NovelToon NovelToon
Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wanti05

Jangan lupa mampir ke karya ku dengan judul "Pesona Si Gadis Desa"

Ditunggu ❤️

Karena keinginan orang tua dari pihak laki laki maupun perempuan yang sangat berambisi untuk menjadi besanan. Sampai sampai mereka tak memikirkan apa yang akan terjadi dalam rumah tangga anaknya nanti. Tanpa cinta dalam menjalani bahtera rumah tangga, sehingga yang didapatkan adalah kehancuran rumah tangga anaknya yang dibina runtuh dengan penghiatan dari sang suaminya.....

Alasannya cuma satu sang suami tidak mencintai sang istrinya..

"Aku ikhlas mas, kalau itu memang keinginan dari mu..." ucapnya walau dengan berderaian air mata

"Bagus ternyata kau cukup tau diri juga ya..."ucapnya dengan sinis dan langsung meninggalkan istrinya

Ikuti cerita selanjutnya......!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanti05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

“Maksud kamu apa mas..?”

“Aku bilang anak yang kamu kandung itu, anaknya siapa..?” nada bicara Addry masih dingin

“Ini anak kamu mas..” sakit itulah yang dirasakan oleh Fatimah saat secara tidak langsung suaminya itu seakan mempertanyakan bahwa anak yang iya kandung dipertanyakan

“Heh! Sudahlah kamu tak usah bohong. Waktu dimana kita bertengkar itu. Saat itulah kan kamu dan laki-laki itu pulang bersama YA KAN!..” Addry benar-benar sangat emosi. Ia sangat-sangat cemburu sampai-sampai gelap mata seakan akan mengatakan Fatimah secara tidak langsung seperti wanita murahan

“Jadi kamu tidak mengakui anak ini anakmu sendiri mas..” dengan deraian air mata Fatimah mengatakan kalimatnya

“Sudahlah aku muak dengan semua ini..” Addry pun meninggalkan Fatimah seorang diri ruangan nya. Setelah diluar Addry pun mengajak Tomi untuk kembali ke kantor lagi. Sebagai asisten pribadi bos nya. Tomi hanya mengikuti saja apa yang diperintahkan oleh bos nya

Sedangkan didalam ruangan Fatimah tadi. Seorang wanita menangis sejadi jadinya di atas ranjang rumah sakit. Ia menangisi nasib anaknya yang tak di akui oleh ayahnya sendiri

“Hei! Kenapa menangis..”

Fatimah pun langsung menoleh kearah sumber suara dan ia langsung menyeka air matanya agar tak terlihat oleh sahabatnya

“Aku tidak apa-apa Din hanya kelilipan..” ucapnya dengan tersenyum terpaksa

“Makanya hati-hati lain kali..” Sebenarnya Dinda sudah tau tapi ia tidak mau memaksa sahabatnya kecuali Fatimah sendirilah yang ingin menceritakan apa yang ia derita

“Oh iya Fati. Ini namanya pak Azmi yang menolong kita tadi..” Dinda pun memperkenalkan Azmi ke Fatimah

“Terima kasih pak Azmi..”

“Iya sama-sama nona Fatimah..” Azmi pun tersenyum kearah Fatimah “Bagaimana soal motor kamu kemarin nona..?”

“Alhamdulillah sudah diperbaiki pak..” Dinda pun mengerutkan kening nya. Ia bingung sepertinya ia ketinggalan berita

“Emang nya kalian sudah saling kenal..?”

“Iya Din, pak Azmi lah yang menolong ku saat motorku mogok..”

“Benarkah! Terima kasih pak, sudah membantu sahabat saya ini..”

“Iya sama-sama, kita kan sebagai sesama manusia harus saling membantu kan..!” tak lama mengucapkan kalimat tersebut suara bunyi dari ponsel nya terpaksa Azmi mengahlikan pandangannya

“Saya permisi dulu ya!..” Fatimah dan Dinda pun hanya menganggukkan kepala sebagai jawabannya. Setelah peninggalan Azmi tadi. Fatimah hanya diam memandang kosong kearah depan

“Hei! Jangan melamun. Kasian dedek bayinya. Kalau bundanya sedih ya!..” Dinda pun menghibur Fatimah agar tak sedih

“Iya kau benar Din. Aku enggak boleh sedih..” Fatimah menguatkan dirinya sendiri

“Anda baik-baik saja kan nona?..”

