NovelToon NovelToon
Celine And Her Arrogant Husband

Celine And Her Arrogant Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Nikahmuda / Berbaikan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:310.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vhy'dHeavy Putri

"Apa?! Menikah? Dengan cowok tua yang usianya sudah hampir kepala empat? Yang benar saja, Ayah!"

Suara Celine langsung menggema, sesaat setelah ia mendengar permintaan ayahnya. Bukan tanpa sebab, pasalnya permintaan itu berkaitan dengan pernikahan dadakan. Celine hendak dijodohkan dengan Reksa Wirya Pandega, seorang CEO dan pemilik perusahaan kosmetik, yang usianya jauh lebih tua darinya! Kalau saja tidak ada alasan yang membuat hati terenyuh, mungkin Celine sudah menolak secara mentah-mentah perjodohan tersebut.

Namun Celine bukanlah wanita bodoh yang bisa langsung putus-asa, meskipun pernikahannya dengan Reksa tetap terlaksana. Pernikahan itu Celine anggap sebagai ajang petualangan. Celine juga ingin membuat Reksa yang sombong menjadi kapok. Di sisi lain, Reksa yang super dingin sangat membenci kehidupan pernikahan semacam itu dan berencana menceraikan Celine suatu saat nanti.

Lantas, bagaimana Celine akan melewati pernikahan tersebut? Dan, apakah rencana Reksa untuk menceraikan Celine akan menjadi kenyataan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhy'dHeavy Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20-Celine Marah Besar, Kejujuran Reksa

Dengan gembira, Celine menilisik setiap sudut ruang kamar presidential milik Reksa. Memang benar, yang namanya beda harga, pasti juga memiliki perbedaan yang sangat besar. Kamar hotel tersebut sangat mewah dan glamour, berukuran luas seperti sebuah apartemen. Fasilitasnya pun tak perlu diragukan lagi, tentu saja sangat modern. Meskipun sudah pernah mampir ke tempat itu sebanyak dua kali, Celine masih merasa asing dan juga sangat takjub.

“Berhenti lari-larian! Kamu sudah tersandung karpet sebanyak dua kali, Celine!” ucap Reksa memperingatkan. “Lagian, kamu kan bukan anak kecil lagi.”

“Iya, tapi aku kan anak kampung dan anak miskin!” tukas Celine, lalu kembali berlarian menuju jendela super besar yang menyajikan pemandangan malam kota Moskow. “Indah banget, tahu! Kayak di planet lain saja. Seperti mimpi. Enggak terasa besok kita sudah mau balik ya, Sa.”

“Kamu masih ingin di sini lebih lama?” Reksa bertanya, kemudian berjalan menghampiri sang istri. “Boleh saja. Besok enggak perlu ikut aku pulang, Cel.”

“Hmm ... enggaklah, kalau sendiri aku enggak mau. Enggak seru. Walaupun kita sering bertengkar, rasanya tetap seru kalau ada kamu. Apalagi saat melihat kamu marah, sampai urat-uratmu bermunculan, lubang hidung kamu kembang kempis, dan mata kamu membelalak kayak mau loncat keluar. Hahaha, lucu banget!”

Reksa menghela napas. “Bisa enggak, enggak usah menghina wajah dan ekspresi orang terus, Cel?”

“Tuh kan! Tuh, gede lagi hahaha!” goda Celine masih belum ingin berhenti.

“Celine!” Reksa mencengkeram kedua pundak Celine, sampai istrinya itu langsung terdiam. “Perhatikan baik-baik, apa wajahku memang enggak tampan sama sekali dan malah bikin kamu ingin tertawa terus?”

Sesuai permintaan Reksa, Celine mengamati wajah suaminya tersebut. Cukup lama, nyaris satu menit. “Enggak,” katanya begitu ringan. “Danu lebih—”

”Aaarrrggh! Berhenti menyebut nama cowok itu!” Reksa mengumpat, setelah itu berkata lagi, “Orang yang pantas dibandingkan denganku adalah pangeran-pangeran dari Inggris. Si Danu-danu itu sama sekali enggak pantas, Cel!”

