Bagaimana jadinya jika seorang wanita mengejar-ngejar seorang pria berharap akan terbalaskan cintanya???
Dia adalah Yura Maharani Anwar seorang wanita cantik,rambut panjang, tinggi body bak model tapi sayang di awal pernikahannya penuh dengan sayatan luka yang di goreskan oleh suaminya.
Yuda Aditama Wijaya,ya dia adalah CEO tampan , namun sifatnya dingin dan sombong dia adalah suami sekaligus cinta pandangan pertamanya Yura sehingga dengan gigihnya dia mengejar sang CEO untuk menaklukan hatinya walau berulang kali dia melukai hati Yura tapi Yura tidak pernah menyerah untuk mengejar cintanya
Penasaran kan gimana ceritanya.? Yuk intip ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Mobil pun telah sampai di pekarangan rumah baru Yuda ,lalu mereka turun dari mobil disana sudah ada pembantu yang sudah menunggu kedatangan majikannya yaitu Bi Asih dan Bi Wati juga ada satpam Pak Jono.Mereka adalah orang-orang yang sudah lama mengurus rumah yang akan Yuda dan Yura tempati saat ini.
Bi ,Pa kenalin ini istri saya namanya Yura." ucap Yuda memperkenalkan kepada para ART nya.
Selamat datang non Yura." ucap para Art bersamaan.
Ah iya, panggil saja Yura bi ." jawab Yura.
Maaf non ,disini non adalah istri Tuan." ucap bi Asih.
Ya sudah terserah kalian mau panggil dia apa, sekarang tolong bawakan barang-barang saya sama dia dan simpan di kamar ya bi." ucap Yuda memotong pembicaraan mereka.
Baik Tuan." ucap Bi Asih dan bi Wati sambil berjalan ke bagasi mobil membawa barang-barang milik majikannya.
An kau boleh pulang,teima kasih untuk semuanya." ucap Yuda kepada asisten pribadinya.
Sama-sama pak, tidak perlu sungkan itu sudah kewajiban saya .! Kalau gitu saya permisi dulu pak,nona." ucap Anton sambil pergi meninggalkan rumah Yuda.
Yuda dan Yura pun masuk ke dalam rumah barunya, seketika Yura sangat kagum dengan desain rumah nya yang menurutnya sangat indah.
Gak usah norak.! tiba-tiba suara Yuda mengagaetkan Yura.
Apakah ini mas sendiri yang mendesainnya.? tanya Yura tanpa menghiraukan ucapan Yuda tadi.
Hmm." jawab Yuda sambil melangkahkan kakinya menaiki tangga.
Wah hebat keren sekali." ucap Yura sambil mengikuti Yuda dari belakang.
Lalu tak lama kumudian mereka pun telah sampai di sebuah pintu,ya itu adalah pintu kamar utama yang pastinya akan menjadi kamar Yuda dan Yura dong.Ya meskipun Yuda tidak menyukai Yura tapi dia membiarkan Yura untuk tinggal sekamar dengannya dengan alasan status mereka kan suami istri.
Lalu Yuda pun membuka pintu kamar nya.
Ini kamar kita." ucap Yuda kepada Yura sambil masuk ke dalam.
Seketika Yura terkejut saat mendengar ucapan Yuda,dia tidak percaya bahwa dia akan sekamar dengan Yuda.
hah aku sekamar dengannya,tidur bareng dong.?ahhhh senangnyaaaaa."batin Yura.
Kita sekamar bukan berarti aku akan bersikap baik layaknya suami sesungguhnya kepadamu,aku hanya gak mau para pembantu curiga kalau kita beda kamar lalu mereka melaporkan kepada orang tua ku." ucap Yuda ketus.
Hmmm." hanya itu yang keluar dari mulut Yura saat Yuda berbicara seperti itu.
Sabar Yura, kamu pasti kuat.Mas aku yakin suatu saat nanti kamu akan menerimaku sepenuhnya menjadi istri mu."batin Yura.
Drrrrrrtttt📲,
Tiba-tiba hp Yuda berderig menandakan ada panggilan masuk ,lalu Yuda pun mengangkat panggilan tersebut dan ternyata dari mamahnya.
📞:Hallo mah." ucap Yuda saat menjawab telponnya.
📞:Hallo Nak apakah kamu dan Yura sudah sampe di rumah baru mu.? tanya mamahnya di sebrang sana.