“Iya pak, Alhamdulillah saya baik-baik saja..”

“Ya sudah kalau begitu, saya pamit dulu ya. Soalnya ada pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan ..”

“Iya pak, terima kasih dan maaf sudah merepotkan bapak..” ucap Fatimah dan Dinda hanya mengangguk saja membenarkan apa yang dikatakan oleh Fatimah

“Ah tidak masalah! Oh iya lain kali kalau kita ketemu jangan panggil saya dengan sebutan bapak. Berasa kayak sudah tua aja. Masa masih tampan kayak gini dipanggil bapak..” ucapnya dengan bercanda

“Ah sudah panggilan apa yang cocok untuk pak Azmi biar enak…?” ucap Fatimah

“Kakak, mas, abang atau akang…” mereka bertiga pun tertawa

“Enggak gitu juga Din..”

“Panggil senyaman nya kalian saja..”

“Ya sudah kami panggil dengan sebutan mas saja ya..”

“Nah! Itu lebih bagus..”

“Ya sudah saya permisi ya..!” Fatimah dan Dinda pun hanya mengangguk “Assalamuallaikum..”

“Waallaikumsalam..” jawab mereka dengan serentak

*****

Di Perusahaan Barack

Seorang lelaki tampan yang duduk dikursi kebesarannya. Saat ia sedang kacau. Sebenarnya Addry merasa bersalah mempertanyakan anak yang dikandung oleh Fatimah itu anaknya siapa. Padahal jelas-jelas dia suaminya dan lagi ia tadi seperti mengatakan Fatimah seperti wanita murahan secara tidak langsung. Jelas sekali ia adalah orang pertama yang menyentuhnya

Kecemburuan seorang Addry kepada Fatimah sangat besar ketimbang pada istri tersayang nya yaitu Bianca. Padahal Bianca bahkan berpelukan kalau sedang menjalani syuting tapi itu tak masalah bagi Addry. Tapi Fatimah, ia langsung cemburu tingkat dewa padahal Fatimah hanya diantar saja oleh laki-laki tidak lebih

Saat sedang asik-asik nya melamun menyesali perbuatannya. Ada serang wanita yang masuk keruangan nya tanpa izin

“Mas…” ucap Bianca dengan manja sambil duduk di pangkuannya Addry

“Hemm..” Bianca pun kesal dengan Addry yang masih sibuk dengan lamunan nya

“Mas ngelamuni apa sih!..” ucapnya sedikit berteriak. Addry pun langsung kaget apa yang dilihatnya didepan mata. Istri kesayangannya sedang berkunjung di perusahaannya. Tapi ia tidak tau kapan Bianca masuk

“Kamu bicara apa tadi sayang..?”

“Ishh.. aku kesini mau ngomong sama kamu. Kalau besok aku ada pemberangkatan keluar Negeri. Jadi malam ini aku akan nginap langsung di hotel. Biar asisten ku tidak bolak balik menjemput ku..” Ucap Bianca sambil memainkan dasi nya Addry

“Berapa Hari..?”

“Mungkin 1 minggu mas..”

“Hem ya sudah, kamu jangan capek-capek kerjanya. Kasihan dengan bayi kecil kita..” Addry pun langsung mengusap perutnya Bianca

“Iya mas aku janji enggak akan kecapean nantinya..” Bianca masih setia duduk di pangkuannya Addry

“Tapi sebelum berangkat. Aku mau melepas rindu dulu sama suamiku..” Addry sudah tau apa yang dimaksud oleh Bianca. Mereka pun langsung menuju ruangan pribadi milik Addry yang tersedia di ruangan kerjanya. Entah apa yang mereka lakukan hanya mereka dan Allah lah yang tau

*****

Di rumah seorang wanita duduk di depan televisi sembari menunggu suaminya pulang. Sambil ia pun mengelus perut yang masih rata

Dedek sehat-sehat ya! Walaupun nanti ayah enggak mau mengakui dedek. Tapi dedek jangan sedih masih ada bunda yang akan selalu menemani dan menyayangi dedek dengan sepenuh jiwa dan raga bunda..Fatimah

menitikkan air mata membayangkan bagaimana nasib anaknya jika suaminya itu benaran tidak mau mengakui anak yang di kandungannya

Brummm….

