kata orang kalau kita cantik,sebagian masalah hidup kita akan terselesaikan dengan sendirinya dengan mengandalkan kecantikan kita...tapi ternyata itu tidak benar...buktinya Rubby Mutia selalu terkena masalah karena kecantikan nya..
kata siapa orang kaya itu bisa hidup bahagia??buktinya Guntur Mangku Bumi tak merasakan hal itu...sampai pertemuannya dengan Rubby Mutia yang menjadikan hidupnya lebih berwarna...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon agnisyam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berkas Perjanjian Antara Susanti dan Rubby
Guntur makin tak bisa konsentrasi..karena kepikiran Rubby terus dari tadi...
"sialan...kenapa gue kayak gini siiih...g bisa terus seperti ini..gue akan panggil Rubby dan membuat kesepakatan dengannya,,lagian cuma nikah siri aja..dia g ada kuasa untuk menuntut gue nanti,karena pernikahannya g tercatat di negara..dia juga g bisa ngatur-ngatur dan batasi kebebasanku.."gumam Guntur penuh percaya diri..
dan dia langsung memanggil Rubby ke ruangannya..
tok-tok-tok...
"masuk.."
"ada yang bisa saya bantu tuan??"sopan,tegas dan datar..
"duduklah di sofa..aku mau bicarakan kesepakatan kita semalam.."
"tak ada kesepakatan diantara kita tuan.."sahut Rubby sinis
"huuffhh..duduklah dulu,aku selesaikan kerjaan ku sebentar.."Rubby menurut,dia berjalan menuju sofa,dan mendudukkan b*k*nya di sofa yang empuk dan nyaman..tak butuh waktu lama,Guntur sudah duduk tepat di depannya sambil menyodorkan minuman dingin untuk Rubby..
"tidak perlu basa-basi tuan..saya sedang banyak kerjaan.."ketegasan Rubby membuat Guntur mengerutkan dahinya..dia berfikir,Rubby terlihat seperti atasannya..dan dia hanya bawahan yang tak berguna..
"CK..jangan terlalu formal by,,aku mau menikahimu,dan menyetujui perusahaan yang kamu ajukan masuk ke proyek baru perusahaan ini..tapi setelah kamu memuaskan ku kamu juga harus jadi pembantu di apartemen ku selama satu bulan..gimana??"Rubby terdiam sesaat,dan berfikir cepat..
"baiklah,...saya melayani anda sekali,dan menjadi pembantu anda selama satu bulan,setelah itu saya bebas dari anda.."Rubby memastikan apa yang ditafsirkannya
"tepat sekali...jadi kamu mau kapan menikah denganku??"
"terserah anda..saya siap kapanpun anda mau.."
"Ok..karena hanya nikah secara agama,tak perlu banyak persiapan..besok kita nikah di apartemen ku.."
"baik..kalau begitu saya permisi undur diri..dan terimakasih sudah mau menolong saya.."Rubby langsung beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan ruangan itu..sedangkan Guntur malah termenung sesaat karena sikap Rubby yang tak ada manis-manisnya..tetap saja tegas dan datar...
"isshh...apa dia itu beneran seorang wanita??gue jadi meragukannya,,karena g ada manis-manisnya,g ada genit-genitnya,apalagi manja.. huuffhh,gue jadi bingung harus bersyukur atau gimana.."keluh Guntur sambil mengusap wajahnya dengan kasar
disisi lain..Rubby mulai bingung,apa yang harus dia lakukan sekarang...dan tiba-tiba ponselnya berdering..no.baru yang masuk
"hallo??ini siapa??"
"saat jam makan siang kita ketemu di cafe depan kantormu..saya tunggu.."tanpa menunggu jawaban dari Rubby, telpon sudah ditutup begitu saja..
"sesuai keinginan anda nyonya Susanti.."gumam Rubby lirih..baru kali ini Rubby menyebut nama ibu kandungnya yang tak pernah mau mengakuinya sebagai anak...
saat jam makan siang tiba,ponsel Rubby berbunyi..ada notifikasi masuk dari Guntur..
*BTs
makan siang bareng gue..
^^^*Rubby^^^
^^^udah ada janji^^^
*BTs
sama siapa??
^^^*Rubby^^^
^^^seseorang^^^
*BTs
dimana??
^^^*Rubby^^^
^^^kepo^^^
Rubby tak lagi menanggapi pesan dari Guntur yang g penting..dan dia langsung pergi ke kafe yang akan di jadikan tempat pertemuannya dengan wanita yang melahirkan nya dan tak lupa dia membawa sebuah kertas yang bermaterai,dia juga telah menelpon seorang pengacara yang dapat dipercaya..dia benar-benar tak ingin di manfaatkan oleh wanita itu lagi..terserah mau dibilang anak yang tidak berbakti...tapi tidak diakui oleh ibu kandungnya sendiri sungguh membuat hatinya teriris..sangat menyakitkan,dan dia lebih memilih untuk menjauh,dari pada harus memendam rasa dendam kalau terus-terusan dimanfaatkan oleh wanita itu..dia hanya wanita biasa yang juga bisa marah dan tersakiti..sebisa mungkin dia menghindari hal-hal yang tidak dia inginkan..karena dia suka hidup yang tenang..
sedangkan Guntur sangat kesal karena merasa dicuekin oleh Rubby.. pesannya hanya dibalas dengan singkat,..