“Kenapa memangnya? Meskipun garis rahang milikmu jauh lebih tegas, mata kamu lebih tajam, Danu juga memiliki pipi lembut dan mata sipit yang imut.”

“Jadi, menurutmu dia jauh lebih tampan dariku, begitu? Oh, siaaal! Lebih baik kamu balik saja ke ba—”

“Enggak, Reksa. Kalian berdua enggak tampan sama sekali!” sahut Celine. “Karena Pak Rodian-lah yang memiliki ketampanan paripurna, yang enggak bisa dilawan oleh siapa pun. Oh iya, daripada kamu, Om Wirya justru jauh lebih ganteng, tahu! Tapi, ... meski begitu, kamu diam-diam punya banyak perhatian yang nyaris sama seperti mereka.”

Celine tersenyum, dan tanpa memedulikan respon Reksa, ia kembali menatap keluar jendela. Lampu-lampu warna-warni kota begitu indah, melebihi keindahan bintang di angkasa. Kota ini adalah kota yang berada di luar negeri. Sebuah kota menakjubkan yang tanpa sengaja bisa Celine singgahi. Meski bukan bersama Keira, tetapi justru suaminya yang arogan, tetap saja pengalaman perjalanan kali ini masih tetap berkesan.

Suatu saat nanti, Celine akan kembali datang. Tidak hanya bersama Keira, tetapi juga semua anggota keluarganya. Yah, kalau mereka bersedia, apalagi Rodian dan Deswita yang kerap menolak naik pesawat terbang. Takut jatuh, kata mereka, dan hal tersebut selalu membuat Celine gagal untuk melakukan perjalanan bersama keluarganya sendiri, selain ke tempat-tempat terdekat.

”Celine?” Tiba-tiba Reksa menyebut nama istrinya, setelah sekian menit terdiam.

“Iya? Kenapa?” sahut Celine sembari menoleh lalu menatap suaminya itu.

“Maafkan aku,” kata Reksa. “Kalau bukan karena ada pekerjaan mendesak di kantor, kita masih bisa berada di sini satu bulan lagi.”

Celine tersenyum. “Enggak apa-apalah, Sa. Aku tahu kamu orang super sibuk. Lagian, mau ngapain juga di kota orang sampai dua bulan? Selain itu, aku juga sudah membuat keputusan buat balik lagi ke kantor. Aku sudah bicara sama Pak Bos, setelah pulang ke tanah air, aku bisa langsung kerja lagi.”

“Kamu ingin kerja di perusahaan kecil itu lagi?”

Sembari mengangguk, Celine menjawab, “Iya. Aku ingin mandiri dan segera membayar hutangku sama kamu. Selain itu, aku harus kembali mengumpulkan uang buat mencapai cita-cita. Yah, memang konyol sih. Pasti bakalan lama banget terkumpul uangnya, apalagi gajiku enggak seberapa. Tapi asal berjuang, Tuhan pasti bersedia memberikan bantuan.”

“Hutang? Astaga, Cel! Aku sudah menganggap lunas semuanya!” tegas Reksa. “Lagian, aku kan suami kamu. Masa iya ada istri hutang sama suami?”

“Kamu memang suami aku, Bapak Reksa. Tapi, aku juga enggak boleh lupa kalau pernikahan kita ini serba dipaksakan. Terus ... harga diriku enggak semurah itu, tahu! Mana bisa aku melupakan dua malam kita hanya demi agar hutangku padamu lunas, sih?!”

“Oh! Jadi, meskipun kamu mau-mau saja, ternyata kamu melakukannya karena terpaksa juga? Kamu kan bisa menolak jika memang enggak mau, Cel!” Reksa mendengkus kesal. “Oke, memang aku yang salah karena sudah lupa daratan dan kembali mengulangi hal yang sama. Tapi, kamu kan tetap bisa menolakku, Cel!”

“Iiih! Apaan sih? Kok malah ngajak bertengkar, sampai pakai otot begitu ngomongnya? Aku kan cuma berkata sesuai kenyataan. Pernikahan kita ini apa? Dan lagi, kok kamu malah menyalahkan aku sih? Kan kamu yang mau! Mana bisa aku menolak, hah? Kamu kan suami aku, sudah tugasku memberimu pelayanan itu. Ah! Sebenarnya di mata kamu, aku ini apa sih, Sa?”

