NovelToon NovelToon
Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)

Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:302.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞

Jordan dan Jidan Sin adalah putra dari polisi tampan Tora Sin dan Sherly Lee. Setelah mereka berumur 10 tahun, keduanya dikirim orang tuanya ke Amerika untuk meneruskan pendidikannya sekaligus mengambil alih perusahaan kakeknya Lee Bo Sin yaitu SinMart.

Si kembar Sin jatuh cinta pada wanita cantik turunan Korea bernama Ae-Ri. Keduanya memang memiliki selera yang sama sejak mereka kecil. Tapi kali ini keduanya itu tak mau saling mengalah sehingga menimbulkan pertikaian dalam keluarga Sin.

Ae-Ri adalah wanita yang sangat cantik yang bekerja sebagai General Manager di salah satu perusahaan SinMart. Ia jatuh cinta pada Jidan Sin, namun ia juga sering tak bisa membedakan antara Jidan dan Jordan. Itulah awal dimana si kembar tak mau mengalah.

Suatu ketika Ae-Ri kembali ke negaranya untuk menjemput adiknya yang cantik bernama Aerum. Ae-Ri mengajak adiknya bekerja di SinMart dan mengenalkannya pada si kembar Sin.

Akankah salah satu diantara si kembar Sin mengalihkan cintanya pada adik Ae-Ri...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan membuat Panik

Setelah melakukan psioterapi dengan cara hipnotis siang tadi, Jordan lebih baik walaupun dokter Francisca mengatakan setidaknya ia harus melakukannya 3 kali terapi. Setelah menyelesaikan pekerjaan mereka, Jidan meminta adiknya mencoba berkendara membawa mereka pulang.

Awalnya Jordan baik baik saja, tapi saat setengah perjalanan ia kembali panik dan menghentikan mobilnya.

"Aku tidak bisa kak." ujar Jordan memucat.

"Maaf aku memaksamu, ini minumlah dan pindah tempat duduk." ujar Jidan seraya memberikan minum pada adiknya.

Jordan menegak minumannya lalu keluar dari mobil berganti tempat duduk.

"Kau sudah baik baik saja kan?" tanya Jidan.

Jordan mengangguk. "Kita akan terlambat menghubungi mami dan papi, cepatlah kendarai mobilnya." jawabnya.

Jidan mengangguk. "Apa kau ingin makan malam di luar?" tanya Jidan.

Jordan menggeleng. "Aku lelah kak, sepertinya aku tak ingin makan malam."

"Kau tak bisa seperti ini Jo, pekerjaan kita akhir akhir ini sangat banyak. Aku membutuhkan CEO yang sehat." kata Jidan.

Jordan tertawa. "Aku tak akan mati jika tak makan malam sehari." jawabnya.

"Dasar keras kepala." gumam Jidan.

Keduanya akhirnya sampai di rumah mereka, keduanya kembali ke kamar masing masing untuk mandi.

Satu jam kemudian, mereka keluar. Jidan langsung menuju ruang makan. Sedangkan Jordan benar benar tak mau makan. Ia ke ruang santai dan mencoba menghubungi kedua orang tuanya. Tapi ponsel keduanya tidak aktif.

"Kak Ji, apa mami dan papi ganti nomor ponsel?" teriak Jordan.

Jidan tersedak makanannya. "Kau mengejutkan aku Jo, tentu saja tidak. Papi dan mami masih menggunakan nomor ponsel yang sama. Coba hubungi Zean."

"Ini jam tugas, tak mungkin Zean mengangkat ponselnya." jawab Jordan.

"Kau benar, tunggulah aku selesai makan malam. Nanti kita coba menghubungi mereka lagi." kata Jidan.

"Baiklah." jawab Jordan.

Jordan menghidupkan televisi dan menonton acara basket kesukaannya sambil menunggu Jidan selesai makan malam.

"Jo makanlah, ini Farea membuatkan makanan kesukaanmu." teriak Jidan lagi.

"Berhentilah menyuruhku makan kak, cepatlah aku khawatir pada mami dan papi." jawab Jordan.

