NovelToon NovelToon
Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)

Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)

Status: tamat
Genre:Contest / Mafia / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aylis

Kehidupan mewah dan sempurna yang selalu membuat semua orang iri pada gadis cantik bernama lengkap Ainsley Setya Belen namun itu semua bagaikan cangkang emas tak berisi saat kesempurnaan yang di lihat hanya menyimpan air mata di balik nya.

"Sean, cukup...
Sakit..." tangis nya memohon pada pria yang sedang menghukum nya.

"Sudah ku katakan, bukan? Aku tak suka di langgar! Kau tak mematuhi ku dan harus di hukum!" jawab Sean dengan amarah pada gadis nya.

Pria dengan nama lengkap Sean Justin Xavier yang merupakan pewaris dari perusahaan ternama namun menyimpan sisi gelap yang tak semua tau.

Memberi seluruh cinta dan hati nya pada pria yang juga mencintai nya namun memiliki sifat posesif yang di luar batas membuat nya bagaikan berjalan diatas es yang tipis.

Saat gadis itu berhati-hati dalam langkah nya tanpa sengaja ia menarik benang lain yang membuat hidup nya menjadi lebih menyakitkan.

Menarik perhatian pria Mafia berdarah dingin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aylis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meet

8 hari kemudian.

Gadis cantik itu sudah mulai dapat kembali bersosialisasi meski kadang masih takut akan orang-orang yang ia temui.

"Sean...

Aku kapan boleh pulang nya? Udah sebulan loh..." tanya Ainsley pada pria tampan itu.

"Masih belum...

Bentar lagi pulang kok...

Kau mau tinggal saja di mansion ku?" ajak Sean pada gadis cantik itu.

Ainsley pun menggeleng perlahan pada pria tampan itu.

"Gak mau...

Ainsley mau mandiri..." jawab gadis cantik itu.

"Nanti kalau kita udah nikah baru tinggal bareng!" sambung gadis cantik itu dengan riang.

Sean pun hanya tertawa dan mengelus puncak kepala gadis itu.

......................

Seperti hari-hari yang sebelum nya saat siang kekasih gadis cantik itu tak bersama dengan nya karna urusan pekerjaan sebagain pewaris dari perusahaan IT ternama.

Kini Ainsley mulai berani berjalan-jalan ke sekitar taman rumah sakit dan berkeliling. Rasa tertarik nya akan bunga-bunga yang begitu cantik membuat tangan nya ingin segera memetik bunga tersebut.

"Kau tak takut di marahi karna memetik nya?" suara bariton pria yang bertanya pada nya seketika mengejutkan gadis cantik itu.

"Eh? I-itu...

A-aku cuma lihat..." jawab Ainsley terbata sembari menunduk.

Pria tersebut pun tersenyum menatap ke arah gadis itu.

"Lalu di tangan mu itu apa? Kau bilang tadi cuma melihat kan?" tanya pria itu sekali lagi sembari melihat dua tangkai bunga yang sedang ia petik.

"I-ini...

Maaf..." ucap nya lirih dan tak mampu melanjutkan kebohongan nya.

Ainsley pun mulai mengangkat wajah nya dan melihat ke arah pria tersebut yang tersenyum dengan arti tersembunyi pada nya.

"Kau mau aku tak melaporkan mu?" tanya pria itu.

"Boleh kah? Mau!" jawab Ainsley sembari menatap pria di hadapan nya, ia tak pernah sekalipun berpikir buruk tentang pria tersebut.

"Berikan satu bunga mu dan aku tak akan melaporkan mu..." ucap pria tersebut dan langsung membuat senyum gadis itu terlihat.

Ia dengan senang hati memberikan satu tangkai bunga nya, Ainsley tak tau apapun tentang tabiat buruk orang lain. Yang ia tau jika orang tersebut baik pada nya maka orang itu adalah orang baik tak mengerti jika itu palsu atau tidak.

"Kau sudah membaik seperti nya..." gumam pria tersebut sembari mengambil bunga dari tangan gadis cantik itu.

"Anda bilang apa tadi?" tanya Ainsley pada pria di hadapan nya.

"Bunga nya cantik." jawab pria itu menunjukkan senyum nya yang di buat.

