Memiliki suami dan anak. Tetapi Cyra tidak pernah menginginkan Lian dan Anak mereka Angel, hadir dalam kehidupannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lie_lili, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Pembicaraan Para Wanita
Ketiga wanita ini terlibat dalam pembicaraan khas ibu-ibu.
"Cyra biar mami nanti yang mengurus kamu dan bayi mu" ucap mami Luci.
"Terima kasih mbak sudah mau mengurus anak ku yang nakal ini" ucap mama Desi.
"Ma, aku enggak nakal" celetuk Cyra.
"Kamu harus baik-baik sama suami dan besan mama ini"
"Iya ma" jawab Cyra tersenyum.
Cyra memang baik dan diterima baik oleh mama mertuanya, hanya dengan suaminya saja Cyra tidak menerima penuh kehadiran Lian.
"Cyra sudah membeli pakaian dan perlengkapan bayi?" tanya mami Luci.
"Belum mi, enggak sempat kan Cyra kerja terus lagian 1 tahun ini Cyra sibuk mi" ucap Cyra dengan santainya.
"Yak ampun Cyra, kamu ini sudah mau jadi seorang mama masih enggak tau apa-apa soal mau punya anak" celoteh mama Desi, dia merasa geram karena anaknya sama sekali enggak ada kesadaran untuk menjadi seorang ibu.
"Cyra sibuk ma!" ucap Cyra menekan katanya.
"Ya sudah nanti mami temankan kamu belanja perlengkapan bayi ya" ucap mami Luci menengahi sedikit perdebatan yang ada.
"Iya mi, nanti Cyra cari waktu dulu ya" ucap Cyra.
"Cyra kamu jangan begitu, sebentar lagi kamu jadi seorang mama" kesal mama Desi.
"Iya ma, Cyra tau!"
"Lalu kamu sudah putuskan untuk berhenti bekerjakan" tanya mama Desi dengan menatap tajam Cyra.
"Enggak ma, Cyra hanya minta cuti 2 bulan saja. Cyra masih ingin berkarir ma!"
"Kurang apa lagi kamu Cyra, lihat suami mu sendiri ada usaha, punya rumah dan sudah lengkap segalanya?" tanya mama Desi.
"Cyra belum puas ma dengan apa yang Cyra ingin capai, hanya karena harus menikah, mengurus rumah tangga dan mempunyai anak" ucap Cyra.
Cyra berbicara seakan tidak perduli tentang adanya keberadaan sang mama mertua. Mami Luci hanya tersenyum mendengar perdebatan antara anak dan ibu kandungnya ini.
"Sudah enggak apa-apa, nanti anak Cyra biar mami yang jaga saja, lagian mami dirumah juga tidak ada pekerjaan. Urusan pekerjaan rumah kan sudah asisten rumah tangga, lagian papi juga bisa kesini" ucap mami Luci menengahi pembicaraan mereka.
"Mami, Cyra sayang dengan mami!" ucap Cyra kemudian memeluk Cyra.
Mami Luci sebagai mertua dari Cyra memang sangat baik, memanjakan Cyra karena dia sudah menganggap Cyra sebagai anak perempuannya sendiri, walau dia tau jika Cyra masih berlaku tidak baik kepada anak laki-laki kesayangannya.
"Mbak, jangan manjakan Cyra, dia harus bisa jadi wanita yang benar, anak sendiri saja sampai mertua yang rawat!" protes mama Desi, karena dia merasa tidak enak dengan besannya ini.
"Enggak apa-apa, la saya enggak keberatan" ucap mami Luci.
"Tapi mbak!" Mama Desi masih ingin memprotes keputusan dari besannya.
"Sudah enggak apa-apa, saya yang bertanggung jawab untuk ini" mami Luci berusaha menyakinkan mama Desi.
"Ya sudah mbak"
"Saya minta maaf mbak, tidak mengajarkan anak saya dengan baik. Malah merepotkan mbak lagi!" Ujar mama Desi yang sungguh merasa tidak enak atas sikap Cyra ini.
"Terima kasih mami" ucap Cyra.
"Iya sayang" jawab mami Luci sambil tersenyum penuh kasih sayang.
Sesungguhnya mama Desi sangat senang karena melihat anaknya sangat bisa akrab dengan mama mertuanya. Orang tua mana yang tidak senang jika anak perempuannya terlindung dirumah orang lain.
Hanya saja mama Desi berharap jika Cyra dapat merubah sifat cueknya, untuk lebih perduli, mengerti kepada keluarga barunya ini.
Terutama mengerti suaminya, tidak hanya dia yang dimengerti.
konfliknya
seorang istri yang berbuat semaunya, tidak menghargai suami masih mengharapkan pria lain dan korbannya anak yang terabaikan dan suami yang tersakiti
penyelesaian konflik
cerai dan membesarkan anak meraka tampa ikatan apapun (gitu saja)
kesimpulan novel ini
istri durhaka pada suami dan anak dan mereka bercerai dan hidup damai masing2 membesarkan anak mereka (sekian Terima kasih)
yang diharapkan (harapan tinggal harapan karena karena gak mutlak ada ditangan author)
seorang istri yang melakukan kesalahan fatal pada anak dan suaminya, akhir anak dan suaminya meninggalkan nya, dan dia sadar akan kesalahannya, berjuang ang mennebus kesalahanya, tulus minta maaf, berjuang dapat kesempatan kedua, mengobati luka anak dan suaminya dengan limpahan kebahagiaan (alias perjuangan seorang istri yang telah melakukan kesalahan fatal untuk menebus kesalahannya dan berjuang membuktikan dia pantas dapat kesempatan itu)
atau orang tua nya tanya lebih dulu ke anaknya bahagia kah atau tidak
Jang liat keadaan anaknya yang selalu tersenyum atau menurut, dihatinya pasti anaknya juga ada rasa kecewa. bukan cuma orang tua aja yang kecewa
pasti cyra juga punya rasa kecewa