Jidan menghampirinya di ruang santai. "Aku akan mengatakan pada mami jika kau tak mau makan malam." ancamnya.

"Setidaknya kau coba hubungi mereka dulu, aku sudah mencoba berkali kali tapi ponsel keduanya mati." jawab Jordan mulai panik.

Jidan menatap wajah adiknya, adiknya benar benar khawatir. Ia pikir Jordan hanya bercanda, tapi saat Jidan mencobanya memang ponsel keduanya tak bisa dihubungi. Ia teringat musuh musuh ayahnya saat masih menjadi anggota polisi.

"Kita harus menghubungi Zean, bagaimanapun caranya ia harus melihat keadaan mami dan papi. Musuh papi sangat banyak Jo, aku takut..." kata Jidan.

"Jangan katakan macam macam kak Ji. Kau hubungi Zean, aku hubungi kak Kalfi." ujar Jordan.

Keduanya semakin khawatir saat ini. Zean sama sekali tak mengangkat ponselnya, sedangkan Kalfi juga berusaha menghubungi Tora dan Sherly tapi belum membuahkan hasil.

"Dokter Jack." ujar keduanya bersamaan saat mengingat sahabat ayahnya itu.

Jidan menghubungi ponsel dokter Jack namun ponselnya juga tak diangkat, mereka mencari tahu nomor rumah sakit dokter Jack bertugas lewat media sosial. Dan menghubungi rumah sakit tersebut. Ternyata dokter Jack sedang melakukan operasi.

"Ya Tuhan, ada apa ini kak." ujar Jordan frustasi.

"Kau jangan menakutiku Jo, aku juga khawatir sekarang." ujar Jidan.

Ponsel Jidan berdering, itu dari Kalfi.

"Bagaimana?" tanya Kalfi.

"Aku pikir kakak sudah ada kabar, kami belum berhasil menghubungi mereka." jawab Jidan.

"Ya Tuhan, kemana om Tora dan tante Sherly. Dengarkan aku, kalian jangan panik. Tetap terus hubungi Zean dan yang lain. Aku juga akan melakukan hal yang sama. Kita akan saling memberi kabar. Malam semakin larut, kalian perlu beristirahat juga." ujar Kalfi.

"Bagaimana kami bisa beristirahat kak." ujar Jordan lalu menangis seperti anak kecil.

"Ya ampun Jo, kau tenanglah. Jangan seperti anak anak, yakinlah mereka akan baik baik saja." ujar Kalfi.

"Kau diamlah Jo." bentak Jidan.

"Kalian harus tetap tenang, atau begini saja aku akan kesana sekarang." ujar Kalfi.

"Tak perlu kak, ini sangat larut. Kita bisa berhubungan lewat ponsel." ujar Jidan.

"Baiklah jika itu mau kalian, Jo dengarkan kakak. Air matamu tak bisa menyelesaikan masalah jadi tetap tenang." pesan Kalfi seraya mematikan ponselnya.

"Kau gila, bukan waktunya menangis Jo." bentak Jidan.

Jordan menundukkan kepalanya dan masih menangis. "Aku takut mereka..." ujarnya sesegukan tanpa mampu menyelesaikan kalimatnya.

Jidan akhirnya memeluk adiknya dan berusaha menenangkannya. Bagaimanapun umur mereka masih sangat labil, tentu saja rasa khawatir itu pasti membuat naik turun emosi mereka.

Setelah semakin tenang, keduanya kembali berusaha menghubungi orang tuanya dan juga Zean, namun hingga pukul 2 pagi mereka masih tak bisa menghubungi ketiganya.

*****

Mata si kembar Sin sangat hitam, bahkan mata Jordan sangat sembab. Kalfi mengunjungi mereka karena pelayan menghubunginya. Keduanya sama sekali tidak tidur bahkan tidak masuk kerja.

"Ya Tuhan kalian seperti hantu." ujar Kalfi. "Kalian harus tidur dan makan, aku sudah menghubungi mama Mey untuk berangkat ke Indonesia, ia yang akan melihat keadaan orang tua kalian disana dan segera menghubungi kita." sambungnya.

"Ya ampun Jo, kau seperti anak kecil. Tak bisakah kau berhenti menangis." pinta Kalfi.

