NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Memilih Menikahi Adikmu

Kali Ini Aku Memilih Menikahi Adikmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: INeeTha

Setelah mengorbankan keluarga kandung, masa muda, dan hidupku demi menjadikan suamiku pewaris Mahendra Group, Sebastian justru memfitnah putra kami, membiarkan menantu dan cucuku meninggal, lalu mendorongku hingga tewas.

Saat kembali membuka mata, aku kembali ke hari Sebastian melamar ku.

Jika dulu aku memilih Sebastian Mahendra...
maka di kehidupan ini, aku akan menikahi adiknya, Stefanus Mahendra.

Aku tidak akan menikahi pria yang menghancurkan hidupku.

Aku akan memilih pria yang ternyata diam-diam mencintaiku sejak awal.

Namun, mengubah takdir ternyata tidak semudah mengganti calon suami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INeeTha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Meninggalkan Kekacauan

"Perempuan mandul seperti dia tidak akan pernah pantas melahirkan pewaris Mahendra Group."

Suara Tante Lastri yang melengking memecah alunan musik klasik di butik perhiasan mewah di Jakarta Pusat. Ucapannya membuat para sosialita yang sedang memilih berlian berhenti sejenak. Mereka serempak menoleh ke arah ruang tunggu VIP.

Stefanus berdiri tenang di balik pilar marmer putih. Ia tidak berniat ikut campur. Kedatangannya ke butik itu hanya untuk satu urusan pribadi.

Tatapannya jatuh pada etalase kaca di depannya. Sebuah cincin platinum polos tanpa berlian berkilau di bawah lampu sorot. Setelah menerima gaji bersih pertamanya usai membenahi sistem logistik pelabuhan, ia ingin membelikan Shaquena cincin pernikahan yang benar-benar pantas.

Membayangkan Shaquena mengenakan cincin itu membuat Stefanus tersenyum tipis. Dadanya terasa hangat. Membangun semuanya dari nol bersama wanita itu adalah satu-satunya hal yang membuatnya tetap waras di tengah busuknya keluarga Mahendra.

"Tutup mulutmu, Lastri!"

Bentakan Nyonya Mahendra memecah lamunan Stefanus. Ia menoleh ke arah ruang tunggu VVIP.

Nyonya Mahendra berdiri dengan napas memburu. Wajahnya yang biasanya selalu terlihat anggun kini memerah menahan amarah. Di belakangnya, Helena Calista hanya duduk menunduk. Jemarinya meremas gaun mahal yang dikenakannya hingga kusut.

"Kenapa aku harus diam?" Tante Lastri tertawa mengejek.

Wanita paruh baya itu menyilangkan tangan di depan dada. Gelang zamrud tebal di pergelangan tangannya sengaja dipamerkan kepada teman-teman arisannya. Tatapannya tertuju pada Helena, penuh hinaan.

"Semua orang di Jakarta juga tahu kenyataannya," sindir Tante Lastri. "Sebastian memelihara perempuan ini bertahun-tahun, tapi tetap tidak ada anak yang lahir dari rahimnya."

Helena menggigit bibirnya kuat-kuat. Air mata mulai memenuhi pelupuk matanya. Ia tidak sanggup mengangkat kepala di tengah tatapan dan cibiran para nyonya sosialita.

"Ini bukan urusanmu!" bentak Nyonya Mahendra sambil melangkah menutupi Helena. "Sebastian tahu apa yang dia lakukan. Helena adalah bagian dari keluarga kami. Jadi jaga ucapanmu!"

Tante Lastri mendengus sinis. Ia tetap berdiri di tempatnya, sama sekali tidak berniat mundur.

"Keluarga yang mana?" Tante Lastri mengangkat dagu. "Dia bahkan tidak punya status sebagai istri yang sah. Anakku, Rian, sudah memberikan cucu laki-laki yang sehat untuk keluarga ini. Niko adalah satu-satunya pewaris darah Mahendra saat ini."

Jarinya menunjuk tepat ke arah Helena. "Bukan harapan kosong dari perempuan mandul yang hanya tahu menghabiskan uang perusahaan."

Ucapan itu menghantam harga diri Nyonya Mahendra. Selama bertahun-tahun, ia selalu membanggakan Sebastian sebagai putra sempurna. Kenyataan bahwa putra sulungnya belum memiliki ahli waris adalah kelemahan yang selama ini ia sembunyikan rapat-rapat dari keluarga besar.