"Kalau begitu aku pergi lebih dulu yah..." pamit Ainsley dengan memberikan senyum ramah nya.

Pria itu pun melihat punggung gadis tersebut yang semakin berjalan menjauh. Terutas senyum licik di wajah nya.

"Sekarang dia sudah membaik...

Aku harus melakukan permainan apa selanjutnya?" gumam pria tersebut yang tak lain adalah Richard.

......................

3 Hari kemudian.

Richard yang sedang ingin masuk ke mobil nya pun melihat nyonya Belen yang tak lain adalah ibu dari gadis yang ia inginkan berada di tempat yang sama.

Fanny saat itu tengah mengurus beberapa hal mendesak untuk keperluan konser putrinya. Setelah urusan nya selesai ia pun kembali masuk ke dalam mobil nya dan segera kembali ke kediaman nya lagi.

"Aku belum memberikan hukuman untuk si jalang itu!" ucap Richard lirih saat ia mengingat jika ada yang menyentuh mainan nya.

Richard pun segera mengendarai mobil nya sendiri meninggalkan bawahan nya yang setia tak lain adalah Liam.

Pria itu mulai mengekor dan mengikuti arah pergi ke mana mobil nyonya Belen itu.

Pria tampan itu pun menyeringai dan mulai menabrak mobil yang di gunakan Fanny.

BRUK!!!

Seketika Fanny terkejut saat mobil lain menabrak dan menyerempet mobil nya. Richard tersenyum simpul dan terus menabrak kan serta menyerempet mobil yang di gunakan Fanny.

BRUK!!! BRUK!!! BRUK!!!

"Akh! Kenapa orang gila ini menabrak ku terus?" teriak Fanny saat mobil nya terus terguncang karna Richard yang terus menabrak kan nya.

Pria tak menghancurkan dan menabrak fatal melainkan hanya mempermainkan mobil Fanny hingga wanita yang berada di dalam nya menjadi takut dan ikut terluka.

Setelah melihat begitu banyak kerusakan Richard pun tersenyum puas dan pergi meninggalkan wanita paruh baya itu yang sudah ketakutan dan terluka di dalam mobil nya.

"Di-dia sudah pergi?" ucap Fanny dengan suara gemetar dan berusaha keluar dari mobil nya yang sudah menjepit dirinya dengan Airbag.

Ia mulai melangkah keluar dan dengan kaki gemetar nya yang langsung terjatuh dan menelpon bantuan.

"Sial! Akan ku cari orang yang mana yang berani melakukan nya!" ucap Fanny kesal saat ia masih terjatuh di atas jalan aspal karna kaki nya yang lemas tak mampu menahan tubuhnya.

Richard pun tertawa terbahak di mobil nya saat ia sudah berulang kali menabrak mobil wanita paruh baya masih terlihat sangat muda itu.

......................

Mansion Richard.

Pria itu sedang melihat ke arah luar jendela mansion nya dan menatap dengan nanar.

Liam pun tak lama kemudian datang dan memberitau tentang beberapa urusan pekerjaan gelap mereka.

"Kemungkinan Gorge menelan memori card dan berlian-berlian itu semua." ucap Liam mengatakan tentang memori yang berisi penggelapan dana yang di lakukan para politikus di negara tersebut.

"Kalau begitu belah saja perut nya." jawab Richard enteng dan berjalan menemui pria yang berusaha mencuri barang-barang nya itu.

Ia berjalan menuju ruang bawah tanah di mansion megah tersebut.

"Sial! Sudah ku bilang aku tak punya memori dan berlian nya!" ucap Gorge yang berusaha memberontak saat tangan dan kaki nya di borgol di sebuah ranjang yang mirip dengan ranjang pasien.

"Belah perut nya!" perintah Richard enteng dengan wajah datar menatap ke arah pria yang sedang di borgol tersebut.

Para bawahan mafia kejam itu pun langsung mengambil gunting dan pisau, mereka mulai menggunting pakaian Gorge dan mulai menancapkan pisau tersebut.

*Crass....

Tes...tes...tes*...

"AKH!!!

SAKIT!!! LEPAS!! AMPUN!!!" teriak pria itu saat memberontak tak karuan di tengah tangan dan kaki yang terikat kuat dengan borgol.

