Nadin dan Amran mereka adalah sepasang suami istri, mereka juga di karuniai seorang anak yang bernama Zahra.
keluarga mereka juga sangat bahagia biasa di bilang sakinah.
Tapi semenjak seseorang di masa lalu Amran datang semuanya seakan hancur seketika.
"Tapi apakah Nadin dapat bertahan di madu oleh suaminya Amran?."
"Atau kah perempuan itu yang akan memiliki semua?."
"Dan apakah Amran akan memilih keduanya atau hanya salah satu dari mereka?."
Terus aja pantau dan baca di novel saya😊
jangan lupa komen, share dan sukai ya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva silviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 20
KELAHIRAN ANAK PERTAMA
"Mas dasi kamu kok agak miring sini aku benerin," ucap Nadin.
Kemudian Nadin pun memperbaiki dasi suaminya yang tidak terlihat bagus jika di pandang.
"Makasih ya sayang," ucap Amran.
"Eum, aku berangkat kerja dulu yah udah siang ini."
"Iya Mas, aku anterin kamu sampai depan rumah yah."
Nadin pun mengantarkan suaminya sampai ke depan rumah sambil membawakan tas untuk berkerja suami nya.
Sesampainya di depan teras rumah Amran pun berpamitan kepada istrinya.
"Nad aku berangkat kerja dulu yah, kamu hati hati dirumah dan jaga anak kita." Mengelus perut Nadin.
"Iya Mas kamu hati hati di jalan yah."
"Iya Sayang." Jawab Amran.
Tanpa berpikir panjang Amran pun langsung berangkat ke kantor untuk berkerja, Nadin pun menunggu diluar sampai mobil suaminya tidak terlihat lagi.
Setelah mobil suaminya sudah pergi dan tak terlihat lagi Nadin pun langsung masuk kedalam rumah nya.
Tapi setelah duduk di kursi Nadin merasa sepertinya perut dia agak mules dan sakit sehingga dia pun berpikir untuk berbaring di kamar.
"Kok tiba tiba perut aku sakit yah." Sambil memegang perut nya.
Sambil menahan rasa sakit nya itu Nadin dengan perlahan menaiki anak tangga satu persatu tanpa di bantu oleh siapapun.
Sesampainya dikamar dia pun langsung berbaring di atas tempat tidur dengan perlahan, tanpa memberitahu siapapun Nadin menahan rasa sakit nya pikirnya mungkin itu sakit perut biasa karna dia masih bisa menahan rasa sakit nya.
Tapi semakin Nadin menahan rasa sakit nya itu, rasa sakit nya semakin menjadi jadi.
Di jam waktu makan siang Nadin pun memutuskan untuk menelpon suami nya dan memberitahu nya.
Dredd...
Dredd...
Dredd...
Suara handpone Amran telpon dari istri nya, Kemudian Amran pun mengangkat telpon dari istri nya itu.
"Hallo, assalamualaikum Nad tumben kamu menelponku saat aku berada di kantor ada apa?" tanya Amran.
"Mas kamu bisa pulang enggak perut aku sakit sepertinya aku akan melahirkan." Jawab Nadin sambil menahan rasa sakit nya.
"Apa, kamu akan melahirkan." Jawab nya sambil terkejut.
"Iya Mas bisa kan."
"Iya sayang aku bisa, aku pulang kerumah sekarang kamu tunggu dulu sebentar yah."
"Iya Mas."
Tut.
Kemudian Amran mengakhiri telpon nya dan langsung pulang dengan tergesa gesa sampai sampai Alan bertanya pun tidak dia jawab, Alan pun memasuki ruangan Amran dan bertanya, "Eh, kok kamu sepertinya lagi buru buru mau kemana," tanya Alan.
"Amran Amran ada apa kamu ini," ungkap dihatinya.
Tapi Amran hanya menghiraukan pertanyaan yang di lontarkan oleh sahabatnya itu dan hanya melewati Alan dengan terburu buru.
Dengan perasaan yang sangat cemas Amran pun langsung buru buru memasuki mobil nya dan langsung pulang kerumah nya.
Karna rasa hawatir yang sangat besar kepada istrinya Amran sampai sampai akan menabrak orang yang akan menyebrang di jalan.
Tett.....
Suara kelakson mobil Amran, dengan cepat Amran langsung mengerem mobil dengan mendadak.
"Astagfirullah."
Amran pun langsung keluar dari mobil dan menghampiri bapak bapak yang sedikit lagi akan dia tabrak untuk meminta maaf kepada nya.
"Pak Pak, Bapak tidak apa apa." Dengan perasaan hawatir.
"Tidak apa apa tidak apa apa kamu liat tidak saya hampir tertabrak oleh mobil kamu itu!."
"Maaf pak saya tidak sengaja."
"Makanya kalau bawa mobil itu hati hati pake mata." Dengan nada tinggi.
"Iya Pak saya meminta maaf."
Tapi bapa itu tidak menjawab permintaan maaf dari Amran dan hanya melewatinya saja dan menabrak kan bahu nya ke bahu Amran dengan keras sampai sampai Amran pun hampir terjatuh dengan dorongan bahu bapa itu.
"Astagfirullah," ucap Amran.
Kemudian Amran pun langsung buru buru masuk kedalam mobil untuk menemui istrinya yang tengah menunggu nya dirumah.
"Sekarang aku harus hati hati membawa mobil agar tidak terjadi lagi kejadian seperti tadi," ungkap nya dalam hati.
Dengan melajukan mobil dengan hati hati tapi cepat Amran pun sampai di depan rumah nya dan langsung masuk ke dalam rumah untuk menemui istrinya.
Amran pun langsung membuka pintu rumah yang untung nya tidak di kunci oleh mbak Imah sehingga dia bisa menerobos masuk kedalam rumah nya.
saat ingin masuk kedalam rumah Amran pun berpapasan dengan mbak Imah.
"Mbak tolong kamu siapkan baju Nadin ke dalam tas dan tolong masukan kemobil saya ya." Tergesa gesa
"Baik pak."
Tanpa berpikir panjang Amran pun langsung menaiki anak tangga dengan cepat dan langsung masuk kedalam kamar.
Di dalam kamar Amran melihat istrinya yang tengah duduk menunggu nya diatas tempat tidur dengan raut wajah yang sedang menahan rasa sakitnya itu.
"Sayang ayo kita kerumah sakit." Perasaan hawatir.
Nadin tanpa sepatah kata apa pun dan hanya mengangguk kan kepala nya menuruti suaminya untuk langsung cepat cepat kerumah sakit.
Dengan dibantu oleh Amran Nadin pun berjalan dengan perlahan dan masuk ke dalam mobil.
"Mbak kamu tolong jaga rumah ya saya akan kerumah sakit dulu membawa istri saya yang akan melahirkan."
"Baik Pak."
Amran pun langsung masuk mobil dan membawa Nadin buru buru kerumah sakit terdekat dengan jarak rumah nya.
Sesampainya di rumah sakit terlihat seorang suster membawa kursi roda untuk Nadin.
Nadin pun langsung di naikkan kekursi roda itu karena dia sudah tidak mampu untuk berjalan lagi dikarenakan air ketuban nya sudah pecah.
Suster langsung membawa Nadin keruangan bersalin yang di susul oleh suaminya.
"Pak maaf mohon tunggu di luar ya," ucap suster.
Amran pun menunggu Nadin diluar ruangan dan duduk di kursi tunggu.
Amran yang memegang tasbih dan berdoa untuk meminta pertolongan kepada yang maha kuasa dengan perasaan yang sangat was was dia pun khusu mendoakan keselamatan istrinya dan bayi nya.
Tapi tak selang beberapa lama ayah dan ibu Nadin pun datang.
"Nak Amran bagaimana keadaan Nadin." tanya ayah.
"Masih ditangani dokter Yah." Jawab Amran.
"Kok Ayah dan Ibu bisa tau kalau Amran dan Nadin berada dirumah sakit ini," tanya Amran.
"Iya tadi kami datang kerumah kalian dan mbak Imah memberitahu bahwa kalian sedang berada disini dan kami langsung cepat cepat datang kerumah sakit ini." Jawab Ibu.
"Iya Amran juga minta maaf sampai tidak sempat mengabari Ayah dan Ibu."
"Tidak apa apa Nak Amran yang penting sekarang kita semua sudah berkumpul di sini," ucap ayah.
Merekapun sambil menunggu Nadin saling mendoakan kelancaran persalinan Nadin.
Tapi tak beberapa lama suara tangisan bayi pun terdengar dari ruangan Nadin.
Eaaaa...
Amran pun langsung berdiri dari tempat duduk nya.
"Alhamdulillah."
Dokter Karina yang membantu Nadin bersalin pun keluar dari ruangan dan memberitahu kepada Amran keadaan anak dan istrinya.
Krekkk
Suara pintu
"Bagaimana dok keadaan bayi dan ibunya," tanya Amran.
"Bayi dan ibunya alhamdulillah baik dan sehat, bayi nya juga berjenis kelamin perempuan cantik seperti ibunya." Jawab dokter.
Amran dan kedua orangtua Nadin pun langsung memasuki ruangan dan langsung menghampiri Nadin.
BERSAMBUNG...
...****************...