“Kamu istriku, Celine!” sahut Reksa, jauh lebih tegas. “Kamu sudah memiliki rencana untuk membuat aku jatuh cinta, 'kan? Daripada harus memikirkan hutang yang sudah aku anggap lunas, bukankah lebih baik kamu berusaha membuat rencana itu berhasil? Lalu, tadi pagi? Kenapa bangun tidur, malah tiba-tiba pesimis? Apa semua itu karena Danu-danu itu?! Siapa sih dia sebenarnya sampai membuat kamu berubah pikiran? Dia menyukai kamu, dan apa kamu juga menyukainya, begitu?! Dan karena dia pula, kamu mau balik ke kantor kecil itu, begitu?!”

“Aku enggak menyukai Danu, Reksa! Soal pemikiran serta semua keputusanku adalah murni dari hatiku sendiri, tahu! Sepertinya tadi pagi, kamu memang sudah terbangun ya? Okeee ... akan aku jelaskan, kenapa aku bisa pesimis buat bikin kamu jatuh cinta. Karena kamu selalu menganggap aku sebagai wanita rendah, miskin, dan enggak pantas menjadi seorang istri. Dan jujur, meskipun aku tampak kuat, semua perkataanmu itu sering bikin aku sakit hati, tahu! Apalagi kalau sudah membahas soal orang tua! Ah, sialaaan! Kenapa malah bertengkar di malam terakhir begini sih?!”

Ini kedua kalinya bagi Reksa melihat Celine sampai semarah itu, selain saat pertama kalinya ia bertemu dengan wanita itu di sebuah kafe sebelum pernikahan terjadi. Mata Celine juga tampak berair, membuktikan bahwa hati Celine benar-benar marah dan kesal. Celine memang pernah naik pitam, tetapi tidak pernah separah sekarang, sampai kata-kata umpatan pun turut keluar.

Celine menghapus air matanya yang mendadak tumpah. Ia tak lagi berselera untuk mengambil foto atau menikmati panorama kota. Daripada harus bertengkar secara terus-terusan, lebih baik ia kembali ke kamarnya sendiri. Ya, seharusnya sejak awal ia tahu bahwa masuk ke dalam kamar super mewah milik Reksa adalah sebuah kesalahan. Namun, sayang, penyesalan selalu datang belakangan.

“Celine!” seru Reksa sebelum Celine benar-benar keluar dari kamarnya. “Celine! Maafkan aku!”

Mendengar Reksa meminta maaf, langkah kaki Celine berhenti.

“Maafkan aku. Ya, semua memang salahku. Aku memang seperti ini, semua orang juga tahu kalau aku adalah orang yang sombong dan kejam. Aku egois dan maunya menang sendiri. Semua salahku, Cel, aku-lah yang menginginkanmu. Aku enggak bisa menahan diri, setiap kali gejolak itu datang.”

Celine masih terdiam.

“Cel? Jujur ... setiap kali membahas kantor kecilmu, Danu, dan hutang, aku selalu membenci semua itu,” ungkap Reksa. “Sebanyak apa pun aku menyangkal, tetap saja yang namanga hati enggak akan pernah bicara kepalsuan. Aku benci, benci saat kamu membicarakan pria lain. Aku benci saat kamu masih memikirkan bahwa ganti rugi itu adalah hutang yang perlu kamu lunasi, aku ini suami kamu, Celine, bukan rentenir atau semacamnya. Oke, aku memang kejam dan kerap membuat kamu sakit hati. Maafkan aku, Celine.”

“Apa maksud kamu, Reksa? Bisa bicara lebih singkat enggak? Kamu tahu, 'kan, otakku ini bodoh dan plinplan?” tanya Celine sesaat setelah memutar badannya.

