah mereka.
"Apa Aku bilang, selain badoh kamu itu teledor sekali, lihat mereka memperharikan kita karena ucapan konyolmu itu," Alexa memplototkan matanya pada Gabriella.
"Iya maaf, Ayo masuk karena sebentar lagi pestanya akan segera di mulai. Tinggal menunggu Rakhel yang katanya akan membawa kekasihnya kemari," tarik Gabriella pada pergelangan tangan Alexa masuk kedalam pesta tersebut dan berbaur dengan yang lain.
Tidak berselang lama kemudian muncul Rakhel dari arah pintu, wajah gadis itu terlihat murung dan melangkah mendekati Alexa dan juga Gabriella.
"Kenapa wajahmu di tekuk seperti itu dan mana lelaki yang selama ini kamu bangga-banggakan di depan Kami?," tanya Gabriella.
"Kak Arnold lagi sibuk mengurus bisnisnya jadi dia tidak sempat datang kemari,". jawab Rakhel masih lesuh.
"Bagus dong, itu berarti Dia calon suami yang bertanggung jawab. Kamu tidak usah bersedih tentang itu Ayo kita nikmati pestanya dan buang semua gunda dalam hati," Gabriella mulai bergoyang mengikuti musik DJ yang sudah mendayu sedari tadi.
Ketiganya pun bergoyang menikmati alunan musik DJ dan sesekali mengambil minuman yang sengaja disediakan oleh Gabriella dan pelayan Club yang sudah di sewa Gabriella untuk menjamu para tamunya.
Sementara itu luar, tampak sebuah mobil mewah memasuki halaman tempat diadakanya pesta itu. Setelah sang empunya mobil memarkirkan kendaraanya, si pengemudi pun keluar bersama kawanya dari dalam mobil.
"Sonya kamu saja yang masuk, biar Aku menunggumu di sini sampai pestanya selesai,".
"Kania sayang, kita datang berdua maka dari itu kita pun harus masuk berdua. Lagian, Aku sudah mendandanimu secantik ini masa kamu tidak ingin memperlihatkan karismamu di depan teman-teman Aku,".
"Dandan yang cantik katamu?, kamu malah membuatku seperti ondel-ondel bernyawa. Lihatlah bedak tebal, lipstik menor apanya yang harus di banggakan,".
"Ha ha ...masa secantik ini kamu bilang ondel-pndel bernyawa, coba lihat dalam kaca spion itu betapa cantiknya dirimu, Aku terkadang heran padamu Kania, wajah cantik tapi penampilanmu seperti laki-laki," ucap Sonya sambil menunjuk kaca spion mobilnya.
"Setiap orang boleh mengespresikan dirinya seperti apa keinginanya selagi itu tidak melanggar norma agama,".
"Berdebat denganmu sama halnya berdebat dengan ibu-ibu rempong di luar sana, Ayo masuk karena acaranya pasti sudah di mulai,"
"Tapi Sonya, Aku malu," tolak Kania tapi Sonya tetap saja menarik pergelangan tangan Kania masuk kedalam rumah mewah itu.
"Pokoknya kamu harus ikut denganku,".
Keduanya pun memasuki rumah dan berdiri sedikit jauh dari para muda-mudi yang sedang asyik bergoyang mengikuti irama musik DJ.
"Sonya, pesta apa ini?, kenapa para muda-mudi itu bergoyan seperti cacing kepanasan?," tanya Kania merasa aneh dengan pandangan yang ada di hadapanya.
"Beginilah pergaulan kota, mereka sudah seperti manusia tidak berTUHAN, rata-rata dari mereka anak-anak bangsawan, punya banyak uang dan hidup dalam kemewahan tapi kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya, seperti Gabriella pemilik rumah ini,".
"Kasihan juga ya mereka, Kalau begitu Aku masih beruntung, masih memiliki Ibu yang senang tiasa menyayangiku sepenuh hati walau terkadang Aku juga merindukan kasih sayang seorang Ayah,".
"Etss...kita kemari untuk bersenang-senang bukanya untuk bersedih-sedih seperti ini, yuk kita kemeja itu untuk menikmati makanan dan minuman yang sudah disiapkan oleh sang empunya rumah," tunjuk Sonya pada sebuah meja panjang yang di penuhi oleh makanan dan minuman.
Kania hanya mengangguk kecil mengikuti kemana Sonya pergi.
Belum juga keduanya menyentuh makanan yang ada diatas meja tiba-tiba Gabriella datang.
"Sonya, akhirnya kamu datang juga," Gabliella melayangkan pipinya pada pipi Sonya kiri dan kanan.
"Jelas Aku datang karena kamu itu sepupuku, Paman dan tante kemana?," tanya Sonya setelah membalas cupika-cupiki dari Gabriella.
"Mereka sekarang ada di Paris untuk mengurus bisnisnya, kemungkinan bulan depan baru mereka pulang. BDW siapa yang kamu temani ini, perasaan baru kali ini Aku melihatnya," tatap lekat Gabriella pada Kania.
"Kenalin, ini Kania sahabatku dan ini Gabriella sepupu Aku,". Sonya saling memperkenalkan keduanya.
Kania menyodorkan tanganya kepada Gabriella tetapi di sambut canggung oleh gadis itu.
"Sonya sepertinya kamu sudah salah bergaul dengan orang!". ucap Gabriella.
"Apa maksudmu salah bergaul?," tanya Sonya dengan heran.
"Sepertinya Dia ini bukan dari kalangan kita,".
"Kamu itu tidak pernah berubah selalu saja memandang orang dari segi penampilan dan kekayaan, kalau kamu masih melihat sahabatku seperti itu maka kami akan meninggalkan pesta ini," ancam Sonya yang tidak terima dengan perkataan Gabriella.
"Sudalah Sonya, Kamu tinggalah dan nikmati pesta ini, biar Aku saja yang pulang," ujar Kania menenangkan Sonya.
"Tidak Kania, Kita datang bersama maka dari itu kita pun harus pulang bersama,". pegang Sonya pada pergelangan tangan Kania.
"Gitu aja bapper, iya-iya Aku tidak akan mengusik sahabatmu lagi. Silahkan menikmati hidanganya tapi awas jangan sampai ada yang membungkus makanan pulang," tatap sinis Gabriella pada Kania lalu pergi meninggalkan mereka dan kembali bergabung dengan teman-temanya yang bergoyang mengikuti musik DJ.
👉 Terus beri coment, like dan vote, terima kasih.
semoga saja tuan Baron bisa dengan cepat menyelesaikan urusan nya
apakah Arnold jodoh nya Kania 🤔
dia si Dewi ular 🐍 anak mu bang🤭
tau gak ya kalau Kania itu anaknya Lidia
semangat kak
sukurin lo nyonya GINA yang sombong
wah bisa seru ini cerita nya
semoga Kania dan bi Desi selalu di lindungi oleh ular raksasa itu
aku lanjut aja ah .... semoga tambah seru
kasian bayi itu dia juga tidak mau keluar dengan kulit yang seperti itu