Stefanus tetap bersandar di pilar dengan wajah datar.

Keluarga ini selalu menilai seseorang dari apa yang bisa ia berikan demi kekuasaan. Tanpa anak, tidak ada pewaris. Tanpa pewaris, posisi tertinggi bisa direbut kerabat lain kapan saja. Di keluarga Mahendra, mereka saling memangsa demi mempertahankan kekuasaan.

"Kamu sudah semakin kurang ajar, Lastri." Tangan Nyonya Mahendra terangkat, masih bergetar. Telunjuknya mengarah tepat ke wajah adik iparnya. "Kamu pikir Rian pantas memimpin perusahaan ini? Dia hanya tahu berjudi dan menghamburkan uang di luar negeri!"

"Setidaknya anakku bisa membuktikan kejantanannya dan memberi keluarga ini keturunan!" balas Tante Lastri.

Plak!

Tamparan keras mendarat di pipi Tante Lastri. Suaranya menggema di seluruh butik. Beberapa sosialita langsung menjerit pelan sambil menutup mulut.

Kepala Tante Lastri terlempar ke samping. Bekas tangan merah langsung terlihat di pipinya yang dipenuhi riasan. Seluruh ruangan mendadak sunyi. Para pegawai butik hanya terpaku.

Perlahan, Tante Lastri menoleh kembali. Tatapannya berubah tajam, dipenuhi amarah.

"Kamu berani menamparku, Nyonya Besar?" desisnya.

Tanpa pikir panjang, ia langsung mendorong dada Nyonya Mahendra sekuat tenaga.

Nyonya Mahendra kehilangan keseimbangan. Tubuhnya terhuyung ke belakang. Hak sepatu tingginya tersangkut ujung karpet. Ia jatuh keras sambil menghantam meja pajangan kaca hingga retak.

"Tante!" Helena menjerit. Ia berlari dan langsung berlutut di samping Nyonya Mahendra.

Nyonya Mahendra memegangi dada kirinya. Napasnya mendadak pendek dan tersengal. Wajahnya memucat dalam sekejap. Keringat dingin membasahi pelipis hingga riasannya luntur.

"Tolong! Panggil ambulans sekarang!" teriak Helena panik kepada para pegawai butik.

Tante Lastri merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Tatapannya jatuh pada Nyonya Mahendra yang masih megap-megap di atas lantai marmer. Tidak sedikit pun rasa bersalah terlihat di wajahnya.

"Itu akibatnya kalau berani main tangan denganku," katanya angkuh. Setelah itu, ia berbalik dan pergi bersama teman-teman arisannya, seolah tidak terjadi apa-apa.

Stefanus masih berdiri di balik pilar. Ia melihat ibu tirinya terbaring sambil memegangi dada.

Kalau ini terjadi di kehidupan sebelumnya, ia pasti sudah menerobos kerumunan. Ia akan menggendong wanita tua itu ke mobil dan membawanya ke rumah sakit secepat mungkin, bahkan rela menerobos lampu merah. Dulu, ia selalu melakukan apa pun demi mendapatkan sedikit perhatian dari keluarga itu.

Tapi hari ini, Stefanus tidak bergerak.

Ia hanya menatap semua itu dengan wajah datar. Rasa iba di hatinya sudah lama habis. Bayangan malam badai yang mengubah hidupnya kembali melintas di benaknya.

Stefanus lalu memalingkan wajah dan berjalan ke meja kasir di sisi lain butik.

"Saya ambil cincin platinum polos ini," ucapnya singkat.

Pegawai butik mengangguk dengan tangan gemetar. Ia segera memproses pembayaran, sesekali melirik ke arah ruang VIP, tempat para petugas medis baru saja datang membawa tandu.

Stefanus memasukkan kotak beludru hitam itu ke dalam saku jasnya, lalu melangkah keluar tanpa sekali pun menoleh.

Panas siang Jakarta langsung menyambutnya. Ia berjalan menyusuri trotoar menuju area parkir bawah tanah pusat perbelanjaan. Suasana parkir VVIP begitu sepi, lembap, dan remang.

Langkah Stefanus perlahan melambat saat tiba di dekat pilar beton Blok B.