Fatimah langsung berlari menuju jendela ingin memastikan siapa yang datang. Setelah melihat siapa itu. Fatimah langsung membukakan pintu utamanya

“Asalamuallaikum mas!..” ucap nya sembari mengambil tas yang di jinjing oleh Addry dan ia pun langsung menyalami tangan suaminya

Titttt…. Bunyi klekson mobil yang dibunyikan oleh Tomi sebagai pertanda bahwa ia pamit pulang dan Addry sama Fatimah pun hanya menganggukkan kepala

“Mas mau makan atau mau mandi terlebih dahulu..?”

“Mungkin mandi saja dulu..”

“Baiklah, Fati siapkan dulu airnya mas..” Fatimah langsung berjalan menuju kamar mandi setelah meletakkan tas dan jas Addr di tempat semestinya. Sedangkan Addry ia langsung duduk disofa sambil menyandar kan bobot tubuhnya di sandaran sofa

“Silahkan mas, airnya sudah Fati siapkan..” Addry langsung berdiri dan berjalan menuju kamar mandi tanpa menjawab perkataan Fatimah seperti berterima kasih kan atau apalah lah

‘Huffttt….. Fatimah hanya menghelah napas melihat sikap Addry yang kembali cuek kepadanya padahal hubungan mereka sudah menghangat dan ini sepertinya kembali mencair kayak es saja

Selepas melayani kebutuhan suaminya. Fatimah pun langsung keluar dari kamarnya Addry dan berjalan menuju ruang makan. Ia akan menunggu Addry di ruangan itu saja pikirnya. Fatimah pun langsung tersenyum melihat suaminya yang tampan dengan memakai kaos putih dan celana pendek hitam dengan rambut dalam keadaan masih basah uhhhh

Subhannallah Fatimah terpesona sendiri dengan ke tampanan seorang Addry Barack

“Sudah jangan terlalu lama memandangnya. Aku memang tampan…” ucapnya sambil menarik kursi dan mendudukinya

“Ya Allah mas, percaya diri sekali kamu..” Fatimah hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Addry

“Mas kalau boleh Fati tau. Mbak Bianca nya kemana. Kenapa enggak kelihatan..?”

“Oh dia sedang ada proses syuting diluar Negeri. Mungkin 1 minggu lebih katanya..” ucap Addry dengan menyendok kan makanan ke dalam mulutnya

“Oh…” Fatimah hanya ber o ria saja

“Oh iya mas. Tadi Mama sama Bunda tadi telpon. Katanya besok kita ke rumahnya Mama ada acara katanya..”

“Emang nya acara apa..”

“Entalah mas. Mama sama Bunda tidak memberitahukannya..” mereka pun

sudah selesai dengan sesi makan dan sekarang mereka berdua duduk santai didepan televisi

“Fati, aku mau ngomong sesuatu sama kamu..” ucap Addry sambil menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal

“Mau ngomong apa mas…” Fatimah pun penasaran apa yang mau di omong kan oleh suaminya sampai bertingkah seperti salah tingkah gitu

1
mama De
belikan lagi adoyyy
mama De
aku seteres baca cerita ini aahh Aku jadi gila gara gara Kamu thor
mama De
jujur Saja walau hanya dalam cerita boongan atau beneran Aku tidak suka wanita lemah Yang hanya pasrah begini.cetita MU bagus thor i like
Yuyun Kusmiati
sebel ih ceritannya ...ko di buat lembek ...patimahnya sudah terang laki laki kayak gitu gak adil ...ini mah terlalu
Haji Damanhuri
jangan menyesal jika dia pergi
Azizah Imud
1 tahun lebih aku nunggu tak mau lanjut"
Masiah Cia
benci banget kalau ada wanita yg lemah sprt ini, Allah memang membenci perceraian tp Allah melaknat suami yg zolim, dan Allah memberi kita akal untuk di pakai berpikir yg mana layak kita lakukan
Masiah Cia
perempuan lemah ,bodoh istri TDK dianggap tp msh bertahan
Dafan Akmal
keren
Dhartia Tiaaa
oke
Aisyah Zahra
lanjut kk
Nur Lutvi
lanjut thor
Azizah Imud
ooooothor kusayang lanjuttttttt donggg
Ari Wahyuni
masih lanjutkah??
Junike Johanis
lanjut thor
Alia Natasya Selamat
rasain bodoh
Alia Natasya Selamat
bodoh..
..
bodohnya
Kasih Bonda
next thor
Desra Lisna
kok g up2 y
Desra Lisna
kapan upny nie
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!