NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali, Sang Dewa Maha Tahu

Kelahiran Kembali, Sang Dewa Maha Tahu

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / System / Barat / Tamat
Popularitas:50.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mad Kojer

Kelahiran kembali seorang Dewa maha tahu. Yang mana, ia mengetahui segala macam pengetahuan dan hal hal lainnya. Namun, kehidupannya bukanlah sebagaimana ia adalah Dewa.

Dia terus menerus harus menuruti semua permintaan Tuhan pencipta. Dalam perkataan Tuhan pencipta, ''Ini adalah tugas terakhirmu, selamatkan Planet bumi dari Invasi Ras Galgara.''

Namun Sang Dewa Maha Tahu, mengetahui itu hanyalah omong kosong belaka.

haaaahhhhhh.

Menghela nafas berat Sang Dewa Maha Tahu. Akhirnya, ia dikirim menuju Planet Bumi dan berusaha menumpas habis semua Galgara yang ada.

÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷.

Novel tak ada sangkut pautnya dengan keagamaan ataupun tradisi lainnya. kemungkinan, banyak yang sama dan hal sebagainya.

Novel juga, lebih ke Romantisan dan ngak begitu banyak actionnya.

tetap Kalm dan selalu

Coment

Like

Subscribe

vote juga ngak papa.

Untuk Update. Author janjikan up nya hari minggu dan senin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mad Kojer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.19 Element Utama Baru dan Absolute Charm.

Satu kejutan bertambah kembali. Kali ini, wanita yang tergiang giang dikepala Azra mulai muncul didepannya dengan penampilan begitu berbeda waktu 12 tahun yang lalu.

Sosoknya menampilkan wanita yang begitu sempurna dimata semua mahluk. Sosok terindah sepanjang masa membuat para dewi ingin membunuhnya dan memiliki paras wanita berambut putih keperakan ini.

"Aku baik baik saja, bagaimana denganmu Kak Diva?." Entah kenapa, hati Azra seakan blong rileks ketika menatap Kak Diva atau Divania.

Sebuah senyuman kembali terlukis di wajahnya yang begitu menawan. "Aku baik, mungkin hanya cukup lelah karena otakku harus mengurus masalah akademi yang ibuku tinggalkan kepadaku." Senyuman menawan Divania langsung berubah menjadi senyuman kecut penuh kelelahan akan sikap ibunya.

Urat kekesalan muncul di pelipis Azra. Memikirkan satu orang saja yang menjadikan soskk Divania seperti ini.

"Dasar wanita barbar itu!." Lirih gumaman Azra membayangkan wajah menyeringai penuh kemenangan dari Hilenia.

Hihihi.

Tawa kecil dari Divania yang melihat reaksi Azra. Kemudian, ia bangkit dari kursi kerja Hilenia dan berjalan mendekat ke Azra.

"Tugasku disini telah selesai. Bila kau ingin berkeliling, maka pergilah setelah urusanmu dengan ibuku selesai." Setelah mengatakan hal tersebut, Divania kembali berjalan keluar dari ruang kerja Hilenia dan meninggalkan Azra yang terdiam mengingat kembali kejadian tadi.

Bebebrapa saat kemudian, sosok wanita berambut putih perawakan tato merak masuk.

Seketika, raut wajah Azra yang masih terkagum dengan sosok Divania langsung menunjukkan wajah penuh kekesalan dan kebencian paling dalam. Namun sedikit rasa takut teramat besar karena gerak gerik Azra yang bergetar.

"Apa kau sudah menemukan anakku?." Suara Hilenia membuat Azra semakin muak saja.

"Ya, tak kusangka anakmu akan berbeda jauh dengan ibunya." Senyuman ejek penuh sindiran terlihat jelas di wajah Azra.

Langsung saja, percikan api terlihat diantara Azra dan Hilenia. Keduanya begiu saling benci membenci tanpa ada sekalipun keakraban dalam pertemanan.

Hanya saja, dari pandangan Rine berbeda.

"Dari benci pastinya jadi cinta nantinya." Gumam Rine melihat dua insan berbeda yang terus cekcok tak henti henti.

---'---

Setelah cek cok tak jelas. Azra saat ini sedang berada di kamar bersama dengan Rine. Sebenarnya, ia lelah mentalnya karena tidaklah terlalu terbiasa dengan kondisinya saat ini.

Namun,

"Harus berlatih lebih keras biar nanti 12 jam lagi aku tak akan kalah dati wanita barbar itu." Ya, yang Azra pikirkan adalah Hilenia.

Azra percaya dan tak menganggap perkataan Hilenia hanya sebuah omong kosong. Bila dirinya kabur saat ini, maka ia akan mendapat kesengsaraan lebih kejam dibanding 12 tahun yang lalu.