📞:Iya sudah mah baru aja." jawab Yuda sambil mendudukan bokongnya di kursi.
📞:Oh syukur kalau gitu,Yasudah mamah tutup telponnya dlu ya nak salam sama Yura." ucap mamahnya kembali
📞:Iya mah nanti Yuda bilangin." jawab Yuda sambil mematikan panggilannya.
Ada apa mas.?Tanya Yura yang saat itu sedang memperhatikan Yuda menelpon.
Mamah ttip salam kepadamu." jawab Yuda dengan nada datarnya sambil melangkahkan kakinya ke kamar mandi karena tubuhnya terasa lengket.
Oooh," jAwab Yura sambil merebahkan tubuhnya di ranjang dan tak lama kemudian Yura pun tertidur karena dia merasa badannya sangat lelah.
25 menit kemudia Yuda pun keluar dari kamar mandi yang hanya melilitkan handuk di pinggangnya,lalu dia pun berjalan ke arah lemari untuk memakai baju tiba-tiba mata nya tidak sengaja melihat Yura yang sedang tertidur lalu dia pun berjalan pelan ke arah ranjang,sejenak dia memandangi wajah Yura yang sedang tertidur.
Manis.!! tiba-tiba kata itu keluar dari mulutnya.
Aiiissshhh,kenapa sih aku ini kenapa juga aku harus memuji dia ?dia kan wanita rusuh ."grutu Yuda lirih.
Lalu Yuda pun keluar dari kamarnya meninggalkan Yura yang sedang tertidur pulas bak orang mati.😂
Tak terasa waktu sudah menunjukan jam 3 sore dan Yura pun baru terbangun dari tidurnya.
Hoaaaaam."Yura bangun dari tidurnya sambil meregangkan otot-ototnya.
Ya ampun jam berapa sekrang," ucap Yura saat nyawanya sudah terkumpul.
Hah jam 3 sore ,aku tidur 4 jam dong." gumam Yura sambil melihat jam di layar hp nya,Buru-buru dia berlari ke kamar mandi tak lama kemudian dia pun sudah selesai dan keluar dari kamarnya menuju dapur.
^^
Bibi maaf Yura tadi ketiduran jadi gak sempet bantu bbi masak."ucap Yura saat melihat para art nya sedang sibuk di dapur.
Ih gpp atuh non, ini mah udah pekerjaan bibi udah biasa bbi mah ." jawab bi asih
Ya tapikan tetep aku istrinya mas Yuda harus bisa melayani suami salah satunya membuatkan makanan." ucap Yura dengan nada tidak enak.
iiih udah gpp, non mah bisa kapan-kapan masak nya kalau emang mau bikinin Tuan makanan." ucap bi asih.
mmmmppp, ya deh.!Oiya bi liat mas Yuda tidak.?tanya Yura kepada art nya.
Oh tuan dari tadi di ruang kerjanya." jawab bi asih sambil menunjukan ruang kerja tuannya.
Oh makasih ya bi, Yura mau buatkan teh buat mas Yuda dulu." ucap Yura sambil menyiapkan gelas dan teh.
Tak berselang lama teh buatan Yura pun sudah siap dan akan di antarkan ke ruangan kerja Yuda.
Toktok,
Mas ini Yura,apakah boleh masuk.? tanya Yura sambil mengetuk pintu.
Ya .!jawab singkat Yuda.Lalu Yura pun masuk ke dalam dan meletakan teh di meja kerja Yuda.
Mas ini Yura bawakan teh untukmu." ucap Yura.
Hmmm." jawab Yuda tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.
Mas apa ada yang bisa Yura bantu.? tanya Yura.
Tidak.! jawab Yuda singkat sambil matanya masih pokus ke layar laptop di depannya.
Bisa kali istri datang di lirik sedikit."batin Yura sambil cemberut lalu dia berjalan ke luar karena tidak mau mengganggu suaminya yang sedang sibuk.
Seketika Yuda mengangkat kepalanya dan mengalihkan pandangan matanya ke arah Yura yang berjalan ke luar dengan tatapan yang susah di artikan.
Oke segitu dlu ya,
tolong banget bantu vote ya teman2 ,biar aku makin semangat .maaf kalau ceritanya gak seru kek novel2 senior maklum ini novel pertamaku.
salam sayang dari aku🤗