NovelToon NovelToon
Senja Yang Ku Perjuangkan

Senja Yang Ku Perjuangkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Penyesalan Suami / Romantis
Popularitas:99.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Tiga tahun menjalani pernikahan tanpa cinta, Alya bertahan hanya karena menghormati wanita yang telah menyatukan mereka.

Namun, tepat setelah sang nenek meninggal dunia, suaminya menjatuhkan talak dan mengakhiri hubungan yang selama ini hanya dianggap sebagai kewajiban.

Dengan satu kaki palsu dan hati yang hancur, Alya meninggalkan rumah yang tak pernah benar-benar menerimanya. Ia tak menyadari bahwa di dalam rahimnya sedang tumbuh kehidupan baru.

Saat dunia seolah menutup semua pintu untuknya, Alya memilih bertahan demi seorang anak yang bahkan belum lahir. Anak itu ia beri nama Senja.

Ini adalah kisah tentang seorang ibu yang berjuang melawan keterbatasan, kesepian, dan kerasnya kehidupan. Sebab bagi Alya, Senja bukan sekadar anak. Senja adalah alasan mengapa ia terus hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Firasat Dewa

Alya terbangun saat mentari pagi mulai bersinar, perempuan itu sedikit terkejut saat menatap langit-langit kamar tidak sama seperti di kostnya.

Seketika hati Alya mendadak kosong di rumah yang super megah ini, ia nampak tak tenang. Sebagai seorang perempuan dirinya merasa tidak pantas tinggal di rumah seorang pria yang bukan siapa-siapanya.

Entah kenapa pemikiran seperti itu muncul di benaknya sejak semalam.

"Ya Allah aku seperti gak kerasan tinggal di rumah Mas Dewa," ujarnya.

Alya pun terduduk di tengah-tengah kasur empuk itu jauh beberapa kali lipat dari kasur kostnya yang begitu tipis. Namun entah kenapa tempat itu justru memiliki ketenangan tersendiri bagi Alya.

Beberapa menit kemudian pintu kamarnya terbuka, Alya menengok sebentar. Ternyata Dewa datang bersama dengan wanita paruh baya disampingnya.

Alya gugup karena pagi ini ia masih belum apa-apa bahkan kaki palsunya pun masih belum terpasang.

"Selamat pagi Al," sapa Dewa.

"Pagi juga."

"Gimana tidurnya semalam, nyenyak gak?" tanya Dewa.

Alya sedikit tertegun, bagaimana ia bisa nyenyak sementara pikirannya saja tertinggal di kabar kost sempit itu.

"Aku ingin kembali ke kost Mas," ucapnya datar.

Dewa mengernyit, pria itu mulai memperhatikan wajah Alya dalam-dalam. "Kamu gak suka tinggal di rumahku?"

Alya menggeleng cepat. "Bukan begitu."

"Lalu?"

"Aku gak tenang Mas, ada rasa risih yang terus mengganggu pikiranku," ujarnya pelan.

Dewa memejamkan matanya sejenak entah kenapa pria itu begitu sulit melepas Alya, ia merasa tempat ini cukup aman, karena di sini Alya ada yang jaga 24 jam dan ia pun bisa memantaunya tanpa ada rasa cemas.

"Al, untuk kali ini saja aku mohon nurut sama aku. Di sini ada Mbok Ina yang bakal Nemani hari-hari mu. Amel nanti juga akan datang, jadi plis untuk kali ini saja kamu nurut ya," mohon Dewa. Mungkin ini kaki pertamanya ia memohon pada seorang wanita.

Alya hanya terdiam mencoba mencerna apa yang diucap oleh pria dihadapannya itu.

"Aku hanya menjalankan kata dokter saja, di sini kau bisa bed rest sepenuhnya kalau di dalam kost aku tidak menjamin kamu tidak melakukan sesuatu," imbuh Dewa.

"Kenapa kamu gak percaya begitu?" tanya Alya.

"Aku bukan gak percaya tapi aku tahu kamu cukup keras kepala, susah dibilangin," sahut Dewa.