Namun, bila sekarang kalah, tetap saja ia akan disiksa walau tak tau apa yang akan Hilenia lakukan dalam penyiksaannya itu.

"Ya tuhan, bisakah aku hidup tenang. Lelah aku." Mengeluh berat, Azra meminta kepada tuhan pencipta.

"Sa-sayang apa p-perlu ju p-pijat?." Begitu malu Rine memanggil Azra dengan sebutan sayang dan mencoba membiasakannya.

Azra mengalihkan pandangannya ke Rine. Seketika, sebuah ide muncul di kepala Azra.

"Rine, kemari. Kali ini aku akan menguji dirimu." Sebuah senyuman misterius terlukis diwajah Azra.

Rine hanya bingung dengan apa yang akan dilakukan Azra. Namun ia hanya menurutinya dan duduk didekat Azra.

"Apa yang ingin kau uji sa-sayang~?."

"Buka pakaianmu hanya pada bagian pundak saja." Ujar Azra sembari menepuk pundak kirinya.

Dengan tersipu malu, Rine mulai melepaskan kancingnya dan membukakan pakaiannya pada bagain pundaknya. Terlihat, putih mulus kulit Rine dan menampilkan tali BH nya.

Kemudian, Azra dengan perlahan mendekatkan wajahnya ke pundak Rine. Tanpa disadari Rine, gigi taring Azra mulai memanjang layaknya seorang vampir.

"Rine, hanya satu yang ingin kukatakan. Ini adalah pelatihan mental dan mengontrol jiwa elemen {Yin Yang}mu. Jadi, kuatkan keinginanmu untuk tak melakukan hal diluar batas, ya." Ucap Azra lirih ditelinga Rine membuat Rine agak menegang tubuhnya.

"Emm." Rine mengangguk sebagai balasannya.

Tanpa basa basi lagi, gigi taring layaknya vampir menancapkan ke pundak kiri Rine.

Ahhhh~.

Suara desahan terdengar imut dari Rine. Ini bukannya kesakitan, namun perasaan menengangkan dan rasa sengat merangsang tubuh begitu terasa dikala taring gigi menancap secara perlahan.

Deg deg deg.

Detak jantung Azra menajdi cepat tiba tiba. Rasa ingin menghisap darah semakin tinggi dan terus bertambah. Nafsu darah Rine semakin menjadi untuk Azra hisap menggunakan mulut.

Bersamaan dengan itu, tubuh Rine serasa ingin menggeliat dan memeluk tubuh Azra dengan erat dan mengarahkan kepalanya untuk menyerap darahnya lebih banyak.

Secara tiba tiba, Azra menggendong Rine menuju kasur dalam keadaan masih menyerap darah Rine. Azra tak mempedulikan desahan Rine yang terus menerus keluar dan tangannya yang mulai bergerak meraba raba tubuhnya.

Hingga hendak menyentuh {Si Berdiri Tegak Bukan Keadilan}, tangan Azra menghentikannya.

"Rine, ingat apa ujiannya." Suara Azra menyadarkan Rine yang mulai menggila.

Begitu terpaksa Rine harus berhenti melanjutkan tangannya untuk menyentuh {SBTBK} Azra. Hanya saja, sepertinya Azra dan Rine lah yang kalah kali ini.

Terlihat, dimata kiri Rine tidak ada pupil sama sekali. Hanya terdapar dua warna pada bagaian irisnya. Hitam dan putih membentuk simbol {Yin Yang}.

"Sial!." Umpat Azra ketika tangan Rine yang ia hentikan memiliki kekuatan melebihi dirinya.

Kondisi menjadi berbalik. Azra saat ini tertindih oleh Rine dan napas Rine yang memburu setiap waktu. Tangan dan kaki Azra benar benar tak dapat digerakkan sama sekali.

"Rine!. Sadarlah!, kau harus bisa melawannya!." Teriak Azra mencoba menyadarkan Rine dari pengaruh Jiwa {Yin Yang}.

Sebuah reaksi aneh terjadi. Terlihat, Rine menyeringai penuh kemenangan dan terlihat bengis. Kemudian, dua mata yang memiliki kornea berbeda menatap mata Azra.

"Salam kenal, wahai Dewa. Pertama tama, kuucapkan terima kasih terlebih dahulu karena sudah menyempurnakan jiwaku..." Suara Rine terdengar berbeda dan lebih dewasa dibanding dengan Rine yang asli.

'Haaaaahhh, kalo dah begini ma, susah. Rine, kau... benar benar ingin ngew* apa?.' Membatin keras, Azra melihat jiwa {Yin Yang} telah mengambil alih tubuh Rine.

"Lalu, apa yang kau inginkan?." Singkat tanya Azra kepada jiwa {Yin Yang} ini.

"Hamba hanya ingin melihat dunia luar. Bagaimanapun, saya baru saja dilahirkan dan tidaklah mengetahui apapun mengenai dunia luar.