Rasa sakit yang luar biasa mulai ia rasakan. Rasa dingin perih nan sakit berada di perutnya saat pisau tajam tersebut masuk dan membelah nya.

Mata nya membelalak seakan ingin keluar sedangkan para bawahan Richard mulai mencari dan memasukkan tangan nya ke dalam perut pria tersebut.

"AKH!!! Sakit..." pekik Gorge semakin melemah saat banyak tangan yang masuk dan mengacak rongga perut nya hingga menemukan lambung dan usus nya.

"Tarik!" perintah Richard agar para bawahan nya bisa menarik usus dan lambung tersebut lalu semakin cepat menemukan benda yang ia cari.

Gorge pun memekik seakan mendelik kan mata nya sebelum nyawa nya meregang. Ruangan itu kini mulai tercium baru anyir darah yang kuat karna baru saja membunuh pria yang mencoba mengambil keuntungan dari Mafia kejam itu.

"Bersihkan memori card dan berlian nya! Setelah itu cincang dia untuk makanan serigala ku!" perintah Richard dengan enteng dan berlalu pergi.

...****************...

**Maaf yah up nya lama🙏🙏🙏

Banyak kesibukan di real life🙏🙏🙏

Jangan lupa like komen vote fav rate 5 dan dukung othor yah🥰🥰❤️❤️

Happy Reading❤️❤️**

1
ZrLee Darman
maaf aku cma kasi Bintang dua...kr aku ga' terima Ricard metong 😭
Bahreil Ajah
zaaaaa
Bunny
bagus sii, smpe bikin nangis Bombay apalagi pas part Rhicard relain jantungnya🥲 cinta dia ke istri lebih besar dari anak kandungnya sendiri. awalnya aku ga rela kalau bakalan sama Rhicard eh pas part akhir ternyata impas. dapet semua🥰 很好!
Dian Novita
😭😭😭😭😭... banyak novel ku bc cm ini yg buat aku nangiss... 😭😭😭
Shifa Burhan
perbedaan pelakor dan pebinor

*pelakor triknya kebaca dan terang2an dan menampakkan sifat aslinya yang murahan, dia akan memanfaatkan kecantikan dan tubuhnya, merayu suami orang,

*pebinor ini yang susah trik sangat licik dan halus mereka akan mendekati secara perlahan dan coba mendapatkan simpati istri dan perlahan membuat salah paham dan membuat rumah tangga orang hancur secara perlahan, dan setelah dapat celah dia akan datang sebagai pahlawan, dan secara perlahan dia akan merebut simpati istri orang, cara pebinor sangat licik sehingga susah di antisipasi karena kebanyakan wanita jablay malah akan kebaperan dengan sosok ini

contohnya sean adalah biang dari kematian richard dia perlahan mendekati istri richard dan membuat richard salah paham dan terbawa emosi sehingga richard melakukan kesalahan karena salah paham dan cemburu dan karena istrinya terus membela sean, dan akhirnya terjadilah tragedi yang membuat richard berkorban untuk istri dan anak bisa tetap bisa bersatu dan setelah sean kembali melancarkan aksinya dia perlahan mendekati dan akhirnya misinya berhasil merebut istri orang
sekian
Yaayaaa🌸
Kecewa
Yaayaaa🌸
Buruk
Yaayaaa🌸
sukaaakkk🤗😍
°☆Rensayoranabel☆°
semuanya sama sama sakit, yang lebih sakit itu readernya/Frown/
Mariam R RIa
hadir
Devi Azhara
LBH baik milih Richard dr PD Sean.
Devi Azhara
punya mama kayak gitu lebih baik jadi anak yatim piatu.
Deni Mahrani
wow
Cinta Rodriques
yg cocokx diluar ne nama dan ceritax....thour ...g cocok diindo.
Mom Three F
kapan berakhirnya pikiran ashley
Mom Three F
dari awal cerita,lebiu condong ke richard...kenapa ya?mungkin krn macho, visi misinya jelas,,, suka karakter yg setrong pokokny
Mom Three F
bagus banget...
Dam Dyy
jngn jadikan sean sad boy
Dam Dyy
gitu gitu aja terus sembuh kambuh lagi sembuh kambuh lagi🤣
Dam Dyy
bisa gk thor toko mafia ny dgnti soal ny kek bnci prasaan🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!