Alya pun mendengus pelan. "Baiklah untuk beberapa hari ini aku tinggal di sini tapi setelah itu jangan cegah aku kalau aku ingin pulang ke kamar kost ku," ucap Alya akhirnya.

Dewa pun mengangguk pasrah. "Asal kamu bisa jaga diri dan kandunganmu, karena aku gak mau kejadian semalam terulang lagi," pungkas Dewa, pria itu lalu meninggalkan Alya di kamarnya.

Pintu tertutup pelan Alya menghembuskan napas pelan, sementara Bi Ina yang ada disampingnya mulai mendekat.

"Neng, sudah nurut saja sama Tuan Dewa, dia itu orang baik, gak mungkin mau macam-macam," ujar Bi Ina.

"Aku tahu Bi, tapi aku yang merasa canggung di rumah seorang pria seperti ini," sahut Alya.

"Aku tahu, tapi di tempat ini Neng bisa terjaga, dan aku sudah berjanji sama Tuan Dewa akan menjaga Neng dengan baik," ujarnya.

"Makasih ya Bi," ucap Alya akhirnya.

"Jangan berterima kasih pada ku, aku hanya jalanin tugas saja," sahut wanita paruh baya itu.

Suasana kembali hening, akan tetapi beberapa detik kemudian wanita paruh baya itu mulai menyodorkan talam yang sudah berisi sarapan juga vitamin untuk ibu hamil.

"Sarapan dulu ya Neng, ini ada bubur ayam juga vitamin kata Tuan Dewa untuk Ibu hamil," jelasnya.

Alya hanya mengangguk tanpa ada penolakan ia pun menerima sarapan itu dengan baik, meskipun ia sering berdebat kecil dengan Dewa tapi Alya tahu jika saat ini hanya pria itu yang ada saat dirinya terpuruk.

Seketika tangan Alya mengelus perutnya yang rata di pagi ini meskipun ada perdebatan kecil tapi entah kenapa kejadian itu justru membuat bibirnya terangkat sedikit.

🍀🍀🍀🍀🍀

Sementara itu di tempat lain Arlan masih terus mencari keberadaan Alya, bahkan beberapa anak buah sudah ia kerahkan ke berbagai kota, tapi sejak mimpi buruk itu tak satu pun dari mereka yang menemukan keberadaan Alya.

Pagi ini tiba-tiba saja handphonenya berdering beberapa kali, awalnya ia sengaja tidak mau menjawab karena tahu laporan mereka pasti sama dengan yang kemarin.

Namun setelah ia diamkan beberapa menit panggilan itu terus kembali berdering, akhirnya ia pun terpaksa mengangkatnya.

"Halo," ucapnya datar.

"Bos kami sudah menemukan keberadaan nyonya Alya," sahut suara dari seberang sana.

"Kamu yakin?"

"Iya Bos, anak buahku menemukan Nyonya Alya bekerja di tempat Eyang Cintami,di cabangnya yang ke dua," ujar Abah buahnya itu.

"Eyang Cintami," ulang Arlan sambil menganggukkan kepalanya.

"Iya Bos bahkan kami sudah menemukan dimana tempat tinggalnya," ucap suara itu.

"Baiklah sebentar lagi kita datangi tempat Eyang Cintami," sahut Arlan lalu panggilan terputus.

Setelah menerima telepon itu sudut bibir Arlan sedikit melengkung, ia pun mengetuk-ngetukan jemarinya di sudut meja.

"Oh, pantas saja, dia gak ada kabar ternyata ada di tempat yang aman," ujar Arlan tanpa ia tahu ada proses yang membuat mantan istrinya itu bertemu Eyang.

Arlan pun tersenyum samar. "Ternyata setelah diusir dari rumah ini kamu menemui sahabat lama Eyang. Hebat banget kamu bisa menggunakan momen ini."