Hanya satu hal yang saya ketahui. Hanya sosok dewalah yang bisa menyempurnakan jiwa hamba. Maka dari itu, hamba berniat berterima kasih kepada anda untuk hal ini."

Terlihat begitu tulus sosok jiwa {Yin Yang} ini dalam berterima kasih kepada Azra.

"Baik, kuterima rasa terima kasihmu. Namun, dengan syarat. Jangan coba coba mengalih kendali tubuh inangmu ini. Setidaknya, mintlah izin bila kau dizinkan oleh Rine.

Bila tidak, maka jangan harap kau bisa melihat dunia luar lagi selamanya!." Azra mengancam jiwa yang mengendalikan Rine saat ini.

Ia tak bisa menjamin seperti apa nantinya bila jiwa {Yin Yang} ini dilepaskan secara bebas. Maka dari itu, mengobati lebih baik dari pada mencegah.

Namun, sepertinya itu sia sia.

"Kalau hal ini, sepertinya saya tidak bisa, Wahai Sang Dewa. Karena ak..." terhenti ucapan jiwa tersebut ketika jari telunjuk Azra menempel pada kening Rine.

'. Penyiksaan jiwa {Yin Yang}.'

Akkkhhhhhhhhhhh.

Jiwa {Yin Yang} yang menempati tubuh Rine langsung berteriak kesakitan dikala Azra menggunakan skill .

"Sebenarnya, aku mudah saja melenyapkanmu tanpa sisa dan tidak membuat kekuatan yang kau berikan kepada Rine menghilang.

Aku hanya memberi kamu kesempatan satu kali lagi selama kau menuruti permintaanku. Mana yang kamu pilih, wahai jiwa {Yin Yang}?, mati atau menuruti perintahku.

Pilihan ini bukanlah pilihan buruk, bagaimanapun Rine adalah sosok baik hati bila kamu juga bersikap baik kepadanya. Hayo, mana pilihanmu?."

Azra terus memberikan pilihan kepada jiwa {Yin Yang} ini tanpa menghentikan penyiksaan yang diberikan kepadanya. Hal ini membuat sang jiwa mengumpat kesal dan benci kepada Azra sembari menahan rasa sakit yang diterimanya.

Dengan sekuat tenaga, sang Jiwa {Yin Yang} menjawab.

"B... Baik sa... sang... de...wa. Sa.... saya akan m... menjaw...ab."

Kemudian, Azra menarik kembali jari telunjuknya yang menyentuh kening, seketika penyiksaan jiwa {Yin Yang} berhenti dan ngos ngosan napas jiwa tersebut.

"Sa-saya akan me-menuruti pe-perintah anda, Tuan." Dengan napas ngos ngosan dan tubuh berlutut, sang jiwa {Yin Yang} yang mengendalikan tubuh Rine melakukan semua hal tersebut.

Azra hanya tersenyum dan mengangguk sebagai balasan. Kemudia ia hendak berdiri dari posisi tubuh tidur dan duduk di tepi kasur.

Namun

Deg

Tiba tiba, penciumannya begitu menyengat bau darah dan kepalanya begitu pusing. Rasa dari darah yang tercium di hidungnya terasa begitu nikmat seakan masakan paling enak.

[Efek dari Virginty Bloodness telah dimulai. Rasa candu akan darah perawan akan terus menerus bertambah seiring berjalannya waktu.

Harap, tuan dapat mengontrol diri agar tidak melakukan tindakan diluar batas.]

Suara sistem membuat Azra sadar kembali akan tubuhnya yang hampir lepas kendali ingin menyerap habis darah Rine, karena, Rine masih lah perawan dan belumlah Azra menjebolkan goa merah mudanya.

'Bahaya... . Ini benar benar bahaya, tak kusangka efeknya akan sebegitu kuat seperti ini.' Azra Membatin sembari tersenyum kecut ketika merasakan dampak negatif dari artefak.

{Ding!. Elemen lanjutan, yaitu {Yin Yang} telah didapat dan menjadi elemen utama dalam tubuh. Control elemen {Yin Yang} telah sampai pada tahap sempurna.}

Sebuah suara notifikasi bersamaan layar hologram muncul didepan Azra tanpa ada yang bisa melihat layar tersebut kecuali Azra.

Sedikit terkejut karena dampak positif atau manfaat dari menyerap darah Rine benar benar terjadi. Cukup beruntung karena ia mendapat elemen {Yin Yang}, dan elemen ini tidaklah memiliki jiwa seperti milik Rine.

Hanya saja, bau darah milik Rine begitu menyengat bagi hidung Azra. Seakan, ia haruslah melepas keprawanan Rine agar bisa menghilangkan bau darah perawan Rine.

'Ini, apa harus ku hilangkan dengan agar tak ada efek negatif lagi?.' Pikir Azra agar nantinya tidak lagi merepotkan dirinya.

