Haloo... ini novel pertamaku..
yg di judul sebelumnya aku tamatin karna ada kesalahan. So, aku pindah ke judul ini aja..
Enjoy reading...
- - - -
Bagaimana rasanya kalau calon suami tercinta tertangkap basah sedang berkhianat??
belum sembuh luka hati, tiba-tiba...
"menikahlah dengan mas Bara, dek!"
Kata-kata itu yang sekarang membuat Nadia dilema. Menikah dengan kakak ipar sendiri??? Are you serious!??
Pengkhianatan, Kekecewaan, lalu pernikahan dadakan...
Sanggupkah Nadia melalui semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riaw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20
BAB 20
Beberapa hari kemudian tetap tidak ada yang berubah, dua insan yang akan melaksanakan upacara sakral itu tetap disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Bara tetap disibukkan dengan pekerjaan dan meetingnya. Sedangkan Nadia masih berkutat dengan butiknya, hanya saja sekarang dia juga punya kewajiban untuk mengurus keponakannya.
*Di Kantor Bara
“Tuan, sebentar lagi Nona Sandra dari Dream House akan segera sampai” ucap Daniel mengingatkan bosnya
“Iya baiklah” sahut Bara yang tengah fokus pada laptopnya
“Bagaimana tentang persiapan pernikahannya?” lanjut Bara
“Sudah 90%, Tuan. Tinggal urusan baju pengantinnya. Nanti sore kita akan kesana untuk fitting bajunya” jawab Daniel. Tanpa mereka sadari kalau pembicaraan mereka terdengar oleh seseorang yang sedang berdiri di depan pintu hendak masuk.
“menikah? Tuan Bara akan menikah dengan siapa? Bukannya dia sudah menikah dan punya anak?” gumam Sandra di depan ruangan Bara. Ya, Sandra tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka karena pintu ruangan Bara agak sedikit terbuka. Sedangkan meja sekretaris di depan ruangan itu kosong karena Suci sedang ke kamar mandi.
Tok..tok..tok..
“masuk!” perintah Bara saat mendengar ketukan pintu
“selamat siang Tuan Bara, tuan Daniel” sapa Sandra melangkah masuk ke ruangan. Kali ini dia datang sendiri tanpa asistennya.
“Selamat siang Nona Sandra” jawab Daniel. Kedua lelaki itu mengerutkan dahi, heran kenapa Sandra bisa masuk sendiri. Kenapa Suci tidak memberi tahu kalau tamunya sudah datang.
“Maaf, tadi meja sekretaris Anda kosong, jadi saya langsung mengetuk pintu ruangan Anda.” Ucap Sandra menjawab rasa penasaran dua lelaki itu.
“Oh iya baiklah, silahkan duduk Nona Sandra.” Bara mempersilahkan tamunya untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Bara ikut melangkahkan kakinya menuju sofa. Sedangkan asisten Daniel melangkah keluar untuk melihat dimanakah Suci.
“Kau darimana?” tanya Daniel pada Suci yang terlihat baru saja mendaratkan tubuhnya di kursi.
“Maaf, saya dari kamar mandi barusan. Ada apa?”
“Oh baiklah, tamu bos sudah datang. Mana berkas untuk meetingnya?”
“Ini berkas dan katalog-katalognya” suci menyerahkan beberapa berkas pada Daniel. Kemudian Daniel segera masuk Kembali ke ruangan bosnya. Tidak lupa ia menutup pintu ruangan itu.
“Tuan, silahkan.” Daniel menyerahkan berkas di tangannya pada Bara.
“Silahkan Nona Sandra. Ini adalah katalog bahan-bahan yang kami produksi dan disini juga sudah ada desain contohnya.” Bara menyerahkan file itu ke Sandra
Meeting tersebut berlangsung selama 30 menit, setelah selesai Daniel pamit untuk menyerahkan kembali file-file tersebut pada Suci.
“mmm, maaf Tuan Bara. bolehkah aku bertanya? Ini mengenai hal pribadi tapi” Sandra memberanikan diri untuk bertanya pada Bara saat mereka tinggal berdua di ruangan itu.
“Ya, Silahkan”
“tadi saya tidak sengaja mendengar bahwa Anda akan menikah lagi? Apakah itu benar? Bukankah Anda sudah menikah dan bahkan sudah memiliki seorang putri?”
“Ya, saya sudah menikah. Tetapi istri saya sudah meninggal saat melahirkan putri kami. Dan saya memang akan menikah lagi” sesungguhnya Bara sedikit tidak nyaman dengan pertanyaan itu.
“Oooh maaf saya tidak bermaksud membuat Anda mengingat mendiang istri Anda.”
“tidak apa-apa.”
“baiklah kalau begitu saya permisi dulu.” Sanda memutuskan untuk pergi saat melihat sorot mata Bara yang seperti sedih, mungkin karena ucapannya yang mengingatkannya akan mendiang istrinya.
“Iya, silahkan Nona Sandra. Asisten Daniel akan mengantar Anda sampai lobby”
“iya baiklah.”
- - - -
Terimakasih