Keduanya tak bergeming, Kalfi mengangkat tubuh mereka satu persatu ke kamar masing-masing.

"Ingat Ji, tidurlah. Aku akan mengurus perusahaan. Aku akan mengabarimu jika mama Mey sudah sampai di Indonesia." ujar Kalfi.

Sebenarnya aku tak tega melihat keadaan kalian, tapi tante dan om ingin memberi kejutan pada kalian. Ternyata kalian masih belum dewasa, kalian masih saja seperti anak-anak saat menghadapi masalah. Jika saja mama Mey tak memberitahuku jika orang tua kalian berangkat ke Los Angeles dengan transit di Singapura, mungkin aku masih panik juga. Aku terpaksa berbohong demi kejutan ini. pikir Kalfi.

Kalfi meninggalkan Jidan dan kembali mengangkat tubuh Jordan ke kamarnya tapi kali ini Kalfi memberikan makanan pada Jordan karena Farea mengatakan dari semalam Jordan tidak makan.

"Makanlah Jo, jika kau sakit maka tante Sherly akan sedih." pinta Kalfi.

Jordan menggeleng.

"Oh ayolah jangan seperti anak anak, atau kau ingin aku memanggil Ae-Ri kemari agar bisa melihat wajah jelekmu ini." ancam Kalfi.

"Kau masih saja bercanda." ujar Jordan kesal.

"Aku serius, jika kau tidak mau makan. Aku benar benar akan membawa Ae-Ri kemari." kata Kalfi.

"Baiklah aku kalah." jawab Jordan seraya makan pelan pelan.

Kalfi tersenyum. "Kalian beristirahatlah hari ini di rumah, mama Mey akan menghubungi kita nanti sore. Urusan perusahaan hari ini biar aku yang menanganinya." katanya seraya keluar dari kamar.

"Farea, Mola... kabari terus keadaan mereka padaku, bawa makan siang nanti. Ancam mereka dengan nama Ae-Ri jika mereka tak mau makan. Suruh bu Maria juga mengatasi si kembar." ujar Kalfi.

Kedua pelayan itu mengangguk, Kalfi meninggalkan rumah si kembar dan kembali ke perusahaan.

*****

Happy Reading All...😘

1
Athallah Linggar
Semangat jidan,aeri itu masih orisinil. Dan barang orisinil itu mahal ji,ga kya ade'y mudah didpt,sementara kamu mau dptin yg masih virgin,jd usahamu hrs lebih gigih ji,💪💪🤭🤭
🌻Ruby Kejora
Karyanya bagus kak
Sukses bwt kk❤️💐
Rosalinda Yo_2
Seru Thor....
Terima kasih...karyamu indah 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻🙏🏻🙏🏻
Fransiska Siba
makanya Aeram jgn bandel sdh dinasihati kakaknya bandelnya minta ampun
Fransiska Siba
sumpah ceritanya lucu yg ini, tp unik
Debbie Teguh
kok jd gini siiiihh
Debbie Teguh
ciyee jordan pindah haluan
Debbie Teguh
hayo lhoo ibu suri ngambek
choi yongah
mantap👍👍👍👍
choi yongah
bagus ceritanya
aku suka sekali
👍👍👍👍👍😍
Anik Giati
senengnya ❤️❤️❤️
Anik Giati
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Hannifa Ratnasari
waaahhhh musti tanggung jawab nih
pada mewek oeyyy 😭😭
Farrah
semngat oppa ji.... 😇😘😍
y u l l i e
thanks karya nya thor 😘
𝐀⃝🥀𒈒⃟ʟʙᴄ🦆͜͡Liez🅟ᴳ᯳ᷢ
Semangat Miss mantap happy ending
Ainur Cutee
manja bngetz sih Jo nya
Ainur Cutee
lucu deh mrka berdua,kepanik kan mmbwa kebahagiaan👏👏👏
Ainur Cutee
keluarga yg harmonis dr dlu smpai skrg cinta ny Tora tdk prnh luntur😇😇😇
Ainur Cutee
thor di eps brp adik ny ae- RI dtg????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!