{Ding!. Absolute Charm telah didapat. Skill didapat dikarnakan artefak Virginty Bloodness memberikannya kepada anda.}

Mata Azra menjadi kosong tanpa ada kehidupan sama sekali ketika layar hologram berubah. Tidak habis pikir lagi, ia harus bagaimana dengan sebuah kemampuan yaitu Absolute Charm.

'Ini... bukan lagi masalah. Ini benar benar masalah berat dan menyusahkan.'

Absolute Charm.

Kemampuan ini adalah maksimal dari sebuah pesona, yang mana akan menarik lawan jenis kelamin dan membuat menghormati dan merasa dirinya lebih rendah bagi orang yang sesama jenis kelamin.

Bahkan, dengan seorang laki laki berwajah jelek mirip monyet saja, bisa mendapat banyak wanita cantik dengan kemampuan Absolute Charm.

Bisa dibilang

Absolute Charm sama hal seperti pelet atau guna guna dari seorang dukun.

Hanya saja, bila pelet untuk satu individu. Maka Charm adalah untuk semua orang.

Dan Azra memiliki Charm tersebut dengan tambahan 'Absolute.' Bisa dipastikan, akan banyak wanita yang tertarik dengan Azra dan entah cepat atau lambat, wanita tersebut akan memiliki rasa suka dan menjadi cinta hingga cinta mati.

Dan untuk pria atau laki laki. Mereka akan merasakan dirinya lebih rendah dibandingkan Azra. Hingga suatu perasaan tak ingin menganggunya dan memilih bersahabat. Dan sampai tahap cepat atau lambat, mereka akan memiliki kesetiaan hingga rela mati hanya untuk Azra.

Namun, untuk yang membenci atau memiliki hal yang buruk kepada Azra hingga mencapai tahap tertentu. Mereka tidak lah terpengaruh terhadap kemampuan 'Absolute Charm' ini. Dan juga, bila mereka memiliki kebencian terhadap Azra hingga tahap rela menghancurkan dan mengorbankan apapun demi membunuh Azra, maka kebencian tersebut akan bertambah berkali kali lipat bila didekat Azra.

Hal ini yang masalah nantinya bagi dirinya. Dampaknya terlalu besar bagi Azra karena aura dewa saja sudah menjadi masalah besar dan sekarang. Absolute Charm yang menjadi impian para jomblo, ia memilikinya.

"Hidup tenang dengan kedamaian sepertinya, langit dan sang Agung tidaklah mengijinkannya kepadaku." Menatap langit kamar dengan mata terpejam dan pantulan cahaya lampu membuat pesona Azra semakin bertambah jutaan kali lipat berkat Charm yang dimilikinya.

Rine yang melihat Azra. Ia merasakan perbahan drastis dari Azra. Namun, begitu pula pandangan dirinya yang menatap Azra dengan cara berbeda dari biasanya.

Entah bagaimana, rasa cinta yang begitu besar langsung tumbuh dihatinya dan siap menyerahkan dan melakukan apapun demi mendapat perhatian Azra.

"Rine, apa kau sudah dapat mengontrol tubuhmu dengan baik?."

...;,.<>"'\={}&|!(+-*/[]#%^:_@?...

...Mulai chapter selanjutnya, saya akan ganti cara penulisannya ya. Mentut saya, mungkin bagus....

...Bila pembaca sekalian merasa jelek, maka comen ya, nanti tak rubah penulisannya....

1
Seizurann
kan ada sistem unlimited masa udh 12 tahun masih aja segitu kekuatannya
Seizurann
kuatin napa mcnyan
Seizurann
tp ktanya dewa tp kok lemah banget
Seizurann
pdhal menarik lo ceritanya
Seizurann
udh 12 tahun masih aja lemah
Seizurann
mcnya kyknya lemah banget dh
Seizurann
kok nyegel kekuatan pake koin thor?, udh gitu mahal lagi
AlfianX Gaming
upp
Seven Deadly Sins•﹏•
(*^o^*)
zhanshen
kya sniper locus dri codm😁😁😁
❖⍣⃟️⃢🅟𝐑𝐘𝐔ᶯᵃʳᵃN🍡🎮ᵐᶥ⃟
ga papa ko asal jangan hiatus aja
jadi semangt terus ya
Seven Deadly Sins•﹏•
ヾ(*´∀`*)ノ
GOD KING HEAVEN
lanjutin thor sumpah keren bangetttttt
Seven Deadly Sins•﹏•
(*^o^*)
ArJunazx
wes jawa
Izuna Zhein
Lanjut Thor Keren
Izuna Zhein
Up Up Up Up Up Up
Seven Deadly Sins•﹏•
ヾ(*´∀`*)ノ
Juan
ey yo wtf
(📀. ORION .⭐)
is a good😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!