“Celine ....” Reksa menelan saliva dan mengusap-usapkan jemarinya satu sama lain. Jujur saja, ia sangat gugup. “Aku enggak bisa berubah dalam sekejap mata. Karakter, sikap, dan cara bicaraku pasti akan tetap sama. Tapi, soal hati, sepertinya itu mungkin terjadi. Aku enggak mungkin berani menyentuh kamu jika di hatiku enggak ada apa-apanya. Aku bukan pria yang asal menyambar wanita.”

Celine menghela napas. Kepalanya dibuat pusing oleh perkataan panjang dari Reksa. “Jadi, dengan kata lain?”

“Sepertinya ... rencanamu itu sudah mulai berhasil, Celine. Semakin lama mengenal dan bersama kamu, aku semakin tahu ada banyak kebaikan yang kamu miliki. Kamu bukan wanita sembarangan, bukan pula wanita rendahan seperti yang aku katakan. Kamu spesial, unik, dan jarang. Kamu bisa memberikan warna tersendiri di dalam hidupku, Celine.”

”Re-reksa?”

Reksa tidak lagi berkata-kata. Cepat, ia mengambil langkahnya. Ia menghampiri Celine yang masih tercengang tidak percaya. Dan meski belum mengaku terlalu jelas, Reksa sudah menyadari perihal hatinya sendiri. Sebab sekeras apa pun menyangkal, hatinya tak bisa dibohongi. Ia mulai menyukai istrinya sendiri. Ada sesuatu spesial yang ada pada sosok Celine. Sesuatu yang membuat Reksa mulai membuka hati.

Setibanya di hadapan Celine, Reksa langsung menarik wajah istrinya itu. Ia memberikan kecupan manis dan dalam di bibir tipis milik Celine. Dan Celine tidak memberikan penolakan. Malam terakhir ini, detik-detik terakhir di kota ini, akan mereka lewati dengan romansa indah sebagai pasangan yang sesungguhnya.

“Kita mandi dulu, yuk?” bisik Reksa tepat di samping telinga istrinya.

***

1
Asiah Erap
Thor aku baru mampir, bagus ceritanya😍
nobita
aku suka sikapnya Celine yg tengil dan ceplas-ceplos
VhyDheavy: FL yg ku bikin beda, Kak. Dan sejumlah novel saya, karakter ceweknya memang cenderung kuat. Silakan mampir di novel2 saya yg lain. Terima kasih bnyak 😊
total 1 replies
nobita
aku mampir thor.. yg pastinya like dan favourite
VhyDheavy: Terima kasih banyak kakak 😊
total 1 replies
runma
🥰🥰
VhyDheavy: Terima kasih sudah mampir 😊
total 1 replies
Lia Puspita Sari
romantis
Ratnasari Hariyanto 🥰😘
gk suka sma sikaonya celine pecicilan , bener kata reksa
VhyDheavy: Dia masih terbilang kayak anak kecil, Kak. Suaminya yang sudah sangat dewasa. Maafin Celine 🙏😁
total 1 replies
Krystal Zu
bintang 5 buat author
VhyDheavy: Terima kasih Kakak 😊
total 1 replies
Krystal Zu
🌼🦋
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
ttp semangat berkarya y thor ... bagus bgt novelnya ....

selamat wat couple reksa celine yg mo jd ortu ..
dan selamat wat couple keyra kenny ... moga lancar segalanya ....

truz danur ga dikasih jodoh thor ???????
VhyDheavy: Terima kasih kakak. 😊 Terima kasih sudah mengikuti Celine dan Reksa sampai akhir 🥰
total 1 replies
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
wah selamat y reksa celine .... akhirnya apa yg x an nantikan terkabul jg .... selamatttt
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
waaahhhh smoga bneran hamil y .... bahagia bgt
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
kasihan danu .. kasih jodoh thor .. org baik ganteng pula ..
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
sama2 beruntung ., reksa celine
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
untung nya ada reksa
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
apa mngkin ktmu calon ipar ?????
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
horeee
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
secinta ini loh q sama kamu ......
bner2 bucin yg nyadar ... haqiqi tpi kesenangan ....
keira aji mumpung tau .... rezeki tak terduga .... yg membahagiakan pastinya ...
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
ajak jalan se x an ...
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
cieee calon adik ipar celine ....
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
ayo semangat ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!