"nyebelin banget sih ni cewek...pakek bilang gue kepo..iisshh, bener-bener bikin kesel..mending gue ngopi dulu deh dicafe depan...biar g emosi terus,.."
dicafe Susanti sudah menunggu orang yang diajaknya ketemuan..tak lama Rubby datang dan mencari keberadaan Susanti,dan langsung duduk tepat di depan wanita yang melahirkan nya itu..
"ada apa nyonya Susan??"tanpa basa-basi lagi dan langsung ke inti nya
"mau pesan dulu??"santai tanpa melihat Rubby yang ada di depannya...malah melihat daftar menu yang ada di meja
"tak perlu berbasa-basi,,saya sangat sibuk..jadi kalau tak ada yang penting,sebaiknya saya pamit Sekarang.."dengan menyandarkan punggungnya di kursi yang dia tempati dan kali yang disilangkan dengan anggun..
melihat tingkah yang Rubby tunjukkan sungguh membuat Susanti geram sendiri...gadis kecil ini terlihat arrogant sekali padanya..g ada rasa rindu,takut dan gugup seperti yang dia tunjukkan kemarin..
"bagaimana tentang tawaran saya kemarin??"mencoba tenang..
"bukan tawaran nyonya,tapi permintaan..perlu anda perbaiki kalimat anda,,anda meminta bantuan saya untuk memasukkan perusahaan suami anda di proyek besar diperusahaan bos saya..tapi tenang saja semua akan sesuai dengan keinginan anda nyonya.."
"bagus..lebih cepat lebih baik.."saat hendak beranjak meninggalkan Rubby.. tiba-tiba saja Rubby menahannya
"tunggu...saya harap anda bersabar,,ada yang ingin saya pastikan.."cegah Rubby
"apalagi??"Susan sudah sangat kesal dengan sikap Rubby yang arrogant..
"pak Ahmad..tolong bawa berkas yang sudah saya minta siapkan kemarin.."lalu pria paruh baya yang duduk di samping meja mereka berdiri dan menyerahkan sebuah berkas di atas meja,tepat di depan Susanti
"apa ini??"tanya Susanti bingung
"anda bisa membacanya.."jawab Rubby datar, Susan embacanya dengan teliti,dia g mau ceroboh dan ditipu oleh gadis kecil yang merupakan putrinya itu..ternyata isi berkasnya adalan pernyataan bahwa Susanti tak akan pernah mencari dan memanfaatkannya lagi..semua hubungan akan diakhiri sampai disini...
"hanya ini??dimana saya harus tanda tangan??"dengan santai Susan mengambil pena yang ada di samping mapnya,setelah ditunjukkan oleh pengacara Rubby,Susan dengan senang hati menandatangani berkas itu..
"Ok..pak Ahmad kasih tau nyonya ini,apa saja yang tidak boleh beliau lakukan.."sambil bersedekap..
"saya Ahmad,pengacara nona Rubby..semua sudah tertulis jelas di sini..apa ada yang anda tidak mengertilah nyonya??ini semua legal,saya dan kedua rekan nona Rubby menyaksikannya..jadi nanti kedepannya,kalau anda melanggar..nona Rubby bisa menuntut Anda secara hukum.."dengan tenang pengacara itu menjelaskan inti penting dari selembar kertas yang baru saja di tanda tangani oleh Susan..dan rekan yang dikatakan oleh Ahmad,adalah Anjani dan Renita..yang tadi memang sengaja diajak oleh Rubby untuk menemaninya..meski datangnya tidak bersama,dan duduk di kursi yang berbeda..
Susan sangat geram,melihat apa yang dilakukan oleh Rubby..ternyata hadir itu sangat cerdik..tidak seperti ayahnya yang sangat mudah dibodohi...
"tak masalah buat saya..lagian saya sangat tak menginginkan kehadiran gadis ini dihidup saya.."beranja pergi meninggalkan cafe
"astaga...kok ada ibu seperti itu??"geram Renita jengkel sendiri..
"sudahlah...by,kamu g apa-apa kan??"Anjani menatap Rubby yang sudah menutup wajahnya dengan kedua tangannya..mau bagaimanapun dia menahan agar tak sedih..tetap saja ada sesak di dadanya yang tak bisa dia tahan...hingga membuatnya menangis lagi..
"by..tenanglah..ada kami disini.."bujuk Renita mulai memeluk Rubby dari belakang..sambil mengelus punggungnya
"aku baik-baik saja kak..dan terima kasih pak Ahmad,,anda sangat membantu dan saya minta tolong,simpan berkas ini untuk saya...biar lebih aman.."
"tentu saja nona..kalau tak ada masalah lagi,saya pamit balik ke kantor lagi.."dengan sopan pak Ahmad berbicara pada kliennya itu
"silahkan pak...sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak.."dengan tulus Rubby tersenyum dan diangguki oleh pak Ahmad..setelah pengacara itu pergi...Renita dan Anjani duduk di kursi depan Rubby..dan langsung memesan makanan untuk mereka makan siang ini...
seperti alika memang sengaja....
mudah²an itu cuma cerita bohong soal ada anak ama guntur....please thorr