Stefanus menangkap suara langkah kaki yang terburu-buru. Ia mundur selangkah, lalu menyatu dengan bayangan di balik pilar beton.

Seorang pria bertubuh agak gempal berjalan cepat menghampiri area parkir. Rian.

Kemeja biru mudanya kusut di bagian perut. Tangan kanannya menggenggam erat sebuah map cokelat tebal. Matanya terus menyapu ke kanan dan kiri. Keringat membasahi dahi dan lehernya.

Stefanus menyipitkan mata. Ia langsung mengenali map itu. Map yang sama pernah ditawarkan Rian kepadanya beberapa waktu lalu. Isinya adalah seluruh bukti kebocoran transfer dana ilegal Mahendra Group melalui perbankan Singapura.

Rian berhenti di depan sebuah limusin hitam yang mesinnya masih menyala. Kaca mobil itu gelap, tidak memperlihatkan isi kabin.

Pintu belakang terbuka perlahan.

Sebastian Mahendra duduk santai di dalam. Ia mengenakan kacamata hitam dan menyilangkan kaki dengan angkuh.

"Masuk," katanya dingin.

Rian menelan ludah sebelum masuk ke dalam mobil. Gerakannya kaku. Begitu ia duduk, pintu langsung menutup otomatis.

Stefanus tetap bersembunyi di balik pilar sambil memasang telinga. Tak lama kemudian, sopir menurunkan sedikit kaca depan untuk membuang abu rokok. Dari celah itu, percakapan di dalam mobil mulai terdengar.

"Kamu berani menyuruhku datang ke parkiran kotor seperti ini?" Suara Sebastian terdengar dingin dan mengancam.

"Aku butuh uang tunai lima puluh miliar hari ini juga, Bas." Suara Rian bergetar karena takut.

"Kamu sudah gila. Minta uang sebanyak itu tanpa melakukan apa pun."

"Aku tidak meminta cuma-cuma." Terdengar suara map dibuka, disusul bunyi lembaran kertas yang ditarik keluar. "Aku memegang salinan lengkap transaksi rekeningmu di Singapura. Kalau dokumen ini sampai ke media atau polisi, semua asetmu bisa langsung dibekukan oleh otoritas pajak internasional."

1
Rini Hasmira
kok bs keren bgini sich thor
yula
💪💪💪💪💪thor
Anita Rahayu
jgn biarkan thor😡😡😡😡😡😤😤😤😤😤😤😤
gaby
Shaquena sok pahlawan sih. Sok jd donatur anonim, akhirnya uangnya terbuang sia2 oleh pengkhianatan Daniel. Mengulang wkt tp ko tetep bodo, tetep kalah. Kampret lah
gaby
Kayanya Sebastian jg mengulang wkt y?? Ko dia slalu tau pergerakan Quena
gaby
Trus wkt Quena ke kampus Daniel buat apa?? Ko bukannya menjalin kerjasma malah jd penonton kehancuran Daniel doang
gaby
Ko mendiang istri sih?? kan helena istri Stevanus & msh hidup
gaby
Oalah ini flasback sblm mengulang wkt. Coba di sisipin kalimat Flasback, biar ga gagal paham
gaby
Ko suaminya sih?? Bukannya shaquenq mengulang wkt, harusnya blm nikah dong. Ko Saquena di panggil nyonya mahendra?? Jujur aq bingung sm alurnya
Juriah Rahmat
lanjuut thor
Juriah Rahmat
kerreenn
Juriah Rahmat
lanjuuut thor gk pake lama yg b
nyaaaakk jg yaaa/Grin/
Santi Seminar
kalo cuma reinkarnasi sebelum menikah dgn Bastian sih gak adil ya rasanya
INeeTha: ka aku gagal paham, gimana maksudnya "ngga adil" coba tolong Kaka kasih aku penjelasan, kali aja aku dapet insight lain. 🙏🙏🙏
total 1 replies
R_Bell
💪💪💪
watno antonio
lanjut thor
Carisoy
Baca nti ajh tunggu kalau sudah selesai revisi deh👍
DdCantik
Emang bisaan bikin cerita seru, jadi si shqena paling udah gila, mantaplah ayok lanjut
DdCantik
Semangat 💪💪💪💪
Fahreziy
👣👣👣
falea sezi
jd saquena uda gila kali q 😓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!