Tidak lama kemudian Arlan beranjak dari duduknya ia segera keluar dari kamarnya, langkahnya terdengar tegap tatapannya tegas seolah yakin sesuatu yang telah hilang akan kembali.

"Tenang saja Al, setelah ini kau pasti akan jadi nyonya lagi di rumah ini," gumamnya dengan senyum yang menelisik.

Bersambung....

Selamat malam....

Maaf ya agak telat.

1
Lisa
Pagi Kak Ayu..makasih y utk updatenya..seneng bacanya karena semuanya udh berjln dgn baik..sehat terus y Alya sampai HPL nya nanti.
Nar Sih
pagi juga kak alya ,👍senja suka dgn boneka pemberiaan ayah kandung nya,
Nar Sih
semagat arlan💪pasti suatu saat nanti senja ingat klau kmu ayah kandung nya
Rahayu Ayu
Untung sekarang Arlan sudah lebih dewasa, tidak lagi egois, tidak lagi menyalahkan orang padahal dia sendiri yg melakukan kesalahan itu,
Pelan pelan Arlan mungkin untuk sekarang Senja belum tau siapa Ayah kandungnya yg sebenarnya, semoga suatu hari nanti Senja & Arlan di berikan kesempatan untuk saling mengenal tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Bahagia selalu kalian ☺️
Yeni Astriani
ketika kembali ke Indonesia satu hal yg harus Arkan lakukan didik Amara agar bisa jadi istri yg baik dan shalehah, bila perlu stop kasih duit berlebih.
kalau Amara membangkang tidak mau di didik lebih baik ceraikan Amara yg menikah dgn mu karna uangnya saja atau hartanya saja, carilah pendamping hidup yg memiliki cinta yg tulus seperti Alya.
Ibu mu sudah sadar kalau Amara bukanlah seorang istri yg baik.
lebih baik menduda drpd beristri kan Amara dan perbaiki sikap hidup suatu hari Senja pun pasti bakal datang untuk mengenal sosok Ayah kandungnya.
Dewa dan Alya pun tidak akan selamanya menutupi siapa dirimu Arlan.
☺☺☺
Lisa: Setuju banget Kak Yeni..pasti suatu saat Alya akan menceritakan tentang Arlan pada Senja
total 2 replies
Lisa
Syukurlah Arlan sudah mengakui kesalahannya..
Nar Sih
alhamdulilah arlan sdh sadar dan menyesal tinggal tunggu maaf dri alya juga senja
Yati Susilawati
akhirnya.... 👍
Adi Sudiro
bukan nya alya pernah hamil ya..! kok reaksinya seperti baru pertama kali hamil🤭🤭🤭🤭
Ayumarhumah: kan udah delapan tahun menunggu.
total 1 replies
Nar Sih
senja bnr,,senang mau punya adik dan kira,,apa yg mau di bicara kan arlan dan dewa yaa,kak ayu boleh dobel up seperti biasa yaa🙏🥰
Lisa: Moga yg dibicarakan membawa kebaikan utk semuanya
total 1 replies
Nancy Nurwezia
nggak sabar melihat ekspresi nya senja
Lisa
Selamat y utk Alya & Dewa juga ntar lagi Senja jadi kakak..😊
Nar Sih
,alhamdulilah bnran adik senja udh otw ,waah pasti surpraise buat kakak senja 🙏🥰🥰
Yeni Astriani
Selamat Alya dan Dewa akan menjadi orang tua kembali, dan selamat untuk Senja yg akan menjadi kakak☺☺☺🥂
Jengendah Aja Dech
❤️
Yeni Astriani
kapan mulai Update lagi Author, udah gak sabar nunggu kelanjutan ceritanya
Rohmi Yatun
akhirnya.. selamat ya alya.. 😘
Lisa
Selamat y buat Alya & Dewa..sehat selalu y Alya & debaynya..Senja pasti seneng banget..
Nar Sih
alhamdulilah hasil positip ,adik buat senja sdh dtg ,selamat buat kalian. pasti senja bkln bahagia🙏
Lisa
ya nih